Connect with us

Padang

Para Pengemudi Layanan “Maxim” di Padang Mendonorkan Darah untuk Palang Merah Indonesia – siarminang.net

Para Pengemudi Layanan "Maxim" di Padang Mendonorkan Darah untuk Palang Merah Indonesia – Beritasumbar.com

Padang,- Pada tangga 24 Oktober, sekitar 15 pengemudi layanan dan puluhan masyarakat yang peduli di kota ini telah mengisi bank persediaan darah milik Palang Merah Indonesia. Para sukarelawan ini berhasil mengumpulkan 10 kantong darah. Penggagas di balik kegiatan ini ialah layanan “Maxim”.

Acara ini diadakan di kantor layanan sesesuai dengan anjuran penjarakan sosial serta penyanitasian tangan.

– Cadangan darah Palang Merah menurun karena akibat virus Korona, jumlah relawan kami menjadi berkurang. Kami pun memutuskan untuk melakukan kegiatan baik ini sekaligus membuat acara untuk merayakan hari jadi layanan di Padang, – jelas Kepala Cabang, Yarman Rachmat Ari.

Para pengemudi layanan “Maxim” secara rutin berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan semacam ini. Pada tanggal 15 Agustus, kegiatan juga dilangsungkan di kantor layanan “Maxim” di Makassar.
Berkat partisipasi sebanyak sekitar 50 orang, 30 kantong darah pun berhasil dikumpulkan, yang kemudian diserahkan kepada Palang Merah Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus, kegiatan donor darah ini diadakan di Malang. 32 orang, termasuk 20 pengemudi layanan, dan 12 orang dari masyarakat setempat berhasil mengumpulkan 28 kantong darah.
Pada tanggal 26 Januari 2020, berdasarkan inisiatif kantor cabang “Maxim” di Singkawang, sebanyak 50 pengemudi dan 10 perwakilan masyarakat berhasil mengumpulkan 30 kantong darah.



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Caturbakti

LAZIS Caturbakti Sumatera Barat Luncurkan Launching Event di Ramadhan 1442 H – siarminang.net

LAZIS Caturbakti Sumatera Barat Luncurkan Launching Event di Ramadhan 1442 H – Beritasumbar.com


Gn.Pangilun-Padang, LAZIS Caturbakti Sumatera Barat mengadakan program Sebarkan Barokah Ramadhan (SABAR) perdana pada Jumat pertama Ramadhan 1442 H hari ini (16/4/2021), kegiatan berlangsung di sekitar Sekretariat Pengurus Wilayah Keluarga Besar dan Aktivis Pelajar Islam Indonesia (PW KB/PW PII) Sumatera Barat jam 16.00 WIB. Program ini menurut pengurus Lazis Caturbakti Sumatera Barat merupakan salah satu rangkaian dihadirkannya unit lembaga baru di jajaran aktivis dan alumni Pelajar Islam Indonesia di Sumatera Barat” ujar Yandi Saputra selaku ad-hoc Lazis Caturbakti sekaligus sebagai P.j Manager Pendayagunaan.

Menurut Yandi, kegiatan ini baru satu dari beberapa rangkaian kegiatan yang akan diadakah pada bulan Ramdhan 1442 H kali ini dan akan dilakukan secara rutin dan terpogram. Direncakana kegiatan ini akan berlangsung diseluruh cabang di Sumatera Barat. Ada beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilakukan yakni; Program Kajiam Mingguan Islam (KAMI) terkait eksistensi kenapa Lazis Caturbakti ini mesti dilahirkan terutama dalam menghadapi persoalan ekonomi keummatan yang semakin sulit hari ini, Program Pelatihan Dasar Amilin (PADA) yang diawali dengan rekrutmen dan konsolidasi 10 cabang daerah yang telah dimiliki alumni dan aktivis PII di Sumatera Barat.

Lebih lanjut Yandi mengatakan alumni dan aktivis PII sebagai salah satu organisasi berbasis pelajar juga tidak akan meninggalkan kebutuhan pelajar Islam dalam program Pembinaan Kader Pelajar (PAKAR) dan mengusakan kampanye kepedulian sosial dan dakwah Islam dalam program Sebarkan Amal dan Kebaikan melalui Teknologi Inforamasi (SAKTI)” ulasnya pada pewarta siarminang.net

Hal senada juga disampaikan oleh Jen Zuldi RZ, selalu mantan Ketua PW PII Sumatera Barat (2000 – 2002) yang sekarang juga menjabat sebagai salah seorang Pengurus Pusat KB PII berpusat di Jakarta bahwa “pesiapan alumni dan kesiapan pendirian Lazis Caturbakti sudah sangat lama kami nantikan karena merupakan impian yang tak pernah padam dalam mewujudkan salah satu bentuk pengabdian kepada ummat yang belum bisa terwujud hingga saat ini”. Sebagaimana diketahui alumni dan aktivis PII sudah banyak dilahirkan semenjak 4 Me 1947 di Yogyakarta hingga keberbagai daerah Nusantara termasuk di Sumatera Barat.

Bagi para gerakan dakwah Islam PII tentunya sudah sangat tidak asing di dengar sepak terjangnya dalam pembangunan bangsa, hanya saja selama ini selepas PII para alumni banyak terafiliasi dengan berbagai oramas, partai, LSM, PNS, profesional dan lembaga formal atau non formal lainnya dan masih belum sempat bagaimana memperhatikan nasib kaderisasi ummat yang selama ini di cita-citakan. Dengan berdirinya Lazis Caturbakti Sumatera Barat semoga menjadi langkah awal untuk memulai pembangunan ekonomi syariah baik kedalam dan keluar agar kehadiran PII kembali menjadi solusi bagi anak bangsa” ujar Jen Zuldi menegaskan.



Sumber

Baca Selengkapnya

Padang

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan – siarminang.net

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan – Beritasumbar.com

Padang,siarminang.net,-Anggia Erma Rini Wakil ketua Komisi IV DPR RI melaksanakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan bertempat di Hotel Pangeran Beach. Padang, Minggu (11/04).

Dalam momentum empat pilar ini, Anggia Erma Rini mengajak masyarakat Minangkabau untuk mengamalkan nilai-nilai pancasila dan juga Merawat kebhinekaan serta melestarikannya, khususnya untuk pemuda-pemudi generasi milenial yang bakal menjadi pemimpin masa depan. Selain itu Anggia juga mengajak pentingnya semangat gotong royong dalam rangka mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah dalam rangka mengamalkan nilai-nilai yg terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu Anggia juga berpesan kepada anak muda agar memiliki spirit yang kuat, dalam menyerap hal-hal baik. Termasuk tentang empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Itulah kenapa, saya selalu undang anak-anak muda di sosialisasi empat pilar ini, agar mereka paham betul fungsi dari empat pilar tersebut dalam menjaga keutuhan bangsa,” katanya.

Dikatakannya pula, anak muda yang memahami Pancasila dan UUD 1945 dengan baik, tidak akan mudah terpengaruh hal-hal yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Juga tidak mudah terpapar paham radikalisme, ataupun ikut-ikutan pada tindakan radikal, ekstimis dan hal lainnya .

“Jika memahami Pancasila dan UUD 1945 dengan baik, anak muda akan lebih mencintai NKRI sebagai bentuk negara dan menjalankan falsafah Bhinneka Tunggal Ika dengan baik pula, sehingga kehidupan masyarakat lebih tenteram dan damai,” katanya.

“Salah satunya, dengan membumikan empat pilar kebangsaan. Sebab, ini yang akan membentengi Indonesia dari aksi kelompok-kelompok yang ingin menggantikan ideologi Pancasila,” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya kemajuan teknologi dan informasi, Anggia berharap generasi muda bisa memanfaatkan teknologi yang ada.

“Seharusnya dengan perkembangan teknologi, para pemuda bisa lebih mudah untuk mengembangkan potensi dalam negeri untuk go international. Bukan malah membuat berita hoax sehingga memecah belah bangsa,” ucapnya

Selain itu, Anggia berharap dengan mudahnya teknologi dan informasi, jangan mudah terpancing isu-isu hoax dan hasutan ujaran kebencian di medsos.

Sebab lanjutnya, saat ini masyarakat memilih media sosial dalam mencari sumber informasi. Padahal tak sedikit informasi yang disampaikan di medsos itu hoax.

“Untuk itu masyarakat harus jeli dan paham mana berita hoax dan relity. Kalau ada yang sebarkan berita hoax segera ramai-ramai laporkan dengan bukti yang valid,” tutupnya. 



Sumber

Baca Selengkapnya

Padang

SIKOCI Helat Festival Mentari – siarminang.net

SIKOCI Helat Festival Mentari – Beritasumbar.com

Hari ini Selasa (6/4) sekitar pukul 10.00 WIB, Festival Mentari yang ditaja oleh Serikat Koreografer Cinta Indonesia (Sekoci) akan dibuka di Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Padang. Sepuluh koreografer muda Sumbar siap menampilkan karya terbaik mereka dalam iven tersebut

HARI INI MENTARI DIHELAT SEKOCI
Saatnya yang Muda yang Berkarya

Hari ini Selasa (6/4) sekitar pukul 10.00 WIB, Festival MenTari yang ditaja oleh Serikat Koreografer Cinta Indonesia (Sekoci) akan dibuka di Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di Padang. Sepuluh koreografer muda Sumbar siap menampilkan karya terbaik mereka dalam iven tersebut.

Festival MenTari yang merupakan ajang kreasi koreografer muda ini akan dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Gemala Ranti dan dilanjutkan dengan penampilan salahsatu karya peserta.
Adapun karya peserta yang akan ditampilkan di Taman Budaya tersebut adalah Siklus Minus yang merupakan garapan koreografer muda Ipraganis.

Usai kegiatan pembukaan akan dilanjutkan dengan penampilan peserta di Teater Tertutup, Mursal Esten, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP) di Kawasan Air Tawar dari tanggal 6 sampai tanggal 8 April 2021. Penampilan peserta di FBS UNP direncanakan akan dimulai pukul 14.00 WIB, dan akan menampilan tiga koreografer muda.

Dari daftar penampilan peserta festival yang dirilis panitia, pada hari pertama, Selasa (6/4) koreografer yang akan tampil adalah Denny Maiyosta, Hendri, dan Marya Danche. Ketiga koreografer muda ini akan mengusung tema yang yang berbeda dan tentu dengan konseop penggarapan yang berbedapa pula.

Koreografer Denny Maiyosta akan mengusung karya berjudul Aksara Jenggala, yang berkisah tentang keserakahan manusia dalam mengeksploitasi hutan tanpa diimbangi dengan penanaman kembali. Akibatnya hutan akan kehilangan fungsinya dan bumi akan semakin panas dan tidak akan seimbang. Pada gilirannya, semua akan tiba pada waktunya, ketika rimba raya melakukan unjuk-rasa atas kerusakan yang tak terkendali itu dengan cara mereka sendiri, tidak terduga serta dengan bahasa yang juga tidak dapat dipahami.

Penampilan kedua adalah koreografer Hendri yang akan menampilkan karya berjudul Darah Daging, karya ini menceritakan ketika orang begitu mengagungkan percepatan yang menyebabkan mereka menjadi hilang kendali, bahkan kehidupan cenderung berujung berantakan. Dalam kondisi itulah, kelambatan justru dibutuhkan, karena kelambatan membawa banyak sisi yang berguna bagi manusia dan kemanusiaan, sekaligus menjadi ajang introspeksi diri.

Festival MenTari pada hari pertama ini akan ditutup oleh koreografer Maria Danche yang akan membentangkan karya berjudul Ibu Kedua, yang berkisah tentang manusia tak akan pernah bisa lepas dari kehadiran seorang ibu bahkan sampai terciptanya peradaban yang tidak luput dari peran sorang ibu namun selain ibu yang melahirkan, manusia juga punya ibu-ibu yang lain yang mengasihi dengan tulus, seperti Mande Rubiah yang memilih menjadi ibu kedua bagi seorang anak lelaki yang bernama Tupai Janjang, dan selama masih ada perempuan, umat manusia tak akan pernah benar-benar kehilangan berkah ibu.
Pada hari kedua Rabu (7/4) Festival MenTari akan menghadirkan empat koreografer muda yakni Ipraganis, Muthia Rianti, Syafrizal, dan Syafrini.

Festival Mentari yang ditaja oleh Sekoci ini berbeda dengan festival tari umumnya, pada festival ini koreografer dimbimbing oleh mentor terutama pada lima aspek utama yang jadi perhatian untuk koreografer muda, yaitu koreografi, gagasan karya, musik tari, dramaturg, dan artistik.

Untuk materi koreografi difasilitasi Hartati (koreografer), gagasan karya oleh Heru Joni Putra (sastrawan), musik tari oleh Taufik Adam, seorang komposer, dramaturg tari oleh Adinda Luthvianti (sutradara), dan artistik oleh Hanafi (perupa).

Adapun 10 koreografer muda Sumatra Barat yang ikut dalam panggung Festival MenTari, ialah Denny Maiyosta, Ipraganis, Marya Dance, Afrizal, Nurima Sari, Muthia Rianti, Hendri, Yesriva Nursyam, Safrini, dan David Putra Yudha.

Sponsor utama festival ini dalah Bakti Budaya Djarum Fondation, kemudian didukung Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, serta Universitas Negeri Padang, sejumlah pihak juga memberikan bantuan untuk kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan kebudayaan ini, seperti ISI dan IKJ serta Taman Budaya Sumatera Barat n Novrizal Sadewa.



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer