Connect with us

News

Pariaman Turunkan Tim Kesehatan Awasi Penyembelihan Hewan Kurban

Pariaman Turunkan Tim Kesehatan Awasi Penyembelihan Hewan Kurban


Kamis, 23 Agustus 2018 – 23:31:52 WIB – 57

Hewan kurban

PARIAMAN — Selama perayaan Idul Adha di Pariaman, Dinas Pertanian Pariaman menerjunkan ratusan petugas pengawas penyembelihan hewan kurban.

Pemeriksaan dan pengawasan ini menurunkan Tim yang tergabung dari Dinas Pertanian Kota Pariaman dan Puskeswan sebanyak 12 orang dan akan dibantu oleh penyuluh lapangan yang berada di tiap kecamatan dan kelurahan se-Kota Pariaman.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Zuswati Safitri mengatakan tahapan kegiatan ini dimulai dengan melakukan sosialisasi tentang hewan qurban yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) serta sesuai dengan syariat Islam untuk dikonsumsi masyarakat.

Ia menjelaskan kriteria hewan qurban untuk disembelih haruslah melalui pemeriksaan layak atau tidak layaknya hewan tersebut untuk di sembelih seperti sudah cukup berumur dua tahun atau lebih dan juga dalam keadaan sehat yang ditandai dengan pemberian sertifikat dan label yang di pasangkan di telinga pada hewan qurban.

“Kegiatan pemeriksaan sudah dilaksanakan sejak Senin (20/8) dan berlangsung hingga Rabu pagi sebelum pemotongan hewan qurban Hari Raya Idul Adha,” ujar Zuswati Safitri.

Sedangkan, ia menambahkan pemeriksaan akhir tentang jumlah keseluruhan hewan yang akan di potong, setelah itu, usai Shalat Idul Adha, Rabu (22/8/2018) dilanjutkan dengan pengawasan pemotongan hewan qurban langsung ke lokasi-lokasi pemotongan yang umumnya berada disekitar masjid/mushalla yang ada di Kota Pariaman.

Zuswati Safitri, menghimbau kepada seluruh panitia qurban harus diperhatikan pada saat pemotongan hewan qurban yaitu lingkungan tempat menyembelih harus bersih dan steril terlebih dahulu dengan menyiram menggunakan air bersih serta penggunaan kantong plastik transparan sebagai tempat meletakkan daging. (Warman)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: pariaman,sumatra-barat

Ada Apa Dengan Islam Nusantara?

Ada Apa Dengan Islam Nusantara?

Oleh: Yudia Falentina, A.Md.

Sejarah Islam Nusantara

Ketua PBNU KH Said Agil Siradj mengatakan Islam Nusantara…

Peristiwa Surau Batu Sintuak, Ansor Padang Pariaman Usul Dibangun Tugu Juang

Peristiwa Surau Batu Sintuak, Ansor Padang Pariaman Usul Dibangun Tugu Juang

PADANG PARIAMAN – Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman menilai sudah sepatutnya Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman…

Ratusan Pengusaha Indonesia akan Ramaikan Indonesian Cultural Festival 2018 di Baku Azerbaijan

Ratusan Pengusaha Indonesia akan Ramaikan Indonesian Cultural Festival 2018 di Baku Azerbaijan

NASIONAL – Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan akan menyelenggarakan Indonesian Cultural Festival (ICF)…

Pers Rilis IAIN Batusangkar, Terkait Isu Islam Nusantara Akan Melakukan Konfrensi Internasional

Pers Rilis IAIN Batusangkar, Terkait Isu Islam Nusantara Akan Melakukan Konfrensi Internasional

TANAH DATAR – Terkait maraknya isu yang beredar tentang akan digelar Konfrensi Interasional tentang Islam Nusantara…

Dinas Pangan Padang Pastikan Harga Pangan stabil jelang Idul Adha

Dinas Pangan Padang Pastikan Harga Pangan stabil jelang Idul Adha

PADANG — Beberapa harga pangan tidak mengalami kenaikan di pasaran menjelang hari raya Idul Adha, Rabu, (22/8/2018)….

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Beri Kritik Soal Anggaran Dana Kartu Prakerja – Fadli Zon

Juliari Korupsi Bansos, Fadli Zon: Kesempatan Bikin Orang Jadi Maling


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tak henti-hentinya memberikan kritik kepada pemerintah. Kali ini, ia mengkritik terkait anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis, apalagi kini masyarakat banyak terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli di akun Twitternya yang dilihat Selasa, 20 Juli 2021.

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. 

elain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang. Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.

Perempuan yang kerap di sapa Ani itu mengatakan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggaran tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Buang-buang Uang, Sebaiknya Bayar Insentif Nakes! – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Program Kartu  Prakerja merupakan program yang hanya buang-buang uang. Oleh sebab itu, dia mengkritik keras ketika pemerintah mengumukan akan menambah Rp10 triliun untuk program tersebut.

Penambahan anggaran itu diklaim pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Fadli Zon menilai, seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/07/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp10 triliun juga dikatakan Fadli Zon bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja hingga Rp10 triliun sebagai bagian dari perlindungan sosial selama pandemi COVID-19. Semula, pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dengan sasaran 5,6 juta orang peserta.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun dengan total 8,4 juta,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/07/2021). 

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, kenaikan anggaran tersebut karena hasil survei menunjukkan bahwa program terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi COVID-19. 

Mekanisme program Kartu Prakerja tambahan ini masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Setiap penerima akan mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan untuk 4 bulan.

Adapun total jumlah bantuan yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta. Tiap peserta juga akan mendapatkan dana sebesar Rp50 ribu setiap kali mengisi survei.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ngawur Mana Militernya? – Fadli Zon

Dana Haji Mau Dipakai Perkuat Rupiah, Tanya Fadli Zon: Pemilik Dana Rela Uangnya Dipakai?


Anggota DPRI RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Dalam pernyataannya, Muhadjir menyebut Indonesia berada di kondisi darurat militer dalam menangani pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitter–nya, @fadlizon, Fadli Zon menilai pernyataan Muhadjir asal-asalan alias ngawur.

Ia menyesalkan penggunaan istilah darurat militer dalam pernyataan Menko PMK ini.

Pernyataan ini ngawur, kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya ?” tulis Fadli Zon, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, pernyataan dari Muhadjir menambah bukti, koordinasi pemerintah penanganan Covid-19 yang kurang. https://d-1023473858618586686.ampproject.net/2107030008001/frame.html

Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep n pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan covid,” katanya.

Selain Fadli Zon, kritik juga datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua PKS Sukamta, pernyataan Menko PMK ngawur dan semakin menunjukkan pemerintah masih gagal membangun koordinasi di internal mereka.

“Sudah hampir satu setengah tahun pandemi covid, masih saja pejabat pemerintah buat pernyataan-pernyataan yang membingungkan dan tidak punya pijakan hukum yang jelas,” katanya kepada Tribunnews, Minggu (17/7/2021).

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer