Connect with us

Ekonomi

Pasar Semen Ketat, Semen Padang Butuh Dukungan Media

Pasar Semen Ketat, Semen Padang Butuh Dukungan Media


Direktur Keuangan PT Semen Padang Tri Hartono Rianto memberi sambutan menjelang bukabersama dengan wartawan di Wisma Indarung, Rabu (30/5). (sawir pribadi)

PADANG – Persaingan pasar semen secara nasional saat ini sangat ketat, kuartal pertama 2018 laba bersih PT Semen Padang turun 38 persen dibanding 2017.

Hal itu disampaikan Direksi PT Semen Padang diwakili Direktur Keuangan, Tri Hartono Rianto menjamu wartawan dan Penguruw Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar berbuka bersama, Rabu (30/5) malam di Wisma Indarung.

Turunnya laba Semen Padang seiring dengan kebijakan pemerintah. Dibukanya kran investasi pabrik semen dan inport klinker, bahan semen. Meskipun Pemerintah di bawah Presiden Jokowi, sedang gencar-gencarnya membangun insfrastruktur. Kebijakan ini juga tidak banyak membantu. Kondisi itu terlihat dari besarnya selisih permintaan dengan produksi nasional mencapai 35 juta ton 2017.

Kendati begitu, PT Semen Padang terus berupaya agar perusahaan kebanggaan “Urang Awak” ini tetap eksis dan bertahan supaya keberadaan Semen Padang ini bisa dinikmati oleh anak cucu.

Dalam kesempatan itu hadir jajajaran direksi PT Semen Padang. Di antaranya, Komisaris Khairul Jasmi, Direktur Operasional PT Semen Padang, Firdaus, Direktur Keuangan Tri Hartono Rianto. Dari media nampak Ketua PWI Sumbar, Heranof dan sejumlah pimpinan media di Kota Padang.

Dijelaskannya penyebab ketatnya persaingan pasar semen di Indonesia, adalah semakin tumbuhnya perusahaan semen baru di Indonesia. Bahkan saat ini, ada 15 perusahaan semen yang memperebutkan “kue” di Indonesia.

“Kalau dulu, Semen padang merupakan satu-satunya perusahaan semen di Asia Tenggara,”ujarnya.

Sekarang di Indonesia, ada 15 perusahaan semen. Sebagian dari perusahaan semen itu merupakan milik asing.

Oleh sebab itu, dia berharap agar masyarakat Sumbar ikut mendukung dan mendoakan agar Semen Padang terus survive. Selain itu, Semen Padang juga melakukan efisiensi di sejumlah lini. Termasuk menekan biaya produksi.

“Marilah kita jaga perusahaan ini, jika Semen Padang untung CSR nya juga untuk masyarakat. Semen merek lain murah, tapi CSR tidak ada,”katanya.

Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi, meminta dukungan dari media yang ada di Sumbar agar Pemerintah, menggunakan Semen Padang dalam membangun Jalan Tol Padang-Pekanbaru.

“Saya ingin ada dukungan dari pers di Sumbar untuk mendorong agar semen dari PT Semen Padang digunakan untuk membangun Jalan Tol,” kata Khairul.

Pria yang akrab disapa KJ itu juga memaparkan ada tiga catatan terkait Semen Padang. Pertama, terjadi paradok di Indonesia. Saat pemerintah membangun, namun semen berlebih 35 juta ton. Pemerintah membuka kran investasi semen. Ditambah pula adanya izin inport klinker.

“Untuk aturan ini, Gubernur harus bicara,”katanya.

Khairul juga mencatat, Selama ini Semen Padang berjarak dengan pemerintah. Orang Semen Padang yang hebat-hebat harus kerjasama dengan Pemerintah. Dalam bentuk masukan.

Kedepan, pemerintah membangun tol dan Pasar Atas di Bukittinggi. Adanya dua proyek itu, bahan bakunya harus menggunakan produk lokal. Seperti, split, batu dan semen.

Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus,  mengaku  Semen Padang adalah kebanggaan masyarakat Sumbar, dan sejauh ini kontribusi Semen Padang kepada daerah  dirasakan manfaatnya.

Untuk itu, katanya, tak hanya pers yang akan mendukung, tapi masyarakat Sumbar juga mendukung agar Semen Padang, ikut ambil bagian dalam memasok semen untuk menbangun jalan tol.

“Semen Padang ini ninik mamak, tempat kita mengadu. Mari kita jaga bersama,” kata Heranof. (yose)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Pemuda Asal Lintau Ini Sukses Rintis Usaha Martabak Di Jambi – siarminang.net

Pemuda Asal Lintau Ini Sukses Rintis Usaha Martabak Di Jambi – Beritasumbar.com

Pemuda yang memiliki nama lengkap Brian Fakhrul Razi ini, selain memiliki wajah yang rupawan dan sendu, ternyata adalah salah satu sosok pengusaha muda yang terbilang sukses di Jambi yang memiliki garis keturunan dari ibu asli dari Balai Tangah lintau.

Saat ditemui media Jumat (22/01) dirumahnya sekaligus kedai utamanya di Sipin ( Sekitar Mesjid Nurdin Hamzah) Rozi membeberkan bahwa dirinya merupakan asli dari Lintau Sumatera barat.

” ya saya asli Lintau, ibu saya orang balai tangah, dibawah tabek gadang” ulasnya.

Ditambahkannya lagi bahwa mulanya bisnis martabak ini dikembangkan oleh bapaknya kejambi ini.

“Dulu awalnya bisnis ini dikembangkan oleh bapak saya, lalu saat ini saya merupakan generasi penerus estafet bisnis ini kedepan” imbuhnya lagi.

Selain martabak bangka, di outlet ini pengunjung juga bisa menikmati martabak kubang, sate padang, soto padang dll.

Saat ini sudah dibuka beberapa outlet martabak di tehok dan simpang rimbo kota jambi.(Rezki)



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Ini Penyebab Harga Cabai Merah Kriting Melandai di Lubuk Basung

Ini Penyebab Harga Cabai Merah Kriting Melandai di Lubuk Basung


LUBUK BASUNG – Harga per satu kilogram cabai merah keriting di Lubuk Basung mulai melandai. Kondisi tersebut dipicu berlimpahnya stok di pasaran.

Pantauan Singgalang di Pasar Serikat Lubuk Basung-Garagahan, Kamis (21/1) pasokan cabai merah keriting tampak melimpah. Sejumlah pedagang menjual per kilogramnya kisaran Rp38.000 – Rp40.000.

Andi (39) salah seorang pedagang menuturkan harga cabai merah keriting sudah satu pekan terakhir mengalami penurunan.

“Kalau yang bagus ini Rp40 ribu satu kilo, yang agak layu Rp38.000,”katanya.

Stok cabai merah keriting di lapak miliknya terbilang melimpah. Dirinya bahkan mengaku kewalahan untuk menghabiskan stok yang ada.
Sepertinya harga cabai sudah mulai sedikit-sedikit mengalami penurunan. Mungkin karena stok banyak, cabai dari Alahan Panjang juga masuk.

Jenis cabai lain yang harganya juga ikut melandai adalah cabai hijau keriting, yakni dibanderol kisaran Rp32.000-Rp40.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah kisaran Rp23.000 per kilogram.

“Cabai rawit hijau sejak hari Minggu lalu turun Rp10.000, jadi Rp60.000 per kilogram,” katanya.

Mulai melandainya harga cabai merah keriting di Lubuk Basung dibenarkan Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Agam, Nelfia Fauzana.

Dikatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, pasokan cabai merah memang terbilang melimpah. “Dari pengecekan kami terakhir, memang sudah mulai melandai, harga jual paling tinggi Rp40.000 per kilogram,” katanya.

Pasokan berlimpah tidak hanya terjadi pada komoditi cabai saja. Pasokan sayur-mayur juga tampak menumpuk di pasaran.

“Akibatnya, sejumlah sayuran turun harga kisaran Rp1.500 hingga Rp2.000. Hal ini berlaku hukum ekonomi,” katanya.(210)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Pascagempa Sulbar, Seluruh Perantau Minang Sudah di Pengungsian –

Update Gempa M6,2 Sulbar, 84 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia


PADANG – Perantau Minang menjadi korban gempa di Sulawesi Barat sudah berada di pengungsian. Dari sekitar 200 lebih kepala keluarga (KK) perantau Minang yang ada di sana tidak ada korban jiwa.

“Alhamdulillah tidak ada perantau kita yang meninggal akibat bencana gempa di Sulbar. Yang rumah rusak ada, tapi mereka sudah berada di pengungsian,” sebut Kepala Biro Kerjasama Rantau dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumbar, Luhur Budianda Senin (18/1).

Dikatakannya, sejak gempa melanda Sulawesi Barat Pemprov Sumbar terus memantau perkembangannya. Terutama warga perantau Minang yang ada di sana.

“Kita langsung kumpulkan informasi, dengan menghubungi yang bisa dihubungi. Hanya saja diawal terjadi bencana komunikasi langsung ke lokasi terputus,”ungkapnya.

Meski begitu, hingga kini belum ada rencana Pemprov Sumbar untuk mengirim bantuan. Karena, kondisi lokasi bencana masih sulit diakses. Selain itu, untuk mencapai Mamuju memakan waktu sekita 8 jam dari Makassar, Sulawesi Selatan.

“Belum ada arahan dari pimpinan, kalau sekarang mendistribusikan barang juga sulit,”ujarnya.(yose/yuke)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer