Connect with us

#kpu

Pasca Penetapan DPT, Masih Ada Pemilih Tercecer

Debat Putaran Kedua Pilkada Padang 12 Mei






KPU (net)

PADANG ARO – Pasca penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solok Selatan masih menemukan pemilih yang ‘tercecer’. Mereka belum bisa masuk DPT karena sejumlah. Belum memiliki KTP, belum cukup umur ketika dilakukan pendataan atau ada kendala kependudukan lainnya.

Jumlahnya tidak begitu banyak. Namun KPU Solsel terus memantau dan mendatanya serta berkoordinaai dengan pihak terkait. Supaya pada waktu pemilu nanti, hak suara mereka bisa dipergunakan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Solok Selatan,” kata Ketua KPU Solok Selatan, Nila Puspita didampingi Divisi program dan data, Wilson Chaniago di Padang Aro, Selasa (28/8).

Sejumlah masukan, seperti daftar nama pemilih sesuai data yang dimiliki KPU diserahkan ke Disdukcapil untuk ditindaklanjuti. (rifki)

 










Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#ahy

KPU: AHY Masih Ketum Partai Demokrat Yang Sah

KPU: AHY Masih Ketum Partai Demokrat Yang Sah


JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra menegaskan, sampai saat ini, pihaknya masih menanggap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang sah. Menurutnya, KPU tetap bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku dalam menyikapi konflik dalam Partai Demokrat.

Hal itu diungkapkan Ilham saat menerima AHY dan jajarannya yang menyerahkan surat perbuatan melawan hukum atas dilaksanakannya KLB di Deliserdang, Sumatera Utara.

“Sampai saat ini, kami masih memegang SK dari Kumham yang sampai saat ini masih SK Demokrat pimpinan Pak AHY. Saya kira, KPU bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga sampai saat ini belum ada SK apapun dari Kumham yang datang ke kami,” tuturnya di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021).

Di kesempatan yang sama, Komisioner KPU Hasyim Asyari menyatakan, diterimanya AHY dan para pimpinan Partai Demokrat di kantor KPU semata-mata sebagai bentuk KPU melakukan pelayanan terhadap partai peserta pemilu.

“KPU ini melayani sebagai peserta pemilu. Taglinenya KPU itu adalah KPU melayani sesuai dengan UU Pemilu,” ucapnya.

Lebih jauh, dia memaparkan, dokumen-dokumen dari partai politik yang dianggap sah telah diadministrasikan secara digital dalam Sistem Informasi Parpol (Sipol) yang dikelola KPU. Menurutnya, masyarakat bisa membuka laman tersebut dan melihat secara langsung kepengurusan siapa yang dianggap sah oleh KPU.

“Nama-nama pengurus di jajaran DPP Partai Demokrat, AD/ART demikian juga pengurus di tingkat daerah baik provinsi maupun kabupaten se Indonesia itu ada di Sipol dan bisa dilihat oleh publik. Sehingga dengan konteks waktu tertentu, siapa pengurus yang sah itu dapat diketahui dari Sipol yang dikelola KPU,” ucapnya.

Dalam lawatannya kali ini, AHY turut membawa dua boks besar. Diketahui dalam boks tersebut berisi berkas-berkas yang dijadikan bukti keabsahan Partai Demokrat yang sah adalah pimpinannya. (rn/*)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#kpu

Hasil KPU; Hamsuardi-Risnawanto Menangkan Pilkada Pasaman Barat

Pilkada Sumbar, Mualim 1, NA-IC 2, FaGe 3 dan MAU 4


SIMPANG AMPEK – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pasaman Barat nomor urut 1 Hamsuardi-Risnawanto menang atau meraih suara terbanyak pada Pemilihan Kepala Daerah 2020 dengan memperoleh 56.555 suara.

Pasangan calon yang dikenal dengan HamRis itu mengalahkan pasangan calon petahana nomor urut 4, Yulianto-Syafrial dengan meraih 52.490 suara.

Hasil itu diketahui dari hasil final rapat pleno terbuka rakapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten pemilihan bupati dan wakil bupati Pasaman Barat di Aula KPU, Kamis (17/12) malam.

Ketua KPU Pasaman Barat Alharis mengatakan pelaksanaan pilkada di Pasaman Barat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

“Itu semua berkat kerja sama seluruh pihak, mulai dari Polri, TNI, Satpol PP dan lainnya,” katanya.

Ia mengatakan selama rekapitulasi tidak ada protes dari saksi terkait perolehan masing-masing pasangan calon.

Untuk penetapan pasangan colon terpilih pihaknya menunggu informasi dari Mahkamah Konstitusi apakah ada gugatan atau tidak.

“Batas waktu gugatan ke MK lima hari setelah pleno rekapitulasi suara. Jika tidak ada gugatan ke MK maka akan ditetapkan calon terpilih,” katanya.

Ia menjelaskan dari hasil final rekapitasi penghitungan suara nomor urut 1, Hamsuardi-Risnawanto yang memperoleh suara 56.555 dengan rincian di Kecamatan Sungai Beremas memperoleh 3.527 suara, di Kecamatan Lembah Melintang 7.512 suara, Kecamatan Talamau 3.536 suara dan Kecamatan Kinali 5.658 suara.

Kemudian di Kecamatan Gunung Tuleh memperoleh 3.378 suara, Kecamatan Ranah Batahan 4.911 suara, Kecamatan Koto Balingka 4.811 suara dan Kecamatan Luhak Nan Duo 4.933 suara.

Di Kecamatan Sasak memperoleh 1.448 suara, Kecamatan Sungai Aur 7.037 suara dan di Kecamatan Pasaman memperoleh 9.804 suara.

Sedangkan pasangan calon nomor urut 4, Yulianto-Syafrial yang memperoleh suara 52.490 suara dengan rincian di Kecamatan Sungai Beremas memperoleh 1.574 suara, Kecamatan Lembah Melintang 3.845 suara, Kecamatan Talamau 2.808 suara dan Kecamatan Kinali 12.147 suara.

Di Kecamatan Gunung Tuleh sebanyak 3.533, Kecamatan Ranah Batahan 2.932 suara, Kecamatan Koto Balingka 2.166 suara, Kecamatan Luhak Nan Duo 8.57 suara dan Kecamatan Sasak 1.610 suara.

Pada Kecamatan Sungai Aur memperoleh 2.502 dan di Kecamatan Pasaman memperoleh 10.806 suara.

Kemudian pasangan calon nomor urut 2, Maryanto-Yulisman memperoleh total suara 19.696 suara. Pasangan calon nomor urut 3, Erick Hariyona-Syawal Suro memperoleh 26.406 suara.

Terakhir pasangan calon nomor urut 5, Agus Susanto-Rommy Candra memperoleh 24.469.

Dari suara sah pemilih berjumlah 179.616 suara. Dengan demikian secara persentase pasangan Hansuardi-Risnawanto memperoleh 31,5 persen, nomor urut 2, Maryanto-Yulisman memperoleh 11 persen, nomor urut 3, Erick Hariyona-Syawal Suro memperoleh 14,7 persen, nomor urut 4, Yulianto-Syafrial memperoleh 29, 2 persen dan nomor urut 5, Agus Susanto-Rommy Candra memperoleh 13, 6 persen. (ant/mat)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#kpu

PSU di TPS 07 Tago Palange Nagari Pangian, Mahyeldi – Audy Tetap Menang

Paslon Mahyeldi-Audy Joinady Menang Telak di TPS Wako Bukittinggi Mencoblos


BATUSANGKAR – Pemungutan Suara Ulang (PSU) digelar di tempat pemungutan suara (TPS) 07 Jorong Tago Palange, Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo dengan diikuti sebanyak 182 orang pemilih, Minggu (13/12). Hasilnya, pasangan Mahyeldi Ansahrullah-Audy Joinaldy tetap menang di TPS tersebut.

Di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 07 memang hanya dilakukan PSU khusus untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

Pasangan Mahyeldi-Audy mendapatkan 101 suara, disusul Nasrul Abit-Indra Catri 39 suara, kemudian pasangan Fakhrizal-Genius Umar 18 suara, dan terakhir pasangan Mulyadi- Ali Mukhni sebanyak 17 suara.

“PSU dilakukan karena terdapatnya kesalahan informasi pada Pilkada Rabu (9/12) lalu. Di mana ada empat pemilih yang berdomisili di jorong itu, tapi tidak ber-KTP di jorong itu. Alasan diterima, karena pertimbangan pemilih ini tidak mungkin melakukan kecurangan karena sudah merupakan warga setempat,” ujar Ketua KPPS TPS 07 Pangian, Rio Van Putra menjawab pers.

Ia mengakui, pelaksanaan PSU terjadi penurunan partisipasi dibanding Pilkada lalu. Penyebabnya, karena saat bersamaan, bertepatan dengan hari pasar nagari.

“Awalnya, pemilih pada Pilkada tercatat 219 orang. Sedangkan saat PSU turun menjadi 182 orang. Untuk menarik partisipasi masyarakat, panitia di TPS pun melakukan inovasi dengan memberi hadiah hiburan kepada pemilih yang datang mencoblos,” jelasnya.

Ia menyebut, teknis pelaksanaan tetap seperti prosedur pemungutan sebelumnya, dimulai sejak pukul 07.00-13.00 untuk pencoblosan suara hingga pukul 13.30-16.00 dilakukan penghitungan suara. Proses PSU berlangsung tertib dan lancar dengan dikawal petugas dari Polsek Lintau Buo, Bawaslu Tanah Datar, Panwascam Lintau Buo, serta KPPS Pangian. Selama waktu pencoblosan, panitia masih berupaya memanggil masyarakat untuk berpartisipasi ke TPS. (yusnaldi)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer