Connect with us

News

Pedagang Pasar Painan Keluhkan Lemahnya Daya Beli Masyarakat

Pedagang Pasar Painan Keluhkan Lemahnya Daya Beli Masyarakat


PADANG POS (PAINAN)-Pedagang Pasar Inpres Painan, Pesisir Selatan (Pessel) mengeluhkan lemahnya daya beli masyarakat sejak satu pekan terakhir.

Syafrial (56), salah seorang pedagang P&D mengungkapkan, sejak memasuki bulan Ramadhan tahun ini, belum ada peningkatan penjualan. 

Kondisi tersebut jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Kalau tahun lalu, daya beli cukup kuat. Itu sangat terasa sekali,” ungkapnya di Painan, Selasa (22/5).

Ia menjelaskan, rendahnya daya beli bisa jadi akibat pendapatan per kapita masyarakat Pessel yang rendah, sehingga berpengaruh pada daya beli. 

Biasanya, pada awal Ramadhan, permintaan akan bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng dan cabe cukup tinggi.

Apalagi, sebagian dari bahan kebutuhan pokok mengalami penurunan. “Seperti cabe dan minyak goreng, misalnya, itu mengalami penurunan. Tapi permintaan tetap tidak naik,” jelas dia.

Hal senada juga disampaikan Welly (40) salah seorang pedagang beras. Ia menyampaikan, saat ini permintaan terhadap beras tidak ada perobahan.

Menuritnya, saat ini stok beras di kios berasnya itu masih menumpuk. Apalagi, pada Ramadhan tahun ini. “Jangankan menimbun, ngabisin stok yang ada aja susah,” sebutnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pessel, Nurul Andriana menyampaikan adanya gejala penurunan daya beli tidak bisa dilihat semata dari sisi pedagang.

Sebab, sebagian besar masyarakat telah memiliki persediaan bahan pokok selama bulan puasa. Apalagi, pihaknya saat ini pihaknya belum melihat gejala penurunan pendapatan masyarakat.

“Kami melihat masih stabil. Kalau gejala menyimpan makanan di rumah itu memang ada. Biasanya itu sudah dibeli sebelum puasa,” sebut dia.

Berdasarkan data pengeluaran per kapita masyarakat Pessel, untuk golongan ekonomi rendah 24,23 persen. Masyarakat ekonomi menengah 38,11 persen dan ekonomi kuat 37,66 persen.

Angka itu lebih baik dari tahun lalu yang untuk golongan ekonomi lemah 24,43 persen. Ekonomi menengah 36,81 persen dan ekonomi kuat 38,76 persen dari pendapatan. 

Artinya, lanjut dia, rerata pengeluaran masyarakat Pessel masih stabil, utamanya di golongan ekonomi menengah.

“Kalau ekonomi rendah masih belum bagus. Idealnya, pengeluaran per kapita masyarakat ekonomi rendah itu di bawah 20 persen,” tutur dia.

Kendati demikian, lanjut dia, masyarakat seharusnya membelanjakan uangnya di daerah sendiri. Jangan belanja di luar daerah.

Tak hanya itu, juga pemerintah daerah, seharusnya membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di daerah.

Hal itu secara otomatis dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkualitas. 

Sementara sebelumnya, Bupati Hendrajoni menyebutkan sepanjang 2016, pertumbuhan ekonomi daerah lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat.

“Bahkan juga dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi secara nasional. Kita sampai 5,3 persen. Sedangkan nasional hanya 5,26 persen,” tutup bupati. (teddy setiawan)





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan – Fadli Zon

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan


Anggota DPR-RI, Fadli Zon memberikan karyanya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Karya tersebut berupa buku yang ditulisnya berjudul Islam dan Demokrasi. 

Politisi Senior dari Partai Gerindra ini, menyerahkan karya tulisnya kepada Anies Baswedaan bertepatan dengan peringatan “Mosi Integral” Mohammad Natsir. 

Peringatan tersebut jatuh pada tanggal 3 April 1950. Mosi Integral Mohammad Natsir dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia sering disebut sebagai Proklamasi ke-2. Sekaligus dicatat sebagai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hari ini, 3 April (1950) kita peringati “Mosi Integral” Mohammad Natsir, Proklamasi ke-2 lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya, sebagaimana diposting dalam laman akun twitter pribadinya @fadlizon pada tanggal 3 April 2021.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil – Fadli Zon

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memosting pertemuannya dengan penyani legendaris Ernie Djohan di lini masa akun Twitternya.

Dalam pertemuannya dengan pelantun tembang-tembang lawas ini, Fadli meminta secara khusus minta tandata-tangannya di koleksi piringan hitamnya sebanyak 50-an.

Fadli mengungkapkan pelantun lagu Teluk Bayur dan Kau Selalu di Hatiku itu sebentar lagi akan memasuki usia 70 tahun.

“Ketemu penyanyi legendaris Uni Ernie Djohan sekalian minta tanda tangan utk 50an piringan hitam. Sebentar lg berusia 70 tahun, dan sudah berkarya sejak usia 12 tahun. Lagu yang terkenal antara lain Teluk Bayur, Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang. Sehat terus Uni,” kata Fadli dikutip dari lini masa akun Twitternya, @Fadlizon, Sabtu (27/3/2021).

Postingan Fadli Zon langsung direspons sejumlah pengguna Twitter. Salah satunya mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang mengaku saat kecil hafal lagu-lagu Ernie Johan.

“Salam buat Uni Ernie Djohan…Saat kecil hampir semua lagu beliau saya hafal. Mutiara yang Hilang salah satu yang terbaik…” cuit pria yang biasa disapa Ustad Tengku Zul ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Kelihatan Jujur – Fadli Zon

Polemik Hagia Sophia, Fadli Zon Sarankan Indonesia Tunjukkan Sikap Terbuka


Politikus sekaligus anggota DPR RI Fadli Zon baru-baru ini angkat suara menanggapi pernyataan Kapolsek Setu yang mengaku tidak tahu menahu soal adanya kabar dan informasi anggota polisi penembak Laskar FPIyang meninggal dunia.

Dalam cuitan yang diunggah di akun Twitternya, Fadli Zonmengungkapkan pendapatnya soal Kapolsek Setu yang menyampaikan bahwa dirinya tidak menerima laporan insiden kecelakaan tunggal yang mengakibatkan anggota polisi penembak FPI meninggal dunia.

Fadli Zonmenilai bahwa Kapolsek Setu terlihat sebagai sosok pemimpin yang jujur, sehingga pernyataan yang disampaikannya diyakini sebagai pernyataan yang penuh dengan kejujuran.

Kapolseknya kelihatan jujur,” tulis Fadli Zon sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari akun Twitter @fadlizon, Minggu, 28 Maret 2021.

Diketahui sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut satu orang polisi terlapor dalam kasus pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat laskar FPI meninggal dunia akibat kecelakaan.

Diberitakan Pikiran Rakyat sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Harianto membenarkan informasi tersebut.

“Saat gelar perkara, saya mendapat informasi kalau salah satu tersangka meninggal dunia karena kecelakaan,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Maret 2021.

Namun demikian Agus tidak merinci di mana lokasi kecelakaan anggota polisi tersebut hingga akhirnya meninggal dunia.

“Silahkan ditanya ke penyidik ya,” ucapnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer