Connect with us

News

Perantau Asal Campago Kampuang Dalam Padang Pariaman Bagikan Zakat 2 Milyar

Perantau Asal Campago Kampuang Dalam Padang Pariaman Bagikan Zakat 2 Milyar


Rabu, 13 Juni 2018 – 19:47:46 WIB – 157

Suasana pendistribusian zakat di depan Mesjid Raya Ismail Pasar Campago Kec. V Koto Kampung Dalam, Rabu (13/6).

Pilwako Kota Padang 2018

PADANG PARIAMAN – Yayasan Al-Aziz milik perantau asal Campago Kampuang Dalam bagikan Zakat senilai 2 milyar rupiah di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) Rabu (13/6).

Sebelumnya pada hari Minggu (10/6) Yayasan Al-Aziz juga telah membagikan Zakat kepada 2.500 orang penerima se-kota pariaman dengan nominal masing-masing Rp.200.000,”

“Dan pada hari ini di Kec. V Koto Kampung Dalam kita laksanakan juga pembagian zakat kepada 3.000 orang mustahik dengan nominal masing-masing penerima Rp.500.000,” tutur Mai Musfi Wakil Ketua Yayasan Al-Aziz.

Ia mengatakan, Jumlah total nilai zakat yang dibagikan di tahun 2018 di Kota Pariaman dan Kec. V Koto Kampung Dalam sebanyak Rp. 2.000.000.000.,

“Di tahun ini merupakan yang ke-6 kalinya Yayasan Al-Aziz mendistribusikan zakat di Kampung halamannya yang setiap tahun jumlah penerima selalu ditingkatkan dan di tahun ini jumlah penerima ditambah sebanyak 500 orang,”ulasnya.

Musfi mengatakan untuk kedepannya pendistribusian zakat dari Yayasan Al Aziz akan dibagikan secara merata di setiap Kec. di Padang Pariaman.

Tidak hanya zakat, setiap bulannya Yayasan Al-Aziz memberikan santunan tetap bagi anak yatim di seluruh indonesia.

Sedangkan untuk Kampung Dalam sendiri tahap pertama sebanyak 444 anak yatim telah menerima santunan dan ditahap dua sehari jelang lebaran 150 orang lagi dengan nominal Rp.200.000/orang.

“Di tahun ini juga telah didistribusikan santunan kepada 6.000 orang anak yatim dari 10.000 orang yang direncanakan di seluruh negeri, mudah-mudahan hingga akhir tahun terlaksana keseluruhannya,” harapnya.

Musfi mengungkap Zakat yang dibagikan setiap tahun merupakan keuntungan kotor dari perusahaan yang dimiliki/di bawah naungan Yayasan Al-Aziz pimpinan putra asli Campago Kampung Dalam yang tak mau disebutkan namanya.

“Alhamdulillah pembagian zakat tidak ada masalah, karena sistem pendistribusiannya kita koordinir dengan baik, melalui 3 tim kepanitiaan yang telah dibentuk dan bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya,” tutup Mai Musfi Wakil Ketua Yayasan Al-Aziz. (warman)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri

Tag: daerah,metro,padang-pariaman,pariaman,reliji,sosial,sumatra-barat

Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di Sumbar Akan Direalisasikan

Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di Sumbar Akan Direalisasikan

JAKARTA – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menghadiri Rapat Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan…

Lago Kambiang Sepeda Motor di Padang Panjang, 1 Meninggal 3 Luka-luka

Lago Kambiang Sepeda Motor di Padang Panjang, 1 Meninggal 3 Luka-luka

PADANG PANJANG – Lagi-lagi, kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polres Padang Panjang, tepatnya di Jalan…

Menyebrang Jalan, Seorang Bocah di Tanah Datar Meninggal Tertabrak L300

Menyebrang Jalan, Seorang Bocah di Tanah Datar Meninggal Tertabrak L300

TANAH DATAR – Mobil Pick UP Mitsubishi L 300 BA 8404 MN menabrak pejalan kaki, di jalan umum Lintau – Payakumbuh,…

Padang Pariaman Distribusikan Zakat Senilai Rp340 juta Melalui BAZNAS

Padang Pariaman Distribusikan Zakat Senilai Rp340 juta Melalui BAZNAS

PADANG PARIAMAN – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Badan Amil Zakat (BAZ) distribusikan Zakat senilai Rp…

Pulang Basamo : Perantau Nagari Terindah di Dunia Disambut Bupati dan Forkopimca

Pulang Basamo : Perantau Nagari Terindah di Dunia Disambut Bupati dan Forkopimca

TANAH DATAR – Pemuka adat, tokoh masyarakat, dan pemuda-pemudi Nagari Pariangan Menyambut kepulangan perantau nagari…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pertimbangkan Aspirasi Rakyat! – Fadli Zon

Massa Desak Jokowi Bentuk TGPF, Fadli Zon: Pertimbangkan Aspirasi Rakyat!


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Fadli Zon meminta agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter @Fadlizon, Sabtu (19/12/2020) dini hari. Dia menanggapi sebuah artikel tentang massa yang mendesak Jokowi untuk segera membentuk tim independen pencari fakta kasus FPI.

Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk kasus penembakan enam laskar FPI.

Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI,” cuitnya, dikutip Suara.com.

Fadli Zon menyebut pembentukan TGPF menjadi jalan tengah agar masyarakat dapat percaya bahwa keadilan masih ada.

“TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada,” tukasnya.

Perlu diketahui, massa melakukan aksi 1812 pada (18/12/2020). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain itu, dalam aksi tersebut massa meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab yang tengah ditahan Polda Metro Jaya.

Saya menyarankan kepada Bapak Presiden agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang terdiri dari berbagai kalangan elemen bangsa,” ujar Fadli Zon dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dia mengatakan anggota TGPF berasal dari komnas HAM, aktivis HAM, perwakilan ulama seperti Majelis Ulama Indonesia atau ormas-ormas islam lain.

Sebab, menurut Fadli, kasus ini perlu diusut tuntas agar masyarakat tidak kehilangan rasa percaya terhadap hukum di Indonesia.

“Publik di-trushed ketidakpercayaan pada hukum. Karena hukum seperti yang sudah klise dan berulang-ulang kita katakan selalu tajam kepada yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dan tidak pernah hukum itu berjalan atau tumpul kepada mereka yang dianggap sebagai pro pemerintah,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tak Ada Terorisme Dalam Islam – Fadli Zon

Sambut Curhatan Fahri Soal Harga Tes Corona, Fadli Zon: Peluang di Tengah Kesempitan


Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melontarkan kontra narasi atas wacana Terorisme yang cenderung dihubungkan dengan Islam.

Ia ungkap pendapatnya melalui laman twitter @fadlizon pada Jum’at tanggal 18 – Desember 2020.

Fadli menanggapi pernyataan polisi dalam sebuah pemberitaan yang mengungkap Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah.

Keterangan didalamnya memuat tentang pergerakan Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah (JI) yang telah menyebar di 20.067 kotak amal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Ia tidak segan-segan menegaskan bahwa tidak ada di dalam ajaran Agama Islam itu mengenalkan tentang terorisme.

“Tak ada terorisme dalam Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Fadli menyentil pewacanaan tentang terorisme menggunakan diksi yang unik yaitu jualan terorisme tak habis-habis.

“Jualan terorisme tak habis2,” katanya.

Pada cuitannya singkat tak lupa dia menyertakan hastag Lawan Islamofobia.

” #LawanIslamofobia,” tulisnya.

Postingan Fadli Zon dalam lamantwitternya mendapatkan 2.085 Likes dan 488 Retwitt dari Netizen.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer