Connect with us

News

Politikus Nasdem Ini Gunakan Dana Aspirasi untuk Perbaiki Jalan Lingkung Jala Utama Lubeg

Politikus Nasdem Ini Gunakan Dana Aspirasi untuk Perbaiki Jalan Lingkung Jala Utama Lubeg


Senin, 03 September 2018 – 01:09:02 WIB – 74

Apris jeput aspirasi masyarakat

PADANG — Anggota DPRD Sumbar, Apris mengatakan, dana aspirasi miliknya bukan hanya pemberdayaan masyarakat saja. Akan tetapi, juga digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, tepatnya jalan lingkung di Perumahan Jala Utama, Kelurahan Parak Lawek, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur jalan produksi tersebut memang sangat diperlukan karena penting untuk hajat hidup orang banyak.

Apabila selesai dibangun, jalan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar daerah itu.

Tokoh masyarakat Komplek Perumahan Jala Utama, Murisal menjelaskan, Ada tiga ruas jalan yang dibangun menggunakan dana aspirasi Apris. Masyarakat setempat, kata dia, sangat terbantu dengan adanya bantuan pembangunan jalan lingkung ini.

“Kami berterimakasih sekali dengan bantuan ini. Masyarakat senang, sekarang jalan di Blok rumah mereka sudah bagus,” ujar Murisal, Ahad (2/9/2018).

Disebut Murisal sebelum adanya bantuan pembangunan jalan lingkung dari dana aspirasi Apris, masyarakat Komplek Jala Utama masih memanfaatkan jalan yang dibangun oleh developer perumahan. Karena sudah lama dibangun, kondisi jalan yang ada juga sudah rusak-rusak. Karena aspal yang sudah rusak, menurut Murisal, jalan yang ada sebelumnya sering mendatangkan debu ke rumah-rumah warga.

“Mudah-mudahan tahun depan bantuan dari pak Apris ini berlanjut, sebab di komplek kami masih ada dua blok lagi yang butuh dicor,” katanya.

Sementara itu, Apris saat dihubungi pada hari yang sama menuturkan, pembangunan jalan lingkung dilaksanakan berangkat dari aspirasi masyarakat Kota Padang yang disampaikan pada pihaknya, salah satu adalah warga Komplek Perumahan Jala Utama yang pada tahun 2017 meminta bantuan untuk jalan di komplek mereka.

“Aspirasi dari masyarakat itu yang diperjuangkan dengan menganggarkannya di APBD 2018. Pembangunan jalan lingkung ini hendaknya dapat meningkatkan kenyamanan di lingkungan pemukiman warga,” ucap Apris yang juga urang Sumando Kuranji tersebut.

Politisi Partai Nasdem ini menambahkan, tahun 2018 sekarang total dana aspirasi dirinya yang disalurkan untuk masyarakat Kota Padang adalah Rp5 miliar lebih. Dana yang ada itu disebar di beberapa OPD, diantaranya di Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, di Biro Pembinaan Mental dan beberapa OPD yang lain. Khusus untuk jalan lingkung, tahun 2018 ini ada 8 titik lokasi yang pembangunannya menggunakan bantuan dana aspirasi Apris. (Rel)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: padang,sumatra-barat

Kebakaran di Padang Pariaman, Sepasang Lansia Hangus Terbakar

Kebakaran di Padang Pariaman, Sepasang Lansia Hangus Terbakar

PADANG PARIAMAN – Sepasang suami istri Lansia (Lanjut Usia) hangus terbakar akibat rumah yang ditempatinya rata dengan…

Gelaran Karya Pemuda di Padang, Ini Kata Kadispora Sumbar

Gelaran Karya Pemuda di Padang, Ini Kata Kadispora Sumbar

PADANG — Pemuda Panca Marga (PPM) Padang mengadakan gelar karya pemuda di Lapangan Padang Sarai, Sabtu, (31/8/2018)….

Gubernur Sumbar: Antara Brunei dan Minangkabau Secara Histori dan Kultur adalah Satu Rumpun

Gubernur Sumbar: Antara Brunei dan Minangkabau Secara Histori dan Kultur adalah Satu Rumpun

MINANGKABAU –Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menghadiri acara Expose Potensi Investasi Sumatera Barat di dalam…

Soal Bonus Atlet yang di Luar Perkiraan, Begini Tanggapan Menkeu Sri Mulyani

Soal Bonus Atlet yang di Luar Perkiraan, Begini Tanggapan Menkeu Sri Mulyani

BUKITTINGGI – Pemerintah akan segera mencairkan bonus untuk para atlet Indonesia yang berhasil meraih medali pada ajang…

Kebakaran Hebat Hanguskan Bangunan MTsM Pangkalan Limapuluh Kota

Kebakaran Hebat Hanguskan Bangunan MTsM Pangkalan Limapuluh Kota

LIMAPULUH KOTA – Sekolah Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah (MTsM) di Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Beri Kritik Soal Anggaran Dana Kartu Prakerja – Fadli Zon

Juliari Korupsi Bansos, Fadli Zon: Kesempatan Bikin Orang Jadi Maling


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tak henti-hentinya memberikan kritik kepada pemerintah. Kali ini, ia mengkritik terkait anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis, apalagi kini masyarakat banyak terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli di akun Twitternya yang dilihat Selasa, 20 Juli 2021.

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. 

elain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang. Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.

Perempuan yang kerap di sapa Ani itu mengatakan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggaran tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Buang-buang Uang, Sebaiknya Bayar Insentif Nakes! – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Program Kartu  Prakerja merupakan program yang hanya buang-buang uang. Oleh sebab itu, dia mengkritik keras ketika pemerintah mengumukan akan menambah Rp10 triliun untuk program tersebut.

Penambahan anggaran itu diklaim pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Fadli Zon menilai, seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/07/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp10 triliun juga dikatakan Fadli Zon bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja hingga Rp10 triliun sebagai bagian dari perlindungan sosial selama pandemi COVID-19. Semula, pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dengan sasaran 5,6 juta orang peserta.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun dengan total 8,4 juta,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/07/2021). 

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, kenaikan anggaran tersebut karena hasil survei menunjukkan bahwa program terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi COVID-19. 

Mekanisme program Kartu Prakerja tambahan ini masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Setiap penerima akan mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan untuk 4 bulan.

Adapun total jumlah bantuan yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta. Tiap peserta juga akan mendapatkan dana sebesar Rp50 ribu setiap kali mengisi survei.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ngawur Mana Militernya? – Fadli Zon

Dana Haji Mau Dipakai Perkuat Rupiah, Tanya Fadli Zon: Pemilik Dana Rela Uangnya Dipakai?


Anggota DPRI RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Dalam pernyataannya, Muhadjir menyebut Indonesia berada di kondisi darurat militer dalam menangani pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitter–nya, @fadlizon, Fadli Zon menilai pernyataan Muhadjir asal-asalan alias ngawur.

Ia menyesalkan penggunaan istilah darurat militer dalam pernyataan Menko PMK ini.

Pernyataan ini ngawur, kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya ?” tulis Fadli Zon, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, pernyataan dari Muhadjir menambah bukti, koordinasi pemerintah penanganan Covid-19 yang kurang. https://d-1023473858618586686.ampproject.net/2107030008001/frame.html

Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep n pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan covid,” katanya.

Selain Fadli Zon, kritik juga datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua PKS Sukamta, pernyataan Menko PMK ngawur dan semakin menunjukkan pemerintah masih gagal membangun koordinasi di internal mereka.

“Sudah hampir satu setengah tahun pandemi covid, masih saja pejabat pemerintah buat pernyataan-pernyataan yang membingungkan dan tidak punya pijakan hukum yang jelas,” katanya kepada Tribunnews, Minggu (17/7/2021).

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer