Connect with us

Aljazeerah Polonia

Prabowo Menang di Survei Puskaptis, Fadli Zon: Prediksi Saya 59-63%Website Resmi Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI

waketum partai gerindra fadli zon

[ad_1]

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, menganggap hasil survei Puskaptis sebagai indikator. Fadli yakin Prabowo akan menang pada Pilpres 2019.

“Dalam survei kami, Pak Prabowo menang. Prediksi saya 59-63 persen, dan itu saya kira terukur. Karena itu, yang paling penting adalah menjaga sekarang agar suara-suara masyarakat, suara rakyat, yang nanti dalam pemilu ini betul-betul bisa terjaga dan tidak dicurangi,” ungkap Fadli di Aljazeerah Polonia, Jakarta Timur, Senin (8/4/2019).

Pada Pilpres 2014, Puskaptis memenangkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa pada saat lembaga survei lainnya merilis hasil Jokowi-Jusuf Kalla yang menang, dengan selisih angka tidak jauh dari real count KPU. Menanggapi hal itu, Fadli menilai banyak lembaga survei lain yang juga bermasalah.

“Ya kan setiap survei juga banyak bermasalah. Termasuk survei-survei Denny JA LSI, SMRC, Charta Politika, kan banyak bermasalah. Dan bermasalahnya bukan dulu, baru-baru ini saja,” tuturnya.

Fadli mencontohkan banyak lemba survei yang hasilnya meleset jauh dari kenyataan saat Pilgub DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Politikus Gerindra itu menganggap survei tidak lagi bisa memotret keadaan sesungguhnya.

“Sehingga menurut saya, mereka itu sebenarnya menjadi tim kampanye, karena menjadikan survei sebenarnya alat propaganda atau alat kampanye, yang mereka pun dibayar. Mereka menjadi konsultan politik, salah satu instrumen konsultan politik itu adalah survei,” kata Fadli.

Sebelumnya, Puskaptis menyatakan Prabowo-Sandi unggul tipis atas Jokowi-Ma’ruf Amin. Elektabilitas Prabowo-Sandi disebutkan sebesar 47,59 persen, sementara Jokowi-Ma’ruf 45,37 persen.

Penelitian dilakukan pada 26 Maret sampai 2 April 2019 dengan jumlah responden 2.100 orang. Metode yang dilakukan adalah random samplingdengan margin of error +/- 2,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Sumber

[ad_2]

Sumber

Ada Genderuwo

Antologi Puisi Fadli Zon, dari Aksi Bela Islam hingga PalestinaWebsite Resmi Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI

fadli-puisi

[ad_1]

Wakil Ketua DPR Fadli Zon meluncurkan buku antologi puisi di restoran Aljazeerah Polonia, Jakarta Timur, Senin (8/4/2019). Peluncuran buku tersebut digelar dalam sebuah orasi puisi berbentuk sarasehan budaya.

Fadli mengungkapkan, puisi yang dibukukan itu sebagian besar dibuat untuk merefleksikan keadaan dan diunggah di media sosialnya. “Jadi sangat sayang puisi yang dibuat secara spontan di setiap perjalanan karena merefleksikan keadaan saya kirim begitu saja di twitter dan lainnya, walaupun kemudian menimbulkan reaksi pro dan kontra,” katanya.

Politisi Gerindra itu mengatakan, puisi politik yang juga diterjemahkan dalam bahasa inggris itu diluncurkan dalam antologi berjudul “Ada Genderuwo di Istana”. “Judulnya itu karena kita ingin mengusir genderuwo dari istana,” ujarnya.

Menurut Fadli, budaya sastra berbentuk puisi selama ini jarang disinggung sebagai hal yang penting. “Sering kali kita tidak melihat budaya dan kebudayaan itu sebagai satu kekayaan nasional. Padahal justru sebenarnya budaya itu adalah sebuah aset atau kekayaan nasional. Karena di situ kita bisa membentuk identitas, jati diri, keberagaman, dan kebinekaan yang inheren dengan perjalanan sejarah bangsa,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia berharap kedepan budaya ini menjadi kebanggaan nasional. “Saya kira itu satu gagasan ke depan supaya tidak monoton politik, tetapi juga ada sajak-sajak dan puisi politik,” ucap Fadli.

Dalam kesempatan itu, Fadli membacakan salah satu puisi yang berjudul ‘Ahmad Dhani’, yang menceritakan apa yang disebut sebagai ‘kriminalisasi’. Selain itu, hadir sejumlah tokoh yang bergantian membacakan puisi dari antologi tersebut.

Tokoh yang hadir di antaranya Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, koordinator juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak dan politisi senior Dipo Alam. Hadir pula sejumlah aktivis, musisi dan budayawan di antaranya Neno Warisman, Sang Alang, Tio Pakusadewo, Ridwan Saidi, Komeng, Jose Rizal Manua, Lieus Sungkharisma, Camelia Malik, Evi Tamala, Derry Sulaiman dan Fauzi Baadila.

Puisi karya Fadli sarat akan nilai-nilai perjuangan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Puisi yang dibacakan para tokoh dengan penuh penghayatan itu diantaranya berisi tentang kondisi rezim saat ini, tentang aksi bela Islam hingga menyuarakan solidaritas untuk masyarakat Muslim Rohingya dan Palestina.

Acara diakhiri dengan bernyanyi bersama Sang Alang dengan lagunya yang fenomenal yaitu “2019 Ganti Presiden”. Namun di acara tersebut, secara spontan judul lagu tersebut diganti dengan “17 April Ganti Presiden”.

 

Sumber

[ad_2]

Sumber

Baca Selengkapnya

Populer