Connect with us

#na-ic

Prabowo Minta Kader Gerindra Total Menangkan NA-IC

Prabowo Minta Kader Gerindra Total Menangkan NA-IC


PADANG — Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menginstruksikan semua kader partainya untuk bergerak aktif memenangkan Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) pada Pilkada Sumbar 2020.

“Pesan Pak Prabowo, seluruh kader harus all out (total) memenangkan NA-IC. Jika mereka semua mendukung, maka NA-IC akan menang telak di Sumbar,” ungkap Koordinator Provinsi Sumbar dari DPP Partai Gerindra, Desni, Minggu (11/10).

Ia mengatakan bahwa berdasarkan survei elektabilitas yang dirilis Spektrum Politika, Gerindra masih menempati urutan pertama dengan raihan 28 persen. Elektabilitas parpol di urutan kedua hanya mampu meraih suara 12 persen.

Desni menyampaikan bahwa Prabowo mendukung penuh NA-IC dalam berjuang dalam kontestasi lima tahunan ini. Ia bahkan menyatakan bahwa ia bersedia membantu apa saja yang dibutuhkan pasangan nomor urut dua ini.

“Pak Prabowo juga bersedia untuk ikut turun berkampanye. Namun, melihat kondisi pandemi mungkin kehadiran ketua umum bisa melalui video telekonferensi,” ucapnya.

Dukungan Menguat
Dalam masa kampanye dua minggu ini, Desni melihat dukungan masyarakat terhadap kian menguat. Ia optimistis NA-IC bisa memenangkan kontestasi dengan raihan suara di atas 40 persen.

“Baru dua minggu kampanye, namun animo masyarakat terhadap NA-IC sangat tinggi. Setiap kali turun ke daerah, kandidat kita selalu mendapat sambutan positif,” ujarnya.

Pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi visi misi NA-IC di sisa masa kampanye. Tujuannya ialah agar masyarakat mengetahui program kerja pasangan ini jika nanti terpilih sebagai pemimpin Sumbar. (*)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#na-ic

Penuhi Anjuran Kemendagri, Andre dan NA-IC akan Bagikan Sejuta Masker di Sumbar

Penuhi Anjuran Kemendagri, Andre dan NA-IC akan Bagikan Sejuta Masker di Sumbar


PADANG – Kemendagri meminta kampanye Pilkada 2020 diwarnai bagi-bagi masker. Gerindra Sumatera Barat berkomitmen menaati permintaan tersebut, selain adanya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar, dengan menjanjikan bagi-bagi sejuta masker.

“Kami akan membagi-bagikan 1 juta masker di Sumbar. Ini bagian dari komitmen kami untuk mematuhi Kemendagri dan Perda Adaptasi Kebiasaan Baru di Sumbar,” kata Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Pembagian masker merupakan bagian dari kampanye Nasrul Abit-Indra Catri, paslon yang diusung Gerindra di Pilgub Sumbar. Jenis masker yang dibagikan adalah masker kain.

“Masker kain yang ber-SNI, sesuai standar pemerintah,” ujar Ketua Harian Ikatan Keluarga Minang ini.

Seperti diketahui, Mendagri Tito Karnavian meminta pasangan calon Pilkada 2020 berkampanye dengan menggunakan alat peraga kampanye (APK) yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tito meminta paslon menggunakan APK yang mendukung pencegahan COVID-19, seperti masker.

“Tolong sampaikan kepada para kontestan dan timses untuk membagikan sebanyak-banyaknya, alat proteksi, masker. Tapi beda, bukan masker biasa. Masker dengan ada gambar paslon, nomornya, pesannya apa, ‘pilih saya, COVID daerah kita akan aman’, misalnya, ‘yang PHK tidak ada’. Yang namanya janji boleh saja,” kata Tito dalam rapat ‘Analisis dan Evaluasi Kampanye Pilkada Serentak 2020’, di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2020).

Di sisi lain, DPRD Sumbar telah mengesahkan rancangan perda khusus tentang adaptasi kebiasaan baru menjadi perda. Perda tersebut disahkan untuk menjadi landasan kebijakan menekan laju penyebaran virus Corona (Covid-19).

Pengesahan perda dilakukan melalui rapat paripurna di gedung Dewan, Jumat (11/9/2020). Rapat dipimpin Ketua DPRD Sumbar Supardi. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno terlihat hadir menerima berkas keputusan DPRD setelah meneken nota kesepakatan.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah punya perda. Kami berterima kasih kepada kawan-kawan Pansus DPRD yang telah bekerja keras menyelesaikan perda ini dalam waktu cepat,” kata Ketua DPRD Sumbar Supardi. (yose/*)

 

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#na-ic

NA-IC Prioritaskan Program Koperasi dan UMKM

Ketua DPD Organda Sebut Nasrul Abit Berhasil Pimpin Sumbar


PADANG—Koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pergerakan perekonomian, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar). Sektor ini juga menjadi catatan penting bagi calon kepala daerah yang ikut Pilkada Sumbar 2020.

Pasangan nomor urut 2, Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC), menjadikan koperasi dan UMKM sektor penting dalam mewujudkan Sumbar Unggul, apalagi dalam masa pandemi saat ini. Sektor ini sangat terpukul akibat anjloknya ekonomi di Sumbar.

“Inilah pekerjaan rumah ke depan bagi kepala daerah, apalagi Sumbar memiliki banyak koperasi dan UMKM,” kata calon Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Kamis (15/10).

Beberapa poin penting yang menjadi catatan NA-IC dari sektor koperasi dan UMKM ialah melakukan pendataan riil terhadap keberadaan koperasi dan UMKM hingga super mikro. Kemudian, memberikan pinjaman modal kerja super ringan kepada pelaku usaha super mikro. Selanjutnya, memfasilitasi pemasaran hasil produksi UMKM secara rutin, melalui bazar atau sejenisnya serta aplikasi pemasaran berbasis daring (online). Pemasaran berbasis daring ini harus diterapkan agar pangsa pasar UMKM lebih luas.

“Pelaku usaha harus melek teknologi, agar distribusi hasil usaha mencakup lebih luas dan UMKM terus berkembang,” tutur Nasrul Abit.

Pihaknya juga mendorong pembelian produk UMKM oleh aparatur sipil negara (ASN). Beberapa strategi tersebut sudah dirancang NA-IC untuk diwujudkan jika terpilih pada Pilgub Sumbar 2020.

“Skema-skema ini nantinya bakal diterapkan untuk koperasi dan UMKM sehingga UMKM yang terdampak saat ini bisa bangkit kembali,” ujarnya. (yos)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#na-ic

Maju Pilkada, Nasrul Abit Ingin Lunasi Utangnya ke Sumbar

Maju Pilkada, Nasrul Abit Ingin Lunasi Utangnya ke Sumbar


PADANG—Nasrul Abit mengaku maju ke Pilkada Sumbar 2020 karena merasa memiliki utang kepada provinsi ini. Utangnya itu ialah masih adanya daerah tertinggal di Sumbar yang belum keluar dari status tersebut. Ia ingin menulanis utang tersebut dengan maju sebagai calon gubernur.

Selama menjadi Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit berupaya mengeluarkan tiga daerah dari status tertinggal. Dari tiga daerah yang masuk daerah terdepan, terluar, terbelakang (3T), dua di antaranya sudah ke luar dari status tersebut. Daerah yang masih berstatus tertinggal ialah Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang masih dalam proses ke luar dari kategori daerah tertinggal. Karena itu, ia ingin melanjutkan pekerjaan rumah yang terbengkalai itu lima tahun ke depan.

“Ketika awal menjabat pada 2016, saya ditugasi oleh Gubernur Sumbar untuk mendampingi daerah 3T agar ke luar dari status tersebut. Alhamdulillah Pasaman Barat dan Dharmasraya sudah selesai. Tinggal Mentawai,” ujarnya, Rabu (14/10).

Selain itu, kata Nasrul Abit, pada tingkat nagari, masih ada ratusan nagari yang masih tertinggal. Setidaknya saat ini ada 120 nagari di Sumbar yang mendesak untuk dikeluarkan dari status tertinggal. Ia mencontohkan bahwa salah satu daerah yang perlu mendapatkan perhatian secepatnya ialah Muara Sungai Lolo di Kabupaten Pasaman. Di daerah itu ekonomi masyarakat sangat rendah. Satu-satunya mata pencarian di sana ialah berkebun dan menyadap karet.

“Di Sungai Lolo itu bahkan ada keluarga yang penghasilannya Rp500 ribu sebulan dengan tujuh anggota keluarga,” ucapnya.

Untuk mengeluarkan kabupaten dan nagari-nagari dari status tertinggal, kata Nasrul Abit, dibutuhkan pembangunan infrastruktur dan fasilitas yang dapat mendukung perekonomian masyarakat. Di Pasaman Barat, misalnya, kata dia, sedang digarap Pelabuhan Teluk Tapang. Jika sudah selesai dibangun, pelabuhan itu bisa menjadi penyangga Pelabuhan Teluk Bayur, yang selama ini diandalkan membawa hasil perkebunan.

“Nanti untuk ekspor dan pengiriman hasil kebun bisa dari Teluk Tapang. Lebih dekat dan efisien,” tuturnya.

Hal lain yang perlu diupayakan di Sumbar, menurut Nasrul Abit, ialah pemerataan akses internet. Hingga kini setidaknya terdapat 404 titik yang tidak ada akses internet di provinsi ini. Masih banyaknya titik tanpa akses internet itu mengakibatkan mahasiswa dan siswa yang kini belajar daring (online) kesulitan mengikuti proses belajar mengajar.

“Tahun ini dibangun 38 tower. Sisanya diupayakan Pemeprov Sumbar ke depannya,” katanya. (yos)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer