Connect with us

News

PWPM Sumbar Gelar Buka Bersama dan Safari Ramadhan di Lawang Tuo

PWPM Sumbar Gelar Buka Bersama dan Safari Ramadhan di Lawang Tuo

[ad_1]

Selasa, 05 Juni 2018 – 00:15:36 WIB – 57

Pwpm sumbar serahkan bantuan Alquran, Ahad (3/6)

Pilwako Kota Padang 2018

PADANG – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat kembali menurunkan dua Tim Safari Ramadhan untuk melakukan kunjungan di dua tempat yang berbeda. Ini merupakan kunjungan ke 7 dan 8 Tim Safari Ramadhan Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat, Ahad (3/6/2018)

Bersama rombongan Medi Hendra, Zulfahmi, Ikmal, Penmardianto, Paimal Andri dan Fahrul Rizal mengunjungi jamaah Surau Nagari Lawang Tuo kab. Agam yang mendapat sambutan baik dari jamaah dan warga jorong Lawang Tuo Kecamatan Matur Kabupaten Agam. Acara diawali dengan kegiatan ngabuburit dan silaturahim jelang berbuka bersama lebih kurang 200 orang warga yang hadir.

Menurut wali jorong Nofrizon dan salah seorang Penghulu Ninik mamak lawang tuo Angku Dt. Mangkudun Nan Tuo mengatakan Ngabuburit dan silaturrahim jelang berbuka ini sudah menjadi tradisi di Jorong Lawang Tuo setiap tahun nya yaitu mengambil momen peringatan Nuzul Quran diawali dengan buka bersama warga yang terdiri dari jamaah 1 masjid dan 2 Mushallah dan satu surau nagari se-Jorong Lawang Tuo, sebelumnya juga diadakan lomba-lomba bidang keagamaan seperti lomba azan, mtq dan hafalan surat bertempat di surau nagari ini. Malam harinya dilanjutkan dengan qiyamul Ramadhan dan ditutup dengan ceramah peringatan Nuzul quran, dan mendapat kunjungan Safari Ramadhan Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat.

Wakil Ketua Bidang Dakwah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat, Medi Hendra mengatakan bahwa Safari Ramadhan merupakan kegiatan rutin tahunan Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat bidang dakwah dan kajian keagamaan yang ramadhan kali ini kita mengunjungi sepuluh masjid di kab/kota berbeda di Sumatera Barat.

Selaku ketua TSR Medi Hendra dalam sambutannya menyampaikan sekaligus menyosialisasikan program unggulan Pemuda Muhammadiyah “Berjamaah lawan Narkoba”, program ini dilauncing diawal-awal perioderisasi kepengurusan dan Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat tetap komit untuk selalu mensosialisasikan dan melakukan penyuluhan terhadap bahaya narkoba.

Medi Hendra menghimbau kepada jamaah dan pada umumnya warga masyarakat untuk lebih peka dan perhatian terhadap kondisi lingkungan dan kehidupan sosial. Kepekaan dan perhatian ini bisa menjadi benteng terhadap berbagai ancaman penyakit masyarakat terutama terhadap bahaya narkoba.

Senada yang disampaikan Muhayatul Ketua PWPM Sumatera Barat sekaligus ketua Tim Safari Ramadhan yang mengunjungi jamaah Masjid Nurul Iman Muhammadiyah Nagari Sikabu Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (2/6) malam. Kunjungan ke masjid tersebut adalah dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan PW Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat yang ke delapan. Muhayatul menegaskan Pemuda Muhammadiyah menjadikan gerakan berjamaah lawan narkoba sebagai program utama, sebagai komitmen ikut berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba di Sumatera Barat. Untuk itu, ia mengajak seluruh unsur masyarakat bersama-sama untuk menyatakan perang terhadap narkoba.

Pada kesempatan ini Tim Safari Ramadhan Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat yang dipimpin oleh Medi Hendra berpesan, pengedaran Narkoba ini perlu diwaspadai karena narkoba sudah merambah sampai ke pelosok negeri. Makannya pemberantasan narkoba harus dilakukan seluruh unsur masyarakat tentu diawali dengan peran dan pengawasan orang tua. Anak-anak usia sekolah sering menjadi target peredaran narkoba karena memang anak usia sekolah itu dalam kondisi labil.

Generasi muda atau anak-anak usia remaja itu sebenarnya butuh panggung untuk mengekspresikan dirinya dalam upaya menunjukan jati dirinya, tidak jarang mereka itu sering mencari panggung sendiri sehingga terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang jauh dari norma agama dan budaya termasuk menjadi pemakai narkoba yang awalnya hanya coba-coba dan ikut-ikutan bahkan menjadi pengedar.

Untuk langkah antisipasi sebagai generasi tua atau generasi pendahulu harus berpikir bagaimana menyediakan panggung untuk mereka, seperti kegiatan remaja masjid harus diaktifkan, organisasi pemuda mereka harus dilibatkan kegiatan-kegiatan adat yang ada didaerah atau kampung mereka diikutsertakan dan lain sebagainya. Ketika mereka sudah disibukan dengan hal-hal yang positif tentu mereka tidak punya kesempatan lagi untuk mencari panggung keluar yang bisa membahayakan masa depan mereka secara pribadi dan masa depan generasi bangsa pada umumnya. (Rel)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: metro,padang,sumatra-barat

Lago Kambiang Sepeda Motor di Padang Panjang, 1 Meninggal 3 Luka-luka

Lago Kambiang Sepeda Motor di Padang Panjang, 1 Meninggal 3 Luka-luka

PADANG PANJANG – Lagi-lagi, kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polres Padang Panjang, tepatnya di Jalan…

Ramadhan 1439 H, GOJEK Ajak Pengguna Cari Pahala melalui Sedekah

Ramadhan 1439 H, GOJEK Ajak Pengguna Cari Pahala melalui Sedekah

PADANG – Di bulan suci Ramadhan 1439 H, GO-JEK, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia,…

Darurat Urbanisasi, Padang Mendesak Pengembangan Kota Baru

Darurat Urbanisasi, Padang Mendesak Pengembangan Kota Baru

PADANG – Pemko Padang berkomitmen merealisasikan perencanaan pemukiman kota baru, sesuai arahan Rencana Pembangunan…

Libur Lebaran di Padang, Jika Terkena Pungli, Lapor Kesini

Libur Lebaran di Padang, Jika Terkena Pungli, Lapor Kesini

PADANG – Seluruh kawasan wisata di Kota Padang ditargetkan bebas dari pungutan liar (pungli) pada libur lebaran 2018….

Libur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, PMI Bukittinggi Siapkan Posko Kesehatan Gratis

Libur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, PMI Bukittinggi Siapkan Posko Kesehatan Gratis

BUKITTINGGI – Sebagai wujud kepedulian kemanusiaan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi menyiapkan posko…



[ad_2]

Sumber

Berita

Pemborosan dalam Reformasi Birokrasi – Fadli Zon

Fadli Zon Usul Provinsi Sumbar Ganti Nama Jadi Minangkabau

[ad_1]

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai keputusan Presiden Jokowi yang menetapkan regulasi terkait sejumlah posisi wakil menteri aneh. Termasuk dengan hadirnya Perpres Nomor 62 Tahun 2021 yang mengatur soal Wamendikbudristek.

Fadli menilai upaya yang dilakukan Jokowi termasuk pemborosan. Apalagi jika regulasi tersebut demi mengakomodir pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan jabatan.

“Kalau menurut saya agak aneh, ya. Banyak sekali wakil-wakil menteri padahal wakil-wakil menteri itu, kan, mestinya dibatasi hanya memang kementerian yang membutuhkan saja,” kata Fadli, Senin (2/8).

“Jumlah menteri, kan, sudah dibatasi dengan UU yaitu 34 menteri. Jadi wakil menteri itu, ya, bukan menteri. Jadi, ya, kalau menurut saya ini pemborosan di dalam perbaikan institusi kita atau reformasi birokrasi kita terlalu banyak,” tambahnya.

Dia lantas menyinggung soal keinginan Jokowi untuk melakukan perampingan birokrasi. Sehingga hadirnya regulasi yang mengatur soal posisi wakil menteri ini malah semakin tak konsisten.

“Dulu, kan, Pak Jokowi ingin ada perampingan, tapi ini semakin melebar. Ada wamen, ada stafsus, dan segala macam gitu, ya. Ini menurut saya jelas pemborosan uang negara. Kalau menurut saya ini lebih banyak pada akomodasi politik gitu, ya,” katanya.

Sejauh ini, posisi wamen di sejumlah kementerian dianggap tak perlu. Sebab ada pejabat eselon yang bisa membantu tugas-tugas seorang menteri.

“Ada menurut saya, kan, ada dirjen, ada direktur, dan sebagainya. Perangkat begitu besar jadi mestinya bagaimana institusi ini dibuat benar gitu, dibuat rapi, dan benar,” ujarnya.

Bagi Fadli, keputusan untuk mengakomodir pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan jabatan bisa merusak birokrasi yang ada di Indonesia.

“Itulah kesan yang muncul di masyarakat dan itu menurut saya akan merusak birokrasi, merusak reformasi birokrasi, merusak tatanan yang sudah ada,” pungkasnya.

Saat ini sudah ada 14 wamen yang ada di kementerian Jokowi. Sementara itu, Jokowi sudah meneken perpres yang memutuskan ada wamen di 5 kementerian lain. Tapi, hingga saat ini, posisi wamen di 5 kementerian itu belum diisi.

Sumber

[ad_2]

Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Kita Tunggu Sampai Sore! – Fadli Zon

Sumbangan Rp 2T Akidio Tio Muara Kebohongan? Fadli Zon: Kita Tunggu Sampai Sore!

[ad_1]

Nama Akidi Tio belakangan menjadi topik perbincangan hangat masyarakat Republik Indonesia usai keluarga besar dan ahli warisnya mengklaim akan menyumbangkan dana senilai Rp 2 Triliun untuk membantu warga yang terdampak Covid-19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pada awal isu tersebut berkembang, banyak tanggapan positif dari masyarakat mengingat nilai yang akan disumbangkan cukup fantastis. Namun belakangan, sejumlah pihak termasuk politisi Fadli Zon menduga dan menilai jika kabar tersebut hanya isapan jempol

Melansir akun twitter pribadinya @Fadlizon, politisi Partai Gerindra itu memposting sebuah unggahan yang isinya merujuk pada artikel Kompas dengan judul ‘Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat’ disertai caption yang cukup menohok.

“Hari masih pagi, mari kita tunggu sampai Senin sore nanti apakah masuk sumbangan Rp 2T. Kalau masuk berarti ini semacam mukjizat. Kalau ternyata bohong, bisa dikenakan pasal-pasal di UU No.1 tahun 1946,” cuit Fadli Zon, Senin (2/8/2021).

Keraguan Fadli akan kabar tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, dari sumber artikel yang ditulis oleh Hamid Awaluddin yang Fadli cantumkan dalam cuitannya, disebutkan bahwa sosok Akidi Tio tidak memiliki jejak yang jelas sebagai seorang pengusaha.

Bahkan dalam sejumlah isu sebelumnya, terkait dugaan harta, janji investasi, dan bualan sumbangan menghebohkan dalam tulisan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia tersebut, seluruhnya bermuara pada kebohongan.

Suarapakar.com - Sumbangan Rp 2T Akidi Tio

Meski tulisan artikel itu masih sebatas opini, namun sangat layak dipertanyakan apakah Akidi Tio memang memiliki kekayaan fantastis sebanyak itu sehingga mampu menyumbangkan dana senilai Rp 2 Triliun untuk bantuan PPKM?

Senada namun tak sama dengan Fadli Zon, Menkopolhukam Mahfud MD meeminta semua pihak untuk menanggapi kabar tersebut dengan positif dan berharap dapat terealisasi.

“Ini perspektif dari Hamid Awaluddin ttg sumbangan Rp 2 T dari Akidi Tio. Bagus, agar kita tunggu realisasinya dgn rasional,” tulis Mahfud di Twitter, Senin (2/8/2021).

Namun demikian, ia juga memberikan pengakuan jika sebelumnya pernah membuat tulisan terkait pihak yang meminta fasilitas dari Negara untuk mencari harta karun yang nantinya akan disumbangkan kembali ke Negara. Adapun pada faktanya, kabar tersebut tak dapat di validasi.

“Sy jg prnh menulis ada orng2 yg minta difasilitasi utk menggali harta karun dll yg akan disumbangkan ke negara. Tp tak bs divalidasi,” beber Mahfud lagi.

Sebelumnya, keluarga dan ahli waris Akidi Tio disebutkan akan menyumbang Rp 2 triliun untuk penanganan COVID. Sumbangan itu sendiri telah diterima secara simbolis oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri pada Senin (26/7/2021).

Kabarnya uang sumbangan senilai Rp 2 Triliun itu akan masuk pada Senin (2/8/2021). Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi baik dari Polda Sumsel maupun pihak keluarga Akidi Tio.

Sumber

[ad_2]

Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Koreksi Baliho Puan Maharani, Disebut Tidak Sesuai dengan KBBI – Fadli Zon

Fadli Zon Koreksi Baliho Puan Maharani, Disebut Tidak Sesuai dengan KBBI

[ad_1]

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memberikan koreksi terhadap baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang bertebaran di berbagai penjuru Indonesia.

Fadli mengoreksi penulisan diksi yang terdapat dalam narasi di baliho Puan yang menurutnya terdapat kesalahan.

“Mari gunakan bahasa Indonesia yg baik dan benar apalagi dlm bentuk baliho besar yg terpampang ke seantero negeri,” kata Fadli dalam cuitan di Twitter, Senin, 2 Agustus 2021.

Adapun Fadli memberikan koreksi terhadap penulisan kata ‘kebhinnekaan’ yang menurutnya tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yg benar itu ‘kebinekaan’ bukan ‘kebhinnekaan’. Tapi kelihatannya semua baliho sdh dipajang. Sekedar koreksi,” tulis Fadli.

Lebih lanjut ia menjelaskan makna dari ‘Kebinekaan’ sesuai dengan koreksinya terhadap baliho Puan Maharani.

“‘Kebinekaan’ artinya keberagaman, berbeda-beda. Harusnya bukan keberagaman (perbedaan) yg ditonjolkan, tp persatuan dlm keberagaman itu,” lanjutnya.

“Unity in diversity, ‘Bhinneka Tunggal Ika’ dlm serat ‘Kakawin Sutasoma’ karya Mpu Tantular. Jd jgn kita kepakkan sayap perbedaan, tapi persatuan.” jelasnya.

Seperti diketahui, baliho-baliho raksasa Puan Maharani bertebaran di berbagai penjuru Indonesia beberapa waktu belakangan dan kini semakin bertambah jumlahnya.

Berkaitan itu, pihak PDIP sebelumnya sudah mengungkapkan alasan baliho dan billboard Puan dipasang di berbagai tempat di Indonesia.

Menurut Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Hendrawan mengatakan bahwa pemasangan baliho Puan adalah bentuk kegembiraan karena putri Megawati Soekarnoputri itu adalah perempuan pertama yang memimpin DPR.

“Ini ekspresi kegembiraan karena Mbak PM (Puan Maharani) adalah perempuan pertama Ketua DPR dari 23 ketua DPR dalam sejarah RI. Tagline-nya macam-macam. Ada yang berkaitan dengan imbauan perkuatan gotong royong menghadapi pandemi, penguatan semangat kebangsaan, dan dorongan optimisme menghadapi masa depan,” ujar Hendrawan.

Sumber

[ad_2]

Sumber

Baca Selengkapnya

Populer