Connect with us

News

Revolusi Industri 4.0: Neo-Modern dan Pengelolaan Sampah Digital

Revolusi Industri 4.0: Neo-Modern dan Pengelolaan Sampah Digital


Oleh: Al Mukhollis Siagian

Perkembangan industri dan kemajuan teknologi digital semakin hari semakin memacu tingkat konsumsi terhadap barang-barang digital berbentuk elektronik secara signifikan. Hal ini beranjak dari berbagai tawaran strategis tentang nilai guna dan pemanfaatan dari teknologi industri yang di ciptakan dalam mempermudah berbagai aktivitas sosial. Terlebih keadaan ini merupakan simbol dan karakteristik dari perubahan sosial dibandingkan kondisi sosial pada sebelum-sebelumnya, mendorong asas efektivitas dan efisiensi berbagai aktivitas (neo-modern).

Walau demikian, dalam kemajuan ini ada hal yang kerap diabaikan dan luput dari perhatian bersama, yaitu permasalahan fundamental terkait peningkatan dari penggunaan barang-barang digital yang menyebabkan kerusakan lingkungan disebabkan oleh sampah digital yang digantikan oleh produk digital terbaru.

Neo-Modern

“Siapa yang bisa memecahkan fenomena, maka ia bisa menebak masa depan, karenanya ia bisa menguasai dunia. Dan sekarang global sedang disuguhi fenomena digital”. Ungkapan yang kerap saya tuturkan selaku Presiden Wadah Pejuang Penegak Solusi Politik dalam diskursus bersama anggota maupun mengisi materi dari organisasi lain yang bertemakan Revolusi Digital Lanjutan. Bukankah ungkapan diatas sarat akan sebuah perubahan yang senantiasa harus kita pahami secara seksama agar tidak menjadi korban perubahan zaman sekaligus agar menjadi pelopor dari perubahan sosial-global selanjutnya. Dan yang pasti adalah ungkapan diatas merupakan lonceng instruksi bahwa sekarang adalah era baru yang kemudian penulis sebut sebagai neo-modern.

Secara teoritis, pembabakan sosial terkait perubahan era demi era ada 4, yaitu era klasik, neo-klasik, modern dan post-modern/post-strukturalis/post-truth. Apabila merujuk dari empat kondisi diatas, maka kondisi sosial-global kita berada pada fase post-modern. Akan tetapi, mengenai perkembangan zaman termutakhir yang secara fundamental mengubah paradigma kehidupan bersosial, mulai dari limited resource menjadi multi resources, sequential thinking menjadi parallel thinking, single task menjadi multi task dan pelbagai aktivitas lainnya. Seiring dengan hal itu, tolls dalam membantu aktivitas pun semakin dilengkapi dengan berbagai perkembangan, mulai dari internet of things, otomasi, artificial intelegency, dan digitalisasi yang semuanya didukung oleh teknologi digital. Maka kondisi seperti inilah yang penulis sebut sebagai neo-modern.

Sampah Digital

Sampah digital merupakan seluruh komponen rakitan yang tidak lagi layak dipakai sesuai fungsinya, baik itu dikarenakan rusak maupun karena ketinggalan masa, dalam hal ini adalah berbagai benda elektronik. Yang masuk kategori sampah digital adalah barang penunjang berupa teknologi, informasi, dan komunikasi serta berbagai jenis lampu, seperti halnya telepon seluler, komputer, televisi, radio, halogen, fijar, dan sebagainya.

Merujuk dari laporan The Global E-Waste Monitor 2017, sampah digital pada tahun 2016 mencapai angka 44,7 juta ton yang sama dengan 4.500 menara eiffel. Dimana pada tahun yang sama Indonesia menempati posisi ke-9 diantara negara-negara dunia dalam menghasilkan sampah digital, dengan rata-rata pembuangan sampah sebesar 4,9 kg per kapita. Dan berdasarkan perhitungan pertumbuhannya, diprediksikan tahun 2021 sampah digital akan meningkat pada angka 52,2 juta ton.

Sedangkan kebijakan yang diterapkan baru berupa pengumpulan sampah digital, dan baru berhasil pada kisaran 75%, sisanya terbuang bersamaan dengan sampah lainnya tanpa diirngi pemisahan. Sehingga konsekuensinya adalah pembakaran sampah yang kerap dilakukan maupun penimbunan berbarengan pada tempat pembuangan akhir dengan sampah digital yang termasuk kategori barang B3 (bahan beracun dan berbahaya), seperti tembaga, timah, ameresium, timbal, timah, krom, besi, sulfur dan perak. Olehnya, perusakan lingkungan berdampak besar pada pencemaran air, udara dan tanah.

Selanjutnya, pemisahan yang dilakukan dalam mengumpulkan sampah digital dengan sampah lainnya dilakukan secara manual. Dimana para pekerja ketika mengumpulkan, membongkar, dan menghancurkan bahan digital ini akan menuai resiko bahan beracun elektronik yang dapat mengakibatkan kanker, keracunan ginjal dan anemia. Sehingga dampak dari sampah digital ini tidak hanya pada lingkungan, melainkan kesehatan para pekerja.

Meskipun pada prinsipnya pengelolaan digital sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 100 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Akan tetapi, secara khusus, penanganan sampah digital belum diatur sedemikian rupa, mulai dari mengurangi, menyimpan, mengumpulkan, hingga pada pemanfaatan sampah digital (daur ulang).

Peningkatan Tanggung Jawab Bersama

Pada dasarnya, penanganan sampah digital meruapakan tanggung jawab bersama, mulai dari produsen, konsumen, dan lembaga pengelola sampah digital. Dimana produsen bisa menaikkan harga satuan per unit barang elektronik terhadap konsumen, tujuannya adalah untuk menunjang kinerja lembaga pengelola sampah digital agar tidak bekerja secara manual dan mengadopsi teknologi yang mendorong terciptanya tambang sampah digital kota maupun daerah, serta terhindar dari pembuangan sampah digital sembarangan yang bisa merusak kesehatan para pekerja.

Begitu juga dengan pemakai, apabila barang digital berbentuk elektronik yang digunakan tidak lagi dipakai agar tidak dibuang sembarangan. Ada tempat pembuangan khsusus yang disediakan oleh lembaga pengelola sampah digital. Sehingga tidak lagi merusak lingkungan dan kinerja menanganinya bisa dioptimalkan sampai pada tahap pengelolaan kembali.

Pengelolaan Sampah Digital

Dalam menangani sampah digital, pemerintah harus membentuk skema ramah lingkungan, penggunaan dan kesehatan. Baik itu melalui lembaga pengelolaan sampah digital yang dibentuk oleh pemerintah maupun dengan menekankan keterlibatan produsen pada rantai pasokannya.

Pemerintah memiliki wewenang untuk membuat kebijakan pada produsen penghasil barang digital agar senantiasa memiliki kewajiban dalam mengolah sampah digital dan limbah elektronik., mulai dari keterlibatannya mengumpulkan sampah digital, menyediakan insentif tambahan untuk pengembangan bahan ramah lingkungan, dan mengurangi resiko B3 elektronik terhadap lingkungan dan kesehatan.

Begitu juga dengan lembaga pengelolaan sampah digital yang dibentuk pemerintah, maka masyarakat/konsumen secara prosedural mampu menyalurkan sampah penggunaanya pada wadah resmi yang telah disediakan. Selain itu, peran pemerintah untuk menegaskan pada lembaga pengelolaan sampah digital mengenai pendataan arus peredaran barang digital juga harus ditingkatkan, baik yang tidak layak pakai lagi maupun limbah elektronik berpotensi B3.

Selanjutnya, komitment dan konsistensi pemerintah dalam menangani sampah digital dapat ditingkatkan melalui koordinasi dan komunikasi yang telah diatur dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dimena tata kelola SPBE ini tidak hanya berfokus pada penerapan data, aplikasi maupun proses bisnis. Melainkan menyangkut juga terhadap pengelolaan asset yang vital dan virtual secara prosedural.

Demikian daripada itu, pengelolaan sampah yang diprogramkan oleh pemerintah, baik dengan menugaskan unit usaha milik Negara untuk pengkoordinasinya merupakan bentuk perwujudan tanggung jawab Negara di Era Revolusi Industri 4.0 dalam menjaga keasrian lingkungan Negara dari bahan berbahaya dan beracun dan bentuk jaminan terhadap kesehatan warga negaranya. (*)

/* Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara UNP 2017 sekaligus Presiden Wadah Pejuang Penegak Solusi Politik 2019/2020

PARIAMAN — Diduga akibat alergi obat, Nur Aisiyah siswa kelas VIII 3 MTsM (Madrasah Tsnawiyah Muhammadiyah ) Kurai…

SOLOK – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Arosuka Kabupaten Solok, tepatnya di Kilometer…

PADANG PANJANG –Tarmizi, seorang warga Thailand telah mengelilingi Indonesia dengan sepeda selama 2 tahun lebih….

MENTAWAI – Untuk pemerataan jaringan Telekomunikasi di seluruh pelosok daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Dinas…

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meresmikan Kantor Grab untuk area Padang di jalan By Pass depan Kantor…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Mari Kita Boikot Produk Prancis! – Fadli Zon

Fadli Zon Kritik Presiden Emmanuel Macron: Mari Kita Boikot Produk Prancis!


Pernyataan Presiden Menteri Prancis Emmanuel Macron menuai banyak kritikan dari awak media hingga warga Muslim di seluruh dunia.

Dilansir dari The Guardian, Macron menyatakan bahwa Prancis tidak akan menurunkan publikasi karikatur Nabi Muhammad atas nama kebebasan berekspresi.

Gayung pun bersambut. Macron dikecam melalui protes-protes internasional, serangan siber dilancarkan ke situs-situs Prancis, dan sejumlah tokoh tak tinggal diam.

Salah satunya yaitu politikus Partai Gerindra Fadli Zon yang mengkritik Macron melalui akun Twitter-nya dengan seruan untuk memboikot produk

“Pernyataan Presiden Prancis Macron telah melukai banyak umat Islam di seluruh dunia. Ini contoh pemimpin negara yang Islamophobia diskriminatif dan rasis. Mari kita boikot produk-produk Prancis!”

Pernyataan Macron tersebut merupakan buntut dari kasus pembunuhan Samuel Paty, guru SMA di Perancis, sekitar 12 hari yang lalu.

Samuel yang mengajar pelajaran sejarah dan geografi diserang remaja berusia 18 tahun pada Jumat 16 Oktober 2020.

Remaja tersebut tewas ditembak polisi tak lama kemudian.

Di depan para muridnya, Samuel memamerkan karikatur dari majalah satir Charlie Hebdo dalam diskusi tentang kebebasan berpendapat.

Sebelum menunjukkan karikatur tersebut, Samuel dikabarkan mempersilakan murid-muridnya yang beragama Islam untuk meninggalkan kelas jika mereka ingin.

Korban sedang berjalan dari sekolah menuju rumahnya saat penyerangan terjadi.

“Dia menderita banyak luka di kepala…dan kepalanya telah dipenggal,” ujar Jean-François Ricard, jaksa anti-terorisme Prancis, sebagaimana dikutip PORTAL JEMBER dari The Guardian.

Pernyataan Macron juga mendapat peringatan dari Iran yang mengatakan bahwa responsnya terhadap pembunuhan tersebut “tidak bijak”.

Dilaporkan televisi negara Prancis bahwa Kementerian Luar Negeri Iran telah menuduh Prancis sebagai promotor kebencian terhadap Islam yang bersembunyi di balik kebebasan berekspresi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Gérard Darmanin mengatakan bahwa lawan mereka adalah ideologi, bukan agama.

Darmanin menambahkan bahwa mayoritas umat Islam di Prancis sudah menyadari bahwa mereka yang paling dipengaruhi gelombang ideologi dari Islam radikal.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Optimalkan Peran Pemuda di Tengah Pandemi – Fadli Zon

Hari Sumpah Pemuda, Fadli Zon: Optimalkan Peran Pemuda di Tengah Pandemi


Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, mengajak generasi muda untuk tetap menjunjung tinggi nilai persatuan di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-92 pada hari ini, Rabu (28/10/2020)

“Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92. Mari menjadi generasi muda yang menjunjung tinggi semangat untuk bersatu dan bangkit,” Cuit Fadli melalui akun twitter pribadinya pada Rabu (28/10/2020).

Dalam cuitan itu, dia meminta agar peran generasi muda semakin dioptimalkan di tengah pandemi Covid-19.

Tingkatkan semangat juang serta optimalkan peran pemuda di masa pandemi saat ini,” tulisnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan peran seluruh anak muda saat ini sangat diperlukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang berdampak luas pada aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, sosial hingga ekonomi.

“Di tengah suasana sulit yang menimpa bangsa kita saat ini akibat pandemi Covid-19, peran aktif kaum muda dalam upaya memutus rantai penularan virus dan menanggulangi dampak pandemi yang multidimensi sangat diperlukan,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangan video ucapan Hari Sumpah Pemuda 2020 dari Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Ma’ruf mengimbau kepada seluruh generasi muda untuk menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus membangkitkan inovasi dalam mencapai cita-cita Indonesia sebagai negara maju.

“Mari jadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini sebagai momentum bersatu dan bangkitnya pemuda Indonesia untuk terus berinovasi, bergerak dan bergotong royong mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” tukasnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer