Connect with us

News

Sejumlah Pejabat Pemprov Hadiri Sholat Di Masjid Raya Sumbar, Ini Pesan Gubernur Irwan

Sejumlah Pejabat Pemprov Hadiri Sholat Di Masjid Raya Sumbar, Ini Pesan Gubernur Irwan


Jumat, 15 Juni 2018 – 11:40:53 WIB – 34

Sholat ied di masjid Raya Sumbar, Jumat (15/6)

Pilwako Kota Padang 2018

PADANG – Ibadah sholat Idul Fitri yang dilaksanakan di Masjid Raya Sumbar, dihadiri sejumlah tokoh maupun pejabat-pejabat lingkungan Pemprov Sumbar.

Mereka yang melangsungkan sholatnya disini ialah Gubernur Sumbar, Kapolda Sumbar, Andrinof Caniago, Forkopimda, Wagub Nasrul Abit, Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Nevi Irwan Prayitno, Ketua BKOW Ny. Wati Nasrul Abit dan pejabat OPD di lingkungan Pemprov Sumbar.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengungkapkan Masyarakat Sumatera Barat jangan terjebak pada zaman pada sisi-sisi yang merusak tatanan budaya, agama dan kepribadian diri masyarakat Sumbar yang dikenal sebagai masyarakat yang religi dan berbudaya tinggi.

“Kita berkeyakinan masyarakat Sumatera Barat akan mampu mengatasi semua ini dengan hebat, madani dan sejahtera dengan karakter diri yang kokoh bersandarkan pada adat budaya filosofi ABS-SBK,” ujarnya di Masjid Raya, Jumat (15/6/2018).

Lebih lanjut, Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, Guna menguatkan budaya dan adat marilah kita perdalaman dengan pendidikan Al-Quran, seperti yang kita lakukan pada bulan ramadhan sebagai bulan berkah penuh rahmat ini.

Untuk mendirikan pendidikan Al-Quran dalam masyarakat, tentu dapat dimulai dengan diri sendiri.

“Satu bulan berpuasa selama ramadhan telah memberikan ibadah dan hari ini kita kembali ke fitrah. Dengan keyakinan diri dan rasa optimis dengan iman dan taqwa, kita yakin dan Insya Allah Sumbar akan menjadi daerah yang aman dan damai,” ujar Irwan Prayitno.

Gubernur Irwan Prayitno juga menyampaikan, Ibadah puasa selama ramadhan yang kita lalu, tentu membentuk karakter yang terimplementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, Mari kita jauhkan semua prilaku maksiat, agar datang ramat dan berkah dari Allah. Pengendalian diri sebulan penuh juga diharapkan mampu meningkatkan ukhuwah islamiyah setelah puasa dan di fitri dalam tatanan perkembangan zaman.

“Kita sadar dan kondisi saat ini terjadi terhadap penyalahgunaan narkoba, kriminalitas dan penyakit masyarakat, pendekatan keagaman sangat efektif dalam membangun sumber daya manusia insya Allah terlepas dari semua ini,” tuturnya

Kemudian kita juga berharap masyarakat Sumatera Barat melakukan mawasdiri dan antipasi bersama dari konflik agama, ras serta adat. Kita perlu menjaga ketahanan nasional yang dimulai dari ketahanan keluarga.

“Dari itu mari kita bangkit rasa nasionalisme disetiap diri kita dalam upaya memajukan dan kejayaan bangsa yang saat ini mendapat tantangan cukup besar saat ini. Indonesia satu menjadi perjuangan kita bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa untuk kesejahteraan rakyat Indonesia,” seru Irwan Prayitno.

Khatib Sholat Idul Fitri 1439 H, Kiyai H. Tifatul Sembiring, Dt. Temangguang juga menyebutkan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dalam perkembangan global saat ini.

Laporan Ketua PHBI Dt. Ali Asmar, MPd. menyampaikan memohonkan maaf atas pemindahan lokasi sholat yang semula direncana di halaman kantor gubernur, karena hujan semalam di intruksikan pak Gubernur pindah di Masjid Raya Sumatera Barat. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: padang,sumatra-barat

Semarak Syawal Sambut Lebaran 1439 H di Padang

Semarak Syawal Sambut Lebaran 1439 H di Padang

PADANG – Menyambut lebaran, Dinas Pariwisata Sumbar kembali menggelar semarak Syawal Di penghujung Ramadhan,…

Ribuan Masyarakat Sungayang Tanah Datar Tumpah Ruah di Malam Takbiran Bersama Para Perantau

Ribuan Masyarakat Sungayang Tanah Datar Tumpah Ruah di Malam Takbiran Bersama Para Perantau

TANAH DATAR – Ribuan masyarakat di Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan kegiatan…

Mudik Lebaran 2018, Lima Maskapai Tambah Rute Jakarta-Padang

Mudik Lebaran 2018, Lima Maskapai Tambah Rute Jakarta-Padang

PADANG – Sedikitnya lima maskapai penerbangan mengajukan jadwal tambahan rute Jakarta-Padang pada periode mudik Lebaran…

Penemuan Mayat Pria di Belakang Warung, Warga Muaro Kalaban Sawahlunto Geger

Penemuan Mayat Pria di Belakang Warung, Warga Muaro Kalaban Sawahlunto Geger

SAWAHLUNTO – Menjelang berbuka, warga Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto digegerkan dengan penemuan mayat di belakang…

Masihkah Kita Manusia Beragama?

Masihkah Kita Manusia Beragama?

Oleh : Riyan Betra Delza – Sulit rasanya menemukan ketenangan di tengah hiruk pikuk permasalah yang begitu semeraut….





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pertimbangkan Aspirasi Rakyat! – Fadli Zon

Massa Desak Jokowi Bentuk TGPF, Fadli Zon: Pertimbangkan Aspirasi Rakyat!


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Fadli Zon meminta agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter @Fadlizon, Sabtu (19/12/2020) dini hari. Dia menanggapi sebuah artikel tentang massa yang mendesak Jokowi untuk segera membentuk tim independen pencari fakta kasus FPI.

Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk kasus penembakan enam laskar FPI.

Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI,” cuitnya, dikutip Suara.com.

Fadli Zon menyebut pembentukan TGPF menjadi jalan tengah agar masyarakat dapat percaya bahwa keadilan masih ada.

“TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada,” tukasnya.

Perlu diketahui, massa melakukan aksi 1812 pada (18/12/2020). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain itu, dalam aksi tersebut massa meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab yang tengah ditahan Polda Metro Jaya.

Saya menyarankan kepada Bapak Presiden agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang terdiri dari berbagai kalangan elemen bangsa,” ujar Fadli Zon dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dia mengatakan anggota TGPF berasal dari komnas HAM, aktivis HAM, perwakilan ulama seperti Majelis Ulama Indonesia atau ormas-ormas islam lain.

Sebab, menurut Fadli, kasus ini perlu diusut tuntas agar masyarakat tidak kehilangan rasa percaya terhadap hukum di Indonesia.

“Publik di-trushed ketidakpercayaan pada hukum. Karena hukum seperti yang sudah klise dan berulang-ulang kita katakan selalu tajam kepada yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dan tidak pernah hukum itu berjalan atau tumpul kepada mereka yang dianggap sebagai pro pemerintah,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tak Ada Terorisme Dalam Islam – Fadli Zon

Sambut Curhatan Fahri Soal Harga Tes Corona, Fadli Zon: Peluang di Tengah Kesempitan


Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melontarkan kontra narasi atas wacana Terorisme yang cenderung dihubungkan dengan Islam.

Ia ungkap pendapatnya melalui laman twitter @fadlizon pada Jum’at tanggal 18 – Desember 2020.

Fadli menanggapi pernyataan polisi dalam sebuah pemberitaan yang mengungkap Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah.

Keterangan didalamnya memuat tentang pergerakan Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah (JI) yang telah menyebar di 20.067 kotak amal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Ia tidak segan-segan menegaskan bahwa tidak ada di dalam ajaran Agama Islam itu mengenalkan tentang terorisme.

“Tak ada terorisme dalam Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Fadli menyentil pewacanaan tentang terorisme menggunakan diksi yang unik yaitu jualan terorisme tak habis-habis.

“Jualan terorisme tak habis2,” katanya.

Pada cuitannya singkat tak lupa dia menyertakan hastag Lawan Islamofobia.

” #LawanIslamofobia,” tulisnya.

Postingan Fadli Zon dalam lamantwitternya mendapatkan 2.085 Likes dan 488 Retwitt dari Netizen.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer