Connect with us

News

Sempat jadi Polemik, Ini Alasan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan Beli Tong Sampah Jerman

Sempat jadi Polemik, Ini Alasan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan Beli Tong Sampah Jerman


Selasa, 05 Juni 2018 – 21:37:26 WIB – 37

Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Dok. Istimewa)

Pilwako Kota Padang 2018

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan alasannya membeli tempat sampah yang diimpor dari Jerman. Ia menyebutkan, pemilihan tong sampah karena barang tersebut tercantum dalam e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

“Jadi, barang itu bukan dapat melalui tender, tetapi melalui pembelian lewat e-katalog. Jadi itu semua adalah barang yang ada di e-katalog yang disiapkan oleh LKPP dan tahun 2017 Pemprov DKI membeli barang-barang itu,” ujar Anies saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/6) dikutip dari laman Republia.co.id.

Selain itu, tong sampah ini dipilih karena sesuai (compatibel) dengan truk sampah compactor yang sudah dibeli sebelumnya oleh Pemprov DKI pada 2016. Truk sampah compactor ini merupakan truk tertutup yang dilengkapi dengan mesin press.

Dia pun menjelaskan awal penganggaran truk dan tempat sampah tersebut. Pada 2015 dan 2016, Pemprov DKI menganggarkan pembelian truk sampah compactor.

Kemudian, DKI menganggarkan untuk pembelian tempat sampah yang compatible dengan truk compactor itu. “Truk dan tempat sampahnya memang satu paket,” kata dia.

Anies pun menjelaskan keunggulan truk dan tempat sampah ini, yakni pengelolaan sampah di dalam truk. Dia mengatakan sampah yang termuat dalam tempat sampah kemudian dimasukkan ke dalam truk compactor.

Kemudian, sampah-sampah akan dipadatkan menggunakan mesin press truk sampah. “Itu yang menjadi unik,” kata dia.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini mengatakan DKI bukan satu-satunya wilayah yang menggunakan fasilitas kebersihan ini. “Surabaya sudah mulai menggunakan ini tahun 2013, kemudian daerah lain yang menggunakan ada, Probolinggo, Bandung, Medan, Palembang, Malang, ini banyak daftarnya,” kata Anies.

Pengadaan tong sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjadi polemik di publik. Sorotan tertuju pada besarnya anggaran pengadaan tempat sampah buatan Jerman tersebut. Harga satuan tempat sampah tersebut, yakni Rp 3,6 juta. Pemprov DKI membeli 2.600 tempat sampah dengan anggaran Rp 9,6 miliar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji sebelumnya menyebut pengadaan tempat sampah berstandar internasional tersebut sudah ada sejak 2016. Pada 2016, Pemprov DKI melakukan pengadaan dari Cina sebanyak 296 unit tempat sampah.

Pada 2017, Pemprov DKI kembali melakukan pengadaan tempat sampah, tetapi kali ini sebanyak 1.500 unit berasal dari Jerman. Dengan rincian, 1.000 unit dengan ukuran 660 liter dan 500 unit dengan ukuran 120-140 liter. (Rep)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Republika.co.id

Tag: indonesia,metro,nasional

Menyebrang Jalan, Seorang Bocah di Tanah Datar Meninggal Tertabrak L300

Menyebrang Jalan, Seorang Bocah di Tanah Datar Meninggal Tertabrak L300

TANAH DATAR – Mobil Pick UP Mitsubishi L 300 BA 8404 MN menabrak pejalan kaki, di jalan umum Lintau – Payakumbuh,…

Kapolres Tanah Datar Patroli Bagi-bagi Sembako Bersama Dandim 0307

Kapolres Tanah Datar Patroli Bagi-bagi Sembako Bersama Dandim 0307

TANAH DATAR – Untuk lebih meningkatkan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat di bulan Ramadhan serta…

Whita Trade Akan Jadikan Indonesia Kekuatan Ekonomi Syariah Dunia

Whita Trade Akan Jadikan Indonesia Kekuatan Ekonomi Syariah Dunia

BUKITTINGGI – President of Whita/Chairman of Whita Trade/Chairman of Whita Aplikasi Nusantara, Betha A.Djardjis…

Penyiar Radio Nyambi Kurir Sabu 5 Kg Asal Banten Diringkus Polda Sumbar

Penyiar Radio Nyambi Kurir Sabu 5 Kg Asal Banten Diringkus Polda Sumbar

PADANG – CRT (27), yang sehari-hari bekerja sebagai penyiar radio asal Serang, Provinsi Banten diringkus anggota…

Pariwisata Halal Nan Inklusif

Pariwisata Halal Nan Inklusif

Oleh : DR. (C) Abdullah Amrin, SE.,M.M.

Terjadinya krisis ekonomi di negara Eropa dan Amerika Serikat sangat…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan – Fadli Zon

Peringati Mosi Integral Mohammad Natsir, Fadli Zon Hadiahkan Karyanya kepada Anies Baswedan


Anggota DPR-RI, Fadli Zon memberikan karyanya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Karya tersebut berupa buku yang ditulisnya berjudul Islam dan Demokrasi. 

Politisi Senior dari Partai Gerindra ini, menyerahkan karya tulisnya kepada Anies Baswedaan bertepatan dengan peringatan “Mosi Integral” Mohammad Natsir. 

Peringatan tersebut jatuh pada tanggal 3 April 1950. Mosi Integral Mohammad Natsir dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia sering disebut sebagai Proklamasi ke-2. Sekaligus dicatat sebagai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Hari ini, 3 April (1950) kita peringati “Mosi Integral” Mohammad Natsir, Proklamasi ke-2 lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya, sebagaimana diposting dalam laman akun twitter pribadinya @fadlizon pada tanggal 3 April 2021.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil – Fadli Zon

Fadli Zon Bertemu Ernie Djohan, Tengku Zulkarnain Teringat Masa Kecil


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memosting pertemuannya dengan penyani legendaris Ernie Djohan di lini masa akun Twitternya.

Dalam pertemuannya dengan pelantun tembang-tembang lawas ini, Fadli meminta secara khusus minta tandata-tangannya di koleksi piringan hitamnya sebanyak 50-an.

Fadli mengungkapkan pelantun lagu Teluk Bayur dan Kau Selalu di Hatiku itu sebentar lagi akan memasuki usia 70 tahun.

“Ketemu penyanyi legendaris Uni Ernie Djohan sekalian minta tanda tangan utk 50an piringan hitam. Sebentar lg berusia 70 tahun, dan sudah berkarya sejak usia 12 tahun. Lagu yang terkenal antara lain Teluk Bayur, Kau Selalu di Hatiku, Mutiara yang Hilang. Sehat terus Uni,” kata Fadli dikutip dari lini masa akun Twitternya, @Fadlizon, Sabtu (27/3/2021).

Postingan Fadli Zon langsung direspons sejumlah pengguna Twitter. Salah satunya mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain yang mengaku saat kecil hafal lagu-lagu Ernie Johan.

“Salam buat Uni Ernie Djohan…Saat kecil hampir semua lagu beliau saya hafal. Mutiara yang Hilang salah satu yang terbaik…” cuit pria yang biasa disapa Ustad Tengku Zul ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Kelihatan Jujur – Fadli Zon

Polemik Hagia Sophia, Fadli Zon Sarankan Indonesia Tunjukkan Sikap Terbuka


Politikus sekaligus anggota DPR RI Fadli Zon baru-baru ini angkat suara menanggapi pernyataan Kapolsek Setu yang mengaku tidak tahu menahu soal adanya kabar dan informasi anggota polisi penembak Laskar FPIyang meninggal dunia.

Dalam cuitan yang diunggah di akun Twitternya, Fadli Zonmengungkapkan pendapatnya soal Kapolsek Setu yang menyampaikan bahwa dirinya tidak menerima laporan insiden kecelakaan tunggal yang mengakibatkan anggota polisi penembak FPI meninggal dunia.

Fadli Zonmenilai bahwa Kapolsek Setu terlihat sebagai sosok pemimpin yang jujur, sehingga pernyataan yang disampaikannya diyakini sebagai pernyataan yang penuh dengan kejujuran.

Kapolseknya kelihatan jujur,” tulis Fadli Zon sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari akun Twitter @fadlizon, Minggu, 28 Maret 2021.

Diketahui sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyebut satu orang polisi terlapor dalam kasus pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat laskar FPI meninggal dunia akibat kecelakaan.

Diberitakan Pikiran Rakyat sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Harianto membenarkan informasi tersebut.

“Saat gelar perkara, saya mendapat informasi kalau salah satu tersangka meninggal dunia karena kecelakaan,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis, 25 Maret 2021.

Namun demikian Agus tidak merinci di mana lokasi kecelakaan anggota polisi tersebut hingga akhirnya meninggal dunia.

“Silahkan ditanya ke penyidik ya,” ucapnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer