Connect with us

headline

SEWA KENDARAAN POLITIK MEMANG HARUS BAYAR

Polling Pembaca Untuk Pilkada 2020 Di Sumatera Barat


animasi by google

BeritaSumbar.com,-Poppy Dharsono anggota Dewan Perwakilan Daerah Jawa Tengah: Saya pernah menjadi Bakal Calon Kepala Daerah tetapi dimintai uang sekian Miliar! “Bagaimana tidak akan Korupsi bila Balon Kepala Daerah dimintai uang; Saya pernah ditawari menjadi Calon Kepala Daerah di Jawa Tengah dengan syarat menyetorkan dana sekian Miliar sebagai dana usungan dari Partai Pengusung; Saya tidak tahu persinya namun dari berita yang berkembang nilai ratusan miliar, antara Rp. 200 hingga 250 miliar”demikian ungkap Poppy (MEDIA INDONESIA 12 Juli 2012).

Apa yang dikatakan Mbak Poppy bukan hal yang aneh apalagi disesali! Partai Politik itu “ibaratnya mobil rental alias sewaan sehingga memang ada ongkosnya”. Memang besar dan mahal sebab “mobilnya bukan mobil kosongan, penumpangnya sudah tersedia, tinggal Mbak Poppy mau mengajak mereka ke mana, terserah Mbak sendiri. Jangankan ke Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) ke Pemilu Presiden (Pilpres) pun oke-oke saja, asal cocok ongkosnya! Tetapi hati-hati bila menyewa Parpol sebagai Kendaraan Politik, jangan sembarangan.

LAIN DARIPADA YANG LAIN

Lain daripada yang lain, “sebab pendapatan Partai tidak ada yang berbanding lurus dengan pendapatan seseorang yang diusungnya dalam Pemilu! Sayangnya banyak orang yang tidak tahu atau tidak paham akan trik dagang macam begini-an! Dengan diusung oleh Partai besar mereka mengira akan mendapatkan suara yang besar pula”. Padahal seperti pepatah “jauh pinggan dari api”. Yuli di Ponorogo sana jadi Gila karena ternyata tidak terpilih sebagai Bupati padahal diusung Demokrat yang di percayanya sebagai partai besar.

Partai sekalipun berhak mengusung “sesungguhnya bukan Partai dalam arti kata keseluruhan. Yang merasa punya hak justru bukan Kader-kader Partai yang bersangkutan secara keseluruhan namun Pimpinan dan Pimpinannya bukan Pimpinan macam Pengurus ditingkatkan Dewan Pimpinan Wilayah atau Cabang kebanyakan malah (harus) Dewan Pimpinan Pusat”. Jadi yang menggotong Usungan sebenarnya hanyalah Pimpinan-pimpinan Partai. Kader sama sekali tidak diberi peran untuk menggotongnya!

Lain daripada yang lain karena sengaja memang diperlainkan makna yang sebenarnya. Logikanya kalau memang diusung Partai seharusnya yang menggotongnya adalah Kader-kader Partai yang bersangkutan bukan satu atau beberapa orang Pimpinan saja. “Akibatnya, banyak Calon Kepala Daerah sekalipun diusung Partai besar perolehan suaranya justru kecil jauh dibawah jumlah Kader Partai yang mengusungnya”.

PRINSIP KEHATI-HATIAN

Hati-hati dan waspadalah, tidak semua Kendaraan Umum lulus Uji Keur, yang lulus Keur saja masih diragukan kehandalan rem-nya. Demikian pula dengan Partai. Jangan sembarangan menyewanya! Perhatikan misalnya: “1. Kehidupan kesehariannya dalam Organisasinya, normal atau tidak; 2). Terawat atau tidak infrastrukturnya”. Prinsip kehati-hatian wajib diperlakukan, jangan menjadi sesal kemudian yang justru tidak berguna.

Banyak Partai mencantumkan Kata Demokrasi, didepan dibelakang atau ditengah namun sesungguhnya ini hanya penamaan atau penampilan saja. Kesehariannya justru Oligarki (Pemerintahan oleh beberapa orang). Logikanya kalau memang Partai Demokrasi ya … kehidupan harus “dari Anggota, oleh Anggota dan untuk anggota”. Jangan dari Pimpinan, oleh Pimpinan dan untuk pimpinan saja. Dulu Partai Golongan Karya (Golkar) pernah mengadakan Konvensi (semacam Pemilihan Pendahuluan seperti di Amerika Serikat) hanya saja sangat terbatas sekali. Pesertanya bukan Kader-kader Golkar namun Organisasi-organisasi yang ada dibawahnya. Sebuah permulaan yang bagus namun sekarang ditinggalkan alias tidak banyak lagi Partai yang melakoni atau memperbaharuinya. Yang terdapat sekarang justru melupakannya atau menguburnya hidup-hidup. Seolah-olah tidak pernah ada!

Infrastruktur Partai kebanyakan tidak terawat dengan baik. Kantor Pimpinan lebih banyak sebagai Rumah Kosong ketimbang menjadi Rumah Aspirasi, terutama Kantor DPW atau DPC-nya. Didalam Organisasi Kepartaiannya lebih sering terjadi konflik yang terkadang membikin kubu-kubu atau fraksi-fraksi yang saling menentang satu sama lainnya. Keur-nya pasti enggak bener! Jangan menyewa kendaraan yang seperti ini pasti sangat merugikan.

HADIR DI LAPANGAN BELUM TENTU DIKOTAK SUARA

Charles Frances salah seorang Motivator Bisnis Paman Sam pernah berkata bahwa “Kita bisa menghadirkan seseorang secara fisik bahkan membeli waktunya semampu Kita tetapi tidak dengan hati dan pikirannya”. Fisiknya mungkin gembira, bersorak-sorai sambil mengelu-elukan diri Kita tetapi bagaimana dengan Hati dan Pikirannya! Yang jelas belum tentu masuk ke Kotak Suara! “Hadir di lapangan belum tentu hadir di Kotak Suara”. Yang hadir didalam lapangan atau kampanye belum Kader semua. Kebanyakan justru hanya Penggembira belaka!

     Bagi siapa saja yang ingin menyewa Parpol jangan hanya mengharapkan fisik Kader-kadernya. Pastikan Hati dan Pikirannya adakah dalam kehidupan Organisasi Kepartaiannya. Kalau tidak hadir atau dianggap tidak diperlukan oleh Pimpinan Partai, lebih baik jangan menyewa sebab bakalan bikin kecewa. Kalau seperti itu berarti Partai Politik tersebut tidak ubahnya seperti sebuah Organisasi Massa belaka.

Kehadiran didalam Organisasi Kepartaiannya harus berbanding lurus dengan jumlah Kartu Tanda Anggota. Jangan mau membayar uang sewa Kendaraan Politik sebuah Parpol dengan bukti secarik kertas yang ditandatangani Dewan Pimpinan Wilayah atau Dewan Pimpinan Cabang saja. Kader-kadernya harus ikut tanda tangan, sebagai bukti bahwa mereka akan mengusung juga.

Dengan dukungan dari Kader-kader setidaknya Kita yang menyewa punya gambaran awal berapa yang akan didapat kelak, plus tambahan dari keluarga-keluarga si Kader-kader itu. Syukur-syukur bisa hadir di Kotak Suara Kita. Ingat, “vox Populi, vox Dei (Suara Rakyat, Suara Tuhan), “Suara Parpol seharusnya Suara Kader-kadernya”.

     Partai yang besar “bukan Partai yang :
1). Besar Kepala-nya alias banyak ulah tetapi banyak kerjanya untuk negeri ini;
2). Massa-nya sampai memenuhi Stadion atau Lapangan Bola namun tidak ada perwakilan di Parlemen alias tidak pernah dapat Suara.

Partai yang besar adalah Partai yang dibesarkan oleh diri mereka sendiri bahkan partai yang kecil pun dikecilkan oleh diri mereka sendiri, oleh Kader-kader dan Pimpinan-pimpinannya”.

Penulis: Teguh Arianto

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#berjamaah

Rabu 25 November 2020 –

Ini Jadwal Shalat untuk Kabupaten Agam: Minggu 11 Oktober 2020


AGAM – Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah sholat pada waktunya, berbakti kepada orang tua dan jihad di jalan Allah.

Dalam al-quran Allah Ta’ala berfirman,

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam : 59-60)

Mengutib dari laman BimasIslam Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), berikut Singgalang ingatkan bagi sobat muslim waktu shalat untuk wilayah Kabupaten Agam dan sekitarnya: Rabu 25 November 2020:

  • IMSAK     : 04:33
  • SUBUH     : 04:43
  • TERBIT     : 06:00
  • DUHA       : 06:28
  • ZUHUR     : 12:10
  • ASAR        : 15:34
  • MAGRIB   : 18:14
  • ISYA’         : 19:27

Apakah yang memasukkan (menyebabkan) kamu kedalam neraka saqor? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat”.(QS. Al Mudatsir: 42-43).(rz)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#wisata

NA-IC Akan Manfaatkan Pariwisata untuk Genjot Perekonomian –

NA-IC Akan Manfaatkan Pariwisata untuk Genjot Perekonomian


PADANG – Sumatera Barat (Sumbar) merupakan daerah yang memiliki paket lengkap pariwisata. Alam di provinsi ini memiliki hampir semua destinasi, seperti gunung, laut, pulau, air terjun, panorama, sungai, dan wisata budaya.

Namun, masih banyak destinasi wisata yang belum tergarap maksimal. Padahal, sektor ini sangat dibutuhkan untuk menggenjot perekonomian masyarakat. Karena itu, Indra Catri bertekad mengutamakan sektor pariwisata jika terpilih menjadi Wakil Gubernur Sumbar.

“Sebagai daerah yang tidak memiliki banyak industri, Sumbar harus mementingkan pariwisata untuk menggenjot perekonomian masyarakat,” katanya, Senin (23/11).

Jika sektor pariwisata hidup, katanya, hal itu otomatis akan berimbas pada perekonomian masyarakat dan bertambahnya lapangan kerja. Sebagai Bupati Agam dua periode, ia sudah paham strategi mengelola pariwisata.

Dalam sektor pariwisata, Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) sudah menyusun beberapa langkah, antara lain, mensinergiskan semua pemangku kepentingan kepariwisataan untuk memajukan sektor pariwisata, meningkatkan kualitas pengelolaan infrastruktur, sarana dan prasarana destinasi wisata.

“Sarana dan prasarana menjadi poin penting di lokasi wisata agar wisatawan nyaman dan tidak kapok berwisata ke daerah ini,” tutur Indra Catri.

Pihaknya juga berencana memfasilitasi penciptaan produk pariwisata berbasis kearifan lokal sebagai objek wisata Nusantara dan mancanegara. Indra Catri menjelaskan bahwa Sumbar memiliki adat dan budaya yang beragam. Menurutnya, hal itu bisa dijadikan salah satu objek wisata.

Program lain NA-IC dalam sektor pariwisata ialah meningkatkan kapasitas kelompok sadar wisata, mempromosikan pariwisata Sumbar dengan melibatkan pemengaruh (influencer) media sosial, dan menyediakan pelatihan-pelatihan bagi biro perjalanan dan masyarakat penggiat wisata.

“Langkah-langkah strategis ini nantinya menjadi pekerjaan rumah yang harus kami implementasikan demi terwujudnya Sumbar Unggul,” tutur Indra Catri.(107)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#nasrulabit

Nasrul Abit Akan Bangun Pabrik Pengolah Pisang di Mentawai –

Nasrul Abit Akan Bangun Pabrik Pengolah Pisang di Mentawai


MENTAWAI – Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak hanya kaya dengan hasil lautnya, tetapi juga kaya dengan hasil pertanian. Hasil pertanian, seperti rotan, pisang, cengkeh, pinang, dan kelapa, melimpah di Bumi Sikerei itu. Namun, nilai jual komoditas itu sangat rendah.

Hal itu disampaikan Laban, warga Dusun Puro, Desa Muara Siberut, Kecamatan Siberut Selatan, Mentawai, kepada calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, Sabtu (21/11).

“Inilah nasib kami, Pak Nasrul. Mentawai susah maju. Ditanam pisang, pisang murah. Ditanam pinang, pinang murah. Begitu juga cengkeh. Jika dijual keluar mahal di ongkos, Pak, padahal produksi pisang kami melimpah di sini,” tuturnya.

Dia meminta Nasrul Abit mencarikan solusi atas persoalan itu jika terpilih menjadi gubernur. Nasrul Abit mengatakan bahwa ke depan setiap daerah di Mentawai harus ditentukan komoditas unggulannya. Hal ini dilakukan agar pengembangan sektor ini bisa terfokus.

Menurutnya, komoditas pertanian Mentawai harus dikembangkan menjadi bahan bernilai guna. Caranya ialah dengan memanfaatkan teknologi atau dikelola dalam jumlah besar.

“Kami ingin ada komoditas yang bisa dikembangkan, seperti pisang. Kita bisa bangun pabrik pengolahan pisang. Jadi, pisang tidak dijual per tandan lagi. Pisang kita olah agar tidak berat di ongkos. Pisang bisa diolah menjadi keripik atau yang lainnya,” ujarnya.

Jika terpilih menjadi gubernur, kata Nasrul Abit, hal pertama yang ia lakukan ialah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kerja sama itu dilakukan agar pemerintah provinsi bisa masuk untuk menuntaskan persoalan Mentawai.

“Gubernur dan bupati harus sejalan. Harus ada sinkronisasi sehingga kita bisa tuntaskan masalah bersama-sama, termasuk pemerintah pusat,” ucapnya.

Nasrul Abit menuturkan bahwa masih banyak persoalan yang harus dibenahi untuk mengeluarkan Mentawai dari status daerah tertinggal. Ia menyebut bahwa ada enam kriteria dengan 27 indikator yang harus dibenahi bila suatu daerah ingin entas dari status tertinggal.

“APBD kabupaten yang sangat terbatas dipastikan tidak akan bisa ‘meng-upgrade’ semua indikator itu. Karenanya, butuh sinkronisasi program dengan pemerintah provinsi dan pusat,” ucapnya.(104)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer