Connect with us

headline

Sinyal Koalisi Pecah 2022 Kian Santer – siarminang.net

Keluhan PDI Perjuangan Atas Perolehan Suara Di Sumbar Ini Komentar Jerry Massie – Beritasumbar.com

Oleh:Jerry Massie
(Direktur Political and Public Policy Studies)

Jakarta,-Tanda-tanda koalisi pemerintah Jokowi pecah kongsi bakal terjadi pada 2024. Lantaran sejumlah partai gagal menyatukan persepsi mereka terkait tahun penyelenggaraan pilkada serentak.

Bahkan untuk pilpres saya nilai masing-masing partai punya kandidat misalkan Prabowo, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno sampai Puan Maharani.

Kontrak politik berakhir bisa saja hanya sampai 2022. Saat ini RUU tentang Pilkada lagi digodok dI DPR. Tarik ulur antara sejumlah partai pun masih alot.

3 Partai koalisi PDIP, Gerindra dan PPP setuju pertarungan pilkada serentak digelar 2024. Tapi 4 partai lainnya Partai Nasdem, Golkar, Demokrat dan serta PKS tak sejalan. Mereka tetap berkomitmen pikada harus digelar 2022. Sementara PAN dan PKB abstain atau menyatakan sikap.

PDIP128 kursi ditambah Gerindra (78 kursi) dan PPP (19 kursi) jadi tiga partai ini 226 kursi. Sedangkan Golkar 85 kursi, Nasdem 59, Demokrat (54 kursi) dan PKS (50 kursi) total semuanya berjumlah 248. Sedangkan masih abstain PKB (58 kursi) dan PAN (44 kursi).

Jika PAN dan PKB bergabung dengan gerbong Nasdem dan Demokrat bisa saja tahun 2022 pilkada serentak

Jadi jika suara terbanyak mendukung maka bisa jadi harapan PDIP pupus. Tapi prosesnya melalui tanda tangan presiden juga dimana ada kesepakatan antara eksekutif dan legislatif.

Saya kira Presiden Jokowi dan PDIP masih sejalan. Paling tidak, kepala negara akan membubuhi tanda tanganya menyetujui pilkada serentak 2024 bersama gerbong PDIP, Gerindra dan PPP. ujar Jerry menutup pembicaraan dengan siarminang.net pada Kamis 4/2 pagi.



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#sby

SBY: Moeldoko Merebut Ketum Demokrat yang Sah

“Amerika, Are You Ok?”


JAKARTA – Mantan Presiden RI yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) menegaskan, Moeldoko telah mendongkel dan merebut posisi Ketua Umum (Ketum) Demokrat sah yang diduduki Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Padahal, kepemimpinan AHY sudah disahkan satu tahun lalu oleh negara melalui Kementerian Hukum dan HAM.
“Sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini, memang banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini,” tutur SBY.

SBY menyayangkan sikap Moeldoko yang pada saat itu, sebelum digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) justru mengatakan, bahwa pertemuan dengan sekelompok mantan kader Demokrat hanyalah sekadar acara minum kopi.

Padahal, saat itu, SBY mengatakan bahwa beberapa pihak meyakini Moeldoko pasti akan mendapatkan sanksi dari atasannya yaitu Presiden Joko Widodo karena keterlibatan gerakan kudeta.

SYB menambahkan, bagaimana awal mula AHY mengungkapkan adanya gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) sejak awal bulan Februari 2021.

“Satu bulan yang lalu, kita semua masih ingat ketika Ketum Demokrat AHY, secara resmi mengirimkan surat kepada Yang Mulia Pak Jokowi, tentang keterlibatan KSP Moeldoko dalam gerakan penggulingan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah. Setelah itu, Ketum AHY juga menyampaikan kepada publik tentang gerakan kudeta ini, banyak tanggapan yang bernada miring,” kata SBY. (aci)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#demokrat

Demokrat: KLB adalah Abal-abal – Portal Berita Singgalang

Demokrat: KLB adalah Abal-abal


JAKARTA – Perang terbuka terus terjadi antara pengurus Partai Demokrat (PD) dengan para kader partai yang telah dipecat dari keanggotan partai berlambang bintang mercy tersebut. Dampak dari pemecatan itu, isu Kongres Luar Biasa (KLB) pun semakin menguat, di saat yang sama, internal PD menyebut KLB adalah abal-abal.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menegaskan, partainya malu besar pernah punya kader-kader seperti Darmizal dan pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) dan kader lain yang sudah dipecat.

“Sudah berkhianat dari perjuangan tulus para kader militan Partai Demokrat, mau rampok partai ini pula dari para kadernya, dengan bekerja sama dengan oknum pejabat penting pemerintahan,” tegasnya kepada wartawan, Minggu (28/2/2021).

Herzaky mengatakan, tabiatnya Darmizal itu memang suka menebar kabar bohong dan menyebar fitnah dimana-mana terkait kepengurusan Partai Demokrat era Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini. Bisa-bisanya menuduh partai ini dikelola dengan nuansa tidak taat aturan, dan tidak demokratis.

“Padahal, apapun tindakan yang kami lakukan, selalu sesuai dengan aturan. Misalnya, saat memecat kader-kader pengkhianat yang berkolusi dengan pihak luar untuk rampok partai ini seperti Darmizal, kami butuh waktu yang tidak sebentar, karena ada proses dan mekanisme yang harus dilalui sesuai dengan AD/ART kami,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, jika dibilang tidak demokratis, pemecatan Darmizal dan kawan-kawannya justru menunjukkan pihaknya sangat demokratis. Dalam hal ini, AHY sebagai Ketum sangat menyimak dan menganggap penting masukan dari para kader di berbagai tingkatan dan daerah, yang meminta Darmizal dipecat, sebelum memutuskan untuk memecat Darmizal dan teman-teman sesuai dengan aturan yang berlaku di internal Partai Demokrat.

“Lalu, Darmizal itu yang tidak tahu aturan. Mau buat KLB Partai Demokrat, tapi mau pakai aturan versi sendiri. Majelis Tinggi Partai (MTP) tidak setuju, 34 DPD tidak setuju, DPC-DPC juga tidak setuju, padahal ketentuannya KLB harus persetujuan MTP, dan permintaan 2/3 dari seluruh 34 DPD dan 1/2 dari seluruh DPC,” beber dia.

Lihat juga: Kesempatan Terbatas! Join Ajang Pencarian Bakat Online RCTI+ Berhadiah Puluhan Juta!Sehingga, kata Herzaky, KLB versi siapa ini yang dibuat Darmizal? Menurutnya, jika KLB serius akan dibuat, sudah pasti tidak inkonstitusional karena tidak sesuai dengan aturan, dan ilegal karena pesertanya asal-asalan alias bukan pemilik suara sah di partai ini.

“Lalu, buat kader-kader senior kami yang kenal betul dengan kelakuan Darmizal, pada geleng-geleng kepala semua saat Darmizal mengatakan KLB harus dilakukan demi tujuan mulia yang dilandasi niat tulus dengan manfaat kebaikan. Niat tulus atau niat fulus sebenarnya?” ungkapnya.

Dia menambahkan, bersamaan munculnya KLB, kader-kader partai di daerah itu disebutnya diiming-imingi fulus atau imbalan berupa duit tunai lengkap dengan segala fasilitasnya jika bersedia mendukung KLB.

“Kader-kadernya pun asal comot saja yang kami dengar. Siapa saja yang mau ikut, asal punya KTA Demokrat, bakal dikasih surat undangan dan dianggap pemilik suara mewakili daerahnya,” ungkapnya lagi.

Di sisi lain, jika benar Darmizal dan teman-teman yakin punya niat tulus memperbaiki PD, sebaiknya duitnya dipakai buat bantu rakyat saja yang sedang kesulitan karena pandemi covid-19 dan bencana alam.

“Langsung disalurkan jadi sembako seperti yang dilakukan oleh Pengurus dan kader Partai Demokrat saat ini yang benaran sedang sibuk berjuang untuk rakyat. Jangan malah buang-buang duit untuk beli jaket yang bakal dibagikan ke peserta KLB Abal-abal,” tandasnya. (aci)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

headline

Besok, Mahyeldi-Audy Dilantik di Istana Negara

Paslon Mahyeldi-Audy Joinady Menang Telak di TPS Wako Bukittinggi Mencoblos


PADANG – Gubernur dan wakil Gubernur Sumbar terpilih Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldi dilantik besok, Kamis di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo. Kepastian pelantikan tersebut sudah diterima oleh Pemprov Sumbar, Rabu (24/2) siang.

“Benar, sudah ada informasinya dari Kementrian Dalam Negeri dan Sekretaris Negara,”sebut Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Dikominfo) Sumbar, Jasman Rizal, Rabu (24/2/2021).

Dikatakannya, untuk pelantikan tersebut pejabat Pemprov Sumbar tidak ada yang diundang. Undangan hanya diberikan pada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar terpilih beserta isteri. Ditambah dengan Ketua DPRD Sumbar.

“Sekarang Penjabat Gubernur Sumbar sudah berangkat ke Jakarta untuk persiapan pelantikan gubernur dan wakil Gubernur Sumbar terpilih,”katanya.

Selain itu katanya, Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldi juga sudah menuju Jakarta untuk persiapan pelantik di Jakarta.

Sebelumnya, KPU Sumbar dan DPRD sudah menetapkan Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldi pemenang Pilgub Sumbar 2020. Pasangan diusung koalisi PKS dan PPP ini meraih sebanyak 726.853 suara. Mereka unggul dari pasangan nomor urut 2 dari Partai Gerindra Nasrul Abit – Indra Catri yang memperoleh 679.069 suara.

Pasangan nomor urut 1, Mulyadi-Ali Mukhni dari koalisi Demokrat-PAN menempati posisi ketiga dengan raihan 614.477 suara. Di posisi terakhit, ada pasangan Fakhrizal-Genius Umar dari koalisi Golkar, Nasdem dan PKb yang hanya mengumpulkan 220.893 suara.

KPU Sumbar juga mencatat pada pemilihan gubernur tahun ini, sebanyak 2.313.278 pemilih atau sekitar 61,68 persen dari daftar pemilih menyalurkan hal pilihanya. Dari jumlah itu, 2.241.292 suara dinyatakan sah dan 71.986 tidak sah. (yose)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer