Connect with us

News

Siswa SMKN 1 Sutera Pessel Terpilih Jadi Duta Karakter Bangsa

Siswa SMKN 1 Sutera Pessel Terpilih Jadi Duta Karakter Bangsa


Jumat, 01 November 2019 – 17:24:05 WIB – 222

Nicholas, Siswa SMKN 1 Sutera terpilih menjadi Duta Karakter Bangsa. (IST)

PESISIR SELATAN — Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dibawah pimpinan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Adib Alfikri mengusung kegiatan Satker pembinaan sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Sumatera Barat tahun 2019 yang dimulai pada, Senin (28/10/2019) bertempat di Hotel Axana Jl. Bundo Kanduang, Kota Padang.

kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini mengusung kegiatan dan pelatihan “Pendidikan Karakter Bangsa (PKB) bagi Siswa-siswi SMK Se Sumatera Barat”.

Kegiatan yang diikuti oleh 12 Kabupaten Kota se-Sumatera Barat dengan jumlah peserta 75 orang siswa ini berhasil memilih satu Duta Karakter Bangsa dari SMK Negeri 1 Sutera atas nama Nicolas Afrilian (Kelas XII).

Terpilihnya Nicholas sapaan siswa ini, tentu melewati penyeleksian yang sangat ketat dengan penilaian yang sangat objektif dan akuntabel, ujar salah satu panitia Pelaksana.

Lewat program ini, semoga saja ada perubahan pola sikap dan perilaku siswa-siswa terutama terciptanya karakter-karakter yang baik bagi pelajar genarasi muda ini untuk menyonsong masa depan yang lebih baik.

Kabar terpilihnya perwakilan dari SMK Negeri 1 Sutera mengalir dari akun media sosial Kabar Pendidikan Sumbar yang menjadi akun resmi media sosial pendidikan di Sumatera Barat.

Mendapati kabar yang demikian, Lili Suryati, S.Pd, M.Pd.T Selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sutera menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada Nicholas yang telah berhasil membawa nama baik Sekolah ketinggkat Provinsi.

“Tentu keberhasil ini tidak didapatkan dengan Instan saja, banyak pelajaran yang mesti diikuti dengan baik dan pastinya Karakter menjadi pokok utama yang dinilai,” ujar Lili saat dihubungi MinangkabauNews.com, Jumat (1/11/2019).

“Dengan harapan ini, semoga Nicholas dapat menjaga gelar yang disematkan kepadanya. Lewat program ini semoga saja ada perubahan pola sikap dan perilaku siswa-siswa terutama terciptanya karakter-karakter yang baik bagi pelajar genarasi muda untuk menyonsong masa depan yang lebih baik, ucap dia.

Sehubung pendidikan sekarang, kata Lili Kurikulum 2013 dimana sering disebut juga pendidikan karakter, jadi tuntutanya memang karakter ini ditanamkan semenjak dini, dimulai dari lingkungan Keluarga, Masyarakat dan Sekolah. Dengan begitu generasi-generasi muda dapat bersinergi yang positif untuk membangun bangsa indnesia dengan baik, tambahnya.

Sementara itu, Nicholas mengucapkan terima kasih kepada Guru dan orang tua yang telah memberikan suport dan dukungan padanya. “Ini pengalaman pertama bagi saya. Kegiatan ini mengajarkan banyak hal positif dan terimakasih juga kepada Bapak/Ibu Guru serta kedua orang tua saya yang telah memberikan support dan dukungan kepada saya dalam kegiatan ini,” pungkasnya. (Tirman)

Editor/Sumber: Rio Irawan

Tag: pendidikan,pesisir-selatan,sumatra-barat

Menakar Munculnya Calon Independen

Menakar Munculnya Calon Independen

Oleh: EKI BUTMAN Rivalitas politik jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Provinsi Sumatera Barat antara partai…

Bupati Pasaman Lepas 9 Atlet Korpri Pasaman Mengikuti PORNAS Korpri Ke-XV di Bangka Belitung

Bupati Pasaman Lepas 9 Atlet Korpri Pasaman Mengikuti PORNAS Korpri Ke-XV di Bangka Belitung

PASAMAN – Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis melepas kontingen atlet Korpri Kabupaten Pasaman untuk mengikuti Pekan Olah…

Siswa SMKN 1 Sutera Pessel Terpilih Jadi Duta Karakter Bangsa

Siswa SMKN 1 Sutera Pessel Terpilih Jadi Duta Karakter Bangsa

PESISIR SELATAN — Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dibawah pimpinan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat,…

Maulana, Si Anak Yatim Yang Ingin Kuliah di Universitas Al Azhar Mesir

Maulana, Si Anak Yatim Yang Ingin Kuliah di Universitas Al Azhar Mesir

FEATURE — Hidup merupakan sebuah pilihan. Begitu juga halnya cita-cita, semua orang bebas untuk bercita-cita apapun….

Anggota Polisi Tewas Dilindas Truk Tangki di Jalan Bukit Pulai Pessel

Anggota Polisi Tewas Dilindas Truk Tangki di Jalan Bukit Pulai Pessel

PESISIR SELATAN — Seorang anggota Polres Pessel tewas dalam kecelakaan lalu lintas (laka lantas), Jumat, (01/11/2019)…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer