Connect with us

News

Skandal Korupsi 1MDB, Istri Najib Diperiksa Lembaga Anti Rasuah Malaysia

Skandal Korupsi 1MDB, Istri Najib Diperiksa Lembaga Anti Rasuah Malaysia


Selasa, 05 Juni 2018 – 21:32:27 WIB – 52

Istri mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, Rosmah Mansor. (Foto: Dok. Istimewa)

Pilwako Kota Padang 2018

INTERNASIONAL – Istri mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak, Rosmah Mansor, meninggalkan gedung Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC). Rosmah dipanggil MACC untuk memberikan keterangan terkait kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Rosmah menjalani lima jam pemeriksaan oleh MACC. Sehabis memberikan keterangan kepada MACC, Rosmah segera pergi meninggalkan gedung sekitar pukul 15.44 waktu Malaysia tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Namun, kuasa hukum Rosmah, K Kumaraendran dan Geethan Ram Vincent, mengatakan, kliennya itu diberi pertanyaan seputar penyelidikan terhadap SRC International yang pada saat itu merupakan anak perusahaan 1MDB.

Kuasa hukumnya mengatakan, pemeriksaan terhadap Rosmah berlangsung selama tiga jam. Meski demikian, kedua kuasa hukum Rosmah enggan menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan lebih lanjut terkait kasus penggelapan dana tersebut.

“MACC telah selesai meminta pernyataan dari klien kami dan dia juga telah memberikan kerja sama. Petugas bekerja dengan profesional,” kata kuasa hukum Rosmah dikutip dari laman Star Online, Selasa (5/6).

Rosmah tiba di gedung MACC sekitar pukul 10.45 waktu setempat. Dia tiba dengan ditemani putrinya dan menantunya, Nooryana Najwa Najib serta Daniyar Kessikbayev. Rosmah juga ditemani dua pengacaranya itu.

Sebelumnya, MACC juga telah meminta keterangan dari Najib terkait dugaan keterlibatan korupsi 1MDB. Najib disebut-sebut menerima transfer dana secara langsung dari SRC International.

Perdana menteri keeenam Malaysia itu telah tiga kali memenuhi panggilan MACC terkait SRC International. Pada 5 Desember lalu, MACC meminta keterangan Najib terkait penerimaan dana sebesar 2,6 miliar ringgit ke rekening pribadinya.

Najib kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan pada 22 Mei dan 24 Mei lalu. Pemeriksaan Najib berlangsung sekitar lima jam. (rep)

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Republika.co.id/Reuter

Tag: internasional,perempuan,tokoh

Peringati Hari Lahir Pancasila, Erwin Yunaz: Teguhkan Semangat Generasi Penerus Bangsa

Peringati Hari Lahir Pancasila, Erwin Yunaz: Teguhkan Semangat Generasi Penerus Bangsa

PAYAKUMBUH – Sejumlah tamu undangan memadati Halaman Balai Kota Payakumbuh untuk mengikuti upacara memperingati hari…

Anda Menderita Maag? Ketahui Panduan Berpuasa Berikut Ini!

Anda Menderita Maag? Ketahui Panduan Berpuasa Berikut Ini!

KESEHATAN – Tidak terasa puasa Ramadhan sudah menginjak hari ke 19. Bagi Anda yang menderita penyakit maag kambuhan,…

Menyebrang Jalan, Seorang Bocah di Tanah Datar Meninggal Tertabrak L300

Menyebrang Jalan, Seorang Bocah di Tanah Datar Meninggal Tertabrak L300

TANAH DATAR – Mobil Pick UP Mitsubishi L 300 BA 8404 MN menabrak pejalan kaki, di jalan umum Lintau – Payakumbuh,…

PM Malaysia Mahathir Resmi Hapus Pajak Good and Services Tax (GST)

PM Malaysia Mahathir Resmi Hapus Pajak Good and Services Tax (GST)

INTERNASIONAL – Pemerintah Malaysia terhitung Jumat (1/6) secara resmi menghapus Pajak Barang dan Pelayanan (Good and…

Kunjungi KL Lazismu Taqwa, Mahyeldi Siap Support Pembangunan Muallaf Center Muhammadiyah di Padang

Kunjungi KL Lazismu Taqwa, Mahyeldi Siap Support Pembangunan Muallaf Center Muhammadiyah di Padang

PADANG – Tokoh Muhammadiyah H. Mahyeldi mengunjungi kantor layanan LazisMu Masjid Taqwa Muhammmadiyah Sumbar Jl. Bundo…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pertimbangkan Aspirasi Rakyat! – Fadli Zon

Massa Desak Jokowi Bentuk TGPF, Fadli Zon: Pertimbangkan Aspirasi Rakyat!


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Fadli Zon meminta agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter @Fadlizon, Sabtu (19/12/2020) dini hari. Dia menanggapi sebuah artikel tentang massa yang mendesak Jokowi untuk segera membentuk tim independen pencari fakta kasus FPI.

Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk kasus penembakan enam laskar FPI.

Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI,” cuitnya, dikutip Suara.com.

Fadli Zon menyebut pembentukan TGPF menjadi jalan tengah agar masyarakat dapat percaya bahwa keadilan masih ada.

“TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada,” tukasnya.

Perlu diketahui, massa melakukan aksi 1812 pada (18/12/2020). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain itu, dalam aksi tersebut massa meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab yang tengah ditahan Polda Metro Jaya.

Saya menyarankan kepada Bapak Presiden agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang terdiri dari berbagai kalangan elemen bangsa,” ujar Fadli Zon dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dia mengatakan anggota TGPF berasal dari komnas HAM, aktivis HAM, perwakilan ulama seperti Majelis Ulama Indonesia atau ormas-ormas islam lain.

Sebab, menurut Fadli, kasus ini perlu diusut tuntas agar masyarakat tidak kehilangan rasa percaya terhadap hukum di Indonesia.

“Publik di-trushed ketidakpercayaan pada hukum. Karena hukum seperti yang sudah klise dan berulang-ulang kita katakan selalu tajam kepada yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dan tidak pernah hukum itu berjalan atau tumpul kepada mereka yang dianggap sebagai pro pemerintah,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tak Ada Terorisme Dalam Islam – Fadli Zon

Sambut Curhatan Fahri Soal Harga Tes Corona, Fadli Zon: Peluang di Tengah Kesempitan


Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melontarkan kontra narasi atas wacana Terorisme yang cenderung dihubungkan dengan Islam.

Ia ungkap pendapatnya melalui laman twitter @fadlizon pada Jum’at tanggal 18 – Desember 2020.

Fadli menanggapi pernyataan polisi dalam sebuah pemberitaan yang mengungkap Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah.

Keterangan didalamnya memuat tentang pergerakan Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah (JI) yang telah menyebar di 20.067 kotak amal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Ia tidak segan-segan menegaskan bahwa tidak ada di dalam ajaran Agama Islam itu mengenalkan tentang terorisme.

“Tak ada terorisme dalam Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Fadli menyentil pewacanaan tentang terorisme menggunakan diksi yang unik yaitu jualan terorisme tak habis-habis.

“Jualan terorisme tak habis2,” katanya.

Pada cuitannya singkat tak lupa dia menyertakan hastag Lawan Islamofobia.

” #LawanIslamofobia,” tulisnya.

Postingan Fadli Zon dalam lamantwitternya mendapatkan 2.085 Likes dan 488 Retwitt dari Netizen.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer