Connect with us

News

Suasana Ruang Konferensi Pers Mencekam Usai Indonesia Disingkirkan UEA

Suasana Ruang Konferensi Pers Mencekam Usai Indonesia Disingkirkan UEA


Sabtu, 25 Agustus 2018 – 06:33:21 WIB – 20

Timnas Indonesia U-23 vs UEA di 16 besar Asian Games 2018 (Foto: Dok. Istimewa)

BOLA – Suasana cukup mencekam dalam ruangan konferensi pers Stadion Wibawa Mukti, Jumat (24/8) malam, usai Timnas Indonesia U-23 kalah dalam drama adu penalti dari Uni Emirat Arab (UEA) di 16 besar Asian Games 2018.

Timnas Indonesia U-23 kalah adu penalti 3-4 dari UEA setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Sebagian pemain Merah Putih menumpahkan emosinya dengan menangis di tengah lapangan. Sedangkan sang pelatih, Luis Milla, memilih untuk menahan luapan emosi hingga tiba di ruang konferensi pers.

UEA lebih dahulu melakukan konferensi pers. Setelah selesai sekitar delapan menit, pelatih UEA Maciej Skorza berpesan kepada para jurnalis yang sebagian besar dari Indonesia agar tetap mendukung Timnas Indonesia U-23.

“Anda semua harus memberi dukungan karena Anda punya tim yang bagus,” kata Skorza, dikutip dari laman CNN Indonesia.

Salah seorang jurnalis yang kesal dengan kekalahan Indonesia sontak menjawab pernyataan Skorza dengan lantang. “Ya, tim kami lebih baik dari Anda!” katanya berteriak.

Tak lama, Milla datang dengan wajah penuh emosi. Moderator konferensi pers dari PSSI meminta agar pintu ruangan ditutup, suasana kemudian berubah mencekam.

Milla yang tidak pernah terlihat marah selama Asian Games 2018 atau bahkan ketika kalah dari Malaysia dalam babak semifinal SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, malam itu menunjukkan sisi yang lain. Dari nada bicara yang pelan, perlahan pelatih asal Spanyol itu semakin berapi-api mengomentari pertandingan Timnas Indonesia U-23 vs UEA.

Puncaknya adalah ketika Milla berbicara tentang kepemimpinan wasit asal Australia, Shaun Robert Evans.

“Buat saya, wasit tidak punya level untuk memimpin pertandingan hari ini!” ucap Milla nyaris berteriak menggunakan bahasa Spanyol.

Para jurnalis membisu. Ruangan konferensi pers Timnas Indonesia U-23 tidak pernah sehening itu sebelumnya.

Biasanya, masih ada satu atau dua jurnalis yang mengobrol dengan suara kecil-kecil. Tapi tidak kali ini. Semua tahu Milla sedang sangat sensitif.

Isyarat Tinggalkan Indonesia

Konferensi pers Timnas Indonesia U-23 berlangsung lebih lama dari UEA yakni hampir 21 menit. Selain berbicara tentang kekalahan Indonesia, Milla juga berbicara tentang kontraknya bersama Timnas Indonesia.

Sebelumnya, Milla resmi melatih skuat Merah Putih sejak 20 Januari 2017. Saat itu, ia dibebani dua target oleh PSSI yakni medali emas SEA Games 2017 dan semifinal Asian Games 2018.

Kedua target tersebut gagal diraih Milla, nasibnya kini sepenuhnya ada di tangan PSSI. Kepada para jurnalis, laki-laki 52 tahun itu seakan memberi isyarat bahwa perjuangannya di Indonesia berakhir.

“Khusus, terakhir untuk teman-teman jurnalis, terima kasih. Terima kasih untuk kritikan dan masukan kepada saya, Anda sudah baik sekali kepada saya. Terima kasih atas rasa hormat yang Anda semua berikan, terima kasih,” ucapnya.

Konferensi pers Timnas Indonesia U-23 ditutup dengan foto bersama Milla. Ia kemudian meninggalkan ruangan dengan kepala tegak. (cn)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/CNN Indonesia

Tag: bola,indonesia,internasional,sport

Tuding Sumbar Ada Ribuan Teroris, Ketua MUI Sumbar Minta Pengamat Teroris Alchaidar Beri Klarifikasi

Tuding Sumbar Ada Ribuan Teroris, Ketua MUI Sumbar Minta Pengamat Teroris Alchaidar Beri Klarifikasi

PADANG – Heboh Pernyataan Pengamat Terorisme Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Al Chaidar bahwa adanya Jaringan…

Tsunami Terdeteksi setinggi 10-14 Centimeter di Pantai Carik dan Badas Lombok Utara

Tsunami Terdeteksi setinggi 10-14 Centimeter di Pantai Carik dan Badas Lombok Utara

LOMBOK UTARA — Gempa berkekuatan 7,0 Skala Ritcher di Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat. Gempa tersebut…

Grand Opening HIJUP Store di Padang, HIJUP Kembangkan Bisnis Online to Offline (O2O)

Grand Opening HIJUP Store di Padang, HIJUP Kembangkan Bisnis Online to Offline (O2O)

PADANG — HIJUP menggelar grand opening HIJUP Store, Jalan Gajah No.13, Gunung Pangilun, Kota Padang, Sabtu, (11/8/18)….

KIP Salurkan Ribuan Buku Tulis di Pariaman

KIP Salurkan Ribuan Buku Tulis di Pariaman

PARIAMAN – Keluarga Intelektual Piaman (KIP) meringankan beban siswa setingkat Sekolah Dasar (SD) yang berada di dua…

Sambut HUT 73 dan HUT Pariaman 16, Pemko Pariaman Gelar Lomba Masak Sate

Sambut HUT 73 dan HUT Pariaman 16, Pemko Pariaman Gelar Lomba Masak Sate

PARIAMAN — Disperindagkop dan UKM Kota Pariaman menggelar Lomba Memasak Sate di Pantai Gandoriah dalam rangkaian…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pemborosan dalam Reformasi Birokrasi – Fadli Zon

Fadli Zon Usul Provinsi Sumbar Ganti Nama Jadi Minangkabau


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai keputusan Presiden Jokowi yang menetapkan regulasi terkait sejumlah posisi wakil menteri aneh. Termasuk dengan hadirnya Perpres Nomor 62 Tahun 2021 yang mengatur soal Wamendikbudristek.

Fadli menilai upaya yang dilakukan Jokowi termasuk pemborosan. Apalagi jika regulasi tersebut demi mengakomodir pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan jabatan.

“Kalau menurut saya agak aneh, ya. Banyak sekali wakil-wakil menteri padahal wakil-wakil menteri itu, kan, mestinya dibatasi hanya memang kementerian yang membutuhkan saja,” kata Fadli, Senin (2/8).

“Jumlah menteri, kan, sudah dibatasi dengan UU yaitu 34 menteri. Jadi wakil menteri itu, ya, bukan menteri. Jadi, ya, kalau menurut saya ini pemborosan di dalam perbaikan institusi kita atau reformasi birokrasi kita terlalu banyak,” tambahnya.

Dia lantas menyinggung soal keinginan Jokowi untuk melakukan perampingan birokrasi. Sehingga hadirnya regulasi yang mengatur soal posisi wakil menteri ini malah semakin tak konsisten.

“Dulu, kan, Pak Jokowi ingin ada perampingan, tapi ini semakin melebar. Ada wamen, ada stafsus, dan segala macam gitu, ya. Ini menurut saya jelas pemborosan uang negara. Kalau menurut saya ini lebih banyak pada akomodasi politik gitu, ya,” katanya.

Sejauh ini, posisi wamen di sejumlah kementerian dianggap tak perlu. Sebab ada pejabat eselon yang bisa membantu tugas-tugas seorang menteri.

“Ada menurut saya, kan, ada dirjen, ada direktur, dan sebagainya. Perangkat begitu besar jadi mestinya bagaimana institusi ini dibuat benar gitu, dibuat rapi, dan benar,” ujarnya.

Bagi Fadli, keputusan untuk mengakomodir pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan jabatan bisa merusak birokrasi yang ada di Indonesia.

“Itulah kesan yang muncul di masyarakat dan itu menurut saya akan merusak birokrasi, merusak reformasi birokrasi, merusak tatanan yang sudah ada,” pungkasnya.

Saat ini sudah ada 14 wamen yang ada di kementerian Jokowi. Sementara itu, Jokowi sudah meneken perpres yang memutuskan ada wamen di 5 kementerian lain. Tapi, hingga saat ini, posisi wamen di 5 kementerian itu belum diisi.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Kita Tunggu Sampai Sore! – Fadli Zon

Sumbangan Rp 2T Akidio Tio Muara Kebohongan? Fadli Zon: Kita Tunggu Sampai Sore!


Nama Akidi Tio belakangan menjadi topik perbincangan hangat masyarakat Republik Indonesia usai keluarga besar dan ahli warisnya mengklaim akan menyumbangkan dana senilai Rp 2 Triliun untuk membantu warga yang terdampak Covid-19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pada awal isu tersebut berkembang, banyak tanggapan positif dari masyarakat mengingat nilai yang akan disumbangkan cukup fantastis. Namun belakangan, sejumlah pihak termasuk politisi Fadli Zon menduga dan menilai jika kabar tersebut hanya isapan jempol

Melansir akun twitter pribadinya @Fadlizon, politisi Partai Gerindra itu memposting sebuah unggahan yang isinya merujuk pada artikel Kompas dengan judul ‘Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat’ disertai caption yang cukup menohok.

“Hari masih pagi, mari kita tunggu sampai Senin sore nanti apakah masuk sumbangan Rp 2T. Kalau masuk berarti ini semacam mukjizat. Kalau ternyata bohong, bisa dikenakan pasal-pasal di UU No.1 tahun 1946,” cuit Fadli Zon, Senin (2/8/2021).

Keraguan Fadli akan kabar tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, dari sumber artikel yang ditulis oleh Hamid Awaluddin yang Fadli cantumkan dalam cuitannya, disebutkan bahwa sosok Akidi Tio tidak memiliki jejak yang jelas sebagai seorang pengusaha.

Bahkan dalam sejumlah isu sebelumnya, terkait dugaan harta, janji investasi, dan bualan sumbangan menghebohkan dalam tulisan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia tersebut, seluruhnya bermuara pada kebohongan.

Suarapakar.com - Sumbangan Rp 2T Akidi Tio

Meski tulisan artikel itu masih sebatas opini, namun sangat layak dipertanyakan apakah Akidi Tio memang memiliki kekayaan fantastis sebanyak itu sehingga mampu menyumbangkan dana senilai Rp 2 Triliun untuk bantuan PPKM?

Senada namun tak sama dengan Fadli Zon, Menkopolhukam Mahfud MD meeminta semua pihak untuk menanggapi kabar tersebut dengan positif dan berharap dapat terealisasi.

“Ini perspektif dari Hamid Awaluddin ttg sumbangan Rp 2 T dari Akidi Tio. Bagus, agar kita tunggu realisasinya dgn rasional,” tulis Mahfud di Twitter, Senin (2/8/2021).

Namun demikian, ia juga memberikan pengakuan jika sebelumnya pernah membuat tulisan terkait pihak yang meminta fasilitas dari Negara untuk mencari harta karun yang nantinya akan disumbangkan kembali ke Negara. Adapun pada faktanya, kabar tersebut tak dapat di validasi.

“Sy jg prnh menulis ada orng2 yg minta difasilitasi utk menggali harta karun dll yg akan disumbangkan ke negara. Tp tak bs divalidasi,” beber Mahfud lagi.

Sebelumnya, keluarga dan ahli waris Akidi Tio disebutkan akan menyumbang Rp 2 triliun untuk penanganan COVID. Sumbangan itu sendiri telah diterima secara simbolis oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri pada Senin (26/7/2021).

Kabarnya uang sumbangan senilai Rp 2 Triliun itu akan masuk pada Senin (2/8/2021). Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi baik dari Polda Sumsel maupun pihak keluarga Akidi Tio.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Koreksi Baliho Puan Maharani, Disebut Tidak Sesuai dengan KBBI – Fadli Zon

Fadli Zon Koreksi Baliho Puan Maharani, Disebut Tidak Sesuai dengan KBBI


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memberikan koreksi terhadap baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang bertebaran di berbagai penjuru Indonesia.

Fadli mengoreksi penulisan diksi yang terdapat dalam narasi di baliho Puan yang menurutnya terdapat kesalahan.

“Mari gunakan bahasa Indonesia yg baik dan benar apalagi dlm bentuk baliho besar yg terpampang ke seantero negeri,” kata Fadli dalam cuitan di Twitter, Senin, 2 Agustus 2021.

Adapun Fadli memberikan koreksi terhadap penulisan kata ‘kebhinnekaan’ yang menurutnya tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yg benar itu ‘kebinekaan’ bukan ‘kebhinnekaan’. Tapi kelihatannya semua baliho sdh dipajang. Sekedar koreksi,” tulis Fadli.

Lebih lanjut ia menjelaskan makna dari ‘Kebinekaan’ sesuai dengan koreksinya terhadap baliho Puan Maharani.

“‘Kebinekaan’ artinya keberagaman, berbeda-beda. Harusnya bukan keberagaman (perbedaan) yg ditonjolkan, tp persatuan dlm keberagaman itu,” lanjutnya.

“Unity in diversity, ‘Bhinneka Tunggal Ika’ dlm serat ‘Kakawin Sutasoma’ karya Mpu Tantular. Jd jgn kita kepakkan sayap perbedaan, tapi persatuan.” jelasnya.

Seperti diketahui, baliho-baliho raksasa Puan Maharani bertebaran di berbagai penjuru Indonesia beberapa waktu belakangan dan kini semakin bertambah jumlahnya.

Berkaitan itu, pihak PDIP sebelumnya sudah mengungkapkan alasan baliho dan billboard Puan dipasang di berbagai tempat di Indonesia.

Menurut Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Hendrawan mengatakan bahwa pemasangan baliho Puan adalah bentuk kegembiraan karena putri Megawati Soekarnoputri itu adalah perempuan pertama yang memimpin DPR.

“Ini ekspresi kegembiraan karena Mbak PM (Puan Maharani) adalah perempuan pertama Ketua DPR dari 23 ketua DPR dalam sejarah RI. Tagline-nya macam-macam. Ada yang berkaitan dengan imbauan perkuatan gotong royong menghadapi pandemi, penguatan semangat kebangsaan, dan dorongan optimisme menghadapi masa depan,” ujar Hendrawan.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer