Connect with us

News

Sudut Pandang Konservasionist Terhadap Perubahan Status Pendidikan Tinggi


Kamis, 26 Desember 2019 – 22:37:07 WIB – 172

Sudut Pandang Konservasionist Terhadap Perubahan Status Pendidikan Tinggi

Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Firman Syukri dan Fadilaturahmah

Susunan menteri Kabinet Indonesia Maju diumumkan oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden Maruf Amin pada 23 Oktober 2019 di Istana Negara. Sosok Nadiem Makarim mencuat perhatian berbagai kalangan, dikarenakan CEO Go-Jek ini diamanahkan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2019-2024. Ada rupa yang tampak berbeda dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada kabinet ini yaitu pendidikan tinggi kini kembali masuk kedalam Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan tidak lagi bergabung dengan Kementrian Riset.

Perubahan ini menuai pro dan kontra berbagai kalangan masyarakat terutama perguruan tinggi sendiri dan juga pemerhati lingkungan. Pendidikan tinggi yang dijadikan dibawah nauangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mengakibatkan perubahan pada kop surat yang telah berlaku di Universitas-universitas yang ada di Indonesia. Hal ini tentu menambah beban pekerjaan dan anggaran dana pihak universitas untuk mengganti kop surat yang masih berlaku dari Kementrian Riset Dikti menjadi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun, inti permasalahannya terletak pada penggunaan kertas yang akan meningkat secara signifikan untuk mengganti kop surat yang sesuai dengan perubahan status Pendidikan tinggi ini, serta dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat pesanan kertas yang melunjak drastis. Menurut perkiraan lebih milyaran anggaran negara dikucurkan untuk mencetak kop surat baru, sementara di lain sisi kita bisa melirik banyak masyarakat Indonesia yang masih butuh uluran tangan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat, tetapi anggaran pemerintah banyak dikucurkan hanya untuk menggantikan kop surat Kemendikbud yang baru.

Keberadaan dokumen dengan kop surat yang telah diperbarui tentunya akan menggantikan keberadaan dokumen sebelumnya. Timbul pertanyaan mau dikemanakan surat dengan kop lama? Apakah akan dijual saja ke tukang jual ikan asin dengan harga yang sangat murah? Ataukah kertas bekas dengan berat puluhan ton itu akan menjadi sampah saja?.

Sampah kertas adalah suatu masalah besar yang perlu diperhatikan dalam kelestarian lingkungan hidup. Permasalahan sampah kertas tidak dapat dipisahkan dari strategi pengelolaannya yaitu penerapan konsep 3R (reduce, reuse, dan recycle).

Dari kacamata konservasionis, kertas harus dipandang sebagai sumberdaya yang berharga, sehingga pemanfaatannya pun harus dilakukan sebijak mungkin. Dalam mengurangi (reduce) pemakaian kertas meliputi pemakaian kertas seperlunya saja, menghindari pemakaian kertas yang berlebihan, dan mencetak tulisan timbal balik. Adapun untuk menggunakan kembali (reuse) kertas dapat dilakukan dengan penggunaan kardus bekas untuk fungsi yang lain.

Sedangkan dalam daur ulang kertas (recycle), kertas dapat didaur ulang menjadi barang yang bernilai seni tinggi, ditangan orang yang memiliki nilai seni yang tinggi sampah kertas bisa disulap menjadi produk yang bernilai fantastis, atau bahan baku pulp kualitas rendah.

Kertas adalah salah satu produk sumber daya alam hayati dengan bahan baku berupa kayu. Untuk menghasilkan 1 rim (500 lembar) kertas diperlukan pohon yang berusia lebih dari 5 tahun. Hal ini tentunya bukan waktu yang singkat dan ironisnya sebagian besar kita belum meamanfaatkan kertas dengan bijak serta masih banyak terdapat perilaku pemborosan kertas.

Menggunakan kertas dengan boros sama artinya dengan mengikis kekayaan alam dan menebang pohon untuk hal yang sia-sia. Dengan penggantian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang baru dapat dibayangkan berapa banyak pohon yang setara nilainya dengan sebuah kop surat yang baru. Kementrian Pendidikan baru maka kop surat pun juga harus baru pula, maka pohonpun harus siap ditebang lebih banyak lagi.

Akhir-akhir ini memasuki musim penghujan tingkat tinggi, wajar saja kita lihat diberbagai daerah sungai meluap itu hal yang wajar, banjir biasa terjadi salah satunya penebangan pohon yang berlebihan sehingga tanah tidak mampu menampung debit air yang terlalu besar, akibat permintaan kertas yang melunjak drastis salah satunya penggantian kop surat inilah contohnya.

Permintaan yang tinggi akan kertas memaksa para para produsen kertas memesan kayu dalam jumlah yang banyak untuk memenuhi permintaan konsumen, produsen rela menebang pohon untuk memenuhi kebutuhannya, peran konservasionist pemerhati lingkungan lah yang berperan dalam memberikan masukan dan pengertian dalam menebang pohon dengan mempertimbangkan ligkungan disekitarnya, apabila para produsen tidak juga mengikuti apa yang telah disarankan bersiap-siap saja untuk terendam saat musim penghujan tiba.

Apabila kita dapat menggunakan kertas dengan bijak, maka kita sama dengan menghemat pohon yang akan ditebang untuk menghasilkan kayu. Menggunakan kembali sisa kertas dengan kop surat Kementrian Pedidikan yang lama dengan memakai kertas timbal balik dan memanfaatkan kertas yang ada. Dan yang tidak kalah pentingnya kegiatan menghemat penggunaan kertas dan bijak dalam menggunkan kertas merupakan bentuk dalam menjaga lingkungan dan salah satu langkah membantu pemerintah dan diri kita sendiri menghindari bencana banjir dan tanah longsor yang selalu menghantui.

(*)

/* Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Biologi Angkatan 2017, Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.

Editor/Sumber: Reza S

Tag: indonesia,metro,nasional,opini,padang,sumatra-barat

Jelang Operasi Lilin Singgalang, Polres Padang Panjang Lakukan Ini

Jelang Operasi Lilin Singgalang, Polres Padang Panjang Lakukan Ini

PADANG PANJANG — Upaya Pengamanan Natal 2019 Dan Tahun Baru 2020, Kepolisian Resor Padang Panjang menggelar Rapat…

Proses Sertifikat Lamban, Gubernur Irwan Prayitno Turun Tangan

Proses Sertifikat Lamban, Gubernur Irwan Prayitno Turun Tangan

PADANG PARIAMAN — Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno didampingi Bupati Padangpariaman Ali Mukhni kunjungi kawasan…

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Guru SMP di Pessel Diringkus Polisi

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Guru SMP di Pessel Diringkus Polisi

PESISIR SELATAN — Kasus dugaan pelecehan seksual kembali terjadi. Kali ini kasus pelecehan seksual diduga dilakukan…

Laut Bungus Padang Tiba-tiba Hijau, Fenomena Apa Ini?

Laut Bungus Padang Tiba-tiba Hijau, Fenomena Apa Ini?

PADANG — Warna air laut yang biasanya biru di Perairan Bungus Teluk Kabung Padang tiba-tiba berobah menjadi hijau…

Peduli Palestina, Wali Kota Mahyeldi Serahkan Bantuan Rp100juta melalui ACT Sumbar

Peduli Palestina, Wali Kota Mahyeldi Serahkan Bantuan Rp100juta melalui ACT Sumbar

PADANG — Wali Kota Padang Mahyeldi menyalurkan Sumbangan untuk saudara-saudara yang ditimpa musibah kemanusiaan di…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Mari Kita Boikot Produk Prancis! – Fadli Zon

Fadli Zon Kritik Presiden Emmanuel Macron: Mari Kita Boikot Produk Prancis!


Pernyataan Presiden Menteri Prancis Emmanuel Macron menuai banyak kritikan dari awak media hingga warga Muslim di seluruh dunia.

Dilansir dari The Guardian, Macron menyatakan bahwa Prancis tidak akan menurunkan publikasi karikatur Nabi Muhammad atas nama kebebasan berekspresi.

Gayung pun bersambut. Macron dikecam melalui protes-protes internasional, serangan siber dilancarkan ke situs-situs Prancis, dan sejumlah tokoh tak tinggal diam.

Salah satunya yaitu politikus Partai Gerindra Fadli Zon yang mengkritik Macron melalui akun Twitter-nya dengan seruan untuk memboikot produk

“Pernyataan Presiden Prancis Macron telah melukai banyak umat Islam di seluruh dunia. Ini contoh pemimpin negara yang Islamophobia diskriminatif dan rasis. Mari kita boikot produk-produk Prancis!”

Pernyataan Macron tersebut merupakan buntut dari kasus pembunuhan Samuel Paty, guru SMA di Perancis, sekitar 12 hari yang lalu.

Samuel yang mengajar pelajaran sejarah dan geografi diserang remaja berusia 18 tahun pada Jumat 16 Oktober 2020.

Remaja tersebut tewas ditembak polisi tak lama kemudian.

Di depan para muridnya, Samuel memamerkan karikatur dari majalah satir Charlie Hebdo dalam diskusi tentang kebebasan berpendapat.

Sebelum menunjukkan karikatur tersebut, Samuel dikabarkan mempersilakan murid-muridnya yang beragama Islam untuk meninggalkan kelas jika mereka ingin.

Korban sedang berjalan dari sekolah menuju rumahnya saat penyerangan terjadi.

“Dia menderita banyak luka di kepala…dan kepalanya telah dipenggal,” ujar Jean-François Ricard, jaksa anti-terorisme Prancis, sebagaimana dikutip PORTAL JEMBER dari The Guardian.

Pernyataan Macron juga mendapat peringatan dari Iran yang mengatakan bahwa responsnya terhadap pembunuhan tersebut “tidak bijak”.

Dilaporkan televisi negara Prancis bahwa Kementerian Luar Negeri Iran telah menuduh Prancis sebagai promotor kebencian terhadap Islam yang bersembunyi di balik kebebasan berekspresi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Gérard Darmanin mengatakan bahwa lawan mereka adalah ideologi, bukan agama.

Darmanin menambahkan bahwa mayoritas umat Islam di Prancis sudah menyadari bahwa mereka yang paling dipengaruhi gelombang ideologi dari Islam radikal.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Optimalkan Peran Pemuda di Tengah Pandemi – Fadli Zon

Hari Sumpah Pemuda, Fadli Zon: Optimalkan Peran Pemuda di Tengah Pandemi


Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, mengajak generasi muda untuk tetap menjunjung tinggi nilai persatuan di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-92 pada hari ini, Rabu (28/10/2020)

“Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92. Mari menjadi generasi muda yang menjunjung tinggi semangat untuk bersatu dan bangkit,” Cuit Fadli melalui akun twitter pribadinya pada Rabu (28/10/2020).

Dalam cuitan itu, dia meminta agar peran generasi muda semakin dioptimalkan di tengah pandemi Covid-19.

Tingkatkan semangat juang serta optimalkan peran pemuda di masa pandemi saat ini,” tulisnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan peran seluruh anak muda saat ini sangat diperlukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang berdampak luas pada aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, sosial hingga ekonomi.

“Di tengah suasana sulit yang menimpa bangsa kita saat ini akibat pandemi Covid-19, peran aktif kaum muda dalam upaya memutus rantai penularan virus dan menanggulangi dampak pandemi yang multidimensi sangat diperlukan,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangan video ucapan Hari Sumpah Pemuda 2020 dari Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Ma’ruf mengimbau kepada seluruh generasi muda untuk menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus membangkitkan inovasi dalam mencapai cita-cita Indonesia sebagai negara maju.

“Mari jadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini sebagai momentum bersatu dan bangkitnya pemuda Indonesia untuk terus berinovasi, bergerak dan bergotong royong mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” tukasnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Di Hari Sumpah Pemuda, Fadli Zon Terima 9 Kategori Rekor MURI – Fadli Zon

Di Hari Sumpah Pemuda, Fadli Zon Terima 9 Kategori Rekor MURI


 Rabu, 28 Oktober 2020, Fadli Zon menerima 9 Anugerah dari Museum Rekor Dunia – Indonesia Rekor MURI untuk kategori kolektor dan inisiator. Sembilan Kategori MURI tersebut diantaranya: 1) Kolektor Color Proof Prangko Seri 25 Tahun Queen Wilhelmina Terlengkap; 2) Kolektor Prangko Label/Stiker Terpanjang; 3) Kolektor Cap Sampul Hari Pertama Terbanyak; 4) Kolektor Wayang Nusantara Terlengkap dan Terbanyak; 5) Insan Indonesia Pertama yang menjabat Ketua Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC); 6) Pemrakarsa Konferensi Indonesia-Pacific Parlaimentary Partnership (IPPP) yang melibatkan 16 negara pasifik; 7) Pemrakarsa Open Parliament; 8) Pemrakarsa Perlombaan Panjat Bambu Betung di DPR RI selama  5 tahun berturut-turut dimulai tahun 2015-2019; 9) Pemrakarsa Pameran Seni Rupa “Kepada Republik” di DPR RI selama 5 tahun berturut-turut.

Penghargaan MURI untuk kategori kolektor diantaranya; (1) Kolektor Color Proof Prangko Seri 25 Tahun Queen Wilhelmina Terlengkap sebanyak 58 Buah, 2) Kolektor Prangko Label/Stiker Terpanjang = 92 Meter atau sebanyak 1389 Keping Prangko yang bersambung; 3) Kolektor Cap Sampul Hari Pertama Terbanyak dari Bahan Karet Terbanyak = 400 buah periode tahun 1980 – 2000an; 4) Kolektor Wayang Nusantara Terlengkap dan Terbanyak (total lebih dari 6700 buah). 

Sejak Agustus 2017 silam Fadli Zon terpilih sebagai Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI). PFI sendiri selain menjadi ajang perkumpulan para kolektor, PFI juga selalu berusaha menjadi agen atau promotor yang mempromosikan kegiatan filateli kepada kalangan pelajar. Kita ingin turut membentuk karakter bangsa melalui kegiatan yang bisa mendorong orang pada kegiatan literasi

Sudah sejak lama Fadli Zon mengoleksi prangko. Rekor MURI terakhir untuk kategori kolektor prangko di tahun 2018 mendapat 4 Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) diantaranya: 1) Kolektor Kartu Pos Bergambar Periode Hindia Belanda Terlengkap dan Terbanyak; Kolektor Sampul Hari Pertama (SHP) Prangko Indonesia Terbanyak; Kolektor Lukisan Prangko Indonesia (Artist Drawing) Terbanyak; Kolektor Cetak Percobaan (Proof) Prangko Indonesia Terpanjang. Selain kolektor prangko, Fadli Zon juga memiliki beragam koleksi wayang di antaranya wayang tengul, klitik, suket, dan wayang kulit purwa. Koleksi ini sebagai upaya melestarikan wayang sebagai salah satu budaya bangsa yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda tahun 2020, selain menerima empat rekor MURI sebagai kolektor, Fadli Zon juga menerima lima Rekor Dunia-Indonesia untuk kategori Inisiator sebagai berikut: 1) Insan Indonesia Pertama yang menjabat Ketua Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC). Fadli Zon telah dua periode memimpin Organisasi Parlemen Dunia Anti Korupsi tersebut, yakni tahun 2015 – 2017 dan Periode Tahun 2017-2019. GOPAC adalah organisasi anggota parlemen dunia berbasis di Kanada dengan fokus utama pada pemberantasan korupsi. GOPAC hingga saat ini memiliki 50 cabang di lima benua. GOPAC Indonesia merupakan salah satu bagian dari GOPAC di level internasional;

2) Pemrakarsa Konferensi Indonesia-Pacific Parlaimentary Partnership (IPPP) yang melibatkan 16 negara pasifik. Konferensi IPPP dilaksanakan pada tanggal 23-24 Juli 2018 di hotel Grand Hayatt, Jakarta. Konferensi IPPP diikuti oleh 16 negara Anggota Pacific Island Forum (PIF) seperti: Cook Islands, Micronesia, Fiji, Kiribati, Nauru, Nieu, Palau, Papua Nugini, Marshall Islands, Samoa, Solomon Islands, Tonga, Tuvalu, Polynesia dan Kaledonia Baru, dan Vanaatu;

3) Pemrakarsa Open Parliament. Di tahun 2018, Fadli Zon sebagai Wakil Ketua DPR RI berkomitmen untuk mendukung dan menginisasi Open Parliament.  DPR RI bersama Westminster Foundantion for Democracy (WFD) sepakat mendukung semangat dan praktik Keterbukaan Parlemen atau Open Parliament. Pelaksanaan keterbukaan parlemen bertujuan untuk mendorong parlemen semakin terbuka, transparan, akuntabel dan inklusif. Inisiatif Open Parliament adalah kesinambungan dari Open Government Partnership (OGP), dimana Indonesia memegang andil penting sebagai salah satu pendiri OGP. Sedikitnya sembilan parlemen yang telah mendeklarasikan keterbukaan parlemen, yakni Chile, Perancis, Georgia, Ukraina, Kostarika, Kolombia, Guatemala, Paraguay, dan Kosovo;

4) Pemrakarsa Perlombaan Panjat Bambu Betung di DPR RI selama  5 tahun berturut-turut dimulai tahun 2015-2019. Lomba Panjat Bambu Betung merupakan salah satu lomba di Pesta Rakyat di DPR RI dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan.  Lomba Panjat Bambu Betung ini sekaligus upaya mensosialisasikan bambu betung bagi masyarakat yang sangat bermanfaat dan mudah tumbuh tanpa harus menunggu dalam waktu yang lama. Tak hanya itu, melalui lomba ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran setiap peserta dalam kesadaran ramah lingkungan;

5) Pemrakarsa Pameran Seni Rupa “Kepada Republik” di DPR RI selama 5 tahun berturut-turut. Pameran Seni Rupa dengan tema “Kepada Republik” dilaksanakan selama 5 tahun berturut-turut dimulai pada tahun 2015-2019. Pameran ini diselenggarakan di pelataran Gedung DPR RI. Fadli Zon mengatakan parlemen sebagai rumah rakyat perlu menyediakan art space (ruang seni) bagi para seniman sebagai bentuk apresiasi atas hasil karya seni anak bangsa. Apalagi, seni dan politik kerap tak bisa dipisahkan. Menurutnya, menyikapi perbedaan politik dengan wajar dan cerdas merupakan bagian dari ekspresi seni pula.

Penyerahan Rekor MURI tersebut diberikan secara simbolik oleh Panitia MURI dan disaksikan secara virtual oleh Jaya Suprana. Acara penganugerahan digelar secara sederhana di Rumah Kreatif Fadli Zon, Bumi Cimanggis Indah Blok B1 no.9, Depok. Sejumlah koleksi prangko dan wayang turut dipamerkan dalam acara tersebut. Turut hadir beberapa sahabat diantaranya; Neno Warisman, Gita Noviandi, Mahpudi, Refly Harun, Gunawan, Wahyu Dewanto, Sadar Subagyo,  Clara Sinta, Helmy Faishal Zaini, Iis Sugianto.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer