Connect with us

News

Temu Ramah Dengan Sejumlah Wali Murid SMPN 4 Kota Solok, Wawako Solok Ajak Jauhi Narkoba

Temu Ramah Dengan Sejumlah Wali Murid SMPN 4 Kota Solok, Wawako Solok Ajak Jauhi Narkoba


Kamis, 03 Oktober 2019 – 15:23:18 WIB – 125

Reiner, ST, MM, Dt. Intan Batuah, Wawako Solok. Erniwati, S.Pd, Kepsek SMPN 4 Kota Solok, Anggry Nursa dan Ega Yudhistira, ketua dan sekretaris komite SMPN 4 saat temu ramah dengan walimurid

SOLOK — Reiner, ST, MM, Dt. Intan Batuah Wawako Solok, dihadapan Anggry Nursa, Ketua Komite SMPN 4 Kota Solok dan Ega yudhistira, Sekretaris komite, mengapresiasi para orang tua siswa yang tergabung dalam komite SMPN 4 Kota Solok, Kamis (3/10/2019), diaula SMPN 4 Kota Solok.

Apresiasi diberikan disebabkan tingginya antusiasme walimurid untuk bertemu dan dialog dengan Wawako Solok. Disamping itu, tingginya rasa memiliki para orang tua siswa dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 4 Kota Solok. Ujungnya, proses belajar siswa bisa lebih fokus termasuk dalam mencegah dan menghindarkan generasi muda dari bahaya narkoba. Selain itu, Reiner juga meminta orang tua untuk menjaga anaknya dari pengaruh buruk narkoba.

“Kita tidak ingin anak-anak kita atau generasi muda kita mati sebelum mati,” kata Reiner. “Kenapa, pada saat ini peredaran narkoba makin meningkat, bukan menurun walaupun operasi pemberantasan narkoba makin intens.” Ujarnya.

Tapi, ingat Reiner, pada hari ini guru-guru takut dalam menegur dan menindak siswa yang melanggar aturan. Sehingga tingkat kenakalan remaja makin bertambah apalagi anak-anak kita punya kebebasan dalam menggunakan gadget tanpa mampu dikontrol oleh orang tua. “Sepakatkah kita untuk melarang dan mencegah anak kita untuk tidak membawa gadget kesekolah dan melarangnya dirumah menggunakan pada hari-hari sekolah,” tekannya. “Jadi, jangan biarkan anak kita salah jalan akibat salah dalam memanfaatkan gadget,” tambahnya.

Selain itu, Reiner juga meminta kepada masyarakat untuk mengingatkan pemilik warung internet agar tidak menerima anak usia sekolah untuk nongkrong apalagi itu dilakukan pada saat jam sekolah.

Arniwati, S.Pd, kepala sekolah SMPN 4 Kota Solok menyebutkan saat ini di SMPN 4 Kota Solok sudah dilakukan upaya-upaya mencegah siswa dari narkoba. Untuk mendukung upaya ini SMPN 4 Kota Solok sudah bekerjasama dengan komite sekolah dan orang tua siswa serta BNK dalam memberikan pengetahuan kepada siswa tentang bahaya narkoba serta dampak buruk gadget. (Kar)

Editor/Sumber: Rio Irawan

Tag: kota-solok,solok,sumatra-barat

Aksi Damai di Patung kuda Jakarta, Ini Pesannya

Aksi Damai di Patung kuda Jakarta, Ini Pesannya

JAKARTA — Aksi mahasiswa dan pelajar di depan DPR yang berakhir ricuh, tentu tidak dapat dipungkiri juga banyak…

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Mentawai Sampaikan Hal Ini

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Mentawai Sampaikan Hal Ini

MENTAWAI – Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menyampaikan bahwa dia punya harapan yang besar untuk Kabupaten…

ACT akan Terbangkan 97 Pengungsi Minang di Wamena Papua ke Kampung Halaman

ACT akan Terbangkan 97 Pengungsi Minang di Wamena Papua ke Kampung Halaman

PADANG — Menanggapi konflik sosial yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera…

Baznas Kota Solok Bekerjasama dengan PDAM Berikan Subsidi Fasilitas Air Minum Untuk KK Miskin

Baznas Kota Solok Bekerjasama dengan PDAM Berikan Subsidi Fasilitas Air Minum Untuk KK Miskin

SOLOK – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Solok bekerjasama dengan PDAM Kota Solok memberikan subsidi pada…

Tidak Memiliki Dokter Kulit dan THT, Pelayanan Pasien di RSUD Pariaman Tidak Optimal

Tidak Memiliki Dokter Kulit dan THT, Pelayanan Pasien di RSUD Pariaman Tidak Optimal

PARIAMAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman milik Pememerintah Provinsi Sumatera Barat tidak miliki Dokter Kulit…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer