Connect with us

Ekonomi

Terminal Type A Padang Tuntas, Targetkan Beroperasi Idul Fitri 2021

Targetkan Beroperasi Idul Fitri 2021, Pembangunan Terminal Type A Padang Tuntas


PADANG – Pembangunan Terminal Type A Anak Air di Kota Padang rampung pada akhir Desember 2020. Namun, terminal itu belum bisa dioperasikan, karena masih membutuhkan sarana pendukung lainnya.

Hal itu diakui Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Deny Kusdyana, Rabu (30/12/2020). Dikatakannya, hingga Selasa (29/12) pembangunan terminal ini sudah mencapai 98,9 persen. Sehingga, pengerjaannya tinggal 1,1 persen lagi.

“Secara umum pengerjaan sudah selesai. Yang tersisa pengerjaannya cuma mayoritas kaca, sama material Alumunium Composite Panel (ACP). Kaca didatangkan dari Jakarta. Jadi mesti bersabar. Ini tetap bekerja terus sampai malam, lembur. Dengan 31 Desember akhir kontraknya, kita harapkan seluruh kaca sudah terpasang. Jadi, tinggal lagi pembersihan,” ungkapnya.

Selain pemasangan kaca dan ACP, saat ini juga sedang dilakukan pengeboran air tanah. Selain menggunakan air tanah, kata Deny, pihak pelaksana pembangunan juga sudah berkordinasi dengan Perumda Air Minum Kota Padang, untuk penyediaan air bersih. “Jadi selain air tanah, penyediaan air bersih juga bisa disuplai dari PDAM (Perumda Air Minum Kota Padang-red),” ungkap Deny.

Untuk pengoperasian Terminal Type A Anak Air ini, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar juga sudah koordinasi dengan Direktorat Prasarana Transportasi Darat Kemenhub. Deny tidak memungkiri, awalnya terminal ini dioperasikan Desember 2020. Namun, dengan kondisi sarana dan prasarana yang belum lengkap, Deny berharap terminal ini dapat beroperasi pada Lebaran (Hari Raya Idul Fitri) 2021 nanti.

“Paling tidak lebaran nantilah. Sebenarnya fungsional sudah bisa. Kita kuatir ada kekecewaan dari masyarakat, karena sarana pendukungnya belum ada. Terminal ini kan Kementerian Perhubungan yang membangun. Kita ingin terminal baru ini hadir dengan suasana yang kita dambakan bersama. Dari awal kita ingin memberikan kenyamanan dan ketertiban dengan suasana yang berbeda dengan terminal lain,” ujarnya.

Setelah selesai pembangunan terminal ini akhir tahun ini, maka selanjutnya seluruh sarana dan prasarana dilengkapi, sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna jasa. Yakni, ada sarana pendukung meubiler seperti kursi dan meja tunggu penumpang, rambu-rambu, petunjuk jalur dan ruangan dan toilet, serta tenant untuk UMKM.

Deny menyebutkan, ada 36 tenant untuk UMKM di lantai II yang disediakan. Selain itu, juga ada lapangan futsal di lantai III dan juga tempat bagi berbagai event serta tempat untuk kafe-kafe yang menyajikan kuliner dengan pemandangan perbukitan yang indah.

Di lantai II juga ruangan kosong yang sangat fleksibel untuk disewakan. Sehingga bagi yang berminat menyewa ruangan kosong ini bisa dipakai sesuai ukuran yang diinginkan. Untuk penempatan UMKM pada tenant ini, karena Terminal Type A Anak Air ini asset negara, juga ada terlibat Kementerian Keuangan untuk kerjasamanya nanti. Di mana Kementerian Keuangan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), juga akan menghitung berapa besaran sewa tenant untuk UMKM di terminal ini.

“Kami dari Kementerian Perhubungan akan berikan kepada masyarakat berapa harga sewa. Jika ternyata banyak yang berminat untuk menyewa tenant-tenant ini nanti, tentu semuanya ada proses dan seleksinya. Prinsipnya kita terbuka untuk semua. Hanya saja semuanya harus melalui proses, agar ada transparansi tidak ada yang dikecewakan,” harapnya.

Untuk operasional, sarana dan prasarana berikutnya yang perlu disiapkan adalah ticketing. Deny menyebutkan, saat ini alat Ticket Vending Machine (TVM) sudah ada dikirim dari pemerintah pusat. Tinggal lagi penggunaan system dan aplikasinya yang harus diharmonisasikan dengan seluruh PO yang ada.

Dengan telah selesainya pembangunan Terminal Anak Air ini, Deny berharap dukungan Pemprov Sumbar maupun Pemko Padang untuk memperlebar akses jalan masuk ke terminal ini.

“Termasuk tahun 2021 nanti, minimal sudah ada pengerasan di bahu jalan ke terminal ini. Termasuk juga dukungan dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Barat untuk menyesuaikan perlintasan sebidang akses masuk ke terminal ini,” harapnya.(yose)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Ekonomi

Rupiah Loyo, Dolar AS Pagi Ini Rp14.092

Pagi Ini, Rupiah Menguat Tipis


JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan pagi ini. Rupiah berada di level Rp14.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (25/2/2021) pada pukul 09.20 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 7.5 poin atau 0,05% ke level Rp14.092 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.082 hingga Rp14.092 per USD.

Sementara itu, yahoofinance mencatat rupiah melemah ke level Rp14.085 per USD. Di mana, dalam pergerakan harian Rp14.085 – Rp14.085 per USD.

Sebelumnya, Dolar AS menyentuh posisi terendah dalam tiga tahun terakhir terhadap mata uang terkait komoditas seperti dolar Kanada, Australia dan Selandia Baru. Di sisi lain, dolar AS melemah karena kebijakan The Fed.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa suku bunga AS akan tetap rendah dan The Fed akan terus membeli obligasi untuk mendukung ekonomi AS. Pernyataan Powell mendorong dolar ke dalam perdagangan reflasi, yang mengacu pada peningkatan aktivitas ekonomi serta inflasi.

Di sisi lain, mata uang terkait dengan komoditas mendapat manfaat dari kenaikan dalam perdagangan global. Seperti mata uang di negara-negara seperti Inggris telah diuntungkan dengan membuat kemajuan dalam pemulihan dari pandemi virus corona. (aci)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

LPS Turunkan Tingkat Bunga Penjaminan

Rupiah Baru Mirip Yuan, Ketua Kadin: Semua Negara Desainnya Beda


JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan untuk rupiah pada Bank Umum dan BPR masing-masing sebesar 25 bps (basis point) serta menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan untuk valuta asing pada Bank Umum sebesar 25 bps (basis point).

Dengan demikian, Tingkat Bunga Penjaminan untuk Rupiah pada Bank Umum ditetapkan menjadi sebesar 4,25% dan untuk valuta asing pada Bank Umum sebesar 0,75%.

Sementara itu, Tingkat Bunga Penjaminan untuk Rupiah pada BPR menjadi sebesar 6,75%. Tingkat Bunga Penjaminan tersebut berlaku mulai tanggal 25 Februari 2021 hingga tanggal 28 Mei 2021.

Selanjutnya, LPS akan tetap melakukan monitoring dan membuka ruang evaluasi atas Tingkat Bunga Penjaminan sebelum akhir periode tersebut sesuai dinamika kondisi perekonomian dan perbankan.

Anggota Dewan Komisioner LPS Didik Madiyono menyampaikan bahwa kebijakan penurunan Tingkat Bunga Penjaminan LPS tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain arah suku bunga simpanan perbankan yang terus menunjukkan tren penurunan, kondisi dan prospek likuiditas perbankan yang relatif longgar serta perkembangan terkini dari pemulihan perekonomian yang memerlukan dukungan berupa sinergi kebijakan dari otoritas keuangan.

“LPS menurunkan Tingkat Bunga Penjaminan dengan pertimbangan bahwa kondisi likuiditas perbankan saat ini berada pada kondisi yang cukup stabil yang ditandai dengan penurunan suku bunga pasar simpanan. LPS juga memandang bahwa pemulihan aktivitas ekonomi perlu diakselerasi dengan penguatan intermediasi perbankan. Oleh karena itu, LPS berharap kebijakan ini dapat memberikan ruang lanjutan bagi penurunan suku bunga kredit perbankan yang pada gilirannya digunakan mendukung pembiayaan sektor riil,” ujar Didik Madiyono di Jakarta, Rabu (24/2/2021), dikutip dari okezone. (rn/*)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Menguat Tipis, Rupiah Berada di Rp14.085/Dolar

Rupiah Menguat Seiring Terhambatnya Pemulihan Ekonomi AS


JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis di perdagangan hari ini. Rupiah pagi ini berada di level Rp14.000-an per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rabu (24/2/2021) pada pukul 10.02 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 7,5 poin atau 0,05% ke level Rp14.085 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.072 hingga Rp14.085 per USD.

Sementara itu, yahoofinance mencatat rupiah berada di level Rp14.122 per USD. Dalam pergerakannya Rupiah landai di Rp14.122 per USD.

Adapun kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta berada di Rp14.073 per USD, menguat dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.093.

Pagi ini, indeks dolar AS sedikit menguat pada akhir perdagangan Selasa sore (Rabu pagi WIB). Dolar menguat setelah ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menolak pernyataan bahwa kebijakan moneter yang longgar berisiko melepaskan inflasi, sementara pound Inggris naik ke level tertinggi baru dalam tiga tahun terakhir.

Meningkatnya kemungkinan Kongres akan meloloskan rencana stimulus Presiden Joe Biden sebesar USD1,9 triliun telah memicu kekhawatiran tentang kemungkinan lonjakan inflasi. Seiring meningkatnya ekspektasi tersebut, begitu pula popularitas dari apa yang disebut perdagangan reflasi, yang bulan ini telah menarik dolar lebih rendah. (aci)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer