Connect with us

News

TGB Terima Bantuan dari Pemko dan Warga Pariaman untuk Korban Gempa Lombok

TGB Terima Bantuan dari Pemko dan Warga Pariaman untuk Korban Gempa Lombok


Senin, 03 September 2018 – 20:02:32 WIB – 141

Wawako Pariaman didampingi oleh Kadis Dikpora, Kanderi dan Kabag Kesra, Armaizal serahkan bantuan kepada Gubernur NTB, TGB

PARIAMAN – Wakil Walikota Pariaman, Genius Umar mengantarkan dan menyerahkan secara langsung bantuan sumbangan dari Pemko dan masyarakat Kota Pariaman untuk korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (3/9).

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi di ruang kerjanya.

Walikota Pariaman terpilih Pilkada 2018 tersebut menyampaikan bahwa pemerintah dan masyarakat Kota Pariaman turut berduka dan berbelasungkawa atas kejadian gempa yang menimpa masyarakat NTB.

“Lombok dan Kota Pariaman memiliki kesamaan yakni terletak di pesisir pantai dan rawan bencana gempa. Oleh sebab itu Saya hadir disini menyampaikan rasa belasungkawa kepada masyarakat yang terkena musibah di Lombok,” ungkapnya.

“Dan pada hari ini kami menyerahkan bantuan berupa uang senilai Rp. 125 juta. Bantuan ini merupakan bantuan yang dikumpulkan oleh ASN, Pramuka, guru-guru dan masyarakat Kota Pariaman,” lanjutnya.

Wawako Pariaman juga bertemu dengan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Laksamana Muda Willem Rampangilei. Dalam kesempatan pertemuan tersebut Genius melaporkan bahwa Kota Pariaman terus berupaya untuk menjadi daerah yang siaga terhadap bencana. Salah satu langkah yang sudah ditempuh oleh Kota Pariaman yakni membentuk kelompok siaga bencana di tingkat desa/kelurahan.

Sementara itu Gubernur yang akrab disebut Tuan Guru Bajang (TGB) dan Ketua BNPB, keduanya mengucakan terimakasih kepada Pemko dan masyarakat Kota Pariaman yang telah ikut berpartisipasi meringkankan beban masyarakat Lombok.

Dalam penyerahan bantuan itu, Wawako Pariaman didampingi oleh Kadis Dikpora Kota Pariaman, Kanderi dan Kabag Kesra, Armaizal. (war)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri

Tag: daerah,indonesia,metro,nasional,sosial,sumatra-barat

Prediksi Tepat Roy Suryo Soal Jokowi Tampil Via Video di Closing Asian Games

Prediksi Tepat Roy Suryo Soal Jokowi Tampil Via Video di Closing Asian Games

POLITIK – Politikus Partai Demokrat, Roy Suryo, menyoroti kemunculan Presiden Joko Widodo lewat video di closing…

Jamaah Haji Tanah Datar Pulang Kampung, 2 Orang Masih di Tanah Suci

Jamaah Haji Tanah Datar Pulang Kampung, 2 Orang Masih di Tanah Suci

BATUSANGKAR – 279 Jamaah Haji Kabupaten Tanah Datar menjelang Magrib tiba di kota Batusangkar dengan selamat, Jumat…

Soal Bonus Atlet yang di Luar Perkiraan, Begini Tanggapan Menkeu Sri Mulyani

Soal Bonus Atlet yang di Luar Perkiraan, Begini Tanggapan Menkeu Sri Mulyani

BUKITTINGGI – Pemerintah akan segera mencairkan bonus untuk para atlet Indonesia yang berhasil meraih medali pada ajang…

DPR Minta Pemerintah Tekan Myanmar Jalankan Keputusan PBB Terkait Rohingya

DPR Minta Pemerintah Tekan Myanmar Jalankan Keputusan PBB Terkait Rohingya

POLITIK – Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Rofi Munawar mendorong Pemerintah Myanmar…

Bupati Limapuluh Kota Lantik Sekda dan Pejabat Pengawas

Bupati Limapuluh Kota Lantik Sekda dan Pejabat Pengawas



LIMAPULUH KOTA – Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi lakukan pelantikan Pejabat Sekretaris Daerah dan puluhan…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Beri Kritik Soal Anggaran Dana Kartu Prakerja – Fadli Zon

Juliari Korupsi Bansos, Fadli Zon: Kesempatan Bikin Orang Jadi Maling


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tak henti-hentinya memberikan kritik kepada pemerintah. Kali ini, ia mengkritik terkait anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis, apalagi kini masyarakat banyak terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli di akun Twitternya yang dilihat Selasa, 20 Juli 2021.

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. 

elain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang. Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.

Perempuan yang kerap di sapa Ani itu mengatakan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggaran tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Buang-buang Uang, Sebaiknya Bayar Insentif Nakes! – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Program Kartu  Prakerja merupakan program yang hanya buang-buang uang. Oleh sebab itu, dia mengkritik keras ketika pemerintah mengumukan akan menambah Rp10 triliun untuk program tersebut.

Penambahan anggaran itu diklaim pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Fadli Zon menilai, seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/07/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp10 triliun juga dikatakan Fadli Zon bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja hingga Rp10 triliun sebagai bagian dari perlindungan sosial selama pandemi COVID-19. Semula, pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dengan sasaran 5,6 juta orang peserta.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun dengan total 8,4 juta,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/07/2021). 

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, kenaikan anggaran tersebut karena hasil survei menunjukkan bahwa program terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi COVID-19. 

Mekanisme program Kartu Prakerja tambahan ini masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Setiap penerima akan mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan untuk 4 bulan.

Adapun total jumlah bantuan yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta. Tiap peserta juga akan mendapatkan dana sebesar Rp50 ribu setiap kali mengisi survei.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ngawur Mana Militernya? – Fadli Zon

Dana Haji Mau Dipakai Perkuat Rupiah, Tanya Fadli Zon: Pemilik Dana Rela Uangnya Dipakai?


Anggota DPRI RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Dalam pernyataannya, Muhadjir menyebut Indonesia berada di kondisi darurat militer dalam menangani pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitter–nya, @fadlizon, Fadli Zon menilai pernyataan Muhadjir asal-asalan alias ngawur.

Ia menyesalkan penggunaan istilah darurat militer dalam pernyataan Menko PMK ini.

Pernyataan ini ngawur, kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya ?” tulis Fadli Zon, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, pernyataan dari Muhadjir menambah bukti, koordinasi pemerintah penanganan Covid-19 yang kurang. https://d-1023473858618586686.ampproject.net/2107030008001/frame.html

Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep n pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan covid,” katanya.

Selain Fadli Zon, kritik juga datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua PKS Sukamta, pernyataan Menko PMK ngawur dan semakin menunjukkan pemerintah masih gagal membangun koordinasi di internal mereka.

“Sudah hampir satu setengah tahun pandemi covid, masih saja pejabat pemerintah buat pernyataan-pernyataan yang membingungkan dan tidak punya pijakan hukum yang jelas,” katanya kepada Tribunnews, Minggu (17/7/2021).

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer