Connect with us

Payakumbuh

Tokoh Masyarakat Latina Duduk Semeja Dengan Riza Falepi, Bahas Pembangunan Kedepan – siarminang.net

Tokoh Masyarakat Latina Duduk Semeja Dengan Riza Falepi, Bahas Pembangunan Kedepan – Beritasumbar.com

Payakumbuh ,siarminang.net,- Wali Kota Riza Falepi didampingi Sekda Rida Ananda dan Camat David Bachri menjamu tokoh masyarakat Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) di salah satu rumah makan di Payakumbuh, Senin (11/1) siang.

Ada Ketua KAN Nagori Sungai Durian Dt. Panghulu Sati, Ketua KAN Parambahan Dt. Tama Rajo, Ketua KAN Koto Panjang Dt. Majo Lobiah Nan Putiah bersama Angku Yanuar Imam, serta tokoh adat dan pemuda Latina lainnya.

Menurut keterangan dari Putra Idaman, selaku perwakilan rombongan, mereka kangen dengan Wali Kota Riza Falepi, selain bersilaturahmi mereka ingin berkoordinasi memberi beberapa masukan terkait pembangunan, bahkan menyampaikan apresiasi atas apa yang sudah Riza lakukan untuk Latina selama menjabat sebagai wali kota.

“Contohnya saja rehab IPLT, sungguh rumit pelaksanaan proyeknya di masa pandemi Covid-19, namun berkat kerjasama seluruh lini, dapat terselesaikan dan diresmikan akhir Desember 2020 lalu, kami sangat mengapresiasi sekali keberadaan IPLT di Lamposi, berguna untuk masyarakat banyak,” kata Putra.

Tokoh masyarakat Latina juga menyampaikan masa bakti Riza Falepi sebagai kepala daerah tak lama lagi akan berakhir, ada sekitar 15 bulan lagi. Mereka berharap sosok pemimpin selanjutnya kalau bisa seperti Riza dalam membangun.

“Saroman beliau pulo lah nantiknyo, jan salah pulo kito, kok dapek wali kota nan baru lai nomuah pulo melanjutkan apo nan lah sudah diprogramkan, sehingga tidak tabazzir anggaran kota kito do,” ungkap Putra menambahkan diamini tokoh lainnya.

Menurut mereka, melihat dari sisi pembangunan, potensi Puskesmas Latina yang akan bertransformasi menjadi rumah sakit Type D di masa kepemimpinan Riza sudah di depan mata.

“Tanahnya sudah ada, anggaran pun juga, tinggal dukungan dari warga Latina saja lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Riza Falepi yang sudah dua periode menjadi wali kota bernostalgia menceritakan sejarah saat awal dirinya maju pilkada 2021, maju karena diminta masyarakat dan disuruh pulang kampung. Saat itu Riza sedang menjabat sebagai anggota DPD RI.

Menurutnya, Lamposi sebagai salahsatu wilayah yang memiliki kerumitan tersendiri, potensinya banyak namun saat itu infrastruktur belum memadai. Riza berusaha untuk menyulapnya dalam waktu berjalan, berangsur-angsur tapi pasti dengan melakukan peningkatan pada irigasi, drainase, dan jalan.

“Saya melihat 3 hal dari Lamposi yang berbatasan langsung dengan Mudiak, Kabupaten Limapuluh Kota. Potensinya karena berada dekat dengan tol, bisa punya rumah sakit, dan bisa memiliki akses jalan baru,” kata Riza.

Dengan mantap dijelaskan oleh Riza Falepi yang lulusan S2 Teknik Elektro ITB itu, setelah dia pelajari, arus lalu lintas Payakumbuh lebih 60 persen dari wilayah Mudiak, itu sangat padat. Riza berfikir membangun rumah sakit, setidaknya untuk di awal type D. Puskesmas Lamposi bisa berubah jadi rumah sakit.

Riza juga ingin menjadikan Lamposi sebagai alternatif jalan, dimana ukuran jalannya harus besar, karena di sebelah utara Lamposi bakal ada jalan tol.

“Kendaraan yang keluar dari jalan tol akan masuk ke Payakumbuh, lalu lintas padat juga datang dari daerah Mudiak. Di dalam kita terus mempersiapkan tempat untuk dikunjungi, namun untuk akses kesitunya tentu juga harus kita fikirkan,” kata Riza.

Lebih lanjut, Riza mengatakan juga berencana membuka jalan baru di beberapa titik, Riza sangat mengapresiasi dukungan warga Latina dan anggota DPRD. Bahkan ada warga yang menghibahkan tanahnya demi ada akses jalan baru di Latina, menurut Riza hal itu sangat berdampak besar pada jalannya pembangunan.

“Saat ini pekerjaan yang masih ada tinggal pengerjaan Bandar Batang Pulau saja lagi, Alhamdulillah kerusakan akibat banjirnya tidak sebesar saat dulu, karena beberapa sudah kita kerjakan. Yang terkurang, di tahun anggaran ini kita sempurnakan dan selesaikan,” kata Riza.

Diakhir paparannya, Riza berpesan agar warga Payakumbuh, Latina khususnya harus bisa cerdas dalam memilih kepala daerah setelah masa bakti Riza berakhir.

“Pilihlah yang mau membangun, sayang dengan rakyat. Karena “manandehan pitih” itu gampang. Yang payah itu mencari anggaran ke pusat dan yang pintar menghemat anggaran daerah,” pesan Riza. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Payakumbuh

Polres Payakumbuh Aman Pria Pembuat-Pengedar Uang Palsu, Diedarkan 10 Lokasi – siarminang.net

Polres Payakumbuh Aman Pria Pembuat-Pengedar Uang Palsu, Diedarkan 10 Lokasi – Beritasumbar.com

Payakumbuh, siarminang.net– Polres Payakumbuh, Sumatera Barat mengamankan seorang pria atas nama GUNTUR TRIMERLANDA (26) karena membuat dan mengedarkan uang palsu.

Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim AKP M. Rosidi, di Payakumbuh, Kamis mengatakan  tersangka diamankan pada Rabu (20/1) di Jorong Batu Bakuruang Kenagarian Mungo Kecamatan Luak Kabupaten Limapuluh Kota,

“Diamankan sedang tidur di rumah istrinya sekira jam 21.30 WIB,” kata dia.

Lebih lanjut menjelaskan, uang palsu yang dicetak secara mandiri oleh pelaku dan diedarkan pada 10 tempat di Wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Pada sepuluh lokasi tersebut pelaku membelanjakan uang palsu itu diantaranya handphone, sepeda motor, serta keperluan pelaku lainnya.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan uang palsu sejumlah Rp.2,320.000,00 dengan perincian 19 lembar pecahan Rp.100.000,00,  delapan lembar Rp.50.000,00, dan satu lembar pecahan Rp.20.000,00.

Selain itu, juga diamankan satu unit printer merk Canon Pixma seri MP 287 warna hitam lengkap dengan fhotocopy, satu unit handphone merk Xiomi note 5 warna putih gold, satu gunting warna biru hitam.

Kemudian juga 38 lembar kertas ukuran A4 sisa dari bahan pembuatan uang palsu, tiga lembar kertas ukuran A4 yang sudah cetak gambar uang pecahan Rp.50.000.00, serta satu unit sepeda motor merek Jupiter tanpa surat-surat alias trondol.

Rosidi menambahkan, pelaku telah melakukan tindak pidana yang melanggar pasal 36 ayat (3) Jo pasal 26 ayat (3) Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang Jo pasal 245 K.U.H.Pidana yakni mengedarkan dan/atau membelanjakan serta membuat uang palsu. rupiah palsu, atau dilarang mengedarkan dan/atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu, dan atau turut serta melakukan perbuatan itu, Sebagaimana dimaksud dalam rumusan. (Tim)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Asik Ngelem Dan Bawa Sajam, 3 Pemuda Diamankan Satpol PP Payakumbuh – siarminang.net

Asik Ngelem Dan Bawa Sajam, 3 Pemuda Diamankan Satpol PP Payakumbuh – Beritasumbar.com

Payakumbuh ,siarminang.net,- Menindaklanjuti laporan warga dengan adanya beberapa remaja yang kedapatan sedang mabuk akibat menghisap lem Banteng sehingga sering meresahkan sampai terjadi perkelahian, pada Selasa (19/1) dini hari sekitar pukul 02.00, Tim Penegak Peraturan Daerah Kota Payakumbuh bergerak cepat mengamankan 3 orang pemuda di depan Mesjid Muhammadiyah, pusat Kota Payakumbuh.

Usai diamankan, mereka dibawa ke kantor Satpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh untuk diproses oleh tim penyidik Pol PP sesuai arahan Kasatpol PP Devitra didampingi Kabid PPD Ricky Zaindra, dan Kasidik Alrinaldi.

Dari hasil intograsi, mereka terbukti melanggar Perda Kota Payakumbuh Nomor 10 Tahun 2015 Tentang Penyalahgunaan Lem dengan barang bukti 1 kaleng lem banteng, 3 plastik lem banteng, dan 1 pucuk senjata tajam.

Pria berinisial IH (19 Tahun), bekerja sebagai tukang parkir, mengaku tinggal di Kelurahan Piliang ditindak lanjuti dengan memberikan pembinaan/penyuluhan tentang bahaya lem, kemudian memanggil kedua orang tua dan membuat surat penyataan bermaterai tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Pelaku IH kemudian diserahkan kepada pihak Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) untuk di cek kesehatannya, karena dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan juga mengakui sering melakukan hubungan sejenis dengan penderita HIV,” papar Kasatpol PP Devitra.

Kemudian IMF (15 tahun), pengangguran, warga Nan Kodok dan JS (14 Tahun) pelajar kelas 7 SMP, warga NDB ditindak lanjuti dengan memberikan pembinaan/penyuluhan tentang bahaya lem, kemudian memanggil kedua orang tua dan membuat surat penyataan bermaterai tidak akan melakukan perbuatan melanggar Perda itu lagi.

“Kami Pol PP bersama Dinas Sosial mengantarkan pelaku IMF ke LSM GEMPA untuk direhabilitasi, sehubungan karena orang tuanya tidak lagi sanggup untuk melakukan pembinaan dan pengawasan pada anaknya. Sementara itu, pelaku yang berstatus pelajar diserahkan kembali kepada pihak keluarga (orang tua) untuk dibina lebih lanjut, pelaku juga membuat surat pernyataan diatas materai,” papar Devitra.

Kasatpol PP dan Damkar Devitra berpesan penyalahgunaan lem sangat membahayakan karena berdampak merusak kesehatan organ tubuh, selain itu juga sangat berpotensi menimbulkan depresi dan bahkan ganguan jiwa.

“Oleh karena itu dihimbau kepada orang tua, ninik mamak agar memantau pergaulan anak kemenakanya saat berada diluar rumah sehingga terhindar dari permasalahan yang akan berdampak buruk pada mereka baik dari segi pidana maupun dari segi kesehatan,” himbaunya. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

entrepreneur

51 Paket Pelatihan Akan Diselenggarakan Pada 2021 – siarminang.net

51 Paket Pelatihan Akan Diselenggarakan Pada 2021 – Beritasumbar.com

Payakumbuh, siarminang.net– Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh, mengemukakan pada tahun 2021 akan  ada 51 pelatihan keterampilan dari berbagai bidang yang akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) setempat

51 paket pelatihan yang dilakukan tersebut merupakan program dari BLK Provinsi Sumbar yang dilaksanakan di BLK yang berada di daerah itu, kata Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh Wal Asri di Payakumbuh, Selasa.

“Pelatihan ini memang tidak hanya diperuntukkan kepada masyarakat Kota Payakumbuh saja. Namun, kami akan memaksimalkan pesertanya ini nanti dari Payakumbuh,” kata dia.

Kehadiran pelatihan, katanya memang dibutuhkan di situasi pandemi COVID-19 saat ini. Terlebih di masa pandemi setidaknya ada 593 tenaga kerja di Payakumbuh yang dirumahkan bahkan di PHK.

“Memang sudah banyak yang kembali bekerja saat ini. Namun, bagi yang masih belum bekerja dan berminat untuk mengikuti pelatihan ini dipersilahkan untuk mendaftarkan diri,” ujarnya.

Bagi yang memiliki usaha di bidang tersebut dan mengikuti pelatihan, ini diharapkan dapat meningkatkan keahliannya sehingga yang dihasilkan juga lebih berkualitas.

Ia mengatakan beberapa bidang atau jenis pelatihan yang akan dilaksanakan di BLK Payakumbuh seperti teknisi telepon genggam, pengelasan, mekanik sepeda motor dan pelatihan membuat kue.

“Saat ini yang masih dibutuhkan itu yakni teknisi telepon genggam 20 orang, pengelasan 20 orang, mekanik sepeda motor 11 orang dan membuat kue 17 orang,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan bisa langsung mendatangi kantor Disnakerperin yang terletak di Padang Kaduduak.

“Tidak ada persyaratan khusus untuk jenjang pendidikan yang diminta. Namun, tentu untuk dapat mengikuti pelatihan ini akan ada penyeleksiannya,” kata dia.

Ia mengatakan pelatihan direncanakan akan dimulai pada Februari mendatang dan ditargetkan dapat selesai sebelum Oktober. Sebab, satu paket pelatihan hanya akan bisa diikuti oleh 16 orang.

“Pelatihan ini dipastikan akan mematuhi protokol kesehatan, jadi satu paket pelatihan tidak diikuti oleh banyak orang. Pesertanya dibatasi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang menjajaki kerjasama dengan Bank Nagari untuk memberikan pelatihan pemasaran melalui daring.

Hal ini sangat bermanfaat untuk beberapa program olahan makanan, sandang dan kerajinan di Kota Payakumbuh. “Pada saat ini akses untuk mengirim barang sudah mudah, ini harus dapat dimanfaatkan. Pelatihan ini nantinya akan menghadirkan narasumber yang ahli di bidang itu,” katanya. (Asa)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer