Connect with us

News

Wabup Rusma Yul Anwar Serahkan Donasi Rp147 Juta dari IKM Jayawijaya ke Korban Wamena

Wabup Rusma Yul Anwar Serahkan Donasi Rp147 Juta dari IKM Jayawijaya ke Korban Wamena


PADANGPOS.COM (Pessel)—–Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar Rusma Yul Anwar bersama IKM Jaya Wijaya menyalurkan bantuan pada 129 orang korban Wamena yang pulang kampung.

Bantuan itu merupakan bentuk dari perhatian sosial terhadap sesama perantau. Padahal, bosa saja penerima dan pemberi sama-sama korban. Namun, tetap lebih mengutamakan kebersamaan. 

“Rasa dan Perjuangan itu. Mereka yang telah memperjuangkan nasib saudaranya. Saya mengapresiasinya. Rasa itu,” ungkapnya di sela-sela penyerahan bantuan IKM Jayawijaya pada korban di Kantor Camat, Kamis (31/10)

Acara dihadiri Sekretaris Umum Novri Zendra DPD IKM Jayawijaya bersama isteri dan tiga Wakil Ketua. Camat Bayang Utara, Ronald Bernando. Pemuka masyarakat dan penerima bantuan. 

Menurutnya, rasa itu perlu dipertahankan. Di tengah gejolak sosial yang mulai kasat mata, DPD IKM masih dapat mempertahankan nilai-nilai sosial. Sesuatu yang dikhawatirkan bakal hilang ditelan waktu. Secara perlahan. 

Bantuan itu, ujarnya, semacam stimulan bagi perekonomian korban yang kini berada di kampung halaman. Ia berharap, bentuan agar dimanfaatkan secara baik, sehingga memberi arti secara nyata.

“Bak pituah Minang, satitiek tolong dilauikan, nan sakapa digunuangkan (Setitik dilautkan, nan sekepal tolong digunungkan). Utamakan belanja kebutuhan pokok),” imbaunya. 

Lebih dari itu, Sesuai informasi yang ia terima, ulasnya, Pemprov juga bakal membantu bagi para perantau yang hendak kembali. Pihaknya segera melakukan koordinasi ke provinsi.

Kendati demikian, dirinya menegaskan, jika pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat kondisi saat ini. Upaya pemulihan ekonomi korban yang memutuskan tinggal di kampung secepatnya dilakukan.

Pelaksanaannya tersebar di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan sesuai tugas pokok dan fungsinya, sehingga lebih terukur. Dengan begitu, para korban segera beradaptasi dengan iklim ekonomi daerah. 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Umum Novri Zendra menyampaikan, organisasi menjadi penyalur donasi, guna meringankan beban sanak saudara. Korban peristiwa pilu di 23 September 2019 itu.

Total dana yang bakal dibagikan mencapai Rp147 juta. Donasi diberikan untuk sebanyak 129 orang penerima. Dari jumlah itu, korban kebakaran mendapat Rp1 juta. Meninggal dunia Rp3 juta.

“Di Bayang Utara ini 91 orang. Batangkapas, Sutera dan Lengayang 29 orang. Kami hanya penyalur. Terima kasih ke semua pihak yang telah membantu hingga kegiatan terlaksana,” ujarnya. 

Pendanaan, sebutnya, bersumber dari donasi yang diberikan para donatur yang prihatin terhadap nasib korban. Panggil nurani melihat konrisi sanak saudaranya. Korban Wamena yang tengah menenangkan diri dan fikirannya usai tragedi itu.

Awi, 36 tahun, salah seorang korban penerima bantuan sangat bersyukur dengan donasi itu. Sebagian dari Donasi yang ia terima, ucapnya, bakal diberikan pada karyawan empat unit tokonya yang terbakar. 

“Buliah bisa samo marasokan (biar bisa sama merasakan. Karena sama-sama menjadi saksi kejadian nahas itu. Saya terharu. Bukan besar kecilnya yang saya nilai, tapi rasa kepedulian itu,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Camat IV Nagari Bayang Utara, Ronald Bernando mengatakan terima kasih pada para donatur. Pasca kejadian itu, total warganya yang pulang 389 orang.

Sedangkan secara keseluruhan, total warga di kecamatan yang identik dengan jembatan akar berjuluk Negeri Atas Awan itu di Bumi Cendrawasih kurang lebih 1.500 orang.

Sekitar 1.000 orang diantaranya berada di Wamena. Sedangkan sisanya yang kisaran 500 orang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Papua.

Ia berharap, pemulihan bisa segera terjadi. Ia juga kian meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupatenjelasnya. “Terakhir bersama empat OPD di sini. Ada dari BPM, Disnaker. Dinas Sosial dan BPBD,” tutupnya.

http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1
//<![CDATA[
var APPID = $('#facebook-comment-appid').text();
if (APPID == '' || APPID == null) {
APPID = '218168578325095';
}
window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : APPID,
status : true, // check login status
cookie : true, // enable cookies to allow the server to access the session
xfbml : true // parse XFBML
});
};
(function() {
var e = document.createElement('script');
e.src = document.location.protocol + '//connect.facebook.net/en_US/all.js';
e.async = true;
document.getElementById('fb-root').appendChild(e);
}());
$(window).on("load resize",function(){var a=location.protocol+"//"+location.host+location.pathname;var b=$(".post-body").width();$("#container-commentfb").html('

‘);FB.XFBML.parse()});//]]>



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer