Connect with us

News

Wagub Nasrul Abit Ajak Warga Sumbar Sukseskan TORA

Wagub Nasrul Abit Ajak Warga Sumbar Sukseskan TORA


Rabu, 06 Juni 2018 – 04:53:53 WIB – 37

Wagub Nasrul Abit Ajak Warga Sumbar Sukseskan TORA

Wagub Sumbar Hadiri pertemuan TORA, Senin (4/6)

Pilwako Kota Padang 2018

JAKARTA – Untuk tahun 2019 Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) di Sumatera Barat target penyelesaian seluas 70.785, 75 ha di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Solok, Kepulauan Mentawai, Kota Padang dan Kota Payakumbuh sehingga total target TORA di Sumatera Barat untuk tahun 2018 dan 2019 seluas 146.335, 78 ha.

Program ini memberikan hak akses kepemilikan kepada kawasan hutan bagi masyarakat yang mendapatkan program TORA tersebut. Kawasan hutan yang sudah dilepaskan menjadi APL dari program TORA ini akan disertifikatkan oleh BPN nantinya.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Barat H. Nasrul Abit yang didampingi oleh Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kehutanan serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat disela-sela mengikuti Rapat Kerja Nasional Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (PPTKH) 2018 di aula Birawa Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Rapat yang dipimpin oleh Menko Perekonomian, turut hadir juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang yang diwakili oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional dan Sekretaris Kabinet serta perwakilan pemerintah dari seluruh Provinsi se-Indonesia.

Wagub Nasrul Abit juga menyampaikan, dalam Rakernas PPTKH 2018 ini tentang undang-undang Kehutanan mengalami revolusi dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang kompleks dihadapi oleh pemerintah daerah maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Luas dan kayanya Hutan Indonesia perlunya pengelolaan Hutan dengan baik dengan mekanisme penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan dalam rangka menyelesaikan dan memberikan perlindungan hukum ats hak-hak masyarakat dalam kawasan hutan yang menguasai tanah di kawasan hutan perlu dilakukan kebijakan yang telah di atur di PPTKH.

Pemerintah daerah melakukan pengawasan dalam pengelolaan PPTKH di daerah nantinya seperti di Sumatera Barat penataan ruang di Sumatera Barat sedang dilakukan pembenahan agar berjalan bersamaan dengan PPTKH sehingga bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku, terang Nasrul Abit Dt. Malintang Panai.

Wagub Nasrul Abit juga menegaskan dalam pertemuan rakernas tersebut, Pemprov Sumatera Barat, melalui koordinasi nanti dengan pihak-pihak terkait siap untuk mensukseskan penyelesaian penguasan tanah dalam kawasan hutan Sumatera Barat TORA pada tahun 2018 dengan target seluas 75.550,03 ha yang tersebar di 8 (delapan) Kabupaten dan Kota yakni, Dhamasraya, Sawalunnto, Kabupaten Limapuluh Kota , Pasaman, Pasaman Barat, Sijunjung, Solok Selatan dan Tanah Datar. (Rel)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: metro,padang,sumatra-barat

Parawat Palestina Tertembak Saat Bertugas oleh Militernya, Ini Kata Isrel

Parawat Palestina Tertembak Saat Bertugas oleh Militernya, Ini Kata Isrel

INTERNASIONAL – Militer Israel berjanji akan menyelidiki pembunuhan terang-terangan perawat Palestina oleh tentara…

Anda Menderita Maag? Ketahui Panduan Berpuasa Berikut Ini!

Anda Menderita Maag? Ketahui Panduan Berpuasa Berikut Ini!

KESEHATAN – Tidak terasa puasa Ramadhan sudah menginjak hari ke 19. Bagi Anda yang menderita penyakit maag kambuhan,…

Kunjungi KL Lazismu Taqwa, Mahyeldi Siap Support Pembangunan Muallaf Center Muhammadiyah di Padang

Kunjungi KL Lazismu Taqwa, Mahyeldi Siap Support Pembangunan Muallaf Center Muhammadiyah di Padang

PADANG – Tokoh Muhammadiyah H. Mahyeldi mengunjungi kantor layanan LazisMu Masjid Taqwa Muhammmadiyah Sumbar Jl. Bundo…

Wagub Nasrul Abit , Mari Kita Buka Diri Untuk Investasi Di Sumatera Barat

Wagub Nasrul Abit , Mari Kita Buka Diri Untuk Investasi Di Sumatera Barat

ALAHAN PANJANG – Tim Safari Ramadhan Provinsi Sumatera Barat Wakil Gubenir Nasrul Abit kunjungi Masjid Al-Wustha, …

Kritisi Penyerangan Kantor Radar Bogor oleh Massa PDIP, Ini Kata Mahfud MD

Kritisi Penyerangan Kantor Radar Bogor oleh Massa PDIP, Ini Kata Mahfud MD

POLITIK – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Mahfud MD menyebut penyerangan kantor surat kabar…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Ketidakadilan yang Sempurna – Fadli Zon

Penyuap di Korupsi Bansos Dituntut 4 Tahun, Habib Rizieq 6 Tahun, Fadli Zon: Ketidakadilan yang Sempurna


Kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Menteri Sosial yang juga kader PDIP Juliari Peter Batubara sudah masuk pada tahap ekesekusi.

Terbaru adalah pada kasus korupsi tersebut, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi dua terpidana penyuap  Juliari.

Keduanya dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan (lapas) berdasarkan putusan berkekuatan hukum tetap.

Mereka adalah Harry Van Sidabukke sebagai konsultan hukum, dan Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pada Kamis, 3 Juni 2021, Jaksa Eksekusi KPK, Rusdi Amin telah melaksanakan eksekusi

Eksekusi tersebut dialkukan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 8/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Jkt. Pst tanggal 5 Mei 2021 yang berkekuatan hukum tetap dari terpidana Harry Van Sidabukke.

Eksekusi tersebut dengan cara menggeraknya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Sukamiskin.

Mereka akan menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan

Atas putusan itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon memberikan komentar menohok.

Kasus korupsi bansos yang merugikan rakyat miskin itu dikaitkan dengan kasus Habib Rizieq Shihab.

Fadli Zon membandingkan tuntutan antara Rizieq Shihab dalam kasus tes swab Covid-19 Rumah Sakit Ummi dengan dua penyuap di kasus dugaan korupsi bansos Covid-19, Juliari Batubara.

Habib Rizieq dituntut 6 tahun, di sisi lain penyuap Juliari dituntut lebih sedikit hanya 4 tahun.

“Ketidakadilan yang sempurna,” cuit Fadli lewat Twitter @fadlizon pada Sabtu, 5 Juni 2021.

Sebagai informasi, jaksa menuntut Habib Rizieq Shihab 6 tahun penjaran lantaran dinilai berbohong menyatakan dirinya sehat.

Atas kebohongan itu, jaksa menilai Habib Rizieq di kasus tes usap RS UMMI Bogor, bersalah melanggar pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun tentang 1946 Peraturan Hukum Pidana.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Sangat Prihatin – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Perguruan Tinggi di Indonesia mengalami penurunan signifikan berdasarkan daftar peringkat terbaru yang dikeluarkan lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia The Times Higher Education (THE) yang kembali merilis THE Asian University Ranking 2021 .

Bahkan, Universitas Indonesia (UI) yang didaulat sebagai Universitas terbaik di Indonesia, masih tertinggal jauh dari peringkat universitas negara tetangga, Malaysia. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan sejumlah pihak, termasuk alumni Universitas terbaik di Indonesia tersebut.

Baca juga: Peringkat Perguruan Tinggi Indonesia Terjun Bebas, Tertinggal Jauh dari Malaysia

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon mengaku sangat prihatin mengetahui peringkat almamaternya, UI menurun secara drastis dan disusul oleh kampus Malaysia.

“Sangat prihatin anjloknya peringkat almamater sy UI. Kalah jauh dr UM Malysia,” kata Fadli Zon seperti dikutip SINDOnews dari akun Twitter @fadlizon pada Minggu (6/6/2021).

Berdasarkan penilaian The Time Higher Education (THE) pada penilaian kategori Asia University Rankings 2021, Universitas Indonesia (UI) menduduki peringkat ke-15 di Asia Tenggara dan ke-194 di dunia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menduga turunnya peringkat tersebut terjadi karena UI terlalu dekat kekuasaan.

Fadli Zon bahkan menuturkan bahwa almamaternya itu kemungkinan terlalu asyik berada di menara gading, sehingga menghilangkan sikap kritis dari kampus tersebut. “UI mungkin tll dekat kekuasaan, asyik di menara gading, tak ada lagi sikap kritis thd keadaan, disconnected,” ucap Fadli Zon mengakhiri cuitannya.

Diketahui sebelumnya, Lembaga pemeringkatan Perguruan Tinggi dunia The Times Higher Education (THE) telah merilis THE Asia University Rankings 2021 pada Rabu (2/6/2021).

Dalam penilaian tersebut, kampus UI memperoleh peringkat ke-194 di dunia, dan ke-15 di Asia Tenggara dengan nilai keseluruhan 32.9.

Namun, peringkat UI masih kalah jauh di bawah kampus di Malaysia yakni University of Malaya yang menduduki peringkat ke-49 di dunia.

Kendati demikian, apabila dibandingkan dengan perguruan tinggi lain di Indonesia, UI menempati peringkat pertama se-Indonesia.

  1. Universitas Indonesia (UI)
    Peringkat Dunia: 194
  2. Institut Teknologi Bandung (ITB)
    Peringkat Dunia: 301-350
  3. Universitas Gadjah Mada (UGM)
    Peringkat Dunia:351-400
  4. Institut Pertanian Bogor (IPB)
    Peringkat Dunia: 351-400
  5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    Peringkat Dunia: 351-400
  6. Universitas Brawijaya (UB)
    Peringkat Dunia: 401+
  7. Universitas Diponegoro(Undip)
    Peringkat Dunia: 401+
  8. Universitas Padjajaran (Unpad)
    Peringkat Dunia:401+
  9. Telkom University
    Peringkat Dunia: 401+.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Alasan Fadli Zon Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda 6 Bulan Lagi – Fadli Zon

GAR ITB Tuduh Din Syamsuddin Radikal, Fadli Zon: Kasihan yang Tuduh, Terlalu Terbatas Pengetahuannya


Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Fadli Zon, mengatakan bahwa sekolah tatap muka lebih baik ditunda untuk menghindari penyebaran virus Corona Covid-19 secara massal dikemudian hari. 

“Membuka sekolah tatap muka harus ditunda. Sangat berbahaya. Lebih baik fokus meredakan pandemi ini ketimbang buka peluang penyebaran massal yg nantinya kita sesali,” tuturnya melalui akun Twitter, Sabtu, 5 Juni 2021. 

Fadli menegaskan, keselamatan para murid dan keluarganya adalah prioritas utama sehingga sekolah tatap muka menurutnya lebih baik ditunda hingga 6 bulan kedepan. 

“Lebih baik tunda 3 sampai 6 bulan sampai situasi (pandemi virus corona Covid-19) terukur dan kondusif. Keselamatan siswa dan keluarga harus jadi prioritas,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUDdikdasmen) di Masa Pandemi COVID _19

Panduan ini merupakan alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD dikdasmen dalam memudahkan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM)  terbatas.

Menurut Nadiem, masa depan Indonesia sangat bergantung pada SDM-nya sehingga tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, terlepas dari situasi yang sedang dihadapi saat ini. 

“Dengan semua pertimbangan itulah kami mengupayakan agar pendidik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas penerima vaksinasi Covid-19,” sebut Nadiem.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer