Connect with us

Payakumbuh

13 Anak Punk Diamankan Dan Dibina Satpol PP Payakumbuh – siarminang.net

13 Anak Punk Diamankan Dan Dibina Satpol PP Payakumbuh – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net,- Menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dan merasa terganggu oleh tindakan gank punk di wilayah Kota Payakumbuh, Tim Penegak Perda Kota Payakumbuh atau yang lebih dikenal dengan Satpol PP ini mengamankan sebanyak 13 muda-mudi yang berstyle punk itu, Selasa (26/1) sekitar pukul 14.35 WIB.

Berbeda lokasi, mereka disweeping oleh petugas di dua tempat, yakni Lampu Merah Simpang 4 Labuah Basilang dan Lampu Merah Simpang 4 Kaniang Bukit dan langsung dibawa ke markas Satpol PP Kota Payakumbuh, sempat terjadi kejar-kejaran namun petugas sigap meringkus muda-mudi yang di sekujur tubuh mereka dipenuhi tato tersebut.

Menurut keterangan Kasatpol PP Devitra didampingi Sekretaris Erizon, Kabid PPD Ricky Zaindra, Kabid Trantibum Joni Parlin dan Kasi Penyidik Alrinaldi, para gelandangan ini tetangkap tangan oleh petugas yang melaksanakan patroli, mereka diduga melanggar Perda dengan unsur seperti mengelandang ditempat umum sambil mengamen/meminta uang dengan adanya unsur paksaan, tidak memiliki dan tidak dapat menunjukkan KTP, mabuk-mabukan dengan mengkonsumsi miras jenis tuak, serta tidak mematuhi Prokes Covid-19.

“Kepada petugas Mereka mengaku ada yang dari Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Padang, Pasaman Barat, bahkan dari Lampung,” kata Devitra.

Adapun poin ketentuan Perda Kota Payakumbuh yang dilanggar oleh mereka yaitu: Pasal 9 ayat (2) dan (3) Perda Nomor 05 Tahun 2007 Tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum; Pasal 6A ayat (3) dan (4) Perda No. 12 Tahun 2016 tentang Pemberantasan Penyakit Masyarakat & Maksiat; Serta melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasan Baru.

Dari tangan mereka petugas juga mendapati barang bukti berupa 7 buah gitar (digunakan untuk mengamen) dan 4 liter miras jenis tuak.

Mereka lalu didata dan dibina mental fisik dan disiplinnya oleh Kasatpol PP didampingi Kasi Wasbinluh bersama Kasi Operasional. Kemudian mereka membuat surat pernyataan bersedia tidak lagi melanggar Perda dihadapan Kasi Penyidik dan Penindakan disaksikan Lurah tempat mereka berdomisili.

“Bagi anak-anak yang berdomisili di Payakumbuh mereka diserahkan kembali kepada pihak kelurahan masing-masing ataupun yang bertanggung jawab atas anak Punk tersebut untuk dijemput dan diawasi sebagai mana mestinya,” kata Devitra menjelaskan.

Selain meminta mereka untuk tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dimasa yang akan datang, Devitra juga menghimbau agar mereka ikut berpartisipasi menjaga dan tidak akan mengganggu keamanan dan ketertiban umum di Kota Payakumbuh serta mematuhi ketentuan yang ada.

“Mereka juga bersedia dituntut dimuka pengadilan jika mengulangi perbuatan yang sama di kemudian hari, Jikalau nanti tertangkap lagi oleh kami Satpol PP Kota Payakumbuh melanggar Perda, maka mereka bersedia diberikan sanksi tambahan berupa potong botak rambut, barang bukti berupa gitar disita untuk diamankan di kantor Satpol PP Kota Payakumbuh,” papar Devitra.

Ditempat lain, salahsatu warga Hanif yang mengaku geram dengan keberadaan anak-anak punk tersebut menyampaikan apresiasi atas tindakan yang dilakukan Satpol PP Payakumbuh itu.

“Angkut saja pak, bikin resah orang saja, apalagi saat mereka minta-minta itu kalau ndak dikasih malah marah-marah, kalau di lampu merah mengganggu sekali, nanti orang ndak nyaman kalau singgah ke kota kita,” katanya.

Di tempat terpisah, Tari warga lainnya menyampaikan harapan agar Satpol PP juga menertibkan siapa yang mengkoordinir anak-anak kecil yang disuruh mengamen di beberapa titik di Payakumbuh.

“Ada kami lihat anak kecil bergaya punk-punk disuruh ngamen ke toko-toko, lalu duitnya kayak disetor ke seseorang pak, kami mohon agar diperiksa lagi, jangan sampai terjadi pada anak-anak hal demikian,” pungkasnya. (Relis)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Payakumbuh

Wako Izinkan Sholad Id Di Masjid Atau Lapangan – siarminang.net

Wako Riza Harapkan ASN Jadi Contoh Bagi Masyarakat, Jaga Kinerja Demi Pelayanan Prima – Beritasumbar.com

Payakumbuh — Menindaklanjuti Surat Edaran baru Gubernur Sumatera Barat Nomor : 09/Ed/GSB-2021 Tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi Dalam Masa Pandemi Corona Virus 2019 (Covid-19) Di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021, Wali kota Riza Falepi menyampaikan membolehkan warganya untuk shalat idul Fitri sepanjang tidak membahayakan kondisi lingkungan, artinya sepanjang daerah yang melaksanakan beresiko rendah.

“Pertama, pada prinsipnya kita tidak melarang masyarakat untuk shalat Idul Fitri baik di masjid, lapangan atau dirumah masing-masing. Kedua berdasarkan surat edaran Gubernur tersebut, secara umum kita tidak melarang masyarakat untuk shalat ied di lapangan, sepanjang masyarakat mau menerapkan protokol kesehatan yang ketat dengan mempertimbangkan kondisi penyebaran Covid di daerah atau kelurahan masing-masing,” kata Wali Kota Riza Falepi kepada media, Rabu (12/5).

Pemerintah Payakumbuh tahun ini tetap tidak menfasilitasi pelaksanaan shalat Idul Fitri bersama di halaman balaikota.

Namun, kata Riza, yang perlu diperhatikan sekali adalah kondisi Covid-19 di Payakumbuh belum membaik, jadi Riza sangat berharap masyarakatnya kooperatif dalam pelaksanaan shalat ‘ied di kelurahan-kelurahan nanti, agar selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Pakai masker, jaga protokol kesehatan selama melaksanakannya, semoga kita diberikan kemenangan oleh Allah SWT di hari yang suci dan penuh berkah,” pesan wali kota dua periode itu. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Tim Satgas Covid Kota Payakumbuh Lakukan Monitoring Ke Posko Tingkat Kelurahan – siarminang.net

Tim Satgas Covid Kota Payakumbuh Lakukan Monitoring Ke Posko Tingkat Kelurahan – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net, – Dalam rangka penanganan dan pengendalian Covid-19 di Payakumbuh, Tim Satgas Covid-19 yang tergabung kedalam tujuh kelompok melakukan monitoring ke Posko PPKM mikro di tingkat kelurahan, Selasa (11/05).

Sekretaris Daerah (Sekda) Rida Ananda yang tergabung dalam kelompok satu bersama Kalaksa BPBD, Kadis Pertanian, Kabag Hukum Setdako Payakumbuh, Kabid Humas dan Camat Payakumbuh Utara melakukan monitoring ke Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo dan Kapalo Koto Dibalai.

“Hari ini kita bersama tim ingin memantau dan melihat kesiapan seluruh kelurahan dalam penanganan Covid-19 di Payakumbuh,” kata Sekda Rida Ananda kepada media di Kelurahan Kapalo Koto Dibalai.

“Alhamdulillah di kelurahan yang kita kunjungi hari ini berjalan dengan baik, dimana lurah, babinkantibmas serta masyarakatnya terlibat langsung dalam penanganan covid ini,” tukuknya.

Sekda menyebut, di Kelurahan Kapalo Koto Dibalai ini lurah dan babinkantibmasnya sangat aktif dalam penangan covid, mereka selalu mengantarkan pabukoan dan sahur bagi masyarakat yang terkonfirmasi positif covid-19.

“Terimakasih kepada pak babinkamtibmas Afrin yang telah berperan aktif dalam pencegahan penularan covid-19 bersama lurahnya Candra yang telah menyediakan pabukoan dan sahur bagi masyarakat kita yang positif covid-19, ini patut kita apresiasi karena terkadang memberikan bantuan dengan uang pribadi mereka,” ucapnya.

“Semoga ini semua menjadi ladang amal bagi kita semua,” harap Sekda.

Tak hanya itu, lurah juga aktif mencarikan donasi untuk masyarakat yang kurang mampu, seperti mendatangi pelaku usaha yang ada disekitar kelurahan tersebut untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang kurang mampu yang ada di Kelurahan Kapalo Koto Dibalai.

“Waktu kita monitoring tadi kebetulan di kelurahan sedang ada membagian bantuan untuk masyarakat yang kurang mampu sari Yarsi Ibnu Sina, ini patut dicontoh oleh kelurahan lainnya,” ujarnya.

Kemudian Sekda Rida menjelaskan posko PPKM mimro tersebut akan dilaksanakan sampai tanggal 31/05 mendatang, dan Sekda meminta peran aktif dari lurah untuk terus memberikan edukasi terkait Covid-19 tersebut kepada masyarakat serta terus memantau perkembangan dan keluar masuk perantau di wilayahnya.

“Jangan lupa untuk terus berkoordinasi dengan babinkantibmas, babinsa, puskesmas dan tim satgas Covid-19 Kota Payakumbuh mengenai perkembangan dan masalah yang di hadapi di kelurahan masing-masing,” pungkasnya.

Diakhir kunjungan Sekda Rida Ananda juga memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu yang kebetulan datang ke Kantor Lurah Kapalo Koto Dibalai. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Tim KRYD Polres Dan Tim 7 Pemko Payakumbuh Lebih Intensif Dalam Razia Yustisi Prokes Dan Pelanggaran Perda Lainnya – siarminang.net

Tim KRYD Polres Dan Tim 7 Pemko Payakumbuh Lebih Intensif Dalam Razia Yustisi Prokes Dan Pelanggaran Perda Lainnya – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net,- Pada minggu terakhir bulan ramadhan 1442 H tahun ini, Tim Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) merupakan Tim khusus yang dibentuk polres yang personilnya gabungan dari beberapa satuan kerja di Polres Payakumbuh. Dalam pelaksanaan operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan, tim ini bekerja sama dengan Satpol PP payakumbuh.

Sementara Tim 7 adalah tim gabungan Pemko Payakumbuh terdiri dari beberapa OPD, TNI, Polri, PM, dan Kejaksaan yang dibentuk berdasarkan SK Walikota guna melakukan penegakan terhadap Perda-Perda Kota Payakumbuh.

Dalam razia ini tim mengunakan metode yang lebih represif, artinya jika ditemukan pelanggar terhadap prokes maka akan didata diberikan sanksi sosial/denda dan apabilla ditemukan pelanggar yang telah lebih 1 kali maka diajukan untuk sidang tipiring sesuai dengan ketentuan Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Pada hari Kamis (6/5) kemaren, dilakukan dua kali giat yaitu pada pagi harinya sekitar pukul 09.30 WIB Razia dilakukan oleh Tim KRYD yaitu penegakan Yustisi Prokes di Kantor Pemerintahan serta melakukan penindakan pada warung kelambu/rumah makan yang berjualan pada siang bulan ramadhan.

Pada kantor-kantor pemerintahan, Tim KRYD memantau tingkat kepatuhan prokes di Kantor Samsat Kota Payakumbuh, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Kantor PDAM yang mana pada umumnya di tempat-tempat tersebut sudah mematuhi prokes, hanya ditemukan 1 pelanggar tidak memakai masker.

Sasaran Tim KRYD bersama Satpol PP Payakumbuh kemaren juga menyasar beberapa perbankan di Kota Payakumbuh khususnya yang menyalurkan bantuan pemerintah kepada masyrakat dan usaha swasta yang terpantau banyak pengunjung seperi swalayan dan dealer motor.

Selanjutnya Tim KRYD juga dilakukan penindakan terhadap 2 warung kelambu/rumah makan di Kelurahan Padang Tiakar Kecamatan Payakumbuh Timur yang kedapatan atau tertangkap tangan sudah buka sekitar jam 11.00 WIB, serta terbukti berjualan pada siang ramadhan sehingga petugas mengamankan tersangka berikut barang bukti beberapa termos nasi, sambal dan nasi bungkus ke Mako Pol PP.

Informasi ini juga berdasarkan laporan dari warga masyarakat dan hasil pemantauan dari Tim Intel Pol PP. Perbuatan para tersangka tersebut setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik terbukti melanggar ketentuan Pasal 15 jo Pasal 5 ayat (3) Perda 01 Tahun 2003 tentang Pencegahan, Pemberantasan, Pekat & Maksiat dan juga melanggar Pasal 30 jo Pasal 11 ayat (8) Perda 01 Tahun 2007 tentang Izin Usaha dan Retribusi Kepariwisataan.

“Untuk mempertangung jawabkan perbuatannya maka para tersangka akan menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Payakumbuh pada hari Senin, tanggal 10 Mei 2021 depan,” terang Kasatpol PP Dan Damkar Devitra kepada media, Jumat (7/5).

Pada malam hari sekitar jam 20.30 WIB juga kembali dilakukan razia yang kedua dilaksanakan oleh Tim 7 Pemerintah Kota Payakumbuh melalui pelaksanaan kegiatan Operasi Tim 7 dalam rangka penegakan keamanan dan ketertiban umum serta Penegakan Protokol Kesehatan di Kota Payakumbuh.

Personil Gabungan Tim 7 yang terlibat adalah dari Satpol PP Orang 32 Orang, TNI 8 Orang, POLRI 10 Orang, PM 2 Orang, dan Kejaksaan Negeri 6 Orang. Apel dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Kota Payakumbuh Devitra.

Setelah Apel Tim langsung bergerak ke kafe, tempat usaha, dan pusat-pusat keramaian yang banyak pengunjung di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Sudirman dan Jalan A. Yani sebanyak 12 Lokasi.

Berdasarkan razia tersebut maka terdata pelanggar Protokol Kesehatan (tidak memakai masker) dengan total 38 orang, yang mana semuanya diberikan pengarahan tentang pentingnya memakai masker serta didata di aplikasi SIMPELADA agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. Sementara 1 Tempat Usaha Forest Three Cafe didenda Rp 500.000,-

Pada kesempatan ini Kasatpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh Devitra kembali menghimbau kepada seluruh warga Kota Payakumbuh agar lebih disiplin dalam mematuhi prokes ini dan juga agar tidak melakukan pelanggaran-pelangaran Perda lainnya karena Tim Yustisi akan terus meningkatkan intensitas razia dan penindakan juga akan dilakukan lebih represif sehingga efek jera juga akan lebih maksimal mengingat data penyebaran Covid-19 masih tetap meningkat.

“Kesadaran serta kepedulian masyarakat adalah faktor pendukung utama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sehingga kondisiKota Payakumbuh khususnya dan Indonesia pada umumnya bisa pulih dan normal kembali,” pungkasnya. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer