Connect with us

Payakumbuh

3 Siswa SMPN 1 Payakumbuh Berhasil Masuk Seleksi GSI Timnas Pelajar U-15 – siarminang.net

3 Siswa SMPN 1 Payakumbuh Berhasil Masuk Seleksi GSI Timnas Pelajar U-15 – Beritasumbar.com

Payakumbuh ,siarminang.net,- Prestasi luar biasa ditorehkan oleh 3 orang siswa SMPN 1 Payakumbuh berhasil masuk seleksi Timnas Pelajar U-15 setelah mengikuti Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Nasional 2020.

Putra Arrafi siswa kelas 9.3 dengan posisi Center Back, lalu Gala Pagamo siswa kelas 8.8 dengna posisi Gelandang Serang, Caisar Dzaki Putra Adwinaris siswa kelas 9.5 dengan posisi Kiper.

Mereka mendapatkan kesempatan emas dengan diseleksi langsung oleh Indra Syafri, pelatih Timnas sebagai talent scoutingnya.

Kepala SMPN 1 Payakumbuh Defi Marlitra saat ditemui media di sekolahnya, Senin (30/11) didampingi guru olahraga sebagai pembimbing siswa, Ivan Dermawan, Isna Deriati, Yulfero, Hadi Zondri menyampaikan ucapan terimakasih pada tim pelatih, terutama menejer SMPN 1 Payakumbuh. Menurutnya prestasi ini tak lepas dari dukungan setiap pihak yang bekerja keras membimbing anak.

“Awalnya ada 5 orang siswa SMPN 1 Payakumbuh ikut seleksi GSI di tingkat provinsi, lalu lulus 4 orang siswa dari 5 siswa yang mewakili Sumbar. Alhamdulillah di tingkat nasional terpilih 3 orang siswa kita masuk ke seleksi 30 besar timnas pelajar U-15,” terang Defi.

Putra Arrafi juga terpilih menjadi pemain belakang terbaik dari seluruh peserta GSI.

Defi juga ditanya, bagaimana dukungan sekolah, dirinya menjelaskan dukungan kepada siswa yang mengharumkan nama sekolah itu dengan diberikan uang saku jelang ke Jakarta, administrasi yang diuruskan sekolah, sampai keberangkatan siswa ke Jakarta diuruskan oleh sekolah ke dinas pendidikan.

“Karena pandemi, guru pembimbing tidak dapat mendampingi siswa ke Jakarta, hanya pelatihnya saja yang mendampingi anak di Jakarta, kita berharap anak kita mampu menunjukkan skill individunya dengan baik di depan pelatih Indra Syafri dan kawan-kawan,” kata Defi. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Payakumbuh

Wanita Fokus Jangan Rawat Wajah Saja – siarminang.net

Wanita Fokus Jangan Rawat Wajah Saja – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net,- Kesehatan organ kewanitaan untuk pencegahan kanker serviks menjadi topik utama dalam Webinar Inspirasi Sehat yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Payakumbuh secara daring di Aula Ngalau Indah Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Selasa (23/2).

Acara yang menghadirkan Narasumber dr. Inge Satyo Aryanto selaku Founder PSV itu juga dihadiri oleh Pembina DWP Sekretaris Daerah Rida Ananda, Ketua GOW Kota Payakumbuh Machdalena Erwin Yunaz, Ketua DWP Payakumbuh Elfriza Zaharman, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang LX Kodim 0306/50 Kota Mila Ferry Lahe, serta Ketua Bhayangkari Kota Payakumbuh Rini Alex Prawira.

Dalam sambutannya, Sekda Rida Ananda menyampaikan kalau secara umum ibu-ibu cenderung hanya memperhatikan masalah wajah, sehingga terkadang lupa kalau ada yang lebih vital lagi, yakni kesehatan organ kewanitaannya.

“Atas nama pemko kami memberikan apresiasi, kegiatan ini penting dan jangan dianggap tabu. Kita harus bisa berfikir terbuka karena pencegahan terhadap penyakit di organ tubuh juga sudah dipelajari pada tingkat pendidikan. Semoga ilmu dan bimbingan yang didapat bisa diterapkan dan dibagikan kepada ibu-ibu yang lain,” ujar Sekda.

Dari sisi Ketua GOW Machdalena saat diwawancara media menyampaikan harapan agar setiap perempuan di Payakumbuh sadar akan kesehatan organ kewanitaannya. Selain mengajak harus rajin merawat organ kewanitaan, ibu-ibu di PKK melalui program bersama pemerintah pusat terus menghimbau setiap wanita melakukan IVA test.

“IVA test yakni deteksi dini kanker serviks lewat pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dianggap dapat membantu menyelamatkan banyak wanita, karena relatif mudah dilakukan dan hasilnya cepat diperoleh. Tes itu bisa dilakukan di puskesmas yang ada di Payakumbuh,” kata istri Wakil Wali Kota Erwin Yunaz itu.

Machdalena menambahkan, kedepannya nanti organisasi wanita di Payakumbuh turut menjadi pionir, menjadi perintis dalam melakukan sosialisasi. Menurutnya mencegah lebih baik dari mengobati, untuk itu perlu peran aktif mengajak keluarga, tetangga serta anggota organisasi dalam menjaga kesehatan diri ibu-ibu dan keluarga.

“Ibu itu matahari di rumah. Kalau ibu sakit maka reduplah kehidupan di rumah, kita perempuan tidak boleh sakit, kalaupun sakit tidak boleh lama-lama, karena kualitas hidup keluarga berada di tangan mereka,” tukuknya.

Sementara itu, Ketua DWP Payakumbuh Elfriza Zaharman atau yang akrab disapa Cece menyampaikan ucapan terimakasih kepada Founder PSV yang telah memberikan pengetahuan dan membuka wawasan Anggota DWP mengenai pentingnya kesehatan vagina.

“Sebelumnya saya ucapkan kepada Founder PSV atas wawasan yang diberikan dalam sosialisasi ini. Diharapkan sosialisasi tentang kesehatan vagina ini dapat bermanfaat bagi para ibu-ibu di Payakumbuh,” jelas Cece.

Founder PSV, dr Inge Satyo Ariyanto dalam materinya memaparkan Gerakan Perempuan Sadar Vagina digulirkan karena gerakan ini bisa dijadikan salah satu alat untuk mewujudkan ketahanan keluarga.

“Faktor-faktor yang menjadi penentu ketahanan keluarga yaitu ketaatan kepada ajaran agama, tingkat pendidikan dan tercapainya kesehatan. Tercapainya kesehatan ini salah satunya adalah adanya kesadaran mengenai kesehatan vagina,” ucap Inge.

Inge juga menyampaikan kalau kesehatan vagina sangatlah penting bagi ketahanan keluarga. Akibat dari kurang sadarnya wanita Indonesia mengenai pentingnya kesehatan vagina marak terjadi kanker serviks atau kanker leher rahim.

“Pembunuh nomor 1 wanita adalah kanker serviks, bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia. Ibu-ibu sangat gampang meninggal karena kanker serviks ini, buktinya setiap tahun terjadi 21 ribu kasus kanker serviks di Indonesia,” tuturnya. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Uang Yang Disimpan Dalam Karung Oleh Pria Tuna Rungu Asal Payakumbuh Ditaksir Capai Ratusan Juta – siarminang.net

Uang Yang Disimpan Dalam Karung Oleh Pria Tuna Rungu Asal Payakumbuh Ditaksir Capai Ratusan Juta – Beritasumbar.com


Payakumbuh, siarminang.net –  Sudah tujuh hari sejak dilakukannya beres-beres di rumah Palyuri (81 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Biok. Kakek tuna rungu yang viral di media sosial, menabung uang dalam karung dan kain-kain sehingga memnuhi rumah mungilnya di Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Pada Selasa (23/2) di hari terakhir beres-beres itu Lurah Musleniyetti bersama Bhabinkamtibmas Bripka Eko Sandra dan warga setempat berhasil mengumpulkan total sebanyak 9 karung uang kertas dan logam. Ditambah 1 karung uang yang sudah tidak bisa ditukarkan karena dimakan tikus dan kecoak.

“Bahkan ada uang dari tahun 1971 yang disimpannya, sudah lama sekali disimpan,” kata Lurah Musleniyetti kepada media.

Uang milik Biok yang baru dihitung pada Selasa hingga Jumat lalu ada sebanyak 1 karung dengan total Rp. 80 juta lebih. Uang tersebut sudah diberikan ke bank milik daerah Bank Nagari 2 kali setor.

Sementara 8 karung lagi terdiri dari 5 karung pecahan uang logam, dan 3 karung uang kertas belum dihitung, rencananya, lurah dan pihak keluarga Biok akan menghitungnya dalam waktu dekat.

“Estimasi kami, total tabungan Biok mencapai lebih dari 100 Juta Rupiah,” ungkap Lurah.

Palyuri (81 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Biok berbaju batik di atas becak motor

Sementara itu, Anggota DPRD setempat yang sempat menyaksikan proses pengumpulan uang Biok pada hari terakhir, Heri Iswandi Dt. Muntiko Alam menyampaikan keistimewaan dari kisah pak Biok adalah seorang tuna rungu yang sudah tua, semangat luar biasa dengan hematnya menabung. Ada satu kunci kehidupan yang dimiliki Biok, meski kekurangan, dirinya tidak ada meminta-minta, lebih memilih bekerja dengan membantu di tempat orang yang pesta nikahan atau kenduri.

“Kita menyadari sikap protektifnya terhadap uang hasil jerihnya ini karena pernah trauma di masa lalu, Biokbpernah di begal orang saat membawa uang penuh disakunya 7 tahun silam. Sempat dioperasi karena digorok orang. Ceritanya saat itu malam hari dibujuk orang untuk diajak ke tempat kenduri, lalu dibonceng motor, ditengah jalan ternyata dirampok dan lehernya digorok, dibuang di lokasi kejadian di Padang Rantang Kabupaten Limapuluh Kota, sempat dilarikan ke Bukittinggi untuk dioperasi,” ceritanya didampingi pihak keluarga.

“Namun, yang luar biasanya pasca kejadian itu, beliau tetap tidak mau mengemis, malah dikasih orang menolak, maunya dibayar kalau kerja. Biok yang tunarungu, tauladan nya patut ditiru. Meski keurangan, pantang untuk meminta,” tandasnya.

Pihak keluarga, Zainab (67 tahun) selaku keponakan Biok menyampaikan dirinya terkejut mengetahui sebanyak itu uang yang ditabung Biok. Setiap dompet, kaleng, karung, dan kain ada uangnya. Saking protektifnya Biok dan tak ingin menyusahkan orang, uangnya dirahasiakan.

“Kemarin karena dinding rumah jebol, dan dirinya minta ganti ke saya baru mau membuka kunci gembok rumahnya supaya bisa diberes-beres oleh lurah dan yang lain,” kata Zainab.

Zainab juga menceritakan kalau sejak dinding belakang rumah Biok menjadi rusak dan bolong akibat terpaan matahari. Biok menjadi sering berjalan keluar rumah dengan membawa serta uangnya dalam kantong celana, sehingga jarang mandi karena rasa protektifnya kepada uang tersebut, sempat dianggap orang gila dan tidak dapat bekerja di tempat kenduri lagi.

“Sekarang uang Biok sudah aman, dirinya sudah bisa mandi lagi bisa bekerja di tempat-tempat kenduri, bahkan buat pergi ke mesjid untuk shalat, Biok meski tuna rungu namun, tak lupa dengan Allah,” ujarnya.

Dari pantuaan media, jaringan air di rumah Biok juga pihak keluarga sangat mengapresiasi Pemko Payakumbuh melalui PDAM yang akan memasangkan air di rumah Biok.

“Kami pihak keluarga menyampaikan terimakasih atas kepedulian seluruh pihak, sehingga Biok bisa kembali ceria lagi dan tidak cemas uangnya bakal dirampok orang, karena sudah berada di Bank Nagari,” ungkapnya. (Rel/Red)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

6 Dari 7 Fraksi Setuju, Perda LP2B Disahkan DPRD dan Wali Kota Payakumbuh Dalam Rapat Paripurna – siarminang.net

6 Dari 7 Fraksi Setuju, Perda LP2B Disahkan DPRD dan Wali Kota Payakumbuh Dalam Rapat Paripurna – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net,- Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam rapat paripurna yang digelar secara daring antara DPRD dan Wali Kota Payakumbuh, Senin (22/2).

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Hamdi Agus dari Fraksi PKS dan diikuti oleh seluruh pimpinan dan anggota DPRD. Sementara, bertindak sebagai juru bicara DPRD Zainir dari Fraksi Amanat Kebangkitan Nasional.

Dalam hasil rapat paripurna itu, sebanyak 6 Fraksi yang hadir seperti Fraksi PKS, Fraksi Gerindra, Fraksi Golkar, Fraksi PPP, Fraksi NasDem Bintang Perjuangan, dan Fraksi  Amanat Kebangkitan Nasional sudah setuju Ranperda disahkan menjadi Perda. Namun, dari sisi Fraksi Demokrat memilih untuk menolak atau tidak setuju.

Zainir memaparkan, Pembicaraan Tingkat I khususnya Rapat Kerja Pansus III DPRD Kota Payakumbuh dengan Tim Ranperda Kota Payakumbuh berjalan lancar dan serius dengan suasana pembahasan yang didasari oleh rasa kebersamaan dan tanggung jawab yang cukup tinggi.

Pansus III DPRD Kota Payakumbuh telah melakukan pembahasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dengan kegiatan berupa rapat-rapat kerja dengan Tim Ranperda Kota Payakumbuh dan Kunjungan Kerja ke Luar Provinsi demi kesempurnaan Ranperda tersebut.

Selama pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dilaksanakan oleh Pansus III DPRD Kota Payakumbuh dengan Tim Ranperda sudah dapat disepakati, untuk perbaikan dan penyempurnaan terhadap Ranperda tersebut.

Pansus III dikoordinatori oleh Wulan Denura dari Fraksi Gerindra dan diketuai oleh Maharnis Zul dari Fraksi Golkar, dengan anggota Ahmad Zifal, Fahlevi Mazni, Mustafa, Yernita, Opetnawati, dan Yanuar Gazali.

Adapun tahapan yang telah dilaksanakan DPRD agar Ranperda menjadi Perda ini adalah Rapat Kerja dengan Tim Pembuat Ranperda Kota Payakumbuh, Hearing dengan Kontak Tani Nelayan andalan (KTNA) Kota Payakumbuh dan KTNA Kecamatan se Kota Payakumbuh, Kunjungan Kerja Pansus III ke Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, DPRD Kabupaten Lumajang, Dinas Pertanian Kota Surabaya dan DPRD Kota Surabaya.

“DPRD juga melakukan Konsultasi ke Direktorat Perluasan dan Perlindungan Lahan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Konsultasi ke Dirjen Penataan Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, Kunjungan Kerja ke Dinas Pertanian Kota Solok dan Kabupaten Solok, serta Hasil Pembicaraan Tingkat I difasilitasi ke Gubernur Provinsi Sumatera Barat,” terang Zainir.

Dari pendapat fraksi, Fraksi PKS menginginkan agar tersedianya lahan pertanian yang cukup dan memadai untuk memenuhi kebutuhan pangan merupakan hal yang urgent. Mengingat akan semakin berkurangnya lahan pertanian dikarenakan adanya pembangunan baik untuk pemukiman warga maupun untuk fungsi lain. Maka perlu dilakukan langkah preventif dengan cara mengalokasikan lahan yang tersedia sekarang untuk lahan pertanian yang berkelanjutan. Dimana pemetaannya sudah disesuaikan dengan RTRW dan arah pembangunan Kota Payakumbuh untuk jangka panjang.

Selain itu hal terpenting lainnya adalah bagaimana para petani diayomi dan diberikan perhatian lebih oleh pemerintah dengan berbagai bentuk insentif ataupun bantuan agar para petani dapat menjaga dan merawat usaha pertanian dengan maksimal, Hal ini juga akan membuat iklim pertanian di Kota Payakumbuh makin menggeliat dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Sementara itu, Fraksi Gerindra berharap agar Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan ini disosialisasikan ke masyarakat serta betul-betul ditegakkan dan berjalan sesuai harapan sehingga masyarakat merasakan manfaat dari Perda ini. Kemudian selanjutnya OPD terkait dapat menyelesaikan Peta LP2B yang bersumber dari petani melalui kelurahan setempat dan Fraksi Partai Gerindra sangat sepakat dengan Pansus III DPRD Kota Payakumbuh.

Fraksi Golkar senada dengan Fraksi PPP, Amanat Kebangkitan Nasional dan Fraksi Nasdem Bintang Perjuangan dimana Perda ini harus segera ditindaklanjuti dengan Peraturan walikota. Perda harus dilampiri dengan peta kota, peta kecamatan, dan peta kelurahan. Karena belum lengkap, peta kelurahan dalam tempo 1 Tahun paling lama harus sudah tuntas. Begitu juga sampai kepada pemilik lahan yang terkena LP2B, by name by address.

Perda ini harus disosialisasikan kepada masyarakat sampai tingkat kelurahan.
Untuk pembuatan peta dan sebagainya harus dianggarkan dana sesuai dengan kebutuhan, sesuai dengan PP No.30 Tahun 2012. Karena tidak memungkinkan untuk ekstensifikasi pertanian maka untuk peningkatan hasil produksi pertanian harus diusahakan melalui intensifikasi pertanian. Insentif terhadap petani seperti pupuk bersubsidi, bantuan alsintan dan sebagainya haruslah diupayakan secara maksimal.

Namun, dari sisi Fraksi Demokrat yang beranggotakan yang memilih untuk menolak atau tidak setuju berpendapat bahwa naskah Ranperda ini belum lengkap. Tanpa adanya data yang valid tentang lokasi detail dan nama pemilik lahan, sehingga belum tergambar secara pasti tentang informasi lahan pertanian pangan berkelanjutan tersebut.

Fraksi Partai Demokrat berharap Pemko Payakumbuh melalui OPD terkait dapat menampilkan data yang valid terhadap informasi lahan. Sehingga sebelum memberikan keputusan politik berupa pendapat akhir fraksi, sudah jelas dan bisa langsung di sosialisasikan kepada masyarakat pemilik Iahan.

Selain itu bisa dilihat respon masyarakat. Apakah informasi tentang status lahan mereka sudah mendapat persetujuan atau belum. Karena Fraksi Demokrat tidak ingin nanti setelah disahkannya Ranperda ini menjadi Perda, malah menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.

Alasan lain yang disampaikan Fraksi Demokrat adalah mereka berpendapat dengan penetapan luas LP2B sebanyak 1718,66 Ha adalah sedikit emosional. Karena itu hampir mendekati angka 20 persen dari luas Kota Payakumbuh. Hal tersebut akan mempengaruhi kepada perkembangan Kota Payakumbuh kedepan sebagai daerah tujuan, yang mana semakin bertambahnya jumlah penduduk tentu kebutuhan tempat tinggal akan semakin meningkat dan menambah potensi untuk alih fungsi lahan.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus mengatakan pengendalian lahan pertanian pangan harus memiliki sebuah regulasi yang jelas dalam rangka mengamankan lahan pertanian. Terutama dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

“Pemikiran ini yang menjadi pertimbangan DPRD sehingga melalui penggunaan hak usul prakarsa, dirancang peraturan dengan tujuan untuk melindungi lahan pertanian,” kata Hamdi.

Lebih lanjut dia berharap, Perda tersebut nantinya bisa menjadi regulasi dalam mengendalikan alih fungsi lahan pertanian.

“Perda ini tentunya akan sejalan dengan program pemerintah daerah dalam rangka menguatkan ketahanan pangan daerah. Dimana, Perda akan menjadi regulasi dalam memberikan perlindungan kepada lahan pertanian untuk mencegah terjadinya alih fungsi lahan yang tidak terkendali,” pungkas Hamdi.

Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi mengatakan peningkatan kebutuhan lahan membuat alih fungsi lahan pertanian khususnya lahan sawah dipandang menjadi objek yang paling esensial untuk dialih fungsikan. Dengan ditetapkannya Perda LP2B yang terintegrasi dengan Rancangan Tata Ruang Kota Payakumbuh yaitu perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang RTRW, Pemerintah Kota Payakumbuh berupaya melakukan alih fungsi lahan pertanian melalui perlindungan lahan pertanian pangan untuk mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Melalui komitmen penetapan perda LP2B, diharapkan dapat mengendalikan lahan pertanian agar tidak dialih fungsikan menjadi peruntukan lainnya karena ini merupakan faktor esensial kemajuan pertumbuhan ekonomi skala besar,” terang Riza. (Relis DPRD)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer