Connect with us

Payakumbuh

Anak Wajib PAUD 1 Tahun Sebelum Masuk SD, Pemko Payakumbuh Gelar Sosialisasi SPM PAUD – siarminang.net

Anak Wajib PAUD 1 Tahun Sebelum Masuk SD, Pemko Payakumbuh Gelar Sosialisasi SPM PAUD – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net,- Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kantor eks balaikota, Jumat (4/12).

Sosialisasi yang digelar dengan penerapan standar protokol kesehatan Covid-19 itu dibagi menjadi dua sesi, dimana pada sesi pagi diikuti Mitra PAUD, pengawas, dan pemilik PAUD. Sementara pada sesi siang diikuti Camat, Bunda PAUD Kecamatan, dan Lurah se Kota Payakumbuh.

Narasumber dari Bappeda seperti Sekretaris Bappeda Kota Payakumbuh Nila Misna pada sesi pagi dan Kabid Sosial Budaya Bappeda Kota Payakumbuh Eza pada sesi siang dengan judul materi kebijakan daerah terkait implementasi standar pelayanan minimal (SPM).

Kabid PAUD dan PNFI Irwanto selaku panitia pelaksana dalam laporannya menyebutkan, implementasi SPM PAUD tahun 2020 ini bertujuan untuk mendorong pelaksanaan kebijakan SPM PAUD oleh Pemda serta mendorong sosialisasi/mendiseminasikan peraturan wali kota Nomor 88 Tahun 2019 yang disahkan Desember 2019 lalu.

“Pada perwako tersebut berisi tentang peraturan pelaksanaan Perda Nomor 10 Tahun 2018 yang memuat PAUD Pra SD dan PAUD Holistik Integratif,” ungkap Irwanto.

Irwanto mengatakan sosialisasi ini didanai oleh pemerintah pusat. Pemerintah ingin agar setiap daerah mampu menerbitkan regulasi dan menjalankannya agar program wajib PAUD 1 tahun sebelum SD dapat dijalankan.

“Bantuan implementasi ini juga bertujuan mendorong Pemko menyusun regulasi di level dinas pendidikan dan mendorong pelaksanaan pendataan anak usia 3-6 tahun serta mendorong ketersediaan anggaran SPM PAUD minimal 1 tahun pra SD,“ tambahnya didampingi Kasi PAUD Syafni Hasni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh AH. Agustion mengatakan sosialisasi ini digelar sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 Tentang Penetapan Standar Pelayanan Minimal, serta Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 32 Tahun 2018 Tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan.

“Sebagaimana yang sudah kita pahami bersama, untuk menghasilkan generasi masadepan dengan kualitas tinggi dan mampu bersaing, dibutuhkan pola asuh dan pendidikan sejak dini. Pendidikan anak usia dini merupakan investasi untuk peningkatan sumber daya manusia di masa depan,” ujar Agustion.

Anak usia dini, lima tahun pertama kehidupan adalah masa emas (golden age) bagi pertumbuhan seorang anak. Masa usia ini ditandai dengan perkembangan kognitif, linguistik, sosial, emosional dan motorik yang cepat, dan karena itu menjadi periode perkembangan terpenting dalam kehidupan anak-anak.

Perkembangan otak anak bergantung pada stimulasi lingkungan, terutama pada kualitas perawatan dan interaksi yang diterima anak. Anak-anak yang dipupuk dan dirawat dengan baik cenderung mengembangkan kemampuan kognitif, bahasa, emosional dan sosial secara keseluruhan, tumbuh lebih sehat, dan memiliki harga diri yang lebih tinggi.

“Pada masa inilah guru dan orang tua harus mampu memaksimalkan potensi tersebut dan membentuknya menjadi anak yang pintar secara akademik maupun secara sosial. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk memaksimalkan masa emas ini adalah melalui pendidikan dan pola asuh,” jelas Agustion

“Kepada peserta diharapkan dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik agar nantinya dapat bermanfaat guna menambah wawasan dan informasi untuk membangun pelayanan PAUD yang lebih optimal di masa depan,” harap mantan Kepala SMKN 1 Payakumbuh itu. (Relis)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Payakumbuh

Tim Provinsi Sumbar Lakukan Penilaian Terhadap Kelurahan Tanjung Pauh – siarminang.net

Tim Provinsi Sumbar Lakukan Penilaian Terhadap Kelurahan Tanjung Pauh – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net — Yang ditunggu-tunggu oleh kelurahan Tanjung Pauh kecamatan Payakumbuh Barat akhirnya datang juga, dimana tim penilai kelurahan berprestasi tingkat Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) datang mengunjungi kelurahan Tanjung Pauh dalam rangka melakukan penilaian dalam lomba kelurahan berprestasi tingkat Provinsi Sumbar tahun 2021.

Disambut langsung Asisten 1,2 dan 3 bersama jajaran kepala OPD kota Payakumbuh dan camat serta lurah dari Payakumbuh Barat di kantor lurah Tanjung Pauh, tim penilai dari Provinsi Sumbar yang dipimpin oleh kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Syafrizal datang dengan melibatkan tim penilai dari PKK, Dinas Kesehatan, Pakar Pemerintahan, Kesbang-Pol, dan DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Provinsi Sumbar.

Diawal sambutannya, Asisten 1 Yufnani Away mengatakan jika kota Payakumbuh saat ini terus berbenah, baik di bidang infrastruktur maupun dalam peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.

“Di bidang infrastruktur saat ini ada beberapa pembangunan di Tanjung Pauh, seperti pembangunan BWS Batang Agam yang saat ini menjadi objek wisata baru yang bukan hanya bagi warga kota Payakumbuh, tapi juga dari luar kota Payakumbuh”, ungkap Pak Aci sapaan akrab Asisten 1 tersebut, Senin (14/6).

Turut disampaikan juga oleh Asisten 1 itu bahwa dalam sektor Ekonomi, masyarakat Payakumbuh lebih banyak bekerja pada sektor perdagangan dan jasa, pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan.

“Dan dalam hal ini, ada salah satu yang sangat menarik di kelurahan Tanjung Pauh, yakni dengan telah berkembangnya budidaya ikan, yang khususnya ikan lele dengan jumlah produksi yang sangat fantastis yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Tanjung Pauh”, kata Pak Aci.

Tidak hanya sampai disitu, Asisten 1 itu kembali memuji masyarakat kelurahan Tanjung Pauh, dimana dalam budidaya ikan lele, masyarakat kelurahan Tanjung Pauh juga turut mendirikan dan mengembangkan program Mina Eduwisata (wisata pembelajaran pertanian dan perikanan).

Lebih lanjut, dimasa pandemi wabah virus Covid-19 yang sedang terjadi, kota Payakumbuh sangat komit dalam penanganan untuk memutus penularannya. Terbukti dengan telah didirikannya posko di setiap kelurahan dengan melibatkan LPM, RT/RW, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan PKK”, ujarnya.

Sementara itu lurah Tanjung Pauh Lidya Nugrahmi tidak hanya membacakan ekspos yang sudah ada, melainkan Lidya Nugrahmi mempresentasikan program kegiatan yang telah dilaksanakan serta menyampaikan prestasi-prestasi dan inovasi-inovasi yang telah dilaksanakan oleh kelurahan Tanjung Pauh.

Dalam penyampaian ekspos tersebut, banyak hal-hal baru berupa prestasi-prestasi dan inovasi-inovasi yang terungkap. Pertama, kelurahan Tanjung Pauh merupakan Juara 3 Tingkat Provinsi Sumatera Barat pada PHBS tahun 2019. Kemudian, lurah Tanjung Pauh Lidya Nugrahmi mengatakan bahwa kelurahan Tanjung Pauh komit dalam mengentas permasalahan ekonomi.

Lurah Lydia mengatakan jika dari pihak Kelurahan Tanjung Pauh selalu dan terus mendorong pertumbuhan UMKM yang ada di Tanjung Pauh yang terdiri dari Home Industri, barang dan jasa.

“Terbukti dengan adanya UMKM di Tanjung Pauh sebanyak 58 UMKM yang terus berkembang dan sangat berpengaruh dalam hal penyerapan tenaga kerja khususnya bagi masyarakat Tanjung Pauh. Pemberdayaan masyarakat juga terlaksana melalui gerakan PKK dan LPM”, ungkapnya.

Disisi lain saat ditemui setelah kegiatan berlangsung, Lidya Nugrahmi menyampaikan bahwa penilaian kelurahan berprestasi tahun 2021 ini dilakukan untuk memilih kelurahan terbaik untuk mewakili Provinsi Sumbar, untuk itu ada tujuh kriteria dalam penilaian yaitu bidang pemerintahan, bidang kewilayahan, bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang PKK, bidang kesejahteraan rakyat dan bidang ekonomi pembangunan.

“Mudah-mudahan Kelurahan Tanjung Pauh dapat mewakili Provinsi Sumatra Barat ditingkat Nasional nantinya.” tutup Lidya mengakhiri. (Humas)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Pulang Kampung, Gonjong Limo Bandung Salurkan Bansos Di Kecamatan Luhak Dan Payakumbuh Barat – siarminang.net

Pulang Kampung, Gonjong Limo Bandung Salurkan Bansos Di Kecamatan Luhak Dan Payakumbuh Barat – Beritasumbar.com


Payakumbuh,siarminang.net,- Gonjong Limo (G5) merupakan salah satu Perkumpulan perantau asal Luak Limopuluah di berbagai kota di Luar Sumbar. Salah satunya di Kota Bandung Jawa Barat. Gonjong Limo yang ada di Bandung ini selain wadah berkumpul dan menjalin silaturahmi sesama perantau asal Luak Limo puluah juga menggalang dana sosial untuk warga tidak mampu. Penggalangan dana melalu bidang Rumah Zakat Gonjong Limo.

Tahun ini dana yang terkumpul disalurkan di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. UD Kabupaten Limapuluh Kota, kegiatan dipusatkan di Kecamatan Luhak meliputi Nagari Sungai Kamuyang, Nagari Andaleh, Nagari Mungo, dan Nagari Sikabu-Kabu pada Sabtu (12/6).

Kegiatan Bansos G5 Bandung pada Sabtu 12/6 Di Kecamatan Luhak Kab Limapuluh Kota

Sementara di Kota Payakumbuh diadakan di Kecamatan Payakumbuh Barat pada hari ini Minggu 13/6. Dalam kegiatan ini Gonjong Limo Bandung menyerahkan bantuan 100 paket untuk kaum dhuafa dan 100 orang anak di khitan gratis di dua kecamatan tersebut yang disantuni oleh Pengurus Rumah Zakat Gonjong Limo (RZG5).

Kegiatan bakti sosial Gonjong Limo Bandung ini sudah berlansung sejak belasan tahun lalu. Untuk Bansos di Kota Payakumbuh ini merupakan kegiatan perdana. Insya Allah akan kita laksanakan tiap tahun dengan lokasi berbeda di 5 kecamatan yang ada di Kota Payakumbuh. Cerita Alfian Amir salah seorang pengurus Rumah Zakat Gonjong Limo Bandung kepada siarminang.net usai acara di Kantor Camat Payakumbuh Barat pada Minggu 13/6.

Terpantau dilokasi puluhan ibu-ibu dari 17 kelurahan yang ada di Kecamatan Payakumbuh Barat tampak antusias membawa anak laki-laki mereka ke puskesmas Payolansek untuk ikut sunatan massal yang dilaksanakan oleh Gonjong Limo Bandung tersebut.

“Iya, kami didata oleh lurah sudah seminggu yang lalu, disampaikan kalau ada sunat massal gratis dari Gonjong Limo Bandung. Alhamdulillah kami sangat senang bisa melaksanakan khitanan bagi anak, diringankanlah beban kami secara finansial, kata Susila Wati (40), warga Kelurahan Talang kepada wartawan saat menemani anaknya Muhammad Tauhid Hidayatullah kelas 3 SD disunat.

Bak kata pepatah minang, “sajauah-jauah bangau tabang, pulangnyo ka kubangan juo”. Pengurus dan anggota organisasi perantau asal Luak Limopuluah (Payakumbuh-Limapuluh Kota) pulang kampung dalam rangka melaksanakan bakti sosial, rindu dengan dunsanak di kampung.

Selain sunatan massal yang dilaksanakan untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, ternyata para perantau G5 Bandung juga membagikan santunan untuk kaum duafa yang diperoleh dari zakat infak sedekah para donatur yang menitipkannya ke Rumah Zakat Gonjong Limo (RZG5) Bandung.

Menurut keterangan perwakilan pengurus RZG5 Cipta Hadi kepada media menjelaskan setiap anak yang sudah dikhitan juga diberikan masing-masing hadiah bingkisan berupa al-quran, sarung, peci, baju koko, dan sendal jepit.

“Untuk menjaring warga tak mampu ini, kami bekerjasama dengan pemerintahan setempat yang pasti lebih tahu keadaan ekonomi warganya seperti camat, wali nagari, dan lurah. Kita juga mendapatkan support dari Wali Kota Riza Falepi Dt. Rajo Kaampek Suku dan Bupati Safaruddin Dt Bandaro Rajo yang diwakili oleh Asisten Setdako Fitma Indriyani, pelaksanaan khitan massal,” ungkap pria asal Sungai Kamuyang itu didampingi Yonda Risdon dan Alfian Amir.

Diinformasikan Cipta Hadi, sebenarnya rencana awal kegiatan di satu tempat saja yakni di Kabupaten Limapuluh Kota yaitu di Nagari Galugua, tetapi setelah berkoordinasi dengan wali nagari beserta jajarannya, kondisi cuaca dan medan jalan yang masih rusak parah, sehingga mereka belum menyanggupi untuk pelaksanaan program ini.

“Bantuan Sosial ini bersumber dari donasi pengurus dan anggota Gonjong Limo Bandung. Semoga bantuan ini memberi banyak manfaat untuk masyarakat dan menjadi penyambung silaturahmi antara perantau dan urang di kampuang. Program ini Insyaallah akan terus bergulir untuk Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh. Kita juga punya program beasiswa untuk anak-anak Luak Limopuluah yang kuliah di Kota Bandung khususnya,” pungkasnya. (*)



Sumber

Baca Selengkapnya

Payakumbuh

Fraksi PPP Dorong Pemko Optimalkan Pendapatan Daerah – siarminang.net

Fraksi PPP Dorong Pemko Optimalkan Pendapatan Daerah – Beritasumbar.com

Payakumbuh,siarminang.net,- Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Atas Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020 digelar di Kantor DPRD Kota Payakumbuh, Minggu (30/5).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Wulan Denura dan diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Armen Faindal, anggota DPRD lainnya bersama perwakilan OPD Pemko Payakumbuh, sementara itu wali kota diwakili Sekretaris Daerah Rida Ananda mendengarkan penyampaian dari masing-masing juru bicara fraksi.

Seluruh fraksi menyampaikan apresiasi karena Pemerintah Kota Payakumbuh mendapatkan apresiasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke tujuh kalinya secara berturut turut pada sejak tahun 2014 sampai tahun 2020. Hal ini tentu karena kerja keras dari pemerintah Kota Payakumbuh dan seluruh elemen masyarakat.

Juru Bicara Fraksi PPP Edward DF menyampaikan pandangan mendorong langkah- langkah yang dilakukan Pemerintah Kota untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah seperti Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak dan Restribusi Daerah, harapan kami agar kedepannya data primer wajib pajak dan objek pajak memang bisa didapatkan langsung oleh Pemerintah Kota.

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan berharap agar antara hak dan kewajiban masyarakat terhadap BPHTB atau PPH lebih diperhatikan oleh Pemerintah Kota. Ketika kewajiban membayar bea sudah dipenuhi, maka hak masyarakat juga harus diselesaikan dengan segera.

“Untuk itu koordinasi yang jelas dengan pihak ketiga (BPN) harus dibangun oleh Pemerintah Kota,” kata Erward.

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan juga mendorong Pemerintah Kota untuk memaksimalkan Pemungutan Restribusi Parkir di pinggir jalan umum dan pajak parkir di lokasi-lokasi tertentu.

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan berharap Pemerintah Kota melalui OPD terkait memaksimalkan dan memutakhirkan data Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional yang dijadikan acuan dalam pengeluaran belanja APBD.

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menyampaikan pada Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Dr. Adnaan WD agar menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi akhir-akhir ini pada manajemen RSUD Dr. Adnaan WD.

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan berharap agar Pemerintah Kota memperhatikan dan meninjau ulang tentang kebijakan untuk honor RT/RW, Guru Honor dan Insentif LPM.

“Fraksi Partai Persatuan Pembangunan mengharapkan agar program pembangunan infrastruktur benar-benar dimaksimalkan, mulai dari perencanaan, proses lelang dan pelaksanaan agar tidak terjadi lagi proyek yang tidak diselesaikan menurut semestinya. Dan untuk pembangunan yang dilaksanakan dengan Dana APBN dan APBD Provinsi diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik melalui Instansi Teknis dengan pihak Provinsi atau Wakil dari Pemerintah Pusat yang ada di daerah,” tutupnya. (Relis)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer