Connect with us

Limapuluh Kota

Atlit Tenis Meja Limapuluh Kota Lolos Ke Tingkat Nasional di Ajang Pekan Olahraga Pelajar – siarminang.net

Atlit Tenis Meja Limapuluh Kota Lolos Ke Tingkat Nasional di Ajang Pekan Olahraga Pelajar – Beritasumbar.com

Limapuluh Kota,siarminang.net, – Atlit tenis meja putri asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Ulfah Septy Annisa, dipastikan lolos ke tingkat nasional dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang digelar di Kota Padang sejak 6-8 April 2021 kemarin.

“Alhamdulillah, berkat dukungan serta doa kita semua, salah seorang atlit putri tenis meja kami dari Limapuluh Kota atas nama Ulfah Septy Annisa atau Acha, dipastikan lolos ke tingkat nasional,” kata Firmansyah, Ketua Umum PTMSI 50 Kota, Jumat (9/4) siang.

Menurut Firmansyah, Acha lolos ke tingkat nasional berdasarkan hasil seleksi POPDA Provinsi Sumbar. Acha yang merupakan siswi kelas 3 MTsN Padang Jepang, Kecamatan Guguak itu berhasil mengalahkan lawan2nya mulai dari bapak kualifikasi sampai k babak Final.

Berkat kegigihannya, Acha dikatakan, tidak pernah kehilangan satu set pun, mulai dari penyisihan hingga babak final. Dari hasil POPDA Sumbar itu, Acha kemudian ditetapkan sebagai atlit pelajar Limapuluh Kota untuk mewakili provinsi Sumbar.

“Menurut informasi yang kami terima, iven POPDA Nasional ini akan diselenggarakan sekitar Juni 2021 mendatang, namun tempat penyelengaraannya belum ditentukan. Yang jelas, kita akan pastikan kesiapan Acha, mengikuti iven ini nantinya,” tutur Firmansyah, didampingi pelatih Ujang Amril.

Acha, merupakan salah satu atlit pelajar berprestasi asal Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh. Pada 2020 lalu, Acha tercatat pernah memperoleh medali emas dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sumbar.

“Atlit kita ini juga pernah beberapa kali menjuarai sejumlah open tournamen di tingkat Provinsi Sumbar. Diantaranya, iven Walikota Cup Bukittinggi, Walikota Cup Solok serta Bupati Cup Padang Pariaman,” tambah Firman.

Pada iven-iven tersebut, lanjut Firmansyah, Acha nyaris tidak pernah kehilangan satu set pun dan selalu mengalahkan lawan-lawan tandingnya. PTMSI Limapuluh Kota memastikan, akan terus memberi support kepada Acha serta atlit tenis meja berprestasi lainnya.

Terpisah, Ketua Umum KONI Limapuluh Kota, Wirianto Dt Paduko Bosa Marajo mengucapkan selamat sekaligus apresiasi atas prestasi juara yang berhasil ditorehkan, Acha, salah seorang atlit pelajar putri di bawah binaan PTMSI Limapuluh Kota.

“Kita ucapkan aplaus kepada Acha, serta semua atlit, pelatih/official serta pengurus PTMSI yang telah berjibaku melahirkan prestasi salah satu atlit putri kita ini. Semoga Acha kembali juara dalam ajang pekan olahraga pelajar tingkat nasional mendatang. Kita support bersama-sama,” ungkap Wirianto Datuak. (bidhumas)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Limapuluh Kota

Berusaha Kabur, DPO Narkoba Ini Tewas Ditembak Polisi – siarminang.net

Berusaha Kabur, DPO Narkoba Ini Tewas Ditembak Polisi – Beritasumbar.com


Limapuluh Kota,siarminang.net,- E Pria 32 tahun asal Simalanggang Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota tewas terkena timah panas Tim Satresnarkoba Polres Limapuluh Kota. Pria yang berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) tersebut berusaha meloloskan diri dari kepungan pihak berwajib pada Selasa 13/4 kemaren dengan meloncat dari lantai 2 rumahnya. 

“Tersangka yang tewas adalah DPO kasus narkoba berinsial E. Dia terpaksa kita lakukan upaya tegas dan terukur karena berupaya kabur saat dicegat,” ujar Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Trisno Eko Santoso melalui Waka Polres, Kompol Russirwan, dalam konferensi pers di Mako Polres, kawasan Sarilamak, Rabu (14/4) siang. 

Dijelaskan Kasat Resnarkoba Polres Limapuluh Kota, AKP Hendri Has, identitas E diketahui setelah anggotanya melakukan pengembangan penyelidikan usai menggerebek 4 pelaku narkoba pada hari yang sama pukul 09.00 WIB di Nagari Talang Maua, Kecamatan Mungka.

Dalam aksi penangkapan tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan 4 tersangka dengan barang bukti narkoba sebanyak 2 paket kecil ganja serta 7 paket sabu-sabu. Dua tersangka pertama, berinisial R dan A, dengan barang bukti 2 paket kecil ganja kering.

Tak lama berselang, polisi terus melakukan penyisiran dan kembali mengamankan dua pelaku lain berinisial J dan L. Dari tangan keduanya, Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil mengamankan 7 paket narkoba jenis sabu-sabu.

Berbekal informasi para tersangka, aparat kemudian melakukan pengembangan penyelidikan dari mana asal-muasal barang haram yang diperoleh para tersangka. “Dari keterangan para tersangka, nama bandarnya mengarah kepada E, seorang pria asal Simalanggang,” tambah AKP Hendri Has.

Tanpa membuang waktu, polisi kemudian bergerak ke kediaman E yang terletak di Jorong Koto, Nagari Simalanggang pukul 14.00 WIB. Disana, tim kepolisian melakukan pengepungan. Sebuah rumah bertingkat dua karena ditenggarai dihuni sang bandar.

“Di lokasi kita lakukan pengepungan, tersangka yang kala itu berada di lantai dua rumahnya diduga mengetahui jika dirinya akan ditangkap. Dia awalnya tidak mau turun, kemudian memilih melompat ke bagian belakang rumah,” tambah Kasat Resnarkoba.

Mengetahui target berupaya kabur, polisi pun melakukan pengejaran dan mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Karena tidak diindahkan, aparat kemudian melakukan penembakan sehingga mengenai bagian punggung tersangka.

“Karena tembakan peringatan tidak diindahkan, terpaksa kita lakukan tindakan tegas dan terukur. Tersangka akhirnya dilumpuhkan, karena terus berupaya kabur dari kejaran petugas,” sebut Hendri Has.

Mendapat satu tembakan di bagian punggungnya, tersangka E lansung terkapar. Dia, menurut polisi, sempat diberikan upaya pertolongan medis, tetapi akhirnya menghembuskan napas terakhir di UGD RSUD Adnaan WD Payakumbuh.

Begitu diperiksa di rumah sakit, aparat dibantu tim dokter juga sempat melakukan pemeriksaan. “Petugas butuh indentitas E. Saku celana E diperiksa dan ditemukan 35 paket sabu yang disimpan dalam kotak permen Mentos. Terdiri dari 33 paket kecil dan 2 paket sedang sabu-sabu,” jelas Hendri Has.

Hasil penyelidikan kepolisian, tersangka E merupakan pemain lama dan bandar narkoba yang sudah lama dicari-cari polisi. E juga dikatakan, pernah menjalani kasus hukum dan masuk penjara dengan kasus yang sama.

“Tersangka ini pernah terlibat dan berstatus residivis DPO dalam kasus 135 kilogram ganja di Taeh Bukit juga DPO dari BNN Kota Payakumbuh. Kemarin sore, jasad almarhum pukul 16.00 WIB, sudah kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” imbuhnya.

Dari operasi penangkapan kasus narkoba, selain sabu-sabu, aparat menyebut juga menyita uang tunai sekitar Rp650 ribu yang diduga uang hasil transaksi narkoba. Kemudian, petugas juga menyita timbangan, serta ratusan plastik pembungkus narkoba.



Sumber

Baca Selengkapnya

Limapuluh Kota

Diusia 180 Tahun Usung Perwujudan Limapuluh Kota Yang Madani,Beradar dan Berbudaya Dengan Mematuhi Protokol Kesehatan – siarminang.net

Diusia 180 Tahun Usung Perwujudan Limapuluh Kota Yang Madani,Beradar dan Berbudaya Dengan Mematuhi Protokol Kesehatan – Beritasumbar.com


RAMADHAN SEBAGAI MOMENTUM MENGAJARKAN SEMANGAT KEBERSAMAAN UNTUK MERAIH KEMENANGAN BERSAMA

Limapuluh Kota,siarminang.net,-Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan satu dari sembilan belas Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki luas wilayah 3.354,30 Km² . Kabupaten Lima Puluh kota terdiri dari 13 Kecamatan, 79 Nagari, dan 401 Jorong.

Letak dan Kondisi Geografis  Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan Kabupaten paling timur di Provinsi Sumatera Barat yang merupakan pintu gerbang utama dijalur darat dengan provinsi Riau. Secara geografis Kabupaten Lima Puluh Kota terletak pada 0º25’28,71’’ LU – 0º22’14,52’’ LS dan 100º15’44,10’’ BT – 100º50’47,80’’ BT.  Kabupaten Lima Puluh Kota diapit oleh 4 Kabupaten dan 1 Provinsi yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung dan Kabupaten Pasaman serta Provinsi Riau.

Secara administrasi Kabupaten Lima Puluh Kota berbatasan dengan wilayah sebagai berikut : Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kampar Provinsi Riau.  Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Sijunjung.  Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau.  

Dengan posisi yang merupakan gerbang masuk darat untuk ke Provinsi Riau maupun sebaliknya,  Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki posisi yang sangat strategis dan bisa dikembangkan secara maksimal, baik di sektor pariwisata dengan kondisi alam yang indah maupun dari sektor ekonomi seperti pertanian dan perkebunan maupun peternakan dan perikanan, sehingga bisa jadi supplier bagi provinsi tetangga.   Dengan luas areal lahan pertanian dan perkebunan yang mencapai lebih dari 60.000 ha, dengan akses yang tidak sulit untuk dijangkau, maka akan sangat menguntungkan bagi Kabupaten Lima Puluh Kota untuk bersaing dengan daerah lainnya dalam segi pemasaran.

Memperingati hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ke-180, ibaratkan melihat kaca spion , melihat kebelakang untuk maju kedepan. Seminar dan diskusi serta berbagai referensi telah dikumpulkan untuk menetapkan hari jadi Kabupaten Limapuluh Kota didapatkan  secara konsep pemerintahan Lima Puluh Kota telah ada sebelum penjajah masuk ke daerah ini, namun sejak zaman Belanda secara yuridis baru ditemukan dengan nama Afdelling Lima Puluh Kota ,dan  Luhak Lima Puluh Kota di awal Kemerdekaan serta Kabupaten Lima Puluh Kota yang sekarang. 

Ditetapkannya pada tanggal 13 April 1841 hari jadi Kabupaten Limapuluh Kota , merupakan tanggal  dikeluarkannya Besluit No 1 tentang reorganisasi pemerintahan Sumatra’s Westkust yang  isi besluit tersebut tersebut membentuk 9 Afdeelingen, salah satu nama Afdeelingen tersebut adalah Afdeeling Lima Puluh Kota. Pembentukan Afdeeling Lima Puluh Kota pada tanggal 13 April 1841 yang wilayahnya meliputi : Lima Puluh Kota, Halaban, Lintau, Buo, Koto Tujuah, dan XIII Kota merupakan titik awal dimulainya administrasi pemerintahan , yang kemudian mengalami beberapakali reorganisasi.

Reorganisasi kedua dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 1865 dimana Afdeeling Lima Puluh Kota dengan ibukotanya Payakumbuh, terdiri dari dua Districten /Onderafdeelingen, yaitu: Payakumbuh (ibu kota Payakumbuh) dan Puar Datar (ibukota Suliki). Reorganisasi ketiga untuk Lima Puluh Kota dilakukan pada tanggal 1         Januari 1905 dalam Staatsblad van Nederlandsch –Indie No 418 dijelaskan bahwa Afdeeling Lima Puluh Kota terdiri dari 3 Onderafdeeling, yaitu : Payakumbuh, Puar Datar dan Mahat dan Boven Kampar.

Afdeling Lima Puluh Kota ini berlanjut pada zaman jepang dengan nama Lima Puluh Kota Bun, dan berlanjut pada awal kemerdekaan tanggal 8 Oktober 1945 dengan nama Luhak Lima Puluh Kota, dan kemudian terjadi beberapa kali pemekaran, pada tahun 1948, dan pemisahan Bangkinang pada tahun 1956, serta pemekaran dengan pembentukan Kota Payakumbuh pada Desember 1970. Berdasarkan sidang paripurna DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota maka ditetapkanlah , Peraturan Daerah Nomor 11 Tentang Hari Jadi Kabupaten Lima Puluh Kota, tertanggal 26 November 2008 bahwa tanggal 13 April ditetapkanlah Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota.

Harapan dari Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra, S.Si dari Fraksi Gerindra yang didampingi oleh Wendi Chandra, ST dari Fraksi Demokrat (Wakil Ketua) dan Syamsul Mikar dari Fraksi Golkar (Wakil Ketua) .

” Perayaaan HUT Kabupaten Limapuluh Kota kali ini terasa sangat spesial dan berbeda dikarenakan pada saat ini pemerintah sedang menerapkan adaptasi kebiasaan baru dalam menghadapi Pandemi Covid-19 dan sekaligus kita melaksanakan awal puasa Ramadhan 1442 H/2021 M yang jatuh pada hari ini.

Kabupaten Lima Puluh Kota sampai saat ini adalah sebuah daerah yang terus berbenah dan bergerak maju. Oleh karena itu, Hari Jadi Kabupaten Lima Puluh Kota ke-180 semestinya bukanlah semata-mata peristiwa mengenang dan berbagi cerita sejarah, sekedar bergembira  atau hanya untuk sekedar sebuah kegiatan seremonial belaka. Tapi lebih dari itu, yaitu untuk mengevaluasi kekurangan daerah kita kenapa masih tertinggal di bandingkan dengan daerah lain yang pembentukannya masih muda dari Kabupaten Lima Puluh kota dan sebagai momentum strategis, untuk melakukan kilas balik terhadap derap pembangunan yang telah dilakukan dengan bertemakan “ Peringgatan Hari Jadi ke-180 sebagai momentum awal perwujudan Lima Puluh Kota yang Madani, berdaulat dan berbudaya dengan mematuhi Protokol Kesehatan, Tanggal 13 April 2021 ini bertepatan dengan 1 Ramadhan 1442 H dan untuk itu kami mengajak kita semua untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan terus meningkatkan ibadah, serta kembali merakit kebersamaan menjaga persatuan dalam memajukan masyarakat Limapuluh Kota yang madani, beradat dan berbudaya serta kita jadikan Ramadhan Sebagai Momentum Mengajarkan Semangat Kebersamaan Untuk Meraih “Kemenangan” bersama dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Perlu kami ingatkan, bahwa peringatan hari pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota yang ke-180 ini, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2008 tentang Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota, tanggal 26 November 2008 dimana peringatan hari Jadi Kabupaten Lima Puluh Kota dalam bentuk Rapat Paripurna Istimewa yang dilaksanakan di Aula DPRD dan diperingati untuk pertama kalinya pada tangal 13 April 2009 artinya telah 13 tahun kita peringati melalui Rapat Paripurna Istimewa DPRD ini sama halnya usia Gedung DPRD Lima Puluh Kota ini telah berusia 13 tahun”

Lima Puluh Kota kita kenal dengan masyarakatnya “yang ramah tamah dan setia, aianyo janiah, ikannyo jinak, sayaknyo landai “ artinya masyarakat Limapuluh Kota telah dikenal dengan masyarakat yang ramah tamah persuasif yang tidak suka pertengkaran dan suka menerima tamu, untuk itu dalam momentum Hari Jadi dan bertepatan dengan menjalankan Ibadah Bulan Suci Ramadhan, kita masyarakat Limapuluh Kota mari saling bermaaf maafan, mari bersama sama bangun, bangkit dan bersatu meraih kemenangan, secara keseluruhan kita sama sama melalui hari yang berat dari awal tahun 2020, dengan adanya wabah corona memberikan pelajaran penting bagi kita semua, pertama untuk menumbuhkan kembali karakter gotong royong  dengan solidaritas kebersamaan yang kuat, kedua, menguatkan keberagaman yang subtansional penuh dengan kasih sayang, toleransi dan semangat berbagi.

Kepada seluruh komponen masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota, marilah kita tingkatkan kebersamaan, rapatkan barisan dan satukan persepsi dalam membangun Kabupaten Lima Puluh Kota yang sama-sama kita cintai walaupun daerah kita secara administratif telah berumur 180 tahun, namun bila kita lihat dari kaca mata pembangunan masih jauh tertingal dari Kabupaten yang berumur lebih muda dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Untuk mari secara bersama kita mencari stategi yang terbaik untuk menjadikan Kabupaten Limapuluh Kota terdepan di Propinsi Sumatera Barat.

Jika para pemimpin saling bermufakat untuk maslahat, para stakeholder saling bersetuju dan para OPD pelaksana bersungguh-sungguh memberikan pelayanan  kepada rakyat, lalu kemudian rakyat mendukung serta memberikan kesetiaannya kepada pemimpin, Insyaallah Kabupaten Lima Puluh Kota  ini memperoleh berkah dan cepat mencapai kemajuan sesuai dengan Visi Misi Kepala Daerah untuk mewujudkan  kesejahteraan masyarakat dengan visi “ MEWUJUDKAN LIMA PULUH KOTA YANG MADANI, BERADAT DAN BERBUDAYA DALAM KERANGKA ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH”. ulas Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Deni Asra, S.Si.

Kunci pokok keberhasilan suatu pembangunan terletak pada kualitas Sumber Daya Manusia, semakin tinggi kualitas Sumber Daya Manusia suatu daerah maka akan semakin tinggi tingkat pencapaian pembangunan daerah tersebut. Sedangkan tujuan atau target yang ingin dicapai dalam pembangunan adalah terjadinya perubahan-perubahan kearah peningkatan    Sumber Daya Manusia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan pembangunan sumber daya manusia dapat dilihat dari gambaran kualitas fisik dan non-fisik dimana di dalamnya termasuk karakter atau menurut kearifan lokal daerah adalah kualitas moral spiritual. “Kualitas fisik sangat erat kaitannya dengan pemenuhan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta penciptaan kondisi yang baik bagi kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujar Wendi Chandra, ST, Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota, demikian juga halnya kondisi derajat kesehatan masyarakat yang belum menggembirakan, baik kondisi sanitasi, air minum, lingkungan, dan persampahan. Hal ini perlu menjadi perhatian untuk dibenahi pada tahun mendatang.   ”  terang Wendi Chandra, ST.

Sementara, Asrul Ketua Komisi I DPRD Lima Puluh Kota membidangi Pemerintahan, Politik, Keamanan dan Pendidikan, mengharapkan dengan memperingati hari jadi Kabupaten Lima Puluh Kota ke-180  yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, agar kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan  serta memperbaiki diri untuk  melihat lagi  realisasi yang telah dikerjakan  dan program apa untuk kedepannya yang dapat mempercepat kemajuan dan kesejahteraan Limapuluh Kota, diharapkan masing-masing OPD yang bermitra dengan Komisi I diminta mengoptimalkan dan mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan, sehingga masyarakat lebih cepat dapat merasakan manfaatnya, disamping itu kepada Mitra kerja Komisi I diharapkan agar dapat menjaga komunikasi dua arah yang baik, sehingga tidak memberikan informasi yang salah terhadap segala program dan kegiatan yang telah kita rencanakan bersama’’ terang Asrul.

Dengan Koordinator Deni Asra,S,SI Ketua DPRD Limapuluh Kota dari Fraksi Gerindra ,Komisi I dengan susunan sebagai berikut : Asrul ( Ketua Komisi) Wirman Dt Pangeran, Beni Murdani, SE, H. Irmantedi, Alfian, Sastri Andiko, Dt Putih, SH, Riko Febrianto, SH, Drs. Epi Suardi, Akrimal Adham, dan Akmal Rustam

OPD yang bermitra  dengan Komisi I, yakni Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Inspektorat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Satpol PP,Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Nagari, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kesatuan Bangsa dan Politik dan 13 Kecamatan.

“Kedepan kita harus fokus terhadap perbaikan jalan utama yang berada di pinggir  dan di perbatasan yang selama ini termarginalkan oleh Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota atau dengan konsep “obat nyamuk” membangun daerah dari pinggir,“  ujar Wendi Chandra, ST, Wakil  Ketua DPRD Limapuluh Kota dan Koordinator Komisi II ini juga menyorot soal insfrastruktur di kawasan IKK Sarilamak, dimana seharusnya telah mulai dibenahi sehingga Sarilamak dapat menjadi kota yang refresentative dan layak sebagai pusat pemerintahan, mengingat sudah terlalu lama sistim pembiaran di Ibu Kota Kabupaten Sarilamak, 180 Tahun bukanlah waktu yang sebentar, sudah seharusya IKK ini diprioritaskan kembali”  pungkas Wendi Chandra, ST.

Hal senada juga disampaikan ketua Komisi II yang membidangi keuangan dan Pembangunan, H. Yos Sariadi, S.Ag  dalam refleksi ulang tahun Kabupaten Limapuluh Kota ke-180, kita sangat fokus menyorot  berkaitan dengan pembangunan dan perbaikan infrastruktur, “dengan Momentum hari jadi ke-180, mari kita bangkit bersama memajukan masyarakat Limapuluh Kota yang sejahtera, dimana dari data yang ada bahwa berdasarkan kondisi internal Kabupaten Limapuluh Kota serta melihat perkembangan perekonomian dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, maka prioritas yang ditetapkan dapat membawa daerah untuk mencapai percepatan pertumbuhan ekonomi, menciptakan iklim investasi yang kondusif, menyediakan infrastruktur, meningkatkan partisipasi swasta melalui kemitraan dan meningkatkan pendapatan asli daerah, untuk itu seluruh OPD agar meletakan prioritas kegiatan sesuai dengan situasi daerah, jangan berdasarkan pendekatan emosional dan primordial belaka, perlu dilakukan keseimbangan, keselarasan pembangunan terutama di jorong jorong yang terisolir dan masih tertinggal dalam pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur jalan yang menyebabkan mereka tetap terbelakang ” ujar H. Yos Sariadi, S.Ag  politisi PKS tersebut.

Dengan Koordinator Wendi Chandra, ST dari Fraksi Demokrat. Komisi II dengan susunan sebagai berikut : H. Yos Sariadi, S.Ag ( Ketua Komisi II) Ir. Afri Yunaldi, IPM, Khairul Apit, Mhd. Afdal, Syamsuwirman, Bisron Hadi, Arsimedes, Zuhatri, Dra. Ridhawati, Marsanova Andesra, SH. MH, H.Darlius, dan Hemmy Setiawan

OPD yang bermitra dengan komisi II, yaitu ; Badan Keuangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Permukiman, Dinas Komunikasi dan Informatika dan Dinas Perhubungan

Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dihadapi oleh seluruh pemerintahan yang ada. Ia dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Faktor tersebut antara lain tingkat pendapatan, pendidikan, kesehatan, akses barang dan jasa, lokasi geografis, gender dan kondisi lingkungan.

“kemiskinan merupakan fenomena yang terjadi hampir di seluruh daerah, kemiskinan muncul karena   ketidakmampuan   sebagian   masyarakat   untuk menyelenggarakan  hidupnya  sampai  suatu  taraf  yang dianggap manusiawi. Kondisi ini menyebabkan menurunnya kualitas sumber daya manusia sehingga produktivitas dan pendapatan   yang   diperolehnya   rendah.   Lingkaran kemiskinan  terus  terjadi,  karena  dengan  penghasilan yang  rendah  tidak  mampu  mengakses  sarana  pendidikan, kesehatan, dan nutrisi secara baik sehingga menyebabkan kualitas sumber daya manusia dari aspek intelektual dan fisik rendah, berakibat produktivitas juga rendah. Pembangunan   ekonomi   yang   dilaksanakan  dari tahun ke tahun secara signifikan telah berhasil mengurangi jumlah dan proporsi penduduk miskin di Kabupaten Lima Puluh Kota, Namun terpaan  Wabah Covid 19 yang  berlanjut  menjadi  krisis ekonomi  menyebabkan  keterpurukan  ekonomi  yang  kembali mencuatkan  jumlah  dan  proporsi  penduduk  miskin, masalah  besar  yang  dihadapi  daerah  sedang berkembang   adalah   kemiskinan, tidak   meratanya distribusi pendapatan memicu terjadinya ketimpangan pendapatan  yang  merupakan  awal  dari  munculnya masalah  kemiskinan. 

Membiarkan  masalah  tersebut berlarut-larut akan semakin memperkeruh keadaan, dan tidak  jarang  dapat  menimbulkan  konsekuensi  negatif terhadap kondisi sosial dan politik,  apapun  penyebabnya persoalan  kemiskinan  tetap  menjadi  masalah  besar  yang perlu  mendapat  perhatian  dan  tindakan  konkrit  melalui pelaksanaan   program-program   baik   yang   bersifat penyelamatan, pemberdayaan maupun fasilitatif, untuk itu dalam rangka HUT Kabuapten Lima Puluh Kota ke- 180 ini kita ingin mengingatkan kembali untuk menyorot dan memprioritaskan dalam pengentasan kemiskinan di Lima Puluh Kota “ ujar Syamsul Mikar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota dari Fraksi Golkar.

Sementara Ketua Komisi III Virmadona, S.Sos, dalam refleksi hari jadi Kabupaten Limapuluh Kota yang ke-180 kita harus bekerja keras mencari strategi dan kebijakan untuk mempercepat pembangunan daerah, Pemerintah bersama OPD untuk dapat mencarikan strategi dan kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan di bidang ekonomi yang sesuai dengan sasaran dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui revitalisasi perekonomian dan reformasi kelembagaan berbasis masyarakat, “dengan strategi dan kebijakan yang tepat pelaksanaan kegiatan akan memberikan dampak terhadap  peningkatan pendapatan dan kesejahteran masyarakat, dalam pelaksanaannya segala aturan dan peraturan yang berlaku harus dipahami agar tidak menjadi kendala dan masalah dikemudian hari, terkait terhadap peningkatan iklim berinvestasi agar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu agar dapat mengatasi segala masalah terhadap perijinan yang terkesan berbelit-belit apabila hal ini menyangkut terhadap peraturan daerah yang tidak berpihak kepada peningkatan iklim berinvestasi agar diusul untuk merubahnya. “ ujar Virmadona, S.Sos.

Dengan Koordinator Syamsul Mikar, Komisi III  dengan susunan sebagai berikut, Virmadona, S.Sos ( Ketua Komisi)  Zukron, Alia Efendi, Irwin Idrus, Marshal, B.Ac, Putra Satria Veri, Gusti Randa, H. Ermizal.j, Mulyadi, ST.ME

 OPD yang bermitra dengan komisi III, yaitu : Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,  Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja,  Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan,  Dinas Perikanan, Dinas Pangan, RSUD dr. Ahmad Darwis, Perusahaan Daerah Air Minum dan Perusahaan Daerah.

PARIWARA  DPRD KABUPATEN LIMAPULUH KOTA



Sumber

Baca Selengkapnya

Limapuluh Kota

Pasca Bencana Angin Kencang, Kantor Wali Nagari Sungai Balantiak Belum Diperbaiki. – siarminang.net

Pasca Bencana Angin Kencang, Kantor Wali Nagari Sungai Balantiak Belum Diperbaiki. – Beritasumbar.com

Limapuluh Kota,siarminang.net,- Angin kencang yang terjadi beberapa hari yang lalu mengakibatkan rusaknya Kantor Walinagari Sungai Balantiak Kecamatan Akabiluru Kabupaten 50Kota. Sebagian atap kantor tersebut terbang dibawa angin dan salah satu gonjongnya patah.

Selain itu beberapa unit rumah warga juga mengalami hal yang sama, pohon-pohon banyak yang tumbang menimpa lahan persawahan. Bencana tersebut juga menyebabkan padamnya listrik lebih kurang lebih selama 36 jam. Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir puluhan juta rupiah

Dituturkan Ajo, warga Sungai Balantiak saat kejadian malam itu angin bertiup sangat kencang, menyebabkan pohon durian yang berada dibelakang rumahnya tumbang dan mengenai atap, sehingga malam itu juga harus mengungsi kerumah orang tuanya.

Kepada media Sekretaris Desa Sungai Balantiak Ramlan, bencana yang menyebabkan rusaknya kantor Wali Nagari dan beberapa rumah warga ini sudah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten 50 Kota. (JA)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer