Connect with us

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Ketidakadilan yang Sempurna – Fadli Zon

Penyuap di Korupsi Bansos Dituntut 4 Tahun, Habib Rizieq 6 Tahun, Fadli Zon: Ketidakadilan yang Sempurna


Kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Menteri Sosial yang juga kader PDIP Juliari Peter Batubara sudah masuk pada tahap ekesekusi.

Terbaru adalah pada kasus korupsi tersebut, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi dua terpidana penyuap  Juliari.

Keduanya dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan (lapas) berdasarkan putusan berkekuatan hukum tetap.

Mereka adalah Harry Van Sidabukke sebagai konsultan hukum, dan Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pada Kamis, 3 Juni 2021, Jaksa Eksekusi KPK, Rusdi Amin telah melaksanakan eksekusi

Eksekusi tersebut dialkukan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 8/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Jkt. Pst tanggal 5 Mei 2021 yang berkekuatan hukum tetap dari terpidana Harry Van Sidabukke.

Eksekusi tersebut dengan cara menggeraknya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Sukamiskin.

Mereka akan menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan

Atas putusan itu, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon memberikan komentar menohok.

Kasus korupsi bansos yang merugikan rakyat miskin itu dikaitkan dengan kasus Habib Rizieq Shihab.

Fadli Zon membandingkan tuntutan antara Rizieq Shihab dalam kasus tes swab Covid-19 Rumah Sakit Ummi dengan dua penyuap di kasus dugaan korupsi bansos Covid-19, Juliari Batubara.

Habib Rizieq dituntut 6 tahun, di sisi lain penyuap Juliari dituntut lebih sedikit hanya 4 tahun.

“Ketidakadilan yang sempurna,” cuit Fadli lewat Twitter @fadlizon pada Sabtu, 5 Juni 2021.

Sebagai informasi, jaksa menuntut Habib Rizieq Shihab 6 tahun penjaran lantaran dinilai berbohong menyatakan dirinya sehat.

Atas kebohongan itu, jaksa menilai Habib Rizieq di kasus tes usap RS UMMI Bogor, bersalah melanggar pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun tentang 1946 Peraturan Hukum Pidana.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Sangat Prihatin – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Perguruan Tinggi di Indonesia mengalami penurunan signifikan berdasarkan daftar peringkat terbaru yang dikeluarkan lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia The Times Higher Education (THE) yang kembali merilis THE Asian University Ranking 2021 .

Bahkan, Universitas Indonesia (UI) yang didaulat sebagai Universitas terbaik di Indonesia, masih tertinggal jauh dari peringkat universitas negara tetangga, Malaysia. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan sejumlah pihak, termasuk alumni Universitas terbaik di Indonesia tersebut.

Baca juga: Peringkat Perguruan Tinggi Indonesia Terjun Bebas, Tertinggal Jauh dari Malaysia

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon mengaku sangat prihatin mengetahui peringkat almamaternya, UI menurun secara drastis dan disusul oleh kampus Malaysia.

“Sangat prihatin anjloknya peringkat almamater sy UI. Kalah jauh dr UM Malysia,” kata Fadli Zon seperti dikutip SINDOnews dari akun Twitter @fadlizon pada Minggu (6/6/2021).

Berdasarkan penilaian The Time Higher Education (THE) pada penilaian kategori Asia University Rankings 2021, Universitas Indonesia (UI) menduduki peringkat ke-15 di Asia Tenggara dan ke-194 di dunia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menduga turunnya peringkat tersebut terjadi karena UI terlalu dekat kekuasaan.

Fadli Zon bahkan menuturkan bahwa almamaternya itu kemungkinan terlalu asyik berada di menara gading, sehingga menghilangkan sikap kritis dari kampus tersebut. “UI mungkin tll dekat kekuasaan, asyik di menara gading, tak ada lagi sikap kritis thd keadaan, disconnected,” ucap Fadli Zon mengakhiri cuitannya.

Diketahui sebelumnya, Lembaga pemeringkatan Perguruan Tinggi dunia The Times Higher Education (THE) telah merilis THE Asia University Rankings 2021 pada Rabu (2/6/2021).

Dalam penilaian tersebut, kampus UI memperoleh peringkat ke-194 di dunia, dan ke-15 di Asia Tenggara dengan nilai keseluruhan 32.9.

Namun, peringkat UI masih kalah jauh di bawah kampus di Malaysia yakni University of Malaya yang menduduki peringkat ke-49 di dunia.

Kendati demikian, apabila dibandingkan dengan perguruan tinggi lain di Indonesia, UI menempati peringkat pertama se-Indonesia.

  1. Universitas Indonesia (UI)
    Peringkat Dunia: 194
  2. Institut Teknologi Bandung (ITB)
    Peringkat Dunia: 301-350
  3. Universitas Gadjah Mada (UGM)
    Peringkat Dunia:351-400
  4. Institut Pertanian Bogor (IPB)
    Peringkat Dunia: 351-400
  5. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
    Peringkat Dunia: 351-400
  6. Universitas Brawijaya (UB)
    Peringkat Dunia: 401+
  7. Universitas Diponegoro(Undip)
    Peringkat Dunia: 401+
  8. Universitas Padjajaran (Unpad)
    Peringkat Dunia:401+
  9. Telkom University
    Peringkat Dunia: 401+.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Alasan Fadli Zon Minta Sekolah Tatap Muka Ditunda 6 Bulan Lagi – Fadli Zon

GAR ITB Tuduh Din Syamsuddin Radikal, Fadli Zon: Kasihan yang Tuduh, Terlalu Terbatas Pengetahuannya


Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Fadli Zon, mengatakan bahwa sekolah tatap muka lebih baik ditunda untuk menghindari penyebaran virus Corona Covid-19 secara massal dikemudian hari. 

“Membuka sekolah tatap muka harus ditunda. Sangat berbahaya. Lebih baik fokus meredakan pandemi ini ketimbang buka peluang penyebaran massal yg nantinya kita sesali,” tuturnya melalui akun Twitter, Sabtu, 5 Juni 2021. 

Fadli menegaskan, keselamatan para murid dan keluarganya adalah prioritas utama sehingga sekolah tatap muka menurutnya lebih baik ditunda hingga 6 bulan kedepan. 

“Lebih baik tunda 3 sampai 6 bulan sampai situasi (pandemi virus corona Covid-19) terukur dan kondusif. Keselamatan siswa dan keluarga harus jadi prioritas,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUDdikdasmen) di Masa Pandemi COVID _19

Panduan ini merupakan alat bantu bagi guru dan tenaga kependidikan jenjang PAUD dikdasmen dalam memudahkan persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM)  terbatas.

Menurut Nadiem, masa depan Indonesia sangat bergantung pada SDM-nya sehingga tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, terlepas dari situasi yang sedang dihadapi saat ini. 

“Dengan semua pertimbangan itulah kami mengupayakan agar pendidik dan tenaga kependidikan menjadi prioritas penerima vaksinasi Covid-19,” sebut Nadiem.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer