Connect with us

News

Cabuli Belasan Siswa, Oknum Guru SD di Limapuluh Kota Divonis 20 Tahun Penjara

Cabuli Belasan Siswa, Oknum Guru SD di Limapuluh Kota Divonis 20 Tahun Penjara


Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

LIMAPULUH KOTA – Seorang terdakwa berstatus guru pengajar Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Limapuluh Kota divonis hukuman 20 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Payakumbuh.

Vonis hakim tersebut karena terdakwa terbukti secara hukum, melakukan perbuatan asusila terhadap belasan anak di bawah umur yakni siswanya sendiri. Selain hukuman penjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp100 juta dengan subsidaer 3 bulan kurungan.

Hasil putusan tersebut disampaikan Humas Pengadilan Negeri Payakumbuh, usai menggelar sidang pembacaan putusan terkair kasus asusila anak bawah umur di ruang sidang Pengadilan setempat, Rabu (2/9/2019) siang.

“Sudah putusan, Mas. Terdakwa bertatus guru pengajar berinisial YT dijatuhi vonis hukuman 20 tahun penjara oleh majelis hakim, lebih tinggi dibanding tuntutan jaksa,” kata Agung Darmawan SH, majelis hakim sekaligus kepala Humas Pengadilan Negeri Payakumbuh, ketika dikonfirmasi MinangkabaNews.com, Rabu siang.

Agung menyebut, vonis 20 tahun penjara terbilang tinggi bagi seorang terdakwa yang terlibat kasus asusila terhadap anak di bawah umur. Itu disebabkan, katanya, karena tidak ada alasan yang dapat meringankan terdakwa dari dakwaannya.

Mengingat, korban yang keseluruhan merupakan siswa dari gurunya sendiri berjumlah cukup banyak yakni 12 orang. YT didakwa melanggar sejumlah pasal pada UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam sidang terakhir kasus pencabulan anak yang diketuai Majelis Hakim Indah Wastukencana Wulan SH MH itu, diketahui bahwa vonis hukuman terhadap terdakwa YT lebih tinggi dibanding tuntutan jaksa yang hanya 15 tahun penjara.

YT (28 tahun) yang tercatat sebagai warga Nagari Mungka, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, didakwa telah melakukan pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang terhadap 12 orang muridnya.

Mendapat hukuman 20 tahun penjara terdakwa YT didampingi penasehat hukumnya Nuril Hidayati, SH dari Posbakum Kharisma Pilar Keadilan menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim tersebut. “Terdakwa masih pikir-pikir apakah mau mengajukan banding atau tidak,” ulas Agung Darmawan.

Kasus pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang oleh oknum guru Sekolah Dasar itu terungkap dan sempat membuat heboh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota.

Pasalnya, perbuatan dugaan sodomi dan pencabulan terhadap belasan muridnya itu diketahui sudah berlangsung sejak tahun 2017 silam.

Bahkan, korban yang pernah disodomi sang guru sudah ada yang duduk di bangku SMP-SMA.

Namun perbuatan bejat yang dilakoni pria beristri yang telah memiliki satu anak ini akhirnya terbongkar 23 Maret 2019 lalu.

Rumah dinas guru SD yang ditempati YT, sempat dikepung warga yang mengetahui ulah bejatnya.

Masyarakat yang anaknya menjadi korban mendengar informasi yang beredar bahwa, anaknya menjadi korban dugaan sodomi sang guru, tidak terima dan mengepung rumah guru sekitar pukul 18.00 WIB.

Beruntung saat pengepungan terjadi cepat diketahui Bhabinkamtibmas Polres Payakumbuh Erismon. Sehingga YT segera diamankan dari kemarahan warga dan langsung dibawa ke Polsek Payakumbuh, sebelum kemudian diserahkan ke Polres Payakumbuh di Jalan Pahlawan, Labuah Basilang.

Perbuatan bejat sang guru terungkap karena candaan sesama teman korban di salah satu tempat Play Station (PS). Dimana mereka saling ejek dengan kata-kata “Ang dipangakan dek Pak YT. Ang lah dikarajoan” (Kamu diperlakukan apa oleh Pak guru YT, Apa kamu sudah dikerjain,) Mendengar kata-kata saling ejek itu, pemilik PS merasa heran dan bertanya-tanya.

Penasaran, pemilik PS kemudian menanyakan perihal bahan candaan para siswa SD yang masih polos tersebut. Para korban rata-rata mengaku jika mereka pernah “dikerjai” atau disodomi oleh guru mereka berinisial YT.

Pemilik PS kemudian menyampaikan cerita anak-anak itu kepada orangtua korban.

Mendengar cerita itu, para orangtua yang anak-anaknya menjadi korban pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang oknum guru itu merasa tidak senang.

Rumah dinas YT di sekolah yang ditempatinya sempat dikepung warga.

Dari pengakuan korban perbuatan bejat sang guru itu dilakukan ketika di rumah dinas sang guru saat anak-anak bermalam ditempatnya.

Dimana belasan anak-anak les belajar dengan membayar Rp5 ribu dirumah guru YT hingga malam dirumahnya. Pada saat malam itulah YT menyuruh anak muridnya membuka celana, lalu melakukan aksi sodomi kepada muridnya sendiri.

Ketika dikerjai, para korban tidak melawan, karena diancam pelaku tidak akan diberi nilai atau nilai akan dikurangi hingga ancaman akan menahan ijazah siswa. Pengakuan korban, YT juga mengancam para korbannya untuk tidak menceritakan perbuatan bejadnya ke siapapun. (aking)

JAKARTA — Menyikapi kondisi yang terjadi di Wamena Papua, perantau Minang Jakarta melakukan respon cepat untuk…

PADANG — Menanggapi konflik sosial yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera…

PADANG — Kwartir Wilayah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Sumatera Barat akan menggelar “Kursus Jaya Melati…

PARIAMAN — Walikota Pariaman, Genius Umar MoU sekaligus tandatangani komitmen kerja dalam pembentukan Daerah Tertib…

JAKARTA — Mantan Wakil Ketua Sumbar H. Guspardi Gaus “naik kelas” menduduki kursi DPR RI periode…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Mari Kita Boikot Produk Prancis! – Fadli Zon

Fadli Zon Kritik Presiden Emmanuel Macron: Mari Kita Boikot Produk Prancis!


Pernyataan Presiden Menteri Prancis Emmanuel Macron menuai banyak kritikan dari awak media hingga warga Muslim di seluruh dunia.

Dilansir dari The Guardian, Macron menyatakan bahwa Prancis tidak akan menurunkan publikasi karikatur Nabi Muhammad atas nama kebebasan berekspresi.

Gayung pun bersambut. Macron dikecam melalui protes-protes internasional, serangan siber dilancarkan ke situs-situs Prancis, dan sejumlah tokoh tak tinggal diam.

Salah satunya yaitu politikus Partai Gerindra Fadli Zon yang mengkritik Macron melalui akun Twitter-nya dengan seruan untuk memboikot produk

“Pernyataan Presiden Prancis Macron telah melukai banyak umat Islam di seluruh dunia. Ini contoh pemimpin negara yang Islamophobia diskriminatif dan rasis. Mari kita boikot produk-produk Prancis!”

Pernyataan Macron tersebut merupakan buntut dari kasus pembunuhan Samuel Paty, guru SMA di Perancis, sekitar 12 hari yang lalu.

Samuel yang mengajar pelajaran sejarah dan geografi diserang remaja berusia 18 tahun pada Jumat 16 Oktober 2020.

Remaja tersebut tewas ditembak polisi tak lama kemudian.

Di depan para muridnya, Samuel memamerkan karikatur dari majalah satir Charlie Hebdo dalam diskusi tentang kebebasan berpendapat.

Sebelum menunjukkan karikatur tersebut, Samuel dikabarkan mempersilakan murid-muridnya yang beragama Islam untuk meninggalkan kelas jika mereka ingin.

Korban sedang berjalan dari sekolah menuju rumahnya saat penyerangan terjadi.

“Dia menderita banyak luka di kepala…dan kepalanya telah dipenggal,” ujar Jean-François Ricard, jaksa anti-terorisme Prancis, sebagaimana dikutip PORTAL JEMBER dari The Guardian.

Pernyataan Macron juga mendapat peringatan dari Iran yang mengatakan bahwa responsnya terhadap pembunuhan tersebut “tidak bijak”.

Dilaporkan televisi negara Prancis bahwa Kementerian Luar Negeri Iran telah menuduh Prancis sebagai promotor kebencian terhadap Islam yang bersembunyi di balik kebebasan berekspresi.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Gérard Darmanin mengatakan bahwa lawan mereka adalah ideologi, bukan agama.

Darmanin menambahkan bahwa mayoritas umat Islam di Prancis sudah menyadari bahwa mereka yang paling dipengaruhi gelombang ideologi dari Islam radikal.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Optimalkan Peran Pemuda di Tengah Pandemi – Fadli Zon

Hari Sumpah Pemuda, Fadli Zon: Optimalkan Peran Pemuda di Tengah Pandemi


Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, mengajak generasi muda untuk tetap menjunjung tinggi nilai persatuan di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-92 pada hari ini, Rabu (28/10/2020)

“Selamat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92. Mari menjadi generasi muda yang menjunjung tinggi semangat untuk bersatu dan bangkit,” Cuit Fadli melalui akun twitter pribadinya pada Rabu (28/10/2020).

Dalam cuitan itu, dia meminta agar peran generasi muda semakin dioptimalkan di tengah pandemi Covid-19.

Tingkatkan semangat juang serta optimalkan peran pemuda di masa pandemi saat ini,” tulisnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan peran seluruh anak muda saat ini sangat diperlukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang berdampak luas pada aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, sosial hingga ekonomi.

“Di tengah suasana sulit yang menimpa bangsa kita saat ini akibat pandemi Covid-19, peran aktif kaum muda dalam upaya memutus rantai penularan virus dan menanggulangi dampak pandemi yang multidimensi sangat diperlukan,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangan video ucapan Hari Sumpah Pemuda 2020 dari Jakarta, Rabu (28/10/2020).

Ma’ruf mengimbau kepada seluruh generasi muda untuk menjadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus membangkitkan inovasi dalam mencapai cita-cita Indonesia sebagai negara maju.

“Mari jadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini sebagai momentum bersatu dan bangkitnya pemuda Indonesia untuk terus berinovasi, bergerak dan bergotong royong mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” tukasnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Di Hari Sumpah Pemuda, Fadli Zon Terima 9 Kategori Rekor MURI – Fadli Zon

Di Hari Sumpah Pemuda, Fadli Zon Terima 9 Kategori Rekor MURI


 Rabu, 28 Oktober 2020, Fadli Zon menerima 9 Anugerah dari Museum Rekor Dunia – Indonesia Rekor MURI untuk kategori kolektor dan inisiator. Sembilan Kategori MURI tersebut diantaranya: 1) Kolektor Color Proof Prangko Seri 25 Tahun Queen Wilhelmina Terlengkap; 2) Kolektor Prangko Label/Stiker Terpanjang; 3) Kolektor Cap Sampul Hari Pertama Terbanyak; 4) Kolektor Wayang Nusantara Terlengkap dan Terbanyak; 5) Insan Indonesia Pertama yang menjabat Ketua Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC); 6) Pemrakarsa Konferensi Indonesia-Pacific Parlaimentary Partnership (IPPP) yang melibatkan 16 negara pasifik; 7) Pemrakarsa Open Parliament; 8) Pemrakarsa Perlombaan Panjat Bambu Betung di DPR RI selama  5 tahun berturut-turut dimulai tahun 2015-2019; 9) Pemrakarsa Pameran Seni Rupa “Kepada Republik” di DPR RI selama 5 tahun berturut-turut.

Penghargaan MURI untuk kategori kolektor diantaranya; (1) Kolektor Color Proof Prangko Seri 25 Tahun Queen Wilhelmina Terlengkap sebanyak 58 Buah, 2) Kolektor Prangko Label/Stiker Terpanjang = 92 Meter atau sebanyak 1389 Keping Prangko yang bersambung; 3) Kolektor Cap Sampul Hari Pertama Terbanyak dari Bahan Karet Terbanyak = 400 buah periode tahun 1980 – 2000an; 4) Kolektor Wayang Nusantara Terlengkap dan Terbanyak (total lebih dari 6700 buah). 

Sejak Agustus 2017 silam Fadli Zon terpilih sebagai Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI). PFI sendiri selain menjadi ajang perkumpulan para kolektor, PFI juga selalu berusaha menjadi agen atau promotor yang mempromosikan kegiatan filateli kepada kalangan pelajar. Kita ingin turut membentuk karakter bangsa melalui kegiatan yang bisa mendorong orang pada kegiatan literasi

Sudah sejak lama Fadli Zon mengoleksi prangko. Rekor MURI terakhir untuk kategori kolektor prangko di tahun 2018 mendapat 4 Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) diantaranya: 1) Kolektor Kartu Pos Bergambar Periode Hindia Belanda Terlengkap dan Terbanyak; Kolektor Sampul Hari Pertama (SHP) Prangko Indonesia Terbanyak; Kolektor Lukisan Prangko Indonesia (Artist Drawing) Terbanyak; Kolektor Cetak Percobaan (Proof) Prangko Indonesia Terpanjang. Selain kolektor prangko, Fadli Zon juga memiliki beragam koleksi wayang di antaranya wayang tengul, klitik, suket, dan wayang kulit purwa. Koleksi ini sebagai upaya melestarikan wayang sebagai salah satu budaya bangsa yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda tahun 2020, selain menerima empat rekor MURI sebagai kolektor, Fadli Zon juga menerima lima Rekor Dunia-Indonesia untuk kategori Inisiator sebagai berikut: 1) Insan Indonesia Pertama yang menjabat Ketua Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC). Fadli Zon telah dua periode memimpin Organisasi Parlemen Dunia Anti Korupsi tersebut, yakni tahun 2015 – 2017 dan Periode Tahun 2017-2019. GOPAC adalah organisasi anggota parlemen dunia berbasis di Kanada dengan fokus utama pada pemberantasan korupsi. GOPAC hingga saat ini memiliki 50 cabang di lima benua. GOPAC Indonesia merupakan salah satu bagian dari GOPAC di level internasional;

2) Pemrakarsa Konferensi Indonesia-Pacific Parlaimentary Partnership (IPPP) yang melibatkan 16 negara pasifik. Konferensi IPPP dilaksanakan pada tanggal 23-24 Juli 2018 di hotel Grand Hayatt, Jakarta. Konferensi IPPP diikuti oleh 16 negara Anggota Pacific Island Forum (PIF) seperti: Cook Islands, Micronesia, Fiji, Kiribati, Nauru, Nieu, Palau, Papua Nugini, Marshall Islands, Samoa, Solomon Islands, Tonga, Tuvalu, Polynesia dan Kaledonia Baru, dan Vanaatu;

3) Pemrakarsa Open Parliament. Di tahun 2018, Fadli Zon sebagai Wakil Ketua DPR RI berkomitmen untuk mendukung dan menginisasi Open Parliament.  DPR RI bersama Westminster Foundantion for Democracy (WFD) sepakat mendukung semangat dan praktik Keterbukaan Parlemen atau Open Parliament. Pelaksanaan keterbukaan parlemen bertujuan untuk mendorong parlemen semakin terbuka, transparan, akuntabel dan inklusif. Inisiatif Open Parliament adalah kesinambungan dari Open Government Partnership (OGP), dimana Indonesia memegang andil penting sebagai salah satu pendiri OGP. Sedikitnya sembilan parlemen yang telah mendeklarasikan keterbukaan parlemen, yakni Chile, Perancis, Georgia, Ukraina, Kostarika, Kolombia, Guatemala, Paraguay, dan Kosovo;

4) Pemrakarsa Perlombaan Panjat Bambu Betung di DPR RI selama  5 tahun berturut-turut dimulai tahun 2015-2019. Lomba Panjat Bambu Betung merupakan salah satu lomba di Pesta Rakyat di DPR RI dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan.  Lomba Panjat Bambu Betung ini sekaligus upaya mensosialisasikan bambu betung bagi masyarakat yang sangat bermanfaat dan mudah tumbuh tanpa harus menunggu dalam waktu yang lama. Tak hanya itu, melalui lomba ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran setiap peserta dalam kesadaran ramah lingkungan;

5) Pemrakarsa Pameran Seni Rupa “Kepada Republik” di DPR RI selama 5 tahun berturut-turut. Pameran Seni Rupa dengan tema “Kepada Republik” dilaksanakan selama 5 tahun berturut-turut dimulai pada tahun 2015-2019. Pameran ini diselenggarakan di pelataran Gedung DPR RI. Fadli Zon mengatakan parlemen sebagai rumah rakyat perlu menyediakan art space (ruang seni) bagi para seniman sebagai bentuk apresiasi atas hasil karya seni anak bangsa. Apalagi, seni dan politik kerap tak bisa dipisahkan. Menurutnya, menyikapi perbedaan politik dengan wajar dan cerdas merupakan bagian dari ekspresi seni pula.

Penyerahan Rekor MURI tersebut diberikan secara simbolik oleh Panitia MURI dan disaksikan secara virtual oleh Jaya Suprana. Acara penganugerahan digelar secara sederhana di Rumah Kreatif Fadli Zon, Bumi Cimanggis Indah Blok B1 no.9, Depok. Sejumlah koleksi prangko dan wayang turut dipamerkan dalam acara tersebut. Turut hadir beberapa sahabat diantaranya; Neno Warisman, Gita Noviandi, Mahpudi, Refly Harun, Gunawan, Wahyu Dewanto, Sadar Subagyo,  Clara Sinta, Helmy Faishal Zaini, Iis Sugianto.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer