Connect with us

Berita

Ganti Nama Saja Jadi BUMR – Fadli Zon

Fadli Zon Kritik Keras Jokowi, Gerindra: Lihat Niatnya


Pengangkatan relawan Joko Widodo (Jokowi) sebagai komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus bertambah.

Saat ini, setidaknya terdapat 19 relawan atau eks tim sukses Jokowi yang telah menduduki jabatan komisaris di BUMN.

Melihat banyaknya relawan Jokowi yang telah tergabung di BUMN, Politisi Partai Gerindra Fadli Zon turut angkat suara.

Menanggapi sebuah cuitan media yang memberitakan adanya penambahan jumlah relawan atau eks tim sukses (timses) Jokowi, melalui Twitter pribadinya, Fadli Zon menyarankan untuk mengganti nama BUMN menjadi BUMR atau Badan Usaha Milik Relawan.

“Sekali lagi, ganti nama saja jd Badan Usaha Milik Relawan (BUMR) dipimpin Menteri BUMR,” tulis akun @fadlizon pada 17 Desember 2020 sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-depok.com.

Sekali lagi, ganti nama saja jd Badan Usaha Milik Relawan (BUMR) dipimpin Menteri BUMR. Kasihan Negara, BUMN nya rugi terus. Bukan menyumbang APBN malah dapat PMN yg menggerogoti APBN. https://t.co/op5nfqjrl2— FADLI ZON (Youtube: Fadli Zon Official) (@fadlizon) December 17, 2020

Penambahan relawan yang menjadi komisaris BUMN sangat disayangkan olehnya.

Pada cuitannya tersebut Fadli Zon merasa kasihan kepada Negara lantaran menurutnya BUMN terus mengalami kerugian.

BUMN yang semestinya menyumbang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurutnya malah mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dapat menggerogoti APBN.

“Kasihan Negara, BUMN nya rugi terus. Bukan menyumbang APBN malah dapat PMN yg menggerogoti APBN,” ujar Fadli Zon pada cuitan yang sama.

Untuk diketahui sebelumnya Fadli Zon juga turut angkat suara terkait perombakan yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir.

Perombakan itu dengan mengangkat Kristia Budiarto yang dikenal sebagai influencernya Jokowi menjadi komisaris PT PELNI.

Sebelumnya, Menteri Erick Thohir juga menunjuk Ulin Ni’am sebagai komisaris PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Selain Ulin Ni’am, Eko Sulistyo yang taklain adalah mantan anggota tim sukses Jokowi menjadi komisaris PT PLN.

Pada saat itu, hal tersebut juga ditanggapi oleh Fadli Zon dengan cuitan sindiran di akun Twitter Pribadinya.

Dalam cuitan itu, Fadli Zon mepertanyakan mengenai bagi-bagi jatah menjadi komisaris BUMN.

Ayo siapa lagi yang belum dapat jatah komisaris BUMN,” tutur Fadli Zon pada 3 November 2020

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Tak Percaya Tuduhan Teroris ke Munarman – Fadli Zon

Fadli Zon Heran Menko PMK Sebut Keluarga Miskin Lahir dari Faktor Besanan


Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, turut mengomentari penangkapan eks Sekum FPI Munarman oleh Densus 88 Anti Teror. Fadli Zon mengaku tak percaya terkait keterlibatan Munarman dalam dugaan tindak pidana terorisme.⁣

Pernyataan itu disampaikan oleh Fadli Zon lewat akun Twitter @fadlizon seperti dilihat, Rabu (28/4/2021). Fadli Zon menilai tuduhan teroris kepada Munarman terlalu mengada-ngada.⁣

Seperti diketahui, Densus 88 Anti Teror menangkap Munarman di kediamannya pada Selasa (27/4) sore kemarin. Munarman ditangkap karena diduga terlibat dalam kegiatan baiat teroris di tiga kota.⁣

Sementara itu, tim kuasa hukum Munarman, Hariandi Nasution, membantah kliennya terlibat ISIS. Munarman, kata Hariandi, justru menolak aksi-aksi terorisme

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Separatis – Fadli Zon

Sebut KKB Bukan Kriminal Biasa, Fadli Zon: Mereka Separatis


Anggota DPR RI, Fadli Zon meminta adanya perubahan terminologi kelompok kriminal bersenjata (KKB). Baginya, mereka sudah termasuk separatis.

Menurut Fadli Zon, KKB bukan kriminal bersenjata biasa. Mereka adalah kelompok separatis, dengan demikian seharusnya tindakannya berbeda. “Dengan adanya separatis, mereka yang di garis depan adalah TNI dan Polri,” ujar Fadli, yang ditemui di Kota Cirebon, Senin (26/4/2021).

Menurut dia, KKB layak dikategorikan separatis karena tuntutannya adalah membentuk negara atau merdeka.

Karenanya, perubahan terminologi KKB mendesak dan penting dilakukan. “Kalau kelompok kriminal, yang di depan adalah polisi. Kalau separatis, yang di depan TNI,” tegasnya.

Pemerintah, sambung politisi Partai z Gerindra ini, harus segera menetapkan perubahan terminologi tersebut. “Ini seolah ada penghalusan. Di tempat lain, kita mudah memberi cap teroris, radikal,” tandasnya.

Setelah TNI di depan, kata dia, yang penting semuanya terukur. Jangan sampai banyak korban. “Paling penting kelompok separatis ini ditangani diterukur,” katanya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Semoga Ada Mukjizat – Fadli Zon

Kapal Selam Nanggala 402 Belum Ditemukan, Fadli Zon: Semoga Ada Mukjizat


Anggota Komisi I DPR Fadli Zon mendoakan agar seluruh awak kapal selam milik TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402selamat.

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini berharap ada mukjizat. “Semoga di bulan suci Ramadhan ini ada mukjizat keselamatan bagi para prajurit KRI Nanggala 402. Al Fatihah,” cuit Fadli dikutip dari lini masa Twitter @fadlizon, Sabtu (24/4/2021).

Dalam cuitannya, Fadli Zon mengunggah postingan Kementerian Pertahanan yang mengajak doa untuk keselamatan KRI Nanggala 402.

Dalam cuitannya, Fadli Zon mengunggah postingan Kementerian Pertahanan yang mengajak doa untuk keselamatan KRI Nanggala 402

Diketahui, hingga kini KRI Nanggala-402 milik TNI AL yang mengangkut 53 awak tersebut belum ditemukan dan upaya pencarian masih terus dilakukan. Kapal selam buatan Jerman tahun 1979 itu dikabarkan hilang kontak saat menjalani latihan di perairan Bali Utara sejak Rabu 21 April 2021, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

TNI sendiri telah mengerahkan 21 KRI untuk mencari Nanggala-402 beserta seluruh prajurit dan kru kapal, yang total-nya mencapai 53 orang.

Selain itu ada 4 kapal lain dari kepolisian yang membantu pencarian, yakni Gelatik, Enggang, Barata, dan Balam. Keempat kapal itu disebut dilengkapi dengan ROV atau remotely operated underwater vehicle.

Negara-negara sahabat juga mengirimkan perbantuan kapal seperti kapal MV Swift Rescue dari Singapura, Mega Bakti dari Malaysia masih dalam perjalanan, HMAS Ballarat dan Sirius dari Australia, kapal India dan pesawat Poseidon dari Amerika Serikat.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer