Connect with us

News

Gempa 4,9 SR Guncang Padang Panjang, Warga Berhamburan Keluar Rumah, Ini Kata BMKG

Gempa 4,9 SR Guncang Padang Panjang, Warga Berhamburan Keluar Rumah, Ini Kata BMKG


Minggu, 19 Agustus 2018 – 15:46:57 WIB – 35

Ilustrasi

PADANG PANJANG – Gempabumi darat 4,9 kembali mengguncang Kabupaten Pesisir Selatan, Ahad, (19/8/2018) pukul 11.22Wib. Gempa juga dirasakan cukup kuat di Kota Padang Panjang dan sekitarnya.

Warga setempat dilaporkan berhamburan keluar rumah begitu terjadi gempa. “Gempa dirasakan sedang oleh masyarakat di Padang Pariaman selama 2-3 detik. Tidak ada kepanikan. Sebagian masyarakat keluar rumah. Belum ada laporan kerusakan rumah, bangunan dan adanya korban jiwa,” tutur Plt. Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang, Fajar Dwi Prasetyo, Ahad (19/8/2018).

Gempa juga dirasakan warga di beberapa daerah seperti Padang Pariaman dengan kekuatan ringan selama tiga detik.

Di Padang gempa ringan dirasakan warga selama 2-3 detik. Sedangkan di Kota Pessel, gempa lemah berlangsung tiga detik.

“Kekuatan gempanya cukup besar yaitu 4,9 SR tetapi berada 75 kilometer barat daya Kota Padang Panjang pada kedalaman dasar laut 23 kilometer sehingga dampak guncangan yang dirasakan tidak keras dan tidak berpotensi terjadi tsunami,” kata Plt. Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang, Fajar Dwi Prasetyo

Fajar Dwi Prasetyo memprediksi gempa tersebut tidak akan menimbulkan kerusakan. Hal tersebut melihat intensitas gempa yang dirasakan maksimal adalah sedang.

Plt. Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang, Fajar Dwi Prasetyo, mengatakan Gempabumi dengan kekuatan Magnitudo 4.9 SR Pusat gempabumi ini berada di laut pada koordinat 0.64 Lintang Selatan dan 99.74 Bujur Timur, sekitar 42 kilometer Barat Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, pada kedalaman hiposenter 24 kilometer.

Berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Kota Padang Panjang II MMI, Padang II MMI, Kab. Pariman II-III MMI, Pasaman II MMI,Lubuk Basung II MMI dengan Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) antara I-II SIG

Lanjutnya, Jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara. Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano). Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan sekitar 50-60 mm/tahun. Batas antar 2 (dua) lempeng ini terdapat zona subduksi dangkal atau yang disebut sebagai Megathurst Subduction Sumatera inilah yang saat ini menjadi perhatian masyarakat karena diprediksi masih menyimpan potensi gempabumi dengan magnitudo 8.9 SR di zona ini yang popular dengan istilah Mentawai Megathrust.

Menurutnya, Berdasarkan catatan data sejarah kegempaan, daerah Sumatera Barat memang sudah berapa kali mengalami gempabumi merusak. Sejak 1822 hingga 2009 telah terjadi setidaknya 14 kali kejadian gempabumi kuat dan merusak di Sumatera Barat dan diantaranya menyebabkan tsunami. Sejarah panjang gempabumi merusak di Sumatera Barat, diantaranya adalah Gempabumi Padang (1822, 1835, 1981, 1991, 2005), Gempabumi Singkarak (1943), Gempabumi Pasaman (1977) dan Gempabumi Agam (2003). Sedangkan gempabumi yang diikuti gelombang tsunami terjadi di Mentawai (1861) dan Sori-Sori (1904).

Hasil monitoring BMKG Padang Panjang menunjukan hingga berita ini diturunkan sudah terjadi 1 kali gempa dibawah 5 SR. (RI)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi

Tag: padang-pariaman,peristiwa,sumatra-barat

Gelar Temu Warganet, PP Muhammadiyah: Produksi Conten Narasi Alternatif yang Berkemajuan

Gelar Temu Warganet, PP Muhammadiyah: Produksi Conten Narasi Alternatif yang Berkemajuan

YOGYAKARTA – Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar temu nasional warganet…

Dini Hari Tadi, Gempa 4,8 SR Kembali Guncang Painan, Ini Penjelasan BMKG

Dini Hari Tadi, Gempa 4,8 SR Kembali Guncang Painan, Ini Penjelasan BMKG

PAINAN – Gempabumi tektonik 4,8 kembali mengguncang Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu, (1/8/2018) pukul 03.28 Wib. Gempa…

Enam Desa/Kelurahan di Kota Pariaman Terima Bantuan Dana Investasi (BDI) Program KOTAKU

Enam Desa/Kelurahan di Kota Pariaman Terima Bantuan Dana Investasi (BDI) Program KOTAKU

PARIAMAN — Enam Desa/Kelurahan di Kota Pariaman menerima dana Bantuan Desa Investasi (BDI) program Kota Tanpa Kumuh…

Fahri Hamzah dan Fadli Zon Ngobrol 5 Jam Hingga Subuh dengan Habib Rizieq di Makkah

Fahri Hamzah dan Fadli Zon Ngobrol 5 Jam Hingga Subuh dengan Habib Rizieq di Makkah

POLITIK – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon bertemu dengan imam besar…

KPU Pasaman Serahkan Hasil Verifikasi Berkas Caleg ke Parpol

KPU Pasaman Serahkan Hasil Verifikasi Berkas Caleg ke Parpol

PASAMAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman menyerahkan Hasil Verifikasi Kelengkapan dan keabsahan…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Beri Kritik Soal Anggaran Dana Kartu Prakerja – Fadli Zon

Juliari Korupsi Bansos, Fadli Zon: Kesempatan Bikin Orang Jadi Maling


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tak henti-hentinya memberikan kritik kepada pemerintah. Kali ini, ia mengkritik terkait anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis, apalagi kini masyarakat banyak terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli di akun Twitternya yang dilihat Selasa, 20 Juli 2021.

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. 

elain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang. Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.

Perempuan yang kerap di sapa Ani itu mengatakan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggaran tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Buang-buang Uang, Sebaiknya Bayar Insentif Nakes! – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Program Kartu  Prakerja merupakan program yang hanya buang-buang uang. Oleh sebab itu, dia mengkritik keras ketika pemerintah mengumukan akan menambah Rp10 triliun untuk program tersebut.

Penambahan anggaran itu diklaim pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Fadli Zon menilai, seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/07/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp10 triliun juga dikatakan Fadli Zon bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja hingga Rp10 triliun sebagai bagian dari perlindungan sosial selama pandemi COVID-19. Semula, pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dengan sasaran 5,6 juta orang peserta.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun dengan total 8,4 juta,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/07/2021). 

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, kenaikan anggaran tersebut karena hasil survei menunjukkan bahwa program terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi COVID-19. 

Mekanisme program Kartu Prakerja tambahan ini masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Setiap penerima akan mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan untuk 4 bulan.

Adapun total jumlah bantuan yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta. Tiap peserta juga akan mendapatkan dana sebesar Rp50 ribu setiap kali mengisi survei.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ngawur Mana Militernya? – Fadli Zon

Dana Haji Mau Dipakai Perkuat Rupiah, Tanya Fadli Zon: Pemilik Dana Rela Uangnya Dipakai?


Anggota DPRI RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Dalam pernyataannya, Muhadjir menyebut Indonesia berada di kondisi darurat militer dalam menangani pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitter–nya, @fadlizon, Fadli Zon menilai pernyataan Muhadjir asal-asalan alias ngawur.

Ia menyesalkan penggunaan istilah darurat militer dalam pernyataan Menko PMK ini.

Pernyataan ini ngawur, kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya ?” tulis Fadli Zon, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, pernyataan dari Muhadjir menambah bukti, koordinasi pemerintah penanganan Covid-19 yang kurang. https://d-1023473858618586686.ampproject.net/2107030008001/frame.html

Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep n pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan covid,” katanya.

Selain Fadli Zon, kritik juga datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua PKS Sukamta, pernyataan Menko PMK ngawur dan semakin menunjukkan pemerintah masih gagal membangun koordinasi di internal mereka.

“Sudah hampir satu setengah tahun pandemi covid, masih saja pejabat pemerintah buat pernyataan-pernyataan yang membingungkan dan tidak punya pijakan hukum yang jelas,” katanya kepada Tribunnews, Minggu (17/7/2021).

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer