Connect with us

Berita

Kapolda Ini Luar Biasa Gagahnya – Fadli Zon

Polisi Segera Tangkap Rizieq Shihab, Fadli Zon: Kapolda Ini Luar Biasa Gagahnya


Politikus Gerindra Fadli Zon merasa heran dengan penetapan tersangka kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab atas dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan pada kerumunan di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 14 November 2020.

Fadli pun mempertanyakan keadilan hukum di Indonesia. Sebab, terdapat anggota FPI yang tewas tertembak dan polisi justru menetapkan Habib Rizieq tersangka.

“Sudah enam anggota FPI ditembak mati dengan kejam, kini ditetapkan tersangka ‘prokes’, apa ini penegakan hukum di negara hukum?

Kapolda ini luar biasa gagahnya, kita lihat seperti apa ujungnya,” tulis Fadli di Twitter akun @fadlizon, Kamis (10/12).

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan pada kerumunan di acara akad nikah putrinya, Syarifah Najwa Shihab di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 14 November 2020.

“Ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka, pertama penyelenggara Saudara MRS,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis ini.

Kombes Yusri menyebutkan, selain Habib Rizieq Shihab, lima orang lainnya juga dijadikan tersangka, yakni ketua panitia berinisial HU, sekretaris panitia berinisial A, MS selaku penanggung jawab, SL selaku penanggung jawab acara, dan terakhir kepala seksi acara berinisial HI.

“Penetapan tersangka berdasarkan gelar perkara yang dilakukan Polda Metro Jaya pada Selasa, 8 Desember 2020 kemarin,” kata dia. Sebelum penetapan tersangka, terjadi kasus tewasnya enam laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Senin (7/12).

Peristiwa itu berawal saat polisi hendak melakukan penyelidikan terkait informasi pengerahan massa saat Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab diperiksa atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada Senin kemarin.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Siapa Tuan Rumah di Negeri ini? – Fadli Zon

Fadli Zon Bandingkan Kedatangan TKA China dengan Pelarang Mudik Pemerintah: Siapa Tuan Rumah di Negeri ini?


Anggota DPR RI dari partai Gerindra Fadli Zon mengkritisi kebijakan pemerintah tentang Pelarangan mudik bagi warganya dan kedatangan TKA asal China.

Melalui akun Twitter pribadinya, Fadli Zon yang juga merupakan mantan Wakil Ketua Umum partai Gerindra ini mengkritisi pelarangan mudik yang dijaga ketat aparat keamanan.

“Kegiatan mudik yang sudah jadi tradisi puluhan tahun dilarang, bahkan disekat dengan aparat di beberapa tempat berlaras panjang,” ujar Fadli Zon.

Selain itu, Fadli Zon membandingkan larang mudik pemerintah dengan kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang terus berdatangan ke indonesia.

“TKA China yang mau kerja terus melenggang. Siapa tuan rumah di negeri ini?,” [email protected] Senin 10 Mei 2021.

Seperti diketahui, pemerintah telah melarang warganya untuk mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021. kecuali perjalanan dengan kebutuhan yang sangat penting.

Disaat larang mudik diberlakukan oleh pemerintah kepada warganya, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta, Selasa 4 Mei 2021 dengan pesawat charter China Southern Airlines.

Setelah itu datang gelombang kedua WNA China, datang pada 6 Mei 2021. Saat itu, para WNA China datang dengan pesawat Xiamen Air MF855. Tercatat, 46 WNA China menumpang pesawat itu.

Sedangkan pada, Sabtu 8 Mei 2021, gelombang WNA China kembali berdatangan ke Indonesia, melalui Bandara Soetta.

Kali ini, mereka menumpang pesawat China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-387 dengan membawa sekitar 166 orang.Dari total 166 penumpang itu, 157 WNA China, dan 3 lainnya merupakan penumpang WNI.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tatanan Kita Makin Berantakan – Fadli Zon

Fadli Zon Heran Menko PMK Sebut Keluarga Miskin Lahir dari Faktor Besanan


Seorang anggota TNI Serda Nurhadi dikepung oleh dept collector di gerbang tol kawasan Jakarta Utara. Saat itu Serda Nurhadi sedang membawa orang yang tengah sakit.

Kejadian tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Fadli Zon. Fadli heran Serda Nurhadi bisa dikepung oleh debt collector.

“Kok bisa anggota tentara resmi yang mau nolong warga dikepung debt collector? Tatanan kita makin berantakan,” ujar Fadli seperti dilihat di akun Twitternya yang menanggapi berita pengepungan tersebut, Senin (10/5).

Seperti diketahui, sekelompok orang mengepung mobil yang dikendarai oleh Serda Nurhadi. Mereka memaksa dan merampas kunci mobil yang dikemudikan Serda Nurhadi.

Kok bisa anggota tentara resmi yg mau nolong warga dikepung debt collector? Tatanan kita makin berantakan.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Zaman Soeharto Seleksi Pidato Presiden Ketat – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Fadli Zon mengomentari penyataan kontroversial Presiden Joko Widodo yang mempromosikan Bipang Ambawang sebagai salah satu kuliner khas daerah.

Seperti diketahui, penyebutan Bipang Ambawang tersebut dipersoalkan banyak pihak sebab dianggap berada dalam konteks menyambut perayaaan terbesar umat Muslim, yakni Hari Raya Idul Fitri.
Sementara, Bipang Ambawang adalah makanan khas kalimantan yang terbuat dari babi panggang, yang tentunya haram dikonsumsi umat Muslim.
Fadli Zon kemudian mengkritik soal persiapan pidato Presiden Jokowi. Ia membandingkan bahwa pada zaman kepemimpinan Presiden Soeharto, pidato Presiden diseleksi dengan ketat.
Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya @Fadlizon.

“Pak Moerdiono pernah bilang ke saya, di zaman Pak Harto, pidato Presiden lewat seleksi ketat, karena ucapan RI1 harus akurat tepat. Dari staf pembuat pidato, diseleksi 2 tahap baru ke Mensesneg, terakhir Pak Harto sendiri ikut koreksi. Nah ini siapa yang siapkan teks? Kasihan dong Presiden,” tulis Fadli Zon pada Sabtu (8/3/2021).

Fadli Zon memberikan pernyataan tersebut sebagai respons dari cuitan Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap.

Yan Harahap menyindir bahwa Presiden Jokowi mungkin hanya membaca tanpa meninjau terlebih dahulu pidatonya.

“Mungkin itu akibatnya jika tinggal baca text tapi tak direview dulu sebelum dibacakan, terlalu percaya sama staff yang bikin narasi. Sementara staff yang bikin narasinya bisa jadi ‘penggemar’ Bipang (Babi Panggang) Ambawang,” tulisnya melalui akun Twitter.

Pidato Presiden Jokowi heboh ketika menyebut kuliner bipang ambawang salah satu kuliner Kalimantan dalam konteks lebaran. Sebab bipang (babi panggang) ambawang disebut bisa dijadikan oleh-oleh pengganti mudik Lebaran.

Jokowi memberi saran kepada warga yang ingin merayakan Lebaran tapi tak bisa mudik. Ia meminta warga yang rindu akan kuliner khas kampung halaman masing-masing untuk pesan secara online.

“Bagi saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah, atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan Gudeg Jogja, Bandeng Semarang, Siomay Bandung, Pempek Palembang, Bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya, tinggal pesan. Dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah,” ujar Jokowi.

Tak sedikit yang mempertanyakan pidato Jokowi karena secara gamblang menyebut bipang ambawang bisa buat oleh-oleh Lebaran. Padahal diketahui makanan tersebut non halal sehingga tidak dikonsumsi umat muslim

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer