Connect with us

News

Ke Rumah Nan Tumpah #3: Bersenang-senang bersama anak-anak Korong Kasai

Ke Rumah Nan Tumpah #3: Bersenang-senang bersama anak-anak Korong Kasai


Rabu, 29 Agustus 2018 – 16:02:51 WIB – 139

Komunitas Seni Nan Tumpah. (Foto: Dok. Istimewa).

PADANG PARIAMAN – Untuk ketiga kalinya, Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) mengelar program Ke Rumah Nan Tumpah (KRNT) yang bertajuk “KRNT #3: Bersenang-senang bersama anak-anak Korong Kasai, yang akan dilaksanakan pada Jumat (31/8/2018) pukul 16.00 WIB – 21.00 WIB di sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah yang beralamat di Perum. Bumi Kasai Permai, Jln. Kalimantan Dalam blok AA No.31, Korong Kasai, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman.

KRNT merupakan sebuah program yang disusun oleh KSNT sebagai ruang apresiasi yang khusus diselenggarakan di sekretariat KSNT. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian. Program ini akan melengkapi program jangka panjang kerja manajemen produksi KSNT yang telah ada sebelumnya, yakni festival seni dua tahunan Pekan Nan Tumpah yang akan memasuki penyelenggaraan ke lima dan program Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) yang akan memasuki penyelenggaraan ke sembilan pada tahun 2019.

Dalam edisi KRNT #3 kali ini Komunitas Seni Nan Tumpah menjalin kerjasama dengan Ladang Rupa dan Metasinema. KRNT #3 akan melibatkan secara langsung anak-anak Korong Kasai untuk mengikuti lokakarya menggambar bersama Ladang Rupa dan sesi menonton film anak bersama Metasinema. Dua kegiatan tersebut nantinya juga akan ditambahkan dengan diskusi ringan. Selain itu, KRNT #3 juga akan dimeriahkan oleh penampilan musik puisi dari Nan Tumpah Muda (SMAN 7 Padang).

Menurut Pemimpin KSNT Yunisa Dwiranda, Rabu (29/8), “spirit dari kegiatan KRNT ini adalah kolaborasi dan membuka ruang partisipasi dan apresiasi bagi masyarakat Korong Kasai. Selain itu juga bertujuan untuk memperkenalkan Rumah Nan Tumpah yang menjadi tempat KSNT berproses kreatif. KRNT juga bagian upaya kami untuk menjaga silaturrahmi dengan komunitas lainnya.”

Sementara itu, Fajry Chaniago sebagai manajer artistik Komunitas Seni Nan Tumpah mengatakan, “pada gelaran kali ini kami akan terfokus pada anak-anak dengan cara memberikan sebuah lokakarya seni rupa khususnya menggambar yang akan dimentori oleh rekan-rekan dari Ladang Rupa dan juga pemutaran film pendek yang bercerita tentang dunia anak-anak. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan senirupa lebih dekat dan memberikan tontonan yang lebih segar dan mendalam bagi anak-anak sekitaran Korong Kasai yang selama ini lebih akrab dengan sinetron di televisi”.

Film yang akan diputar dalam program KRNT #3 merupakan film-film hasil kurasi rekan-rekan Metasinema, yaitu “Mars” Sutradara Muhammad Marhawi dan Amartha (Gadis dan Air) Sutradara Bambang “ipoenk” Kuntara Murti.

“Dua film yang akan diputar dalam program Ke Rumah Nan Tumpah #3 membawa semangat imajinatif dan fantasional yang tak lepas dari problematika sekitar. Mulai dari Mars yang menggiring kepada kemungkinan masa depan dengan sederhana, namun masih mengulang norma tradisional dengan bingkisan modern, dan Amartha (Gadis dan Air) yang mengajak penonton kepada kemungkinan aksi reaksi panggung fantasional terhadap panggung realitas,” tutur Adi Osman, Kurator dan Programmer Layarterkembang (Metasinema).(rel)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri

Tag: daerah,metro,minangkabau,padang-pariaman,seni-budaya,sumatra-barat

Komunitas Disabilitas Sumbar, Peringati Detik-detik Kemerdekaan Ke-73 di Bukittinggi

Komunitas Disabilitas Sumbar, Peringati Detik-detik Kemerdekaan Ke-73 di Bukittinggi

BUKITTINGGI – Upacara penaikan bendera sang saka merah putih dalam rangka detik-detik kemederkaan Republik Indonesia ke…

Edarkan Sabu, Pemuda Lubuak Jantan Lintau Dicokok Polisi

Edarkan Sabu, Pemuda Lubuak Jantan Lintau Dicokok Polisi

TANAH DATAR – Satres Narkoba Polres Tanah Datar kembali mengamankan pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu sabu,…

Kebakaran Hanguskan 13 Rumah di Ampang Gadang, Relawan PMI Bukittinggi Berikan Pertolongan

Kebakaran Hanguskan 13 Rumah di Ampang Gadang, Relawan PMI Bukittinggi Berikan Pertolongan

BUKITTINGGI – Staf dan Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi yang setiap hari berada di markas, siap…

Hingga Hari Ketiga Pencarian Bocah Hilang di Pasbar Belum Membuahkan Hasil

Hingga Hari Ketiga Pencarian Bocah Hilang di Pasbar Belum Membuahkan Hasil

PASAMAN BARAT – Fahri, bocah umur 8 tahun yang dilaporkan hilang sejak Selasa (14/8/2018) sore, masih belum ditemukan…

Rayakan HUT 73, GO-FOOD Tawarkan Paket Kemerdekaan Serba 17 Ribuan

Rayakan HUT 73, GO-FOOD Tawarkan Paket Kemerdekaan Serba 17 Ribuan

PADANG — Untuk merayakan Hari Raya Kemerdekaan Indonesia yang ke-73, GO-FOOD menggulirkan promo “Hari Merdeka,…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pemborosan dalam Reformasi Birokrasi – Fadli Zon

Fadli Zon Usul Provinsi Sumbar Ganti Nama Jadi Minangkabau


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai keputusan Presiden Jokowi yang menetapkan regulasi terkait sejumlah posisi wakil menteri aneh. Termasuk dengan hadirnya Perpres Nomor 62 Tahun 2021 yang mengatur soal Wamendikbudristek.

Fadli menilai upaya yang dilakukan Jokowi termasuk pemborosan. Apalagi jika regulasi tersebut demi mengakomodir pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan jabatan.

“Kalau menurut saya agak aneh, ya. Banyak sekali wakil-wakil menteri padahal wakil-wakil menteri itu, kan, mestinya dibatasi hanya memang kementerian yang membutuhkan saja,” kata Fadli, Senin (2/8).

“Jumlah menteri, kan, sudah dibatasi dengan UU yaitu 34 menteri. Jadi wakil menteri itu, ya, bukan menteri. Jadi, ya, kalau menurut saya ini pemborosan di dalam perbaikan institusi kita atau reformasi birokrasi kita terlalu banyak,” tambahnya.

Dia lantas menyinggung soal keinginan Jokowi untuk melakukan perampingan birokrasi. Sehingga hadirnya regulasi yang mengatur soal posisi wakil menteri ini malah semakin tak konsisten.

“Dulu, kan, Pak Jokowi ingin ada perampingan, tapi ini semakin melebar. Ada wamen, ada stafsus, dan segala macam gitu, ya. Ini menurut saya jelas pemborosan uang negara. Kalau menurut saya ini lebih banyak pada akomodasi politik gitu, ya,” katanya.

Sejauh ini, posisi wamen di sejumlah kementerian dianggap tak perlu. Sebab ada pejabat eselon yang bisa membantu tugas-tugas seorang menteri.

“Ada menurut saya, kan, ada dirjen, ada direktur, dan sebagainya. Perangkat begitu besar jadi mestinya bagaimana institusi ini dibuat benar gitu, dibuat rapi, dan benar,” ujarnya.

Bagi Fadli, keputusan untuk mengakomodir pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan jabatan bisa merusak birokrasi yang ada di Indonesia.

“Itulah kesan yang muncul di masyarakat dan itu menurut saya akan merusak birokrasi, merusak reformasi birokrasi, merusak tatanan yang sudah ada,” pungkasnya.

Saat ini sudah ada 14 wamen yang ada di kementerian Jokowi. Sementara itu, Jokowi sudah meneken perpres yang memutuskan ada wamen di 5 kementerian lain. Tapi, hingga saat ini, posisi wamen di 5 kementerian itu belum diisi.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Kita Tunggu Sampai Sore! – Fadli Zon

Sumbangan Rp 2T Akidio Tio Muara Kebohongan? Fadli Zon: Kita Tunggu Sampai Sore!


Nama Akidi Tio belakangan menjadi topik perbincangan hangat masyarakat Republik Indonesia usai keluarga besar dan ahli warisnya mengklaim akan menyumbangkan dana senilai Rp 2 Triliun untuk membantu warga yang terdampak Covid-19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pada awal isu tersebut berkembang, banyak tanggapan positif dari masyarakat mengingat nilai yang akan disumbangkan cukup fantastis. Namun belakangan, sejumlah pihak termasuk politisi Fadli Zon menduga dan menilai jika kabar tersebut hanya isapan jempol

Melansir akun twitter pribadinya @Fadlizon, politisi Partai Gerindra itu memposting sebuah unggahan yang isinya merujuk pada artikel Kompas dengan judul ‘Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat’ disertai caption yang cukup menohok.

“Hari masih pagi, mari kita tunggu sampai Senin sore nanti apakah masuk sumbangan Rp 2T. Kalau masuk berarti ini semacam mukjizat. Kalau ternyata bohong, bisa dikenakan pasal-pasal di UU No.1 tahun 1946,” cuit Fadli Zon, Senin (2/8/2021).

Keraguan Fadli akan kabar tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, dari sumber artikel yang ditulis oleh Hamid Awaluddin yang Fadli cantumkan dalam cuitannya, disebutkan bahwa sosok Akidi Tio tidak memiliki jejak yang jelas sebagai seorang pengusaha.

Bahkan dalam sejumlah isu sebelumnya, terkait dugaan harta, janji investasi, dan bualan sumbangan menghebohkan dalam tulisan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia tersebut, seluruhnya bermuara pada kebohongan.

Suarapakar.com - Sumbangan Rp 2T Akidi Tio

Meski tulisan artikel itu masih sebatas opini, namun sangat layak dipertanyakan apakah Akidi Tio memang memiliki kekayaan fantastis sebanyak itu sehingga mampu menyumbangkan dana senilai Rp 2 Triliun untuk bantuan PPKM?

Senada namun tak sama dengan Fadli Zon, Menkopolhukam Mahfud MD meeminta semua pihak untuk menanggapi kabar tersebut dengan positif dan berharap dapat terealisasi.

“Ini perspektif dari Hamid Awaluddin ttg sumbangan Rp 2 T dari Akidi Tio. Bagus, agar kita tunggu realisasinya dgn rasional,” tulis Mahfud di Twitter, Senin (2/8/2021).

Namun demikian, ia juga memberikan pengakuan jika sebelumnya pernah membuat tulisan terkait pihak yang meminta fasilitas dari Negara untuk mencari harta karun yang nantinya akan disumbangkan kembali ke Negara. Adapun pada faktanya, kabar tersebut tak dapat di validasi.

“Sy jg prnh menulis ada orng2 yg minta difasilitasi utk menggali harta karun dll yg akan disumbangkan ke negara. Tp tak bs divalidasi,” beber Mahfud lagi.

Sebelumnya, keluarga dan ahli waris Akidi Tio disebutkan akan menyumbang Rp 2 triliun untuk penanganan COVID. Sumbangan itu sendiri telah diterima secara simbolis oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri pada Senin (26/7/2021).

Kabarnya uang sumbangan senilai Rp 2 Triliun itu akan masuk pada Senin (2/8/2021). Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi baik dari Polda Sumsel maupun pihak keluarga Akidi Tio.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Koreksi Baliho Puan Maharani, Disebut Tidak Sesuai dengan KBBI – Fadli Zon

Fadli Zon Koreksi Baliho Puan Maharani, Disebut Tidak Sesuai dengan KBBI


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memberikan koreksi terhadap baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang bertebaran di berbagai penjuru Indonesia.

Fadli mengoreksi penulisan diksi yang terdapat dalam narasi di baliho Puan yang menurutnya terdapat kesalahan.

“Mari gunakan bahasa Indonesia yg baik dan benar apalagi dlm bentuk baliho besar yg terpampang ke seantero negeri,” kata Fadli dalam cuitan di Twitter, Senin, 2 Agustus 2021.

Adapun Fadli memberikan koreksi terhadap penulisan kata ‘kebhinnekaan’ yang menurutnya tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yg benar itu ‘kebinekaan’ bukan ‘kebhinnekaan’. Tapi kelihatannya semua baliho sdh dipajang. Sekedar koreksi,” tulis Fadli.

Lebih lanjut ia menjelaskan makna dari ‘Kebinekaan’ sesuai dengan koreksinya terhadap baliho Puan Maharani.

“‘Kebinekaan’ artinya keberagaman, berbeda-beda. Harusnya bukan keberagaman (perbedaan) yg ditonjolkan, tp persatuan dlm keberagaman itu,” lanjutnya.

“Unity in diversity, ‘Bhinneka Tunggal Ika’ dlm serat ‘Kakawin Sutasoma’ karya Mpu Tantular. Jd jgn kita kepakkan sayap perbedaan, tapi persatuan.” jelasnya.

Seperti diketahui, baliho-baliho raksasa Puan Maharani bertebaran di berbagai penjuru Indonesia beberapa waktu belakangan dan kini semakin bertambah jumlahnya.

Berkaitan itu, pihak PDIP sebelumnya sudah mengungkapkan alasan baliho dan billboard Puan dipasang di berbagai tempat di Indonesia.

Menurut Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Hendrawan mengatakan bahwa pemasangan baliho Puan adalah bentuk kegembiraan karena putri Megawati Soekarnoputri itu adalah perempuan pertama yang memimpin DPR.

“Ini ekspresi kegembiraan karena Mbak PM (Puan Maharani) adalah perempuan pertama Ketua DPR dari 23 ketua DPR dalam sejarah RI. Tagline-nya macam-macam. Ada yang berkaitan dengan imbauan perkuatan gotong royong menghadapi pandemi, penguatan semangat kebangsaan, dan dorongan optimisme menghadapi masa depan,” ujar Hendrawan.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer