Connect with us

Limapuluh Kota

Ketum DPP ADKI Berkunjung Ke Limapuluh Kota – siarminang.net

Ketum DPP ADKI Berkunjung Ke Limapuluh Kota – Beritasumbar.com

[ad_1]

Limapuluh Kota,siarminang.net,- Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuak bandaro Rajo terima kunjungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (DPP ADKI) Fikri El Aziz di ruang kerja Kantor Bupati Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (sumbar), Selasa (29/6/2021).

Didampingi oleh Ketua ADKI Sumbar Deni Asra dan Ketua ADKI Kabupaten Limapuluh Kota Rino Chandra. Dalam pertemuan itu, Firkri menjelaskan ADKI dibina langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Selain Sadiaga Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiabudi sebagai Ketua Dewan Pembina ADKI. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 007/SK/A/VI/2021 tentang Pengesahan DPP ADKI Masa Jabatan 2021- 2024.

“ADKI merupakan Asosiasi yang berfokus dalam pengembangan Potensi dan Pelaku Ekonomi Kreatif di Desa. Menciptakan lapangan kerja dari desa itu sendiri.” Kata Fikri.

Dijelaskan Fikri, diperlukan upaya kolaboratif dan terstruktur dalam mewujudkan kawasan kreatif di desa. ADKI tidak kerja sendiri. Penta-Helix sinergitas pemangku kepentingan yang terdiri dari Akademisi, perusahaan, pemerintah, media dan kelompok masyarakat dalam pengembangan desa kreatif yang maksimal dalam koordinasi dan realisasi. Seperti hal nya Akademisi yang akan memberikan konsep dan teori yang relevan dalam pengembangan desa kreatif berdasarkan studi yang telah dilakukan.

“Penta-Helix Sinergitas untuk mengembangkan desa kreatif, ada Kemenparekraf, kemendes dan PDTT, Kemenko Marves dan kementerian ESDM dari pemerintah untuk pengembangan desa kreatif. Selain itu ada seluruh media yang berpartisipasi.” Tambah Fikri.

Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo berharap ADKI mampu memberikan kontribusi pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap ketahanan ekonomi Kabupaten Limapuluh Kota secara umum. Pemerintah daerah akan mematangkan regulasi yang mendukung pembangunan Kepariwisataan dan Ekonomi kreatif di daerah tersebut.

“Kita wajib mematangkan regulasi agar pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif ini jelas arahnya dan tujuannya. Semoga ADKI bisa menciptakan inovasi dan Kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja di desa atau nagari hingga memberikan dampak baik kepada perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah akan mendukung hal ini,” sebut Bupati.

Bupati menjelaskan, secara potensi alam yang berkaitan erat dengan adat budaya dan sejarah, Kabupaten Limapuluh Kota memiliki hal itu. Namun terkait infrastruktur penunjang pada setiap potensi tersebut menjadi persoalan saat ini. Pemerintah daerah saat ini sedang mencarikan solusi untuk hal itu.

“Infrastruktur jalan salahsatunya, ini sedang kami carikan solusi agar desa atau nagari yang memiliki potensi destinasi wisata dapat dijangkau dengan mudah oleh wisatawan.” jelas Bupati.

Sementara itu, Ketua ADKI Sumatera Barat Deni Asra menyebutkan, penandatangan MoU antara ADKI & Pemerintah Desa dalam Program Pendampingan Desa Kreatif terpadu sudah dilakukan. Sebanyak 46 desa di Indonesia sudah melakukan MoU. 6 desa di Sumbar, 3 Desa/Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota, Yakni Nagari Koto Tinggi, Nagari Taram dan Nagari Harau. Desa tersebut akan dilakukan pendampingan penguatan kapasitas masyarakat Capacity Building dalam bentuk pelatihan, seminar, workshop hingga sebuah desa memiliki

“3 Desa atau Nagari di Kabupaten Limapuluh Kota sudah MoU, disini ADKI memiliki kewajiban untuk melakukan pendampingan secara terpadu. Kita akan fokuskan kepada sebuah pembinaan yang berkesinambunagan hingga desa dan masyarakatnya berada pada tatanan ekonomi baik pada sektor yang digarap dan bergerak,” sebut Deni.

Dalam kesempatan yang sama Ketua ADKI Kabupaten Limapuluh Kota, Rino Chandra menyampaikan, kerja keras ADKI untuk penciptaan desa kreatif di daerah merupakan tantangan dan langkah baru untuk menciptakan inovasi dan kreativitas di desa. Khusus untuk Kabupaten Limapuluh Kota, kreativitas, potensi destinasi maupun produk industri kreatif masyarakat sudah ada sejak dulu. Namun sesuai perkembangan zaman, bentuk pengelolaan, promosi, brand mark hingga pasar memiliki pergeseran ke arah yang moderen.

“Saat ini dituntut untuk memiliki relevansi eksternal. Tantangan utama adalah mindset. Akan banyak dilakukan identifikasi. Mulai dari mengidentifikasi potensi ekonomi kreatif, kondisi umum desa hingga kepada penguatan infrastruktur fisik dan infrastruktur digital sehingga tercipta pengembangan pariwisata dan ekraf berkelanjutan yang optimal.”Tutup Rino.

Pertemuan itu, dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Limapuluh Kota Ny Nevi Safaruddin, Sekretaris Daerah Widya Putra, Kepala Dinas Pariwista Pemuda dan Olahraga Nengsih S.pd, Plt. Kepala dinas perdagangan dan UMKM Ayu Mitria Fadri, S.Si. (tk/ft)

[ad_2]

Sumber

Limapuluh Kota

Waspada Bullying di Medsos, Ini Kata Guru di Kabupaten Limapuluh Kota – siarminang.net

Waspada Bullying di Medsos, Ini Kata Guru di Kabupaten Limapuluh Kota – Beritasumbar.com

[ad_1]

Limapuluh Kota,siarminang.net, — Perundungan atau bullying tidak hanya terjadi di alam nyata, tapi juga bisa menyasar dunia maya. Perundungan siber bahkan bisa berdampak pada gangguan mental.

Hal itu diantaranya disampaikan Kepala SMAN 1 Akabiluru, Lisa Lazwardi saat menjadi narasumber dalam webinar bertajuk Literasi Digital yang digelar Kementerian Kominfo Agustus lalu di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar.

Lisa menjabarkan dampak dari cyber bullying, meliputi depresi hingga ingin bunuh diri, kesehatan fisik dan mental terganggu, serta menarik diri dari lingkungan sosial.

“Cara menjegah cyber bullying, antara lain frekuensi unggahan sewajarnya, hindari unggah konten yang aneh, selektif dalam menerima pertemanan, menahan diri untuktidak mengunggah hal-hal yang mengundang bullying, dankenali etika dalam berinternet,” katanya.

Cara mengendalikan diri agar tidak melakukan perundungan, sambung Lisa, meliputi selalu pikirkan konsekuensi yang mungkin terjadi dari setiap unggahan.
“Gunakan internet untuk kegiatan positif dan batasipenggunaannya, bergabung dengan komunitas yang memberikanaura positif, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT,” jelasnya.

Narasumber lain pada webinar itu, Dosen Musik UNJ, Aditya Andriyanto menyebut era digital mempengaruhi Budaya Indonesia. Positif di internet, dapat dilakukan dengan mencari ide kreatif, gunakan media sosial dengan konten yang bermanfaat bagi banyak orang.

“Salah satu konten kreatif ialah mengunggah budaya Indonesia seperti tarian dan musik, hal ini dapat melestarikan budaya Indonesia. Gunakan internet untuk hiburan dan bisnis yang tidak merugikan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Public Speaker sekaligus Duta Wisata Indonesia 2017, Indira Wibowo menjabarkan jenis penipuan digital mencakup phising, scam, carding, social engineering, take over akun, serta toko online palsu.

“Selalu perhatikan email yang digunakan, waspada website plesetan, perhatikan sapaan yang digunakan, cek alternatif teksnya, serta tata bahasa yang buruk,” katanya.

Tips mengenali toko online palsu, kata Indira, antara lain memiliki pengikut akun media sosial banyak, tetapi penggunanya tidak aktif, komentar yang dimatikan, serta tidak ada bukti transfer atau testimoni.

“Biasanya harga lebih murah dari harga aslinya, dan tidak mempunyai alamat toko yang jelas. Untuk lebih berhati-hati tanyakan dulu pada orang lain,” ujarnya.

Founder Bhaseera Psychology, Mai Tiza Husna menyebut banyak jenis ekspresi di dunia digital. Antara lain, menyatakan pendapat, karya ilmiah, dan kreasi.

“Kebebasan berekspesi sebagai salah satu hak asasi manusia atau HAM, dimuat dalam konvensi hukum global yaitu Deklarasi Universal HAM oleh Perserikat Bangsa-Bangsa,” katanya.

Etika dalam berinteraksi di dunia maya, sambung Mai, antara lain menggunakan bahasa yang sesuai, perhatikan jenis huruf, tanda baca, dan simbol.

“Berikan informasi yang jelas kebenarannya, tidak memberikan informasi palsu atau hoax, perhatikan waktu untuk mengirim pesan, serta kembangkan empati,” tutupnya.

Webinar ini. diakhiri oleh influencer dengan followers 58,1 ribu, Suci Fitri Ramadhani yang menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber.(rel)

[ad_2]

Sumber

Baca Selengkapnya

Limapuluh Kota

PS Tem PP B Kubur Harapan Bertemu Saudara Tua di Final – siarminang.net

PS Tem PP B Kubur Harapan Bertemu Saudara Tua di Final – Beritasumbar.com

[ad_1]

Limapuluh Kota,siarminang.net,-PS Tem PP B terpaksa mengubur harapannya untuk bertemu saudara tuanya PS Tem PP A di Final Open Turnamen Sepakbola Tem PP Kenagarian Sitapa (Sikabu-kabu Tanjung Haro Padang Panjang).

Pasalnya bermain melawan PS PDKT Mungka, Kamis (2/9), anak-anak tuan rumah B ini bertekuk lutut tanpa balas. Fahri, Rahman, Fajar, Oki, Dandi dan Dito sepertihya tak kuasa menahan gempuran skuad PDKT Mungka seperti Rijenk, M. Arfan, Rafki, Ozil, Rinal, dan Qori. Akibatnya Yani penjaga gawang tuan rumah harus memungut bola dari dalam jaringnya 5 kali. Sementara gawang PDKT yang dijaga Bima tetap perawan. Dengan demikian anak-anak Mungka berhasil melipat PS Tem PP B 5-0 (3-0).

PS PDKT merupakan tim kelima yang maju ke perdelapan final. Tim yang telah menunggu di babak delapan besar masing-masing Perdana FC, Persada FC Padang Mengatas, tuan rumah PS Tem PP A dan Simalanggang FC.

Tiga tim lagi calon yang mengisi babak delapan besar adalah pemenang antara Gasliko Usia 17 versus Simpati FC yang bermain sore ini, Lasser FC lawan Sarbun Jaya (besok 4/9) dan antara Salad FC dengan Tunas Muda (Minggu 5/9).

[ad_2]

Sumber

Baca Selengkapnya

Limapuluh Kota

Pemuda Kampung Adat Balai kaliki Belajar Membuat Kerambit – siarminang.net

Pemuda Kampung Adat Balai kaliki Belajar Membuat Kerambit – Beritasumbar.com

[ad_1]

Payakumbuh,siarminang.net,– Hari kedua, pelaksanaan kegiatan Silek Arts Festival (SAF) Tahun 2021 untuk Kota Payakumbuh berlangsung padat dengan kegiatan Workshop Kerambit. Workshop kerambit itu diikuti Pemuda dan Pemudi Perkampungan Adat Balai Kaliki bertempat di Medan Nan Bapaneh Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Kecamatan Payakumbuh Utara, Minggu (29/8/2021).

Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh Doni Saputra, S.Sos yang didaulat sebagai nara sumber memaparkan, saat ini banyak warisan leluhur yang hampir dilupakan. Salah satunya adalah Kerambit. Kerambit atau Karambit merupakan senjata tradisional Indonesia yang berasal dari Minangkabau yang saat ini banyak diproduksi di Negara Malaysia dan Fhilipina.

Kerambit adalah sebuah pisau kecil berbentuk melengkung yang digunakan pendekar Minangkabau untuk melawan penjajahan yang dianggap sebuah senjata yang mematikan didunia. Bentuknya kecil dan imut. Walaupun kecil dan imut, tetapi sangat berbahaya sebab bisa menyayat yang paling dalam dan merobek yang paling luas terhadap anggota tubuh lawan, kata Doni dihadapan peserta.

“Pada kegiatan SAF Tahun 2021 dari 6 kota / kabupaten yang digelar secara serentak di Sumatera Barat berlangsung dari 21 s/d 31 Agustus 2021 yaitu Kota Padang, Kota Solok, Kota Payakumbuh Kabupaten Sinjujung, Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat. Untuk Kota Payakumbuh sengaja menampilkan agenda tersendiri dari 6 kota / kabupaten itu. “Kita, menampilkan Pameran Kurambit dan langsung pembuatan Kurambit di arena acara, dari menempa besi, membuat hulu/tangkai dan sarung Kurambit”, pungkas Doni.

Salah seorang peserta Muhammad Arif Pemuda Kampuang Adat Balai Kaliki, ketika dihubungi media merasa senang dengan kegiatan workshop ini. Sebagai anak muda, kita lupa dengan senjata tradisonal Minangkabau diantara Kurambit ini. Senjata yang sangat mematikan ini sangat ditakuti Penjajah Belanda saat itu, mestinya anak muda sebagai pewaris adat, perlu tau dilestarikan kembali.

“Kita takuti, senjata warisan leluhur yang dipakai Pendekar Minangkabau itu saat ini banyak diproduksi negara lain seperti yang disampaikan nara sumber di Negara Malaysia dan Fhilipina. Karena kita tidak mengenalnya, kita membeli produk yang dibuat dari luar. Padahal, seharusnya kita sendiri yang mengolahnya”, kata Arif. (Humas)

[ad_2]

Sumber

Baca Selengkapnya

Populer