Connect with us

headline

KPA Goes To School Hadir Di SMK Kosgoro Lokasi 2

KPA Goes To School Hadir Di SMK Kosgoro Lokasi 2


Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Payakumbuh mengunjungi SMK Kosgoro Lokasi 2 untuk melaksanakan KPA Goes To School. Setelah sebelumnya menggelar kegiatan serupa di SMK Kosgoro Lokasi 1 pada Agustus lalu.

Kali ini KPA bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Tarok memberikan pemahaman seputar HIV/AIDS dan layanan kesehatan di Kota Payakumbuh bagi kurang lebih 200 siswa di sekolah tersebut, Sabtu (14/9).

Dikatakan Fahman Rizal selaku Sekretaris KPA, masih ada beberapa sekolah lagi yang akan dikunjungi oleh KPA untuk diberikan bekal kepada siswa-siswinya tentang bahaya HIV/AIDS, dimana program ini bertujuan untuk memutus mata rantai sehingga tindakan preventif dapat dilakukan.

“Amanah dari Walikota Riza Falepi selaku pimpinan kepala daerah agar KPA melaksanakan program ini bersama dengan stakeholder terkait, sehingga adanya satu pemahaman persepsi di masyarakat khususnya siswa sekolah tentang bahaya HIV/AIDS yang mengancam,” kata Fahman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbub Bakhrizal diwakili kasi P3 Fatma Nelly mengatakan dengan turun bersama dengan jajaran puskesmas sesuai dengan di wilayah kerjanya, diharapkan nanti layanan kesehatan di Kota Payakumbuh dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Selain bahaya HIV/AIDS kita juga memberikan materi tentang cara hidup sehat dan bahaya Infeksi Menular Seksual (IMS), tujuannya agar sedari dini, pemahaman untuk menjaga kesehatan dapat dimiliki oleh siswa sekolah,” kata Fatma Nelly.

Kepala SMK Kosgoro Silva Noviza mengapresiasi Pemko Payakumbuh dengan adanya program KPA Goes To School ini, dirinya berharap semoga program ini dapat menjadi agenda tahunan agar siswa tahun ajaran baru dapat dibekali dengan materi bahaya HIV/AIDS. (Humas)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

headline

Menepis Mitos Menjelang Hadirnya Vaksin COVID-19 – siarminang.net

Menepis Mitos Menjelang Hadirnya Vaksin COVID-19 – Beritasumbar.com

Pemerintah Indonesia berencana akan memulai vaksinasi COVID-19 pada bulan Desember 2020. Setidaknya ada tiga kandidat vaksin COVID-19 yang bakal masuk ke RI pada November yakni buatan SinovacSinopharm dan Cansino. Vaksin ini merupakan vaksin buatan perusahaan farmasi China, tempat asal mula pandemi  COVID-19,  vaksin akan diuji klinis tahap tiga oleh BUMN yang bertindak sebagai produsen vaksin dan antisera, PT Bio Farma.  Hal ini dibenarkan oleh staff ahli Menteri Kesehatan, Alexander Kaliaga Ginting. Meskipun vaksin tersebut disebut potensial untuk mengatasi penularan COVID-19, kita tetap harus menunggu hasil uji klinis vaksin ini selesai sebelum bisa diterapkan ke seluruh masyarakat.

Menjelang kondisi tersebut tercapai, sangat perlu untuk kita renungkan bersama beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penghalang penerapan vaksinasi tersebut. Salah satunya adalah adanya mitos-mitos seputar vaksin yang masih ada di tengah masyarakat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) keraguan publik dalam menerima vaksin turut berperan sebagai salah satu dari sepuluh point yang menjadi ancaman kesehatan global. Dengan semikian, tentunya penting untuk dapat mengatasi mitos-mitos yang lebih banyak bersifat negatif tersebut, sehingga tidak menjadi penghalang dalam memasyarakatkan vaksin COVID-19 ini nantinya.

Di antara mitos yang berlaku adalah adanya pendapat yang mengatakan bahwa orang yang telah diimunisasi masih bisa jatuh sakit. Rumor ini umumnya berasal dari kondisi general yang terjadi saat seseorang (terutama anak-anak) menjadi demam begitu mendapatkan vaksin.  Meski anak mengalami sakit, sebenarnya ini merupakan reaksi normal tubuh saat menerima vaksin yang merupakan benda asing, dimana tingkat keparahan yang dialami pasien imunisasi sebenarnya tergolong sangat ringan. Demam tersebut biasanya tidak berlangsung lama dan dapat diatasi dengan obat-obat generic yang mudah didapatkan.

Faktor kedua yang membuat orang ragu adalah adanya mitos vaksin mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Vaksin yang sudah diproduksi massal harusnya telah memenuhi syarat klinis utama yaitu aman, efektif, stabil, dan efisien dari segi biaya. Artinya, vaksin yang tersedia mutlak untuk tidak memiliki kandungan zat berbahaya. Selain itu, setelah diterapkan ke masyarakat luas, vaksin juga akan terus dimonitoring oleh lembaga terkait yang dalam hal ini adalah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Jika vaksin yang awalnya dinyatakan aman, tetapi kemudian berpotensi menimbulkan efek yang tidak diinginkan, maka BPOM sendiri yang nantinya akan menarik dari masyarakat.

Mitos yang ketiga yaitu vaksin mengandung sel janin hasil aborsi. Virus memang perlu hidup pada inang yang berupa sel hidup untuk bisa bertahan hidup dan berkembang biak, agar bisa dianalisis dan dicarikan penangkalnya.  Dalam proses pembuatan vaksin, virus dikondisikan menginfeksi sel hidup secara berulang agar sifat dan kelemahannya dapat dipantau.

Dalam dunia medis dan farmasi modern, replikasi virus ini dilakukan pada sel-sel hewan percobaan yang sudah disetujui secara global, bukan dengan menggunakan sel manusia. Isu ini mungkin berasal dari kejadian di sekitar tahun 1960-an, dimana janin hasil aborsi digunakan secara legal untuk membuat vaksin. Hal ini kemudian telah dilarang dan tentu saja untuk vaksin COVID-19 yang akan digunakan secara massal nanti, sangat merisihkan jika berasal dari metoda yang telah dilarang tersebut.

Mitos keempat yaitu orang yang sudah sembuh dari suatu penyakit, tidak perlu divaksin lagi. Pada kasus COVID-19 saat ini pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19, ternyata masih berpeluang terinfeksi lagi yang kedua kalinya. Banyak riset menunjukkan bahwa penurunan angka vaksinasi tertentu dapat memicu kenaikan penyakit spesifik yang dilawan oleh kandungan vaksin tersebut. Hal ini sempat terjadi di Indonesia pada pertengahan akhir 2017 lalu.

Awalnya wabah difteri yang terjadi di Jawa kemudian merambah ke Sumatra akibat pengacuhan oleh pihak-pihak terkait. Sehingga pemerintah pun memutuskan untuk melakukan imunisasi nasional dan menggratiskan imunisasi difteri hingga usia 19 tahun. Polio sempat muncul kembali di Papua, padahal kita pernah dapat bendera bebas polio dari WHO. Campak rubella adalah contoh ancaman lain, karena anggapan yang tidak benar tadi masih dianut sebagian besar masyrakat kita.

 Kelima yaitu mengenai isu halal-haram vaksin. Hal ini sangat sensitif sekali terutama pada negara-negara mayoritas muslim, termasuk Indonesia. Untuk masalah ini, biasanya pemerintah selalu berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menetapkan status kebolehan vaksin ini untuk dipakai masyarakat.

Walaupun sebenarnya dalam pembuatan antivirus sangat dimungkinkan tanpa menggunakan substansi yang berasal dari hewan atau benda yang diharamkan agama, tetapi keraguan yang ada di masyarakat tetap perlu dihilangkan melalui pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh badan terkait. Dalam islam sendiri, terdapat hokum darurat yang membolehkan umatnya untuk mengkonsumsi sesuatu yang awalnya bersifat haram, tetapi karena kondisi yang mendesak dan menyangkut keselamatan orang banyak, menjadi boleh untuk dikonsumsi. Maka, kesigapan terutama dari MUI akan sangat diperlukan untuk mengkondisikan ummat dalam menyambut kedatangan vaksin COVID-19 tersebut.

Meskipun banyak sekali isu-isu yang beredar ditengah  masyarakat, jarang sekali yang terbukti kebenarannya. Apalagi yang memberikan manfaat positif kepada masyarakat banyak. Untuk mencegah kerugian yang sebenarnya tidak perlu timbul akibat hal ini, masyarakat perlu memahami hal-hal penting seputar vaksin dan penerapannya ditengah masyarakat. Negara melalui perpanjangan tangannya di lembaga-lembaga seperti BPOM, LIPI, MUI harus berkoordinasi dalam meyadartahukan masyarakat luas yang tengah resah akibat pandemik yang telah berlangsung hampir setahun ini. Tentunya akan sangat kontra-produktif dan lucu sekali, ketika vaksinnya sendiri sudah siap dipakai justru masyarakatnya yang tidak siap untuk menggunakannya.

Oleh : DAHNI ALFANDY
(Mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Andalas)



Sumber

Baca Selengkapnya

#mulyadi

Masyarakat Rindu Pemimpin yang Bekerja Nyata –

Masyarakat Rindu Pemimpin yang Bekerja Nyata


LIMAPULUH KOTA – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) nomor urut 1 Mulyadi-Ali Mukhni terus mendapat suntikan dukungan agar bisa memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020. Hal itu diperlihatkan dengan terus bergeraknya seluruh kader Partai Demokrat di Limapuluh Kota.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Limapuluh Kota, Darman Sahladi Jumat (9/10) mengatakan, kemenangan besar bagi pasangan Mulyadi-Ali Mukhni atau Mualim di Limapuluh Kota merupakan keharusan.

Demi memastikan itu, Darman memastikan seluruh kader terus bergerak menyosialisasikan program dan hasil kerja pasangan Mualim selama menjalani amanah masyarakat. Dia optimis akan membawa kemenangan bagi Mualim.

“Kita terus bergerak di Kabupaten Lima Puluh Kota untuk memastikan kemenangan bagi pasangan Mualim. Pergerakan kader hingga nagari-nagari dan jorong-jorong,” kata Darman di Tanjung Pati, Limapuluh Kota.

Darman menambahkan, pasangan Mualim terutama Mulyadi bukan orang baru bagi masyarakat Lima Puluh Kota. Pasalnya banyak program yang diperjuangkan Mulyadi selama menjadi Anggota DPR RI untuk masyarakat Lima Puluh Kota.

Yang fenomenal menurut Darman tentu Jembatan Kelok Sembilan hingga Jalan Pangkalan-Gelugur. Program tersebut diperjuangkan Mulyadi khusus untuk masyarakat Lima Puluh Kota.

Darman yang juga Calon Bupati Lima Puluh Kota ini mengatakan masyarakat rindu kehadiran pemimpin yang benar-benar bekerja nyata. Serta rindu kepemimpinan Mulyadi yang berpihak kepada masyarakat. “Masyarakat sangat rindu kepada beliau (Mulyadi). Sebab program-program beliau sudah banyak yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota,” ujar Darman.

Sementara itu, Mulyadi menyebut masyarakat Limapuluh Kota menjadi salah satu kunci kemenangan Mualim pada 9 Desember 2020. Dia yakin masyarakat Lima Puluh Kota satu suara untuk kemenangan Mualim.

“Insya Allah kemenangan nantinya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Limapuluh Kota. Saya pastikan manfaatnya akan kita rasakan bersama. Kepentingan rakyat adalah segala-galanya,” ujar Mulyadi. (Zal)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

#pilkada

Pasaman Perpanjang Masa Pendaftaran, Ini Daftar Seluruh Bapaslon

Pasaman Perpanjang Masa Pendaftaran, Ini Daftar Seluruh Bapaslon


PADANG– Ketua KPU Sumatera Barat Amnasmen⁩ mengatakan semua daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota sudah selesai melakukan tahapan pendaftaran calon kepala daerah (Cakada).

“Dari 14 daerah yang melaksanakan, hanya Pasaman yang akan memperpanjang pendaftaran, karena hanya satu bapaslon yang mendaftar,” ulas Amnasmen pada wartawan Senin (7/9/2020).

Sesuai aturan berlaku maka kabupaten Pasaman melakukan penundaan tahapan dan membuka kembali pendaftaran tangga 10-11 September 2020, terlebih dahulu melakukan sosialisasi selama 3 hari, sesuai dengam pasal 102 ayat 2a PKPU 3 tahun 2017, meskipun partai tersisa tidak mencukupi 20 % atau hanya 6 kursi.

Ia juga menegaskan, partai yang sudah mengusung dan mendaftar pada Bapaslon tidak boleh lagi mengalihkan , atau membatalkan.

Berikut bacalon yang sudah mendaftar ke KPU se-Sumatera Barat.

 Provinsi Sumbar
1. Mahyeldi Ansharullah – Audy Joinaldi ( PKS, PPP)
2. Nasrul Abit – Indra Catri (Gerindra)
3. Fakhrizal – Genius Umar (Golkar, Nasdem, PKB)
4. Mulyadi – Ali Mukhni (Demokrat, PAN)

Dharmasraya
1.Panji Mursyidan, S.E., M.M dan Yosrisal, S.Sos (Gerindra, PKS, Pan, Nasdem)

2.Sutan Riska Tuanku Kerajaan, S.E dan Drs Dasril Panin Datuk Labuan (PDIP, Golkar, Demokrat, PKB, Hanura)

Padang Pariaman
1. Suhatri Bur, SE, MM – Drs. Rahmang, MM tgl 5/09-2020 (PAN, NasDem, PDI-P)
2. H Refrizal – Heppy Naldy,SE, MM tgl 06/09/2020(PKS, Gerindra)
3.Tri Suryadi, SE – Taslim, SH, MM (PKB, Demokrat, Golkar dan PPP)

Agam
1. Hari ke 2. H. Hariadi – Novi Endri (Golkar, PPP, PBB)
2. Hari ke.2. Taslim – Syafrizal (Gerindra)
3. Hari. Ke.3 Andri Warman-Irwan Fikri (PAN, Demokrat)
4. Hari ke. 3: Trinda Farhan Satria-M.Kasni (PKS, Nasdem)

 Bukittinggi
1. H. Irwandi-David Chalik( PAN, Nasdem dan PKB)

2. Erman Safar – Marfendi (PKS, Gerindra, Golkar)

3. Ramlan Nurmatias- Syahrizal (Perseorangan)

Pasaman Barat
1. Yulianto-Syafrial (Demokrat-Nasdem)
2.Hamsuardi-Risnawanto (PDIP, PKS, PAN)
3. Agussusanto-Rommy Candra (Perseorangan)
4. Maryanto-Yulisman (Gerindra-PBB)
5. Erick Hariyona-Syawal (Golkar, PPP, PKB, Perindo)

Kab. Pasaman
1. Benny Utama -Sabar AS, (Golkar, Dekokrat, PKB, PAN, PPP, PDIP, PKS, Nasdem)

Kab. 50 Kota

1. Ferizal Ridwan – Nurkhalis (perseorangan)
2. Darman Sahladi – Maskar. M (Demokrat, PAN, Nasdem)kursi)
3. Muhammad Rahmad – Asyirwan Yunus (Gerindra, Hanura, PKB)
4. Safaruddin dt.bandaro rajo – Rizki kurniawan (Golkar, PPP dan PKS)

Kab. Tanah Datar
1. Eka Putra – Richi aprian (Gerindra , Demokrat)
2. Betti Shadiq Pasadigue – Editiawarman (PAN, PPP)
3. Zuldafri Darma – Sultani (Golkar, PKS)
4. Jon Enardi – Syafrudin (Hanura, Nasdem, PDIP)

 Sijunjung
1. Beni Dwipa YA – Iraddatillah (4/9/20)
2. Endre Syaifoel – Nasrul (4/9/20)
3. Arrival Boy – Mendro Suarman (4/9/20)
4. Hendri Susanto – Indra Gunalan (5/9/20)
5. Ashelfine – Sarikal (6/9/20)

 Solok Selatan
1. H. Khairunnas-H.Yulian Efi (Golkar, Demokrat, PPP)
2. H. Erwin Ali-Marwan Efendi (PAN, PKB, PBB dan Berkarya)
3. H. Abdurrahman-H.Rusman Efendi (Gerindra, Nasdem, PKS).

Kab. Solok
1. Epiyardi Asda – Jon Firman Pandu (PAN – GERINDRA)

2. Desra Ediwan Anantanur-Adli (Golkar – PKS)

3. Nofi Candra-Yulfadri (Nasdem-PPP)

4. Iriadi-Agus Syahdeman (Demokrat-Hanura-PDIP)

Kota Solok
1.Reinier – andri marant ( Gerindra, PPP, PDI Perjuangan, PKPI)
2. Ismael Koto- Edi Candra (PBB, Hanura)
3. Zul Elfian – Ramadhani Kirana Putra ( Nasdem, PKS, PAN)
4. Yutris Can – Irman Yefri Adang (Golkar -Demokrat)

Pesisir Selatan
1. Hendrajoni- Hamdanus ( NASDEM, PKS dan DEMOKRAT)

2. Rusma Yul Anwar – Rudi Herdisansyah (Gerindra, PAN, Perindo, Berkarya dan PBB)

3. Dedi Rahmanto Putra – Adrinof Rajab (Golkar , PDIP, PKB, PPP dan HANURA)

 

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer