Connect with us

Politik

KPU Sawahlunto Gelar Rapat Pleno Penetapan DPT Pilgub 2020 – siarminang.net

KPU Sawahlunto Gelar Rapat Pleno Penetapan DPT Pilgub 2020 – Beritasumbar.com

Sawahlunto – Bertempat di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Rabu (14/10) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sawahlunto menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, yang dijadwalkan akab dilaksanakan 9 Desember mendatang.

Selain Ketua KPU Sawahlunto Fadhlan Armey, S.Kom, kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah komisioner KPU Sawahlunto lainnya, yaitu Jasmadi, S.IP, Akhaswita, SH, Desy Fadhila, S.Pd, M.Pd, Sekertaris KPU Bet Mukhardi beserta sejumlah staf.

Menurut Fadhlan, dari hasil rapat pleno terbuka tersebut, KPU menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap pada pelaksanaan Pilgub mendatang, yaitu sebanyak 46.975, terdiri dari 23.368 pemilih berjenis kelamin laki-laki, dan sebanyak 23.607 pemilih berjenis kelamin perempuan.

Sementara itu, dari 4 kecamatan dengan jumlah 37 desa/kelurahan yang ada di kota Sawahlunto, terdapat 148 Tempat Pemungutan SUara (TPS).

“Untuk rincian dari 4 kecamatan yang ada di kota ini, yaitu kecamatan Lembah Segar terdiri dari 9.971 pemilih, masing-masing 4899 laki-laki dan sebanyak 5.072 perempuan,” paparnya.

Sedangkan untuk kecamatan Barangin, lanjut dia, jumlah pemilihnya sebanyak 14.563 terdiri dari 7.282 laki-laki dan 7281 perempuan. Dan untuk kecamatan Silungkang, jumlah pemilihnya sebanyak 8.094 terdiri dari 4.031 laki-laki dan 4.063 perempuan.

“Dan untuk kecamatan Talawi, jumlah pemilihnya sebanyak 14.347 yang terdiri dari 7.156 laki-laki dan 7.191 perempuan. Sehingga total jumlah DPT adalah sebanyak 46.975,” terangnya.

Dalam Rapat Pleno penetapan DPT tersebut juga tampak dihadiri Ketua Bawaslu, Unsur TNI – Polri, perwakilan dari Rutan dan Lapas Sawahlunto, Insan Pers, serta perwakilan dari seluruh pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan sejumlah unsure lainnya. (imo/ap)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kolom & Opini

Omnibus Law, Simalakama Kaum Buruh Dan Angin Segar Pengusaha – siarminang.net

Omnibus Law, Simalakama Kaum Buruh Dan Angin Segar Pengusaha – Beritasumbar.com

Omnibus law adalah melakukan penyederhanaan, pemangkasan dari sekian banyak peraturan perundang-undangan yang ada saat ini dan mengatur ulang beberapa ketentuan dalam undang-undang kedalam satu undang-undang.

RUU cipta kerja ini menuai banyak sekali pro dan kontra dikalangan masyarakat terutama dikalangan kaum buruh,bagaimana tidak ditengah kita harus berjuang menghadapi pandemi covid 19 yang sampai saat ini belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir, masyarakat juga harus dihadapkan dengan telah disahkannya rancangaan undang-undang ciptakerja oleh DPR-RI pada Senin, 5Oktober 2020 yang sebagian isinya yang sangat disayangkan sekali merugikan kaum buruh dan hanya berpihak kepada kaum pengusaha saja.

RUU cipta kerja ini bisa dikatakan mengesampingkan segala pertimbangan dan keadilan tentang ketenagakerjaan khususnya bagi kaum buruh. Pemerintah dan DPR-RI beranggapan bahwa semakin cepat RRU ciptakerja ini disahkan maka polemik yang terjadi saat ini akan berakhirdan semakin cepat memperkuat pondasi ekonomi.

Tetapi mereka salah justru dengan cepatnya disahkan RUU ciptakerja ini justru menyebabkan berbagai macam konflik misalnya keadaan ekonomi yang makin memburuk, banyak masyarakat yang menderita secara finansial. Apakah DPR-RI tidak memikirkan dampak apa yang akan terjadi terhadap kaum buruh apalagi saat ini banyak sekali buruh yang kena PHK akibat pendemi covid 19 sehingga kesejahteraan para buruh terancam?, atau DPR-RI hanya memikirkan kepentingan kaum pengusaha? siapa yang tahu.

Sungguh saya merasa kesal sekali seharusnya disaat seperti pemerintah harusnya fokus untuk melawan covid 19dan memperbaiki kondisi ekonomi yang makin merosot bukannya menambah masalah, satu masalah aja belum selesai lagi ditambah pula dengan munculnya masalah baru.

Adapun poin-poin keberatan buruh terhadap RUU ciptakerja ini adalah: 1). Pengurangan hak cuti atau pemotongan waktu istirahat, 2). Jam lembur lebih lama, 3). Upah minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan upah minimum sektoral Kabupaten/Kota dihapus, 4). Pengurangan nilai pesangon dari 32 kali mejadi 25 kali, 5). Kontrak seumur hidup, tidak ada batas waktu kontrak, 5). Outsourching tidak mendapat jaminan pensiun dan kesehatan karena statusnya seumur hidup tidak menjadi karyawan tetap, 6).

Kemudahan bagi TKA masuk keindonesia. Dengan adanya poin-poin diatas tentu mejadi simalakama bagi kaum buruh dan menyebabkan hidup kaum buruh yang sudah susah menjadi tambah susah. Bagaimana tidak poin-poin tersebut semuanya memberatkan kaum buruh.Sedangkan pengusaha tentu seperti mendapatkan angin segar setelah disahkanya RUU ciptakerja ini, mereka mendapat banyak sekali keuntungan diantara:
1). Kemudahan dan kepastian mendapatkan perizinan berusaha lewat perizinan berbasis resiko dan penerapan standar,
2). Peningkatan daya saing dimana pemberian hak dan perlindunganpekerja/buruh dapat dilakukan dengan baik dan mendorong peningkatan produktivitas,
3). Mendapat insentif dan kemudahan, baik dalam bentuk insentif fisikal maupun kemudahan dan kepastian pelayana investasi,
4). Ruang kegiatan usaha lebih luas untuk dimasuki investasi dengan mengacu pada bidang usaha yang diprioritaskan pemerintah,
5). Mendapat jaminan perlidungan hukum yang cukup kuat melalui penerapan ultimum remedium yang berkaitan dengan sanksi, dimana pelanggaran administrasi hanya dikenai sanksi administratsi sedangkan pelanggaran yang menimbulkan dampak kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkugan (K3L) dikenai sanksi pidana.

Dari poin diatas dapat kita lihat bahwa pengusaha lebih diuntungkan dengan disahkan nya RUU cipta kerja ini dengan begitu pengusaha akan bertambah maju sedangkan kaum buruh tambah susah.Telah jelas sebenarnya pasal-pasal dalam Omnibus Law RUU ciptakerja “Tidak mencerminkan keadilan” yang pada awal pembahasannya pun sudah tidak melibatkan kaum buruh dan seakan terburu-buru dalam disahkannya.

RUU ciptakerja ini mendapatkan aksi penolakan dan gelombang unjuk rasa dari berbagai daerah diindonesia yang dilakukan oleh kaum buruh, mahasiswa dan masyarakat lainnya. Aksi penolakan ini bertujuan untuk mengembalikan hak buruh untuk mendapatkan haknya sebagaimana mestinya. Dalam konteks ini, maka layak diperdebatkan, bahwa omnibus law ciptakerja tidak sepenuhnya berpihak pada kaum buruh, hanya kaum pengusaha saja yang lebih dipentingkan dan diuntungkan, DPR dalam konteks ini seharusnya mengadakan komunikasi dua arah (two way commication)dan diskusi publik antara rakyat dan keputusan yang akan diambil nantinya untuk mengesahkan RUU agar tidak terjadi kesalahpahaman diujungnya.

Kalau perlu DPR seharusnya mendengarkan aspirasi rakyat, mengoreksi apakah RUU yang dibuat ini sudah adil terhadap berbagai kalangan yang ada. Pemerintah harus merevisi dan mengkaji kembali tentang RUU cipta kerja ini, pemerintah harus memberikan perlindungan untuk seluruh masyarakat Indonesia dengan mengedepankan aspek kesejahteraan dan keadilan untuk rakyat Indonesia, apalagi hal ini menyangkut kehidupan orang banyak. Pemerintah juga harus mencari cara agar semua pihak diuntungkan, baik bagi kaum buruh itu sendiri ataupun untuk kaum pengusaha agar tidak terjadi kesenjangan sosial dan menciptakan Indonesia yang sejahtera dan mendapatkan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Oleh: WAHYU YULIS GITASYA
Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas



Sumber

Baca Selengkapnya

Padang

Para Pengemudi Layanan “Maxim” di Padang Mendonorkan Darah untuk Palang Merah Indonesia – siarminang.net

Para Pengemudi Layanan "Maxim" di Padang Mendonorkan Darah untuk Palang Merah Indonesia – Beritasumbar.com

Padang,- Pada tangga 24 Oktober, sekitar 15 pengemudi layanan dan puluhan masyarakat yang peduli di kota ini telah mengisi bank persediaan darah milik Palang Merah Indonesia. Para sukarelawan ini berhasil mengumpulkan 10 kantong darah. Penggagas di balik kegiatan ini ialah layanan “Maxim”.

Acara ini diadakan di kantor layanan sesesuai dengan anjuran penjarakan sosial serta penyanitasian tangan.

– Cadangan darah Palang Merah menurun karena akibat virus Korona, jumlah relawan kami menjadi berkurang. Kami pun memutuskan untuk melakukan kegiatan baik ini sekaligus membuat acara untuk merayakan hari jadi layanan di Padang, – jelas Kepala Cabang, Yarman Rachmat Ari.

Para pengemudi layanan “Maxim” secara rutin berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan semacam ini. Pada tanggal 15 Agustus, kegiatan juga dilangsungkan di kantor layanan “Maxim” di Makassar.
Berkat partisipasi sebanyak sekitar 50 orang, 30 kantong darah pun berhasil dikumpulkan, yang kemudian diserahkan kepada Palang Merah Indonesia.

Pada tanggal 17 Agustus, kegiatan donor darah ini diadakan di Malang. 32 orang, termasuk 20 pengemudi layanan, dan 12 orang dari masyarakat setempat berhasil mengumpulkan 28 kantong darah.
Pada tanggal 26 Januari 2020, berdasarkan inisiatif kantor cabang “Maxim” di Singkawang, sebanyak 50 pengemudi dan 10 perwakilan masyarakat berhasil mengumpulkan 30 kantong darah.



Sumber

Baca Selengkapnya

Padang

HWK Sumbar Bantu Tiga Keluarga Tinggal Satu Atap di Kota Padang – siarminang.net

HWK Sumbar Bantu Tiga Keluarga Tinggal Satu Atap di Kota Padang – Beritasumbar.com

PADANG – Pandemi Covid-19 yang belum kunjung reda semakin berdampak pada perekonomian masyarakat. Seperti yang tengah dialami oleh tiga keluarga yang tinggal satu atap di Jati Rawang, sebuah perkampungan di pusat Kota Padang. 

Kehidupan tiga keluarga yang sangat memprihatinkan tersebut membuat organisasi sosial Himpunan Wanita Karya Provinsi Sumatera Barat (HWK Sumbar) tergerak memberi bantuan melalui kunjungan sosial yang dilakukan pada Minggu 25 Oktober 2020. Kedatangan mereka disambut dengan suasana haru.

Dra. Zusneli Zubir, M.Hum, Ketua HWK Sumbar pada saat kunjungan tersebut mengatakan, “Kami memperoleh informasi tentang keadaan tiga keluarga tersebut dari Si Jong, salah seorang anggota keluarga mereka. Biasanya ia ikut menopang kebutuhan sehari-hari keluarganya, tapi situasi pandemi membuat usahanya macet. Saat ini ibu mereka terbaring sakit di rumah, kena diabetes, dan butuh biaya pengobatan. Bapak mereka yang biasanya bekerja jadi buruh, tidak sanggup bekerja lagi, karena sudah tua.”

Pada kunjungan sosial ke keluarga Si Jong tersebut, HWK Sumbar menyerahkan bantuan berupa sembako, dan uang tunai. Bantuan tersebut digalang dari uluran tangan ibu-ibu di HWK Sumbar, dan anak-anak Sumbar Talenta Organization.

Zusneli Zubir juga mengatakan, “Kami mengajak ibu-ibu HWK Sumbar dan anak-anak Sumbar Talenta Organization untuk membantu keluarga Si Jong, berbagi tanpa mengurangi.”

Pada kunjungan tersebut,  Zusneli Zubir didampingi oleh Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt, M.Si, CIA. Dewan Kebijakan HWK Sumbar.

Sastri Bakry mengatakan, “Saya merasa bangga dan bahagia, HWK Sumbar di bawah kepemimpinan ibu Zusneli Zubir tetap konsisten melaksanakan kegiatan kepedulian kepada masyarakat marjinal, dhuafa, miskin, yang tidak terperhatikan, dan memang susah hidupnya, karena kegiatan ini sudah dilakukan oleh HWK Sumbar dari puluhan tahun yang lalu.”

Sastri Bakry juga mengatakan, HWK Sumbar juga memberi perhatian kepada anak yatim, panti asuhan, disabilitas, dan keluarga-keluarga kurang mampu. HWK Sumbar adalah organisasi mandiri, dana bantuan digalang dari para anggota, dengan tujuan ibadah dalam menjalankan syariat agama. Meskipun secara sukarela, tapi bila dilakukan bersama-sama pasti dana bantuan yang terkumpul akan jadi banyak. Seperti semut, dengan cara bersama-sama mereka bisa menghancurkan tembok yang besar, dan memindahkan batu besar.

Selain itu, Sastri Bakry mengatakan, “Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, dan siapapun, HWK Sumbar adalah wadah untuk mengumpulkan aktivitas sosial. Harapan saya, semoga HWK Sumbar dan organisasi binaannya, STO, selalu bergandeng tangan, dan didukung oleh seluruh masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sosialnya.”

Sementara itu, Si Jong mengatakan, “Berkat kedatangan Bu Sastri, dan Bu Zusneli pada kunjungan sosial HWK Sumbar ini, saya dan keluarga sangat terbantu. Semoga masyarakat lainnya yang tengah berkesusahan juga dapat dibantu.”

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer