Connect with us

AGAM

Kunjungi Banto Royo, Berwisata Sambil Beramal – siarminang.net

Kunjungi Banto Royo, Berwisata Sambil Beramal – Beritasumbar.com


Kabupaten Agam – BANTO ROYO Kamang Kabupaten Agam Sumatera Barat, merupakan objek wisata fenomenal dengan ciri khas yang berbeda dari objek wisata lainnya. Objek wisata yang resmi dibuka pada tanggal 28 Oktober 2018 ini bukanlah objek wisata yang bertujuan untuk menambah aset daerah setempat, tetapi untuk menyokong keberadaan pondok Tahfizh al-Qur’an dan fasilitas pendidikan anak panti asuhan. (Irwan. Minggu, 11 Oktober 2020).

Koordinator Marketing Banto Royo ini menjelaskan bahwa hasil dari tiket pengunjung 60% digunakan untuk mendanai kegiatan keagamaan dan pendidikan anak Nagari Tilatang Kamang. Yaitu untuk kebutuhan biaya operasional Tahfizh al-Qur’an anak-anak yang ikut bergabung dalam Pondok Tahfizh al-Ikhlas. Santrinya ialah anak-anak tingkat SD/MI, mulai dari kelas 1-6, ada beberapa orang yang sudah SMP/MTs. Mulai dari pakaian seragam dan fasilitas belajar santri didanai penuh oleh dana dari Banto Royo.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan, selain untuk pondok tahfizh, hasil tiketing juga digunakan untuk menfasilitasi anak-anak panti asuhan untuk belajar atau les bahasa Inggris dan Komputer. Kegiatan ini diadakan di lantai dua Masjid Nurul Ittihad yang berada tepat sebelah kanan gerbang masuk ke kawasan objek wisata Banto Royo. Sebagian dana juga digunakan untuk kebutuhan biaya operasional Masjid tersebut. 40% nya baru digunakan untuk membiayai operasional objek wisata Banto Royo itu sendiri, jelasnya.

Lelaki yang terkenal ramah ini juga menceritakan bahwa Banto Royo ini awalnya hanyalah rawa-rawa saja, kemudian pada tahun 2017 masyarakat setempat bersama perantau sepakat untuk menggarapnya menjadi objek wisata air dengan desain yang unik, yaitu jembatan alami di atas air sepanjang 1 KM yang dibuat menggunakan bambu dan kayu. Objek wisata ini dibangun selama 1 tahun dengan pengerjaan yang didanai dari sumbangan masyarakat, kemudian dari para perantau yang berasal dari Kamang sebesar 3 Miliar rupiah.

“Di Sepanjang jembatan sengaja tidak diberi pagar kiri kanannya, dengan maksud ialah agar para orang tua benar-benar merasakan kebersamaan dengan anak mereka di sini. Karena selama di rantau banyak anak yang jarang mendapat sentuhan dan penjagaan penuh dari Ayah dan Ibunya, maka di sinilah mereka merasakan momentnya,” jelas Irwan kepada media.

Menuju 3 tahun keberadaan objek wisata alam ini, di Banto Royo telah tersedia sejumlah fasilitas menarik yang bisa dinikmati oleh para pengunjung. Ada perahu air, flying fox, camping ground, pondok-pondok lesehan di sepanjang jembatan, mushalla dan air yang begitu bersih, balai ruang pertemuan, tempat bermain anak, serta ratusan ikan juga menghiasi sepanjang genangan air Banto Royo ini. Pondok Tahfizh al-Ikhlas yang dikelola juga telah melaksanakan wisuda tahfizh 1 juz satu kali dengan hafalan juz 30.

Pengunjung hanya dikenakan biaya tiket masuk Rp. 20.000/orang di hari weekend, dan Rp. 15.000/orang pada hari biasa.

Annisa, salah satu pengunjung asal Jakarta mengatakan bahwa di dalam kawasan objek wisata tersebut tidak terlihat kotak infaq untuk Mushalla ataupun toilet, para karyawan di sini juga sangat ramah dalam melayani kebutuhan pengunjung yang datang. Seperti meminjamkan tikar, memandu perjalanan pengunjung di sepanjang jembatan, mengenalkan hal-hal unik yang terdapat di sini, dan tak kalah menarik, pengunjung yang merasa lapar di sini tidak perlu repot untuk keluar dari area untuk membeli nasi. Karyawan di sini bersedia menghubungi pihak rumah makan terdekat untuk mengantarkan nasi sesuai pesanan ke area objek wisata Banto Royo. Karyawan di sini juga bersedia diwawancarai atau divideokan untuk mendukung aktifitas pengunjung. Youtuber berdarah Minang ini menyimpulkan bahwa uang masuk di awal telah memberikan fasilitas terbaik dan lengkap untuk para pengunjung. Sehingga tidak rugi jauh-jauh datang ke sini,” ungkapnya.

Di akhir bincang-bincang media dengan koordinator marketing Banto Royo (Irwan) menegaskan bahwa di sini pengunjung yang datang bukan dianggap sebagai tamu berwisata, tetapi dianggap sebagai sanak saudara yang ingin melihat kampung halamannya. “Maka kami berikan pelayanan sebaik mungkin. Semua fasilitas dan bantuan para karyawan di sini silahkan digunakan, tidak perlu sungkan untuk meminta tolong kepada kami di sini. Satu hal yang tidak boleh dilakukan pengunjung ialah memberi uang tip kepada karyawan atau pekerja. Hal itu dilarang sekali di sini, karena di sini kita bukan semata-mata untuk berwisata, tetapi berwisata sambil beramal,” tegasnya.

Banto Royo, 11 Oktober 2020 (*).

Kontributor: Fitria Sartika (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AGAM

Kecelakaan di Pendakian Kodok Palupuh, 20 Penumpang Nyaris Tewas – siarminang.net

Kecelakaan di Pendakian Kodok Palupuh, 20 Penumpang Nyaris Tewas – Beritasumbar.com

Bukittinggi, siarminang.net — Sebanyak 20 penumpang mobil travel BA 7993 nyaris tewas, setelah mobil hilang kendali di Simpang Pendakian Kodok, Jorong Batang Palupuh, Kanagarian Koto Rantang Palupuh, Kabupaten Agam, Minggu ( 21/2/2021), sekitar pukul 16.00 WIB.

Beruntung, dalam insiden tersebut sopir membanting stir ke kiri, hingga mobil oleng lalu rebah. Jika sopir kurang cekatan, mobil akan terjun ke jurang berkedalaman puluhan meter, di bagian kanan jalan.

Jika hal itu terjadi, sebanyak 20 orang penumpang dari arah Rao, Kabupaten Pasaman tujuan Bukittinggi, bakal tak satu pun selamat dari maut mengingat jurang yang cukup dalam tersebut.

Informasi didapatkan di tempat kejadian peristiwa (TKP). Saat tiba di pendakian kodok, supir travel Rahmat Ramto (24) sudah berupaya merem mobil. Namun sayang, usaha tersebut tak berhasil, mobil terus melaju lalu rebah ke bagian kiri jalan.

“Saya sudah merem, tapi memang tidak bisa. Kalau saya ke kanan, mobil bisa masuk jurang. Ke kiri banyak tebing kan, mobil jatuh terguling di samping tebing,” ia menceritakan.

Semua penumpang di dalam mobil selamat, tanpa mengalami cedera dan luka-luka. Hanya saja kejadian sangat menegangkan itu, membuat sejumlah penumpang mengalami shock.

Bunyi keras ditimbulkan akibat mobil rebah ke aspal, sontak mengudang perhatian masyarakat di sekitar TKP. Warga bersama pengguna jalan lainnya, berusaha membantu penumpang yang berada di dalam mobil.

Usai diselamatkan warga, semua para penumpang dibawa ke kedai terdekat. Mereka penumpang mobil disuguhkan minum serta disarankan beristirahat untuk meredam keterkejutannya.

“Hampir sebagian penumpang mobil, saat peristiwa terjadi tengah sedang beristirahat. Dapat dipastikan, mereka dalam keadaan tak sadar saat mobil rebah,” ujar seorang penumpang mobil SN (20).

Kecelakaan di simpang pendakian Kodok, menurut informasi masyarakat sudah sering terjadi. Hingga berita ini dinaikkan, kecelakaan tunggal tersebut sudah ditangani aparat berwajib. (adil)



Sumber

Baca Selengkapnya

AGAM

Mobil Rombongan Pemkab Agam Alami Kecelakaan Di Kota Nopan – siarminang.net

Mobil Rombongan Pemkab Agam Alami Kecelakaan Di Kota Nopan – Beritasumbar.com

Agam,siarminang.net,- Kabar duka selimuti pemkab Agam. Mobil rombongan pejabat Agam yang melakukan kunjungan kerja ke Aceh dilaporkan alami kecelakaan. Mobil bus yang ditumpangi pejabat Pemkab Agam tercebur masuk sungai di daerah Kota Nopan Sumatera Utara, pada Senin (8/2) sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari informasi yang didapat topsatu.com dikabarkan ada dua penumpang yang meninggal.
Staf Ahli Bupati Agam Isman Imran, melalui telepon nya mengatakan semua penumpang dirawat di rumah sakit tedekat.

Di antara penumpang diketahui yang luka berat adalah Fatimah Kadis Tenaga Kerja dan Ariyati Kadis Perdagangan.

Bus yang membawa mereka jatuh masuk sungai di Simpang Angin Barat, Kotanopan, Madina.

Tiga buah foto yang diposting oleh IG kotanopan madina, memperlihatkan posisi bus. Bus dengan logo pariwisata dan lukisan marawa itu, berada dalam sungai di dekat sebuah jembatan. link IG: https://www.instagram.com/p/CLBd5KGrdud/

https://platform.instagram.com/en_US/embeds.js



Sumber

Baca Selengkapnya

#bawaslu agam

Hasil Rapid Test Petugas Reaktif, 10 TPS di Agam Tak Punya Pengawas

Hasil Rapid Test Petugas Reaktif, 10 TPS di Agam Tak Punya Pengawas


LUBUK BASUNG – Sebanyak 10 dari 1.380 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat tidak memiliki pengawas TPS akibat hasil rapid test mereka reaktif dua kali berturut-turut. 10 TPS itu tersebar di Kecamatan Malalak dua TPS, Banuhampu satu TPS, Canduang dua TPS, Kamangmagek satu TPS dan Tanjungraya empat TPS.

Menurut Ketua Bawaslu Agam, Elvys di Lubukbasung, Selasa (8/12), sebelumnya 1.380 orang pengawas TPS mengikuti rapid test di lima Puskesmas. Dari 1.380 orang itu, 94 orang dinyatakan reaktif pada hari pertama, Sabtu (28/11).

Setelah itu, dilanjutkan rapid test kedua bagi mereka reaktif pada Rabu (2/12). Hasil rapid test lanjutan ditemukan 77 orang reaktif. Dengan kondisi itu, mereka yang reaktif dilakukan pergantian antar waktu (PAW) dengan calon lainnya. Namun, yang terisi hanya 67 orang dan kosong atau tidak ada PAW untuk 10 orang.

Menurut Elvys, tidak adanya pengganti pengawas TPS akibat calon sebelumnya mengundurkan diri, tidak bersedia menjadi PAW dan lainnya.

“Untuk mengatasi itu, kita melibatkan staf Bawaslu dan Pengawas Kelurahan atau Desa dalam mengawasi pelanggaran di TPS,” katanya. (ant/mat)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer