Connect with us

News

Merevisi Gelar Pecinta Alam Bagi Pendaki Gunung


Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

Oleh: Sukma

Mendaki merupakan hobi baru yang banyak digemari oleh kalangan muda saat ini. Banyak para pemuda kita di Indonesia yang memiliki hobi mendaki gunung untuk sekedar mengisi waktu liburan, melepas lelah, menghilangkan stress hingga keinginan untuk mencari tantangan baru.

Tak hanya laki-laki, para wanita tangguh penakluk alam juga banyak yang telah menaklukkan puncak-puncak gunung tertinggi yang ada di Indonesia.

Selain untuk refreshing dan liburan para pendaki juga mengadakan perayaan momen-momen tertentu di puncak gunung, suasananya pun tak ubahnya seperti suasana ramai di pasar. Momen seperti 17 Agustus dan tahun baru menjadi momen-momen besar yang banyak di rayakan oleh para pendaki di puncak gunung.

Suasana ramai yang tak kalah semarak di puncak gunung saat perayaan momen-momen penting tersebut sama persisnya seperti perayaan di taman-taman kota. Tak hanya perayaannya saja yang sama ramainya, dampak lingkungannya pun hampir sama. Jika setelah perayaan tahun baru akan menyisakan banyak sampah di pelataran jalanan kota, sama halnya yang terjadi di puncak gunung.

Gelar pecinta alam bagi mereka para pendaki sepertinya perlu kita revisi kembali. Banyak prilaku pendaki yang tidak mencerminkan sang pecinta alam sesungguhnya. Puncak gunung yang seharusnya bersih, segar dan alami tercemari oleh prilaku buruk pendaki yang membuang sampah sembarangan.

Bagi kita yang memiliki hobi mendaki dan telah mendaki banyak gunung dan menaklukkan berbagai puncak gunung yang ada, maka mata kita tentu telah banyak juga memandang seperti apa kondisi lingkungan di puncak gunung.

Prilaku buruk para pendaki yang membuang sampah sembarangan memuat pandangan mata kita tak sedap lagi memandang lingkungan di puncak gunung. Tak hanya di puncak gunung, perjalanan menuju puncak pun juga akan sering kita temui sampah bertebaran. Kurangnya kesadaran untuk tidak mengotori gunung secara merata ada pada prilaku pendaki gunung di Indonesia saat ini.

Siapa pun yang pernah mendaki pasti paham persoalan ini, sampah di gunung sebenarnya sangat menganggu pandangan mata, tapi kenyataannya tetap saja kesadaran untuk membawa turun kembali sampah kita di gunung masih kurang.

Jumlah sampah di gunung tak sedikit jumlahnya, setidaknya ada 3,3 ton sampah dari 17 gunung yang dibersihkan pada operasi sapujagad tahun 2017.

Gunung yang paling banyak terkumpul sampah pada operasi tersebut adalah Gunung Halimun Salak di Jawa barat sebanyak 696 kg, Gunung Talang di Sumatera Barat sebanyak 301,5 kg dan Gunung Pulosari 324 kg, sedangkan 14 gunung lainnya berada dibawah 300 kg sampah terkumpul.

Cukup banyak memang, belum lagi gunung lain yang tidak menjadi target operasi. Volume sampah tersebut akan cenderung meningkat seiring semakin tingginya antusias pemuda kita untuk melakukan pendakian di Indonesia.

Sampah yang banyak kita temui di gunung adalah sampah plastik dan botol mineral. Sampah plastik terkumpul sekitar 37% selama operasi tersebut.

Berbagai kebutuhan kita banyak yang di bungkus dengan plastik, mulai dari kebutuhan logistik hingga keperluan pribadi kita selama di gunung semuanya hampir terbungkus oleh kantong plastik.

Botol mineral adalah sampah yang paling banyak kedua sebesar 15%, kebanyakan pendaki memilih membawa air mineral ketika hendak mendaki sebagai kebutuhan selama perjalanan menuju puncak gunung atau camp tempat mendirikan tenda, sebelum mencari mata air di gunung untuk memenuhi kebutuhan selanjutnya. Namun tentu sangat disayangakan kebiasaan mereka yang membuang botol minuman mereka sembarangan ketika telah habis.

Para pendaki yang berjalan menuju puncak bahkan takkan bisa menghitung berapa banyak sampah botol mineral yang mereka temui selama mendaki. Kebiasaan buruk ini tentu sangat mengotori lingkungan pegunungan kita, bayangkan jika satu orang membutuhkan 2-3 botol air menuju puncak, tentu akan banyak sampah botol plastik bertebaran sepanjang jalur pendakian tersebut.

Padahal sampah plastik maupun botol mineral baru bisa teurai dalam kurun waktu yang sangat lama, jika terus dibiarkan tentu sampah-sampah tersebut akan terus menumpuk di alam pegunungan kita.

Prilaku buruk pendaki lainnya adalah sikap vandalisme yang merusak keindahan dan keasrian alam di puncak-puncak gunung. Saat kita berada di puncak gunung, maka pemandangan bekas aksi vandalisme di batu-batu yang ada akan terlihat. Banyak coret-coretan nama, nama daerah hingga tulisan yang tidak jelas apa maknanya.

Coretan yang tak beraturan tersebut jelas merusak lingkungan. Batu-batu besar hingga kecil tak luput dari sikap vandalisme para pendaki.

Banyak para pendaki yang telah berniat untuk melakukan aksi vandalisme sebelum mendaki, tujuannya adalah untuk meninggalkan jejak bahwa mereka pernah mendaki disana atau juga sebagai kenangan jika nanti mereka berkesempatan lagi untuk mendaki ke lokasi tersebut.

Padahal, prilaku seperti itu dapat dicegah dengan memeriksa dan menyita cat semprot yang dibawa para pendaki sebelum mendaki gunung, namun kenyataannya tetap saja bekas aksi vandalism di puncak gunung masih banyak bertebaran. Para pendaki pasti tahu betul jika prilaku vandalisme pendaki yang amatiran tersebut sangat mengganggu keasrian suasana pegunungan.

Prilaku lain para pendaki yang terkadang membuat pendaki lainnya jengkel adalah buang air sembarangan. Saat kita berada di alam tentu kita harus bisa menyesuaikan diri dengan alam dalam keadaan bagaimana pun.

Prilaku buang air sembarangan ini sangat mengganggu, aroma bau dari bekas buang air tentu memuat gelisah para pendaki lainnya. Apalagi pada gunung tertentu, ada yang sulit mendapatkan air bersih. Ada beberapa pendaki yang buang air pada saluran air bersih yang ada dan biasa digunakan untuk keperluan memasak dan mencuci.

Pendaki gunung sering digelari sebagai salah satu pecinta alam, dekat dan alam dan memiliki jiwa petualang. Namun, lebih baik sebelum mendaki gunung, para pendaki tersebut dapat mempelajari terlebih dahulu tentang apa-apa saja yang harus mereka perhatikan selama mendaki, termasuk dalam merawat lingkungan dan keasrian alam pegunungan, jangan sampai akan muncul lagi gunung baru di puncang gunung bernama gunung sampah.

Jangan sampai batu-batuan di puncak gunung dipenuhi dengan coret-coretan yang merusak estika suasana pegunungan. Serta dapat menjaga tingkah laku dengan tidak buang air sembarangan agar dapat sama-sama menikmati sejuknya udara pegunungan, bukan bau busuk dari kotoran yang kita buang.(*)

/* Penulis adalah Mahasiswa S1 Administrasi Publik, Fisip, Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat.

NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu (4/1), sebanyak 53 orang meninggal akibat…

NASIONAL — Mengawali tahun baru, banjir kembali menggenang ibu kota. Selama banjir terjadi, ada beberapa kejadian unik…

JAKARTA — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menurunkan personel dan logistik dalam merespon kejadian…

PESISIR SELATAN — Polisi menargetkan untuk waktu ke depan akan menuntaskan kasus dugaan penyelewengan dana hibah…

PADANG PARIAMAN – Penampakan seekor Harimau oleh seorang warga Nagari Kudu Gantiang Kecamatan V Koto Timur pada Senin…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Semoga Bisa Juga Temukan Harun Masiku yang Hilang Seperti Ditelan Bumi – Fadli Zon

Apresiasi Kinerja KPK, Fadli Zon: Semoga Bisa Juga Temukan Harun Masiku yang Hilang Seperti Ditelan Bumi


Politis Partai gerindra Fadli Zon merespons penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Edhy Prabowo diketahui sudah menyatakan mundur dari posisi sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra dan dari jabatan sebagai Menteri.

Fadli juga mengapresiasi kinerja KPK dalam penangkapan ini.

Namun, meskipun ia mengapresiasi kinerja KPK, Fadli berharap agar KPK juga bisa menemukan Harun Masiku yang menurutnya hingga kini masih hilang bagai ditelan bumi.

Stlh penetapan tersangka tengah malam ini, EP mundur dr Partai n Men KKP. Langkah bijak. Apresiasi kerja @KPK_RI. Smg bisa jg temukan Harun Masiku yg msh “hilang” spt ditelan bumi,” tulis Fadli Zon, Kamis (26/11/2020).

Dikutip dari detiknews, Usai jumpa pers penetapan tersangka, Edhy Prabowo meminta maaf ke sejumlah pihak termasuk ke Partai Gerindra dan menyatakan mengundurkan diri dari partai tersebut.

“Saya mohon maaf kepada seluruh keluarga besar partai saya. Saya dengan ini akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum,” kata Edhy kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11/2020) dini hari.Edhy Prabowo juga mundur dari jabatannya sebagai menteri. Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menunjuk Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menjadi Menteri KKP ad interim sejak Edhy ditangkap KPK.

“Juga nanti saya akan mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri dan saya yakin prosesnya sudah berjalan,” ucapnya.

“Saya bertanggung jawab penuh dan saya akan hadapi dengan jiwa besar,” sambung Edhy Prabowo.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bela Anies Baswedan, Fadli Zon Ungkit Guyon Menteri Jokowi di ILC – Fadli Zon

Bela Anies Baswedan, Fadli Zon Ungkit Guyon Menteri Jokowi di ILC


Politisi Gerindra Fadli Zon kembali mengungkit guyonan  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang pernah bercanda soal Covid-19. Menhub Budi pernah bilang warga Indonesia kebal wabah mematikan itu lantaran setiap hari mengkonsumsi nasi kucing. 

Guyonan menhub Budi  diungkit Fadli dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang tayang di TVOne  pada Selasa (24/11/2020) malam. Menurutnya guyonan itu adalah sebuah pembiaran terhadap penularan wabah  mematikan itu di Jakarta  dan Indonesia.

Hal ini disampaikan  Fadli menanggapi pernyataan pembawa acara ILC Karni Ilyas yang  menyatakan isu pembiaran pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Gubernur DKI  Jakarta Anies Baswedan terkait acara  pernikahan anak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq  Shihab pada Sabtu (14/11/2020) lalu.

“Siapa yang membiarkan? Menteri kesehatan yang membiarkan bahkan sampai ke presiden. Kita tahu 23 Januari 2020 Wuhan sudah lockdown kita masih bercerita nasi kucing  ini pembiaran,” tegasnya.

Fadli mengaku Anies Baswedan merupakan salah satu kepala daerah yang paling tegas dalam penanganan wabah mematikan itu. Buktinya, Provinsi DKI Jakarta menjadi daerah pertama yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total setelah wabah  corona mulai masuk ke Jakarta. 

“Justru yang paling pertama (melakukan karantina wilayah) adalah Gubernur DKI dan saat itu terjadi perdebatan antara pusat terkesan  ada persaingan,” tegasnya 

Tidak hanya itu, keseriusan Anies dalam menekan penularan wabah ni juga terlihat dari sejumlah regulasi yang diambil setelah PSBB total,yakni PSBB masa transisi. Yakni membuka berbagai kegiatan di Jakarta  secara bertahap ketika penularan wabah mulai melandai 

“Selain PSBB (total) ada PSBB transisi, dan kalau kita lihat ini banyak yang menentang  adalah menteri  dalam kabinet pak Jokowi,” pungkasnya. 

Lebih dari itu dia menilai, Gubernur Anies Baswedan tidak bisa didepak dari jabatannya saat ini lantaran pelanggaran protokol kesehatan pada pernikahan Syarifah Najwa Shihab.

Menurutnya, Anies tidak bisa dicopot lantaran kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Kemudian sudah ada ketentuan yang mengatur sanksi kepada seorang kepala daerah yang dianggap melanggar etik.

“(Anies) tidak bisa dicopot hanya karena adanya instruksi dari kemendagri. Kedaulatan ada ditangan rakyat,” tuturnya. 

Menurutnya, Instruksi Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) tidak cukup kuat untuk melengserkan seorang kepala daerah 

Adapun instruksi  dari Tito karnavian itu dikeluarkan saat masalah protokol kesehatan di Jakarta tengah menjadi  sorotan publik. 

“Menurut saya diskusi ini aja udah salah apakah Anies bisa dicopot? gubernur DKI tidak melanggar dia berusaha menegakan aturan, bahkan ada  sanksi RP50 juta,” tuntasnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ulama yang Jadi Panutan – Fadli Zon

Sarankan Pemerintah Rangkul Habib Rizieq, Fadli Zon: Ulama yang Jadi Panutan


Nama Habib Rizieq masih hangat untuk diperbincangkan, berawal dari kepulangannya hingga kerumunan massa dalam beberapa acaranya.

Kedatangannya kembali ke Indonesia disambut hirup para simpatisannya hingga membuat lalu linta sekitar Bandara Seokarno Hatta lumpuh.

Namun, kepulangannya ke Tanah Air justru menyita perhatian publik, hingga beberapa acara yang didatanginya membuat kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu membuat sebagian kalangan memberikan kritik bagi sang pimpinan FPI tersebut.

Berbeda dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra,Fadli Zon. Ia justru menganggap pemerintah terlihat seperti memusuhi Habib Rizieq Shihab.

Hal itu disampaikan lewat tayangan di kanal YouTube Fadli Zon Official yang diunggah pada Senin, 23 November 2020.

Fadli Zon mengungkapkan, seharusnya pemerintah dapat merangkul Habib Rizieq Shihab yang dinilai sosok yang sangat berpengaruh di Indonesia.

“Habib Rizieq adalah seorang habib, seorang habaib, seorang sayyid, keturunan Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.

Dia pun mengatakan, informasi yang mengatakan Habib Rizieq Shihab seorang keturunan Nabi Muhammad SAW didapat dari sumber yang memiliki data valid.

“Itu juga dikonfirmasi oleh sebuah institusi Rabithah ‘Alawiyyin yang memang mempunyai data tentang kekerabatan keturunan Nabi Muhammad,” terangnya.

Dia menjelaskan, Habib Rizieq merupakan pemimpin organisasi yang cukup banyak pengikutnya di Negara Indonesia.

“Habib Rizieq memimpin sebuah organisasi FPI, sebuah organisasi yang secara de facto mempunyai pengikut yang cukup banyak di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer