Connect with us

News

Padang Mulai Dikepung Asap, MDMC dan Lazismu Sumbar Turun Bagikan Masker

Padang Mulai Dikepung Asap, MDMC dan Lazismu Sumbar Turun Bagikan Masker


Minggu, 22 September 2019 – 02:41:22 WIB – 113

Relawan OMOR bagikan masker ke pengguna jalan

PADANG — Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat juga terimbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). MDMC bersama OMOR Sumbar turun membagikan masker ke jalanan, Sabtu, (21/9/2019).

Ditemui terpisah, Ketua MDMC Sumbar, Marhadi Effendi mengatakan “Kita bersama Lazismu tadi membagikan masker ke masyarakat pengguna jalan di sekitar lampu merah M. Yamin dan belum lama ini kita turun membantu pembangunan sekolah yang berada di zona merah di kawasan Maligi Pasaman,” kata Ketua MDMC Sumbar Marhadi Efendi kepada minangkabaunewscom.

Pembagian masker ini, katanya, diberikan kepada masyarakat yang sedang beraktivitas di luar ruangan, terutama pengguna sepeda motor.

“Kita juga mengingatkan ke masyarakat yang berkendara untuk berhati-hati. Ini karena jarak pandang yang terbatas,” tutupnya. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)

Tag: metro,muhammadiyah,padang,sosial,sumatra-barat

Mantapkan Persiapan HUT PMI Ke 74, Relawan Lakukan Ini

Mantapkan Persiapan HUT PMI Ke 74, Relawan Lakukan Ini

BUKITTINGGI – Relawan dan anggota PMR PMI Kota Bukittinggi serta kepala markas dan staf melakukan kerja gotong royong…

Ini Kata Wapres Yusuf Kalla terkait Persoalan Papua di Padang

Ini Kata Wapres Yusuf Kalla terkait Persoalan Papua di Padang

PADANG — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan soal pembangunan infrastruktur di Papua yang digenjot…

Awasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Pemkab Pasaman Bentuk KP3

Awasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Pemkab Pasaman Bentuk KP3

PASAMAN – Bupati Pasaman yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Ir . Yuspi membuka dengan resmi…

Aktivis Muda Ade Herdiwansyah: Generasi Milenial Harus Melek Politik

Aktivis Muda Ade Herdiwansyah: Generasi Milenial Harus Melek Politik

PASAMAN BARAT –Generasi milenial akan sangat menentukan arah Sumatera Barat ke depan. Sebab generasi yang juga sering…

6-9 September, Ada Festival Tanaman Hias di Padang

6-9 September, Ada Festival Tanaman Hias di Padang

PADANG — Awal bulan September, tepatnya 6-9 September 2019, akan diselenggarakan acara Flori Indonesia dan Pedatani…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer