Connect with us

News

PMI Bukittinggi Dirikan Posko Pertolongan Pertama di Jam Gadang

PMI Bukittinggi Dirikan Posko Pertolongan di Jam Gadang


Kepala markas PMI Kota Bukittinggi serta staf dan relawan fot bersama Walikota, Wakil Walikota dan forkopimda Bukittinggi di depan pos kesehatan, Rabu (13/6)

BUKITTINGGI – Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Bukittinggi menyiapkan posko Pertolongan Pertama kepada masyarakat di area Jam Gadang, Kamis (13/6/2018).

Ketua PMI Kota Bukittinggi, H.Chairunnas mengatakan, Keterlibatan relawan PMI Kota Bukittinggi adalah suatu kewajiban dari organisasi kepalangmerahan, karena dalam setiap kegiatan yang memerlukan pertolongan pertama, relawan PMI Kota Bukittinggi langsung turun dibawah komando kepala markas, Ahmad Jais. Sesuai dengan motto PMI Kota Bukittinggi “Siap Bantu” dan PMI Bersama Untuk Kemanusiaan, dalam artian PMI tidak dikenal sebagai transfusi dan donor darah saja, tetapi juga menolong sesama manusia.

Ditambahkannya, dalam posko Hari Raya Idul Fitri 1439 H di Jam Gadang PMI Kota Bukittinggi dilengkapi dengan ruang ibu menyusui dan unit kendaraan ambulance berikut tenaga media yang siap menolong, ucap Chairunnas.

Dalam penempatan posko kesehatan, PMI Kota Bukittinggi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota, sengaja PMI Kota Bukittinggi mendirikan posko kesehatan menyebar disegala arah di tempat keramaian pengunjung. Tenaga relawan berikut tenaga medis siap bantu dalam pertolongan nantinya, mengenai kendaraan ambulance baru, lengkap dengan peralatan medisnya untuk PMI Kota Bukittinggi, yang mana didapat dana hibah dari Pemerintah Kota Bukittinggi.

“Kendaraan ambulance yang baru ini, pada bulan Juli 2018 baru bisa dioperasikan, karena kita sengaja memesan kendaraan ambulance modern yang bisa langsung menjemput pasien dari tangga pesawat. PMI Kota Bukittinggi siap menjemput dari rumah dan mengantar pasien ke rumah sakit secara gratis tanpa dipungut biaya, program ini sudah berjalan sejak kepengurusan periode ini,” terangnya

“Dengan akan dibangunnya rumah sakit umum daerah, PMI Kota Bukittinggi siap membantu melaksanakan program Pemerintah Kota dalam menjemput dan mengantar pasien ke rumah sakit. Target kita bagaimana masyarakat Kota Bukittinggi bisa terayomi dan terbantu masalah kesehatan terhadap pertolongan pertamanya,” ucap Chairunnas.

Sementara itu, Kepala markas PMI Kota Bukittinggi, Ahmad Jais, menjelaskan, PMI Kota Bukittinggi akan menyiapkan 25 sampai 35 relawan tenaga medis yang akan ditempatkan dibeberapa titik untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi petugas dan masyarakat pengguna jalan ataupun yang memang yang akan berliburan ke Kota Bukittinggi, terutama di H+2 dan H+3 kemungkinan masyarakat akan ramai di Kota Bukittinggi.

Adapun posko induk berada di Markas PMI Kota Bukittinggi, sedangkan posko kesehatan lainnya berada berada di depan Jam Gadang, posko ini lengkap dengan peralatan medis dan juga ruangan ibu menyusui dan unit kendaraan ambulance.

Selain itu PMI Kota Bukittinggi juga menempatkan posko kesehatan di objek wisata Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) atau yang lazimnya disebut objek wisata kebun binatang, dan juga posko kesehatan ditempatkan di pasar Aur Kuning, Birugo, dan halaman polsek Bukittinggi simpang mandiangin.

PMI Kota Bukittinggi dalam keterlibatannya di lapangan, lengkap dengan relawan yang telah terlatih dalam memberikan pertolongan pertama, unit kendaraan ambulance, serta unit kendaraan lapangan yang digunakan staf markas PMI Kota Bukittinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Selasa (14/6/2018) Walikota, Wakil Walikota serta Forkopimda Kota Bukittinggi mengunjungi Pos Kesehatan PMI Kota Bukittinggi dan juga di tempat wisata yang ada di wilayah kota Bukittinggi.

Rombongan Forkopimda terdiri dari Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmartias, SH, Wakil Walikota Bukittinggi, H.Irwandi, SH, Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana, SIK,MH, Dandim 0304 Agam Letkol Salim, Ketua DPRD Bukittinggi Beni Yusrial, SIP, Sekda Bukittinggi H. Yuen Karnova ,SE.ME dan Asisten 3 Pemko Bukittinggi Ir. H .Zet berkunjung ke Pos Yan Jam Gadang, Pos Pam Mandiangin, Pos Pantau Aur Kuning dan Pos Pantau Simpang DPRD.

Walikota dalam kunjungan ke posko 1 di depan Jam Gadang, sangat apresiasi dengan inovasi PMI Kota Bukittinggi menyediakan ruagan LAKTASI, dan Walikota Ramlan Nurmatias berpesan, semagat terus jaga kesehatan karena kegiatan masih kita panjang harinya, pesan Walikota Ramlan Nurmatias. (Iwin SB)

BOLA – Piala Dunia (PD) 2018 Rusia bakal segera bergulir. Setiap tim nasional (timnas) bakal diperkuat 23 pemain…

JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi VII Rofi Munawar meminta PT. Pertamina…

NASIONAL – Presiden Joko Widodo bersyukur atas terpilihnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK)…

JAKARTA – Silaturahim Amien Rais, Prabowo Subianto dan Habib Rizieq menghasilkan kesepakatan bahwa umat Islam dan anak…

TANAH DATAR – Telah menjadi tradisi dalam bulan Suci Ramadhan, berbagai organisasi, kelompok, Syarikat, Komunitas atau…





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Pertimbangkan Aspirasi Rakyat! – Fadli Zon

Massa Desak Jokowi Bentuk TGPF, Fadli Zon: Pertimbangkan Aspirasi Rakyat!


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendesak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Fadli Zon meminta agar Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencarian Fakta (TGPF) terkait kasus penembakan enam laskar FPI.

Hal itu dia sampaikan melalui akun Twitter @Fadlizon, Sabtu (19/12/2020) dini hari. Dia menanggapi sebuah artikel tentang massa yang mendesak Jokowi untuk segera membentuk tim independen pencari fakta kasus FPI.

Menurut dia, Jokowi perlu mempertimbangkan aspirasi masyarakat untuk kasus penembakan enam laskar FPI.

Pak Jokowi, mohon dipertimbangkan aspirasi masyarakat untuk dibentuknya TGPF kasus penembakan 6 anggota FPI,” cuitnya, dikutip Suara.com.

Fadli Zon menyebut pembentukan TGPF menjadi jalan tengah agar masyarakat dapat percaya bahwa keadilan masih ada.

“TGPF independen adalah jalan tengah agar masyarakat masih percaya bahwa jalan keadilan itu masih ada,” tukasnya.

Perlu diketahui, massa melakukan aksi 1812 pada (18/12/2020). Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus penembakan enam laskar FPI.

Selain itu, dalam aksi tersebut massa meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab yang tengah ditahan Polda Metro Jaya.

Saya menyarankan kepada Bapak Presiden agar segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang terdiri dari berbagai kalangan elemen bangsa,” ujar Fadli Zon dalam kanal Youtube Fadli Zon Official.

Dia mengatakan anggota TGPF berasal dari komnas HAM, aktivis HAM, perwakilan ulama seperti Majelis Ulama Indonesia atau ormas-ormas islam lain.

Sebab, menurut Fadli, kasus ini perlu diusut tuntas agar masyarakat tidak kehilangan rasa percaya terhadap hukum di Indonesia.

“Publik di-trushed ketidakpercayaan pada hukum. Karena hukum seperti yang sudah klise dan berulang-ulang kita katakan selalu tajam kepada yang dianggap sebagai lawan-lawan politik dan tidak pernah hukum itu berjalan atau tumpul kepada mereka yang dianggap sebagai pro pemerintah,” tuturnya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Bagaimana Caranya Mencari ‘Keadilan’? – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Ideologi Komunis Ganas dan Kejam


Anggota DPR RI, Fadli Zon menyindir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD terkait 6 Laskar FPI ditembak mati polisi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mempertanyakan cara mencari keadilan atas kematian 6 Laskar FPI di tangan polisi.

Awalnya Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya menyebut bahwa memahami keadilan itu sulit untuk dilakukan.

Mahfud MD pun mengambil contoh pada sebuah kasus yang terjadi pada Fahri Hamzah melawan PKS.

Saat Mahkamah Agung (MA) menyatakan Fahri Hamzah menang Rp 30 miliar dari PKS, Fahri menyebut ada keadilan di Indonesia.

Namun, ketika kemenangan Rp30 miliar dibatalkan oleh Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung, pastinya malah gantian politisi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut putusan MA adil.

Cuitan tersebut lah yang pada akhirnya menuai banyak komentar dari publik, termasuk salah satunya memdapatkan komentar dari Fadli Zon yang mengaitkan keadilan tersebut dengan kasus kematian 6 Laskar FPI yang baru-baru ini terjadi.

Fadli Zon mempertanyakan cara mencari keadilan dalam kasus kematian enam anak buah Rizieq Shihab itu.

“Bagaimana caranya mencari ‘keadilan’ bagi enam anggota FPI yang dibunuh polisi?” kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya.

Tak hanya itu saja, bahkan Fadli Zon juga menyindir dengan adanya peluang merealisasikan sila kedua Pancasila yang berbunyi ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’.

“Ada peluang merealisasikan ‘Kemanusiaan yang Adil dan Beradab’?” ujar Fadli Zon.

Diketahui, sebanyak 6 Laskar FPI tewas dalam aksi penembakan di Jalan Tol Jakarta – Cikampek, pada Senin 7 Desember 2020.

Dan kemudian keenam anggota FPI yang tewas ditembak mati itu, jenazahnya telah dimakamkan pada Rabu 9 Desember pagi.

Yang mana pada saat itu lima jenazah dimakamkan di Megamendung, kabupaten Bogor, yakni Andi Oktiawan (33), Faiz Ahmad Syukur (22), Ahmad Sofiyan alias Ambon (26), Muhammad Suci Khadavi (21), dan Reza (20).

Dan sementara satu jenazah lainnya yakni Luthfil Hakim (25) dimakamkan di Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut kepolisian, insiden tersebut berawal saat anggota polisi tengah menyelidiki informasi adanya rencana pengarahan massa jelang pemeriksaan Rizieq terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Sehingga Pihak Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengikuti kelompok yang diduga simpatisan Rizieq.

Selanjutnya, ada dua kendaraan yang ditumpangi kelompok simpatisan Rizieq memepet kendaraan milik anggota kepolisian.

Diduga mereka sempat menembak ke arah kendaraan milik anggota polisi. Hingga akhirnya, kejadian itu membuat anggota polisi di lapangan mengambil tindakan tegas terukur.

Namun, kronologi dari kepolisian tersebut berbeda dengan kronologi versi FPI. FPI justru menuding polisi yang lebih dulu memepet mereka

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Tak Ada Terorisme Dalam Islam – Fadli Zon

Sambut Curhatan Fahri Soal Harga Tes Corona, Fadli Zon: Peluang di Tengah Kesempitan


Mantan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melontarkan kontra narasi atas wacana Terorisme yang cenderung dihubungkan dengan Islam.

Ia ungkap pendapatnya melalui laman twitter @fadlizon pada Jum’at tanggal 18 – Desember 2020.

Fadli menanggapi pernyataan polisi dalam sebuah pemberitaan yang mengungkap Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah.

Keterangan didalamnya memuat tentang pergerakan Jaringan Terorisme Jama’ah Islamiah (JI) yang telah menyebar di 20.067 kotak amal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Ia tidak segan-segan menegaskan bahwa tidak ada di dalam ajaran Agama Islam itu mengenalkan tentang terorisme.

“Tak ada terorisme dalam Islam,” tegasnya.

Sebelumnya Fadli menyentil pewacanaan tentang terorisme menggunakan diksi yang unik yaitu jualan terorisme tak habis-habis.

“Jualan terorisme tak habis2,” katanya.

Pada cuitannya singkat tak lupa dia menyertakan hastag Lawan Islamofobia.

” #LawanIslamofobia,” tulisnya.

Postingan Fadli Zon dalam lamantwitternya mendapatkan 2.085 Likes dan 488 Retwitt dari Netizen.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer