Connect with us

News

Ramadhan 1439 H, GOJEK Ajak Pengguna Cari Pahala melalui Sedekah

Ramadhan 1439 H, GOJEK Ajak Pengguna Cari Pahala melalui Sedekah

[ad_1]

PADANG – Di bulan suci Ramadhan 1439 H, GO-JEK, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, ajak pengguna memaksimalkan bulan suci Ramadhan melalui Program #CariPahala. Program ini memberikan beragam kemudahan kepada pengguna GO-JEK mulai dari berbagi dan berbuat kebaikan kepada sesama hingga kemudahan lain dalam memaknai Ramadhan seperti menemukan tempat ibadah terdekat.

Dalam konferensi pers yang digelar hari ini, Edy Tan, Strategic Regional Head GO-JEK Sumatera mengatakan, melalui Program #CariPahala, GO-JEK menghadirkan berbagai inisiatif yang membantu pengguna dan mitra memanfaatkan dan memaknai momen Ramadhan. Ini sejalan dengan misi GO-JEK untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya melalui inovasi dan solusi teknologi, serta memberdayakan para pelaku usaha di sektor informal.

“Berdasar data internal kami, terdapat perubahan tren perilaku konsumen pada bulan Ramadhan tahun lalu, karena mereka ingin lebih banyak berbagi kepada sesama sekaligus memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Salah satu contohnya adalah pesanan GO-FOOD yang meningkat tajam hingga 450% pada saat sahur. Selain itu, meningkatnya pesanan GO-RIDE ke masjid-masjid pada minggu pertama Ramadhan dibanding minggu sebelumnya. Inilah yang menjadi dasar bagi kami dalam menghadirkan berbagai inisiatif yang bisa dimanfaatkan pengguna di bulan Ramadhan. Sama seperti tahun sebelumnya, kami ingin memudahkan masyarakat saat bulan Ramadhan,” ujar Edy.

Hampir semua layanan di GO-JEK, menawarkan beragam fitur khusus Ramadhan. Mulai dari layanan GO-RIDE, GO-FOOD hingga GO-LIFE. “Melalui berbagai fitur khusus Ramadhan ini, GO-JEK siap membantu para pelanggan tidak hanya untuk lebih mudah menjalankan ibadah di tengah kesibukan sehari-hari serta lebih mudah dan nyaman dalam menikmati makanan sahur dan berbuka puasa, tetapi juga untuk lebih banyak berbagi dan berbuat kebaikan kepada sesama,” imbuh Edy.

Tetap dalam satu aplikasi GO-JEK, pengguna tidak perlu repot. Mereka dapat menggunakan fitur-fitur khusus yang dimunculkan di bulan Ramadhan untuk bisa menemukan lokasi masjid terdekat dan juga dengan mudah menemukan tempat makan dengan menu berbuka dan sahur. Tak hanya itu saja, GO-JEK juga memasang beberapa billboard di sepuluh kota di Indonesia yang pada saat waktu sholat akan mengeluarkan suara adzan.

Pada kesempatan yang sama, Wisnu Nugrahadi, Senior Manager of Operations GO-JEK juga menjelaskan mengenai program kemudahan bersedekah secara digital dengan menggunakan GO-PAY. “Tahun ini, kami memiliki berbagai inisiatif untuk memudahkan pengguna bersedekah dan berdonasi. Salah satunya adalah kolaborasi bersama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dimana para pengguna hanya perlu memindai kode QR BAZNAS untuk bersedekah,” ujar Wisnu.

Kode QR GO-PAY untuk donasi BAZNAS dapat ditemui masyarakat di berbagai lokasi seperti billboard dan booth-booth BAZNAS yang ada di beberapa pusat perbelanjaan. Pengguna juga bisa mengirimkan THR berupa saldo GO-PAY kepada sesama pengguna, hanya dengan memasukkan nomor telepon atau scan kode QR.

Tak hanya dengan BAZNAS, GO-JEK melalui layanan GO-TIX tahun ini kembali berkolaborasi dengan beberapa lembaga seperti Rumah Zakat, UNICEF, dan WeCare.id memberikan akses kepada berbagai program donasi mulai dari Paket Berbuka, Kado Lebaran Yatim hingga program perbaikan gizi anak negeri. Untuk memanfaatkan program ini, pengguna cukup menyisihkan mulai dari Rp 5,000 hingga Rp 500,000. Dalam Ramadhan kali ini, GO-POINTS juga kembali menghadirkan paket Ramadhan Bersama Rumah Zakat. Pengguna cukup menukarkan mulai dari 850 poin untuk melakukan donasi.

Sementara itu, layanan GO-LIFE akan #BerbagiNyaman selama Ramadhan. Mitra GO-LIFE akan membersihkan 150 mesjid di 5 kota di Indonesia dan juga akan mendatangi panti jompo untuk saling berbagi. Para pengguna layanan GO-LIFE juga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan memposting cerita mereka saat menggunakan GO-LIFE dengan #BerbagiNyaman, dan menyebutkan layanan yang ingin disumbangkan ke panti jompo atau masjid.

Program Ramadhan untuk Mitra GO-JEK

Selain menyiapkan berbagai program spesial untuk pengguna setia GO-JEK, perusahaan yang didirikan anak bangsa ini juga menyiapkan program khusus untuk para mitra driver. Program Ramadhan GO-JEK untuk para mitra driver kali ini bertajuk Rantai Kebaikan, yang terdiri dari program Bikin Teduh yaitu pembenahan ribuan basecamp para mitra driver, acara Bukber Nusantara Mitra GO-CAR dan program mudik untuk mitra dan keluarga.

“Program ini dilakukan selain sebagai bentuk apresiasi kami kepada mitra-mitra GO-JEK, juga untuk mendorong tali silaturahmi yang semakin erat antar sesama pengemudi dan antar komunitas. Kami berharap, hal ini akan menginspirasi lebih banyak mitra untuk berbuat dan meneruskan rantai kebaikan tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga seterusnya,” ujar Edy.

Melanjutkan program Rantai Kebaikan para mitra pengemudi GO-JEK, Wisnu juga mengajak rekan-rekan media untuk melanjutkan rantai kebaikan ini dengan mempublikasikan cerita-cerita mitra pengemudi GO-JEK untuk berbagi kebaikan dalam bentuk apapun.

“Semua karya tulisan dari Rantai Kebaikan yang dilakukan oleh Mitra Driver GO-JEK dan dipublikasikan oleh jurnalis pada periode 23 Mei – 30 Juni 2018 ini dapat diikutsertakan pada Journalists Ramadhan Writing Competition,”ujar Wisnu.

Dia juga menambahkan bahwa dengan mengangkat tema “Rantai Kebaikan Mitra Pengemudi,” jurnalis dengan cerita paling inspiratif dapat memenangkan hadiah dengan total 100 juta rupiah untuk 15 pemenang di seluruh Indonesia. (Rel)

PADANG PANJANG – Jajaran Kodim 0307/Tanah Datar membagi-bagikan takjil (makanan berbuka puasa) kepada pengguna jalan…

PADANG – Santri peserta Pesantren Ramadhan yang berasal dari pelajar SD dan SMP di Kota Padang memperingati Hari Tanpa…

PADANG – Pemko Padang berkomitmen merealisasikan perencanaan pemukiman kota baru, sesuai arahan Rencana Pembangunan…

PADANG – TSR 8 Pemko Padang kembali mengunjungi masjid di Kota Padang, Kali ini hadir dan menyapa jemaah Masjid Ashabul…

PARIAMAN – Kepolisian Resort Pariaman (Polres Pariaman) menggelar Apel Kebangsaan Tiga Pilar yang diikuti…



[ad_2]

Sumber

Berita

Pemborosan dalam Reformasi Birokrasi – Fadli Zon

Fadli Zon Usul Provinsi Sumbar Ganti Nama Jadi Minangkabau

[ad_1]

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai keputusan Presiden Jokowi yang menetapkan regulasi terkait sejumlah posisi wakil menteri aneh. Termasuk dengan hadirnya Perpres Nomor 62 Tahun 2021 yang mengatur soal Wamendikbudristek.

Fadli menilai upaya yang dilakukan Jokowi termasuk pemborosan. Apalagi jika regulasi tersebut demi mengakomodir pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan jabatan.

“Kalau menurut saya agak aneh, ya. Banyak sekali wakil-wakil menteri padahal wakil-wakil menteri itu, kan, mestinya dibatasi hanya memang kementerian yang membutuhkan saja,” kata Fadli, Senin (2/8).

“Jumlah menteri, kan, sudah dibatasi dengan UU yaitu 34 menteri. Jadi wakil menteri itu, ya, bukan menteri. Jadi, ya, kalau menurut saya ini pemborosan di dalam perbaikan institusi kita atau reformasi birokrasi kita terlalu banyak,” tambahnya.

Dia lantas menyinggung soal keinginan Jokowi untuk melakukan perampingan birokrasi. Sehingga hadirnya regulasi yang mengatur soal posisi wakil menteri ini malah semakin tak konsisten.

“Dulu, kan, Pak Jokowi ingin ada perampingan, tapi ini semakin melebar. Ada wamen, ada stafsus, dan segala macam gitu, ya. Ini menurut saya jelas pemborosan uang negara. Kalau menurut saya ini lebih banyak pada akomodasi politik gitu, ya,” katanya.

Sejauh ini, posisi wamen di sejumlah kementerian dianggap tak perlu. Sebab ada pejabat eselon yang bisa membantu tugas-tugas seorang menteri.

“Ada menurut saya, kan, ada dirjen, ada direktur, dan sebagainya. Perangkat begitu besar jadi mestinya bagaimana institusi ini dibuat benar gitu, dibuat rapi, dan benar,” ujarnya.

Bagi Fadli, keputusan untuk mengakomodir pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan jabatan bisa merusak birokrasi yang ada di Indonesia.

“Itulah kesan yang muncul di masyarakat dan itu menurut saya akan merusak birokrasi, merusak reformasi birokrasi, merusak tatanan yang sudah ada,” pungkasnya.

Saat ini sudah ada 14 wamen yang ada di kementerian Jokowi. Sementara itu, Jokowi sudah meneken perpres yang memutuskan ada wamen di 5 kementerian lain. Tapi, hingga saat ini, posisi wamen di 5 kementerian itu belum diisi.

Sumber

[ad_2]

Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Kita Tunggu Sampai Sore! – Fadli Zon

Sumbangan Rp 2T Akidio Tio Muara Kebohongan? Fadli Zon: Kita Tunggu Sampai Sore!

[ad_1]

Nama Akidi Tio belakangan menjadi topik perbincangan hangat masyarakat Republik Indonesia usai keluarga besar dan ahli warisnya mengklaim akan menyumbangkan dana senilai Rp 2 Triliun untuk membantu warga yang terdampak Covid-19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pada awal isu tersebut berkembang, banyak tanggapan positif dari masyarakat mengingat nilai yang akan disumbangkan cukup fantastis. Namun belakangan, sejumlah pihak termasuk politisi Fadli Zon menduga dan menilai jika kabar tersebut hanya isapan jempol

Melansir akun twitter pribadinya @Fadlizon, politisi Partai Gerindra itu memposting sebuah unggahan yang isinya merujuk pada artikel Kompas dengan judul ‘Akidi Tio, Rp 2 Triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat’ disertai caption yang cukup menohok.

“Hari masih pagi, mari kita tunggu sampai Senin sore nanti apakah masuk sumbangan Rp 2T. Kalau masuk berarti ini semacam mukjizat. Kalau ternyata bohong, bisa dikenakan pasal-pasal di UU No.1 tahun 1946,” cuit Fadli Zon, Senin (2/8/2021).

Keraguan Fadli akan kabar tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, dari sumber artikel yang ditulis oleh Hamid Awaluddin yang Fadli cantumkan dalam cuitannya, disebutkan bahwa sosok Akidi Tio tidak memiliki jejak yang jelas sebagai seorang pengusaha.

Bahkan dalam sejumlah isu sebelumnya, terkait dugaan harta, janji investasi, dan bualan sumbangan menghebohkan dalam tulisan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia tersebut, seluruhnya bermuara pada kebohongan.

Suarapakar.com - Sumbangan Rp 2T Akidi Tio

Meski tulisan artikel itu masih sebatas opini, namun sangat layak dipertanyakan apakah Akidi Tio memang memiliki kekayaan fantastis sebanyak itu sehingga mampu menyumbangkan dana senilai Rp 2 Triliun untuk bantuan PPKM?

Senada namun tak sama dengan Fadli Zon, Menkopolhukam Mahfud MD meeminta semua pihak untuk menanggapi kabar tersebut dengan positif dan berharap dapat terealisasi.

“Ini perspektif dari Hamid Awaluddin ttg sumbangan Rp 2 T dari Akidi Tio. Bagus, agar kita tunggu realisasinya dgn rasional,” tulis Mahfud di Twitter, Senin (2/8/2021).

Namun demikian, ia juga memberikan pengakuan jika sebelumnya pernah membuat tulisan terkait pihak yang meminta fasilitas dari Negara untuk mencari harta karun yang nantinya akan disumbangkan kembali ke Negara. Adapun pada faktanya, kabar tersebut tak dapat di validasi.

“Sy jg prnh menulis ada orng2 yg minta difasilitasi utk menggali harta karun dll yg akan disumbangkan ke negara. Tp tak bs divalidasi,” beber Mahfud lagi.

Sebelumnya, keluarga dan ahli waris Akidi Tio disebutkan akan menyumbang Rp 2 triliun untuk penanganan COVID. Sumbangan itu sendiri telah diterima secara simbolis oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Eko Indra Heri pada Senin (26/7/2021).

Kabarnya uang sumbangan senilai Rp 2 Triliun itu akan masuk pada Senin (2/8/2021). Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi baik dari Polda Sumsel maupun pihak keluarga Akidi Tio.

Sumber

[ad_2]

Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Koreksi Baliho Puan Maharani, Disebut Tidak Sesuai dengan KBBI – Fadli Zon

Fadli Zon Koreksi Baliho Puan Maharani, Disebut Tidak Sesuai dengan KBBI

[ad_1]

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon memberikan koreksi terhadap baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang bertebaran di berbagai penjuru Indonesia.

Fadli mengoreksi penulisan diksi yang terdapat dalam narasi di baliho Puan yang menurutnya terdapat kesalahan.

“Mari gunakan bahasa Indonesia yg baik dan benar apalagi dlm bentuk baliho besar yg terpampang ke seantero negeri,” kata Fadli dalam cuitan di Twitter, Senin, 2 Agustus 2021.

Adapun Fadli memberikan koreksi terhadap penulisan kata ‘kebhinnekaan’ yang menurutnya tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yg benar itu ‘kebinekaan’ bukan ‘kebhinnekaan’. Tapi kelihatannya semua baliho sdh dipajang. Sekedar koreksi,” tulis Fadli.

Lebih lanjut ia menjelaskan makna dari ‘Kebinekaan’ sesuai dengan koreksinya terhadap baliho Puan Maharani.

“‘Kebinekaan’ artinya keberagaman, berbeda-beda. Harusnya bukan keberagaman (perbedaan) yg ditonjolkan, tp persatuan dlm keberagaman itu,” lanjutnya.

“Unity in diversity, ‘Bhinneka Tunggal Ika’ dlm serat ‘Kakawin Sutasoma’ karya Mpu Tantular. Jd jgn kita kepakkan sayap perbedaan, tapi persatuan.” jelasnya.

Seperti diketahui, baliho-baliho raksasa Puan Maharani bertebaran di berbagai penjuru Indonesia beberapa waktu belakangan dan kini semakin bertambah jumlahnya.

Berkaitan itu, pihak PDIP sebelumnya sudah mengungkapkan alasan baliho dan billboard Puan dipasang di berbagai tempat di Indonesia.

Menurut Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Hendrawan mengatakan bahwa pemasangan baliho Puan adalah bentuk kegembiraan karena putri Megawati Soekarnoputri itu adalah perempuan pertama yang memimpin DPR.

“Ini ekspresi kegembiraan karena Mbak PM (Puan Maharani) adalah perempuan pertama Ketua DPR dari 23 ketua DPR dalam sejarah RI. Tagline-nya macam-macam. Ada yang berkaitan dengan imbauan perkuatan gotong royong menghadapi pandemi, penguatan semangat kebangsaan, dan dorongan optimisme menghadapi masa depan,” ujar Hendrawan.

Sumber

[ad_2]

Sumber

Baca Selengkapnya

Populer