Connect with us

Tanah Datar

Tabrak Dinding Pembatas Jalan,Warga Koto Panjang Lintau Meregang Nyawa – siarminang.net

Tabrak Dinding Pembatas Jalan,Warga Koto Panjang Lintau Meregang Nyawa – Beritasumbar.com

Tanah Datar,siarminang.net – Salah Seorang Pengemudi Sepeda Motor meregang Nyawa di tempat kejadian perkara (TKP),setelah kendaraan jenis matic yang di kemudikan menabrak dinding pembatas jalan,Jum’at 11/12/2020.di penurunan kelok Mawar Nagari Tigo Jangko.

Iptu Surya Wahyudi,SH Kapolsek Lintau Buo menyampaikan,”Benar telah terjadi kecelakaan tunggal sekitar pukul 14.30 WIB,yang mengakibatkan salah seorang korban meninggal di tempat.

“Dugaan sementara menurut keterangan Saksi – saksi,korban Roni Saputra (35) mengemudikan sepeda motor dengan membawa istri Rina Fitri (34) tahun dan anaknya Nadin (2) tahun hendak menuju ke pasar Jum’at,sesampainya korban di penurunan Kelok Mawar rem kendaraan yang di kemudikan Roni tiba – tiba tidak berfungsi dengan baik serta tidak dapat di kendalikan dan menabrak dinding pembatas jalan.

“Sesaat setelah kejadian,kita beserta anggota Polsek Lintau Buo datang ke TKP guna membawa korban ke Puskesmas terdekat.”di tubuh korban kita menemukan kepala bagian atas terdapat Luka Robek dan tulang tengkorak pecah serta terbenam,di hidung pun terdapat luka hingga bagian bawah.”sedangkan anak dan istrinya mengalami luka memar dan lecet di bagian tubuhnya.

Untuk selanjutnya kendaraan korban telah kita amankan guna penyelidikan.(haries)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tanah Datar

Tim Pengabdian Masyarakat Dari Kampus Unand Gelar Perlatihan Optimalisasi Berkoperasi Di Nagari Pariangan – siarminang.net

Tim Pengabdian Masyarakat Dari Kampus Unand Gelar Perlatihan Optimalisasi Berkoperasi Di Nagari Pariangan – Beritasumbar.com

Tanah Datar,siarminang.net,-Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Keperawatan, Universitas Andalas, Padang yang diketuai oleh Ns. Boby Febri Krisdianto, S.Kep., M.Kep., menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan dengan tema “Optimalisasi Potensi Desa Wisata Nagari Pariangan Melalui Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Penerapan Protokol Kesehatan dan Berkoperasi” pada Rabu, 2 Juni 2021. Nagari Pariangan merupakan nagari di kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat; disebut juga sebagai Nagari Tuo Pariangan merupakan desa atau nagari paling tua yang menjadi cikal bakal rakyat Minangkabau. Nagari Pariangan pernah dinobatkan sebagai desa terindah di dunia oleh media ternama asal New York beberapa tahun lalu. Pariangan termasuk dalam daftar lima desa terindah di dunia versi Travel Buget disandingkan dengan Wengen di Swiss, Eze di Prancis, Niagara on The Lake di Kanada, dan Cesky Krumlov di Cekoslovakia. Terletak sekitar 95 kilometer arah utara ibu kota provinsi (Kota Padang), selain tanahnya subur dan berhawa sejuk, Pariangan berada di lereng Gunung Marapi.

Dalam penyuluhan tentang penerapan protokol kesehatan yang berfokus pada daerah wisata, Tim PKM F. Kep. Unand menghadirkan narasumber Ns. Feri Fernandes, S.Kep., M.Kep., seorang Dosen atau Akademisi dari Universitas Andalas. Sedangkan untuk pelatihan berkoperasi difasilitatori oleh Virtuous Setyaka, S.IP., M.Si., seorang Dosen atau Akademisi dari Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas yang juga Ketua Koperasi Mandiri Dan Merdeka (KMDM). Tim PKM F.Kep., Unand berharap melalui penyuluhan dan pelatihan yang pesertanya adalah masyarakat umum dan khususnya para pengelola tempat wisata di Nagari Pariangan.

Penyuluhan dan pelatihan yang diselenggarakan di Aula atau Ruang Pertemuan lantai 2 di Komplek Kantor Wali Nagari Pariangan itu dihadiri juga oleh para Perangkat Nagari dan Tokoh Masyarakat setempat. Para peserta sangat antusias ketika diskusi interaktif dengan narasumber dalam dua topik berbeda tapi saling melengkapi tersebut. Kebutuhan untuk peningkatan kesadaran dan kapasitas tersebut juga akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan atau penghasilan ekonomi melalui pengelolaan potensi wisata yang ada di sana.

Masyarakat di Nagari Pariangan sebelumnya sudah mengenal koperasi dan menyelenggarakan koperasi, namun koperasi simpan pinjam yang bernama Sandi Laweh. Meskipun sampai saat ini koperasi tersebut masih ada, namun terkendala dengan ketidaktaatan para anggotanya dalam mengembalikan pinjaman. Selain itu, koperasi tersebut juga sudah tiga tahun tidak menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan. Berbagai permasalahan yang dihadapi koperasi tersebut, dicoba untuk ditemukan solusinya secara bersama-sama dalam pelatihan tersebut.

Selain memfasilitasi untuk menemukan solusi, Virtuous Setyaka juga menyampaikan informasi tentang perlu dan pentingnya Koperasi Sandi Laweh untuk mengembangkan unit usaha dalam pengelolaan potensi wisata di sana. Koperasi wisata di Indonesia sudah ada dan semakin populer sejak tahun 2019 khususnya setelah adanya penetapan destinasi wisata premium di Indonesia oleh pemerintah. Selain itu, pada tahun 2020, Kementerian Koperasi dan UKM pun juga mendorong agar pengelolaan wisata yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian, penciptaan lapangan kerja, dan penghasil devisa negara; sebaiknya memang menjadikan koperasi sebagai basis kelola wisata.

Virtuous Setyaka



Sumber

Baca Selengkapnya

Tanah Datar

XII IPA II SMAN 2 Lintau Buo Nikmati Ramadhan Dengan Berbagi Takjil Gratis – siarminang.net

XII IPA II SMAN 2 Lintau Buo Nikmati Ramadhan Dengan Berbagi Takjil Gratis – Beritasumbar.com

Tanah Datar,siarminang.net – Menikmati menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, siswa siswi XII IPA II SMAN 2 Lintau Buo berbagi takjil gratis di Simpang Tugu Jorong Sawahan Nagari Pangian Kecamatan Lintau Buo kepada pengendara,Rabu 05/05/2021.

Fayyadh Ghaly mewakili rekan penggerak berbagi takjil gratis menyampaikan,”kami selaku pelajar di SMAN 2 Lintau Buo tergerak untuk berbagi kepada sesama dengan menyumbang sedikit rezeki pada bulan suci Ramadhan ini.

“Sebanyak 62 buah bingkisan untuk berbuka puasa dibagikan kepada pengendara yang melintas di jalan raya Balai Tangah – Setangkai,”harapan kami, dengan adanya kegiatan ini dapat mempererat tali Silahturahmi kami sesama pelajar dan umat muslim lainnya.

Senada dengan Fayyadh,anggota berbagi lainnya Aghnia Nadrah Ilmi juga mengatakan,”acara ini secara suka rela kita lakukan,”ada 32 orang murid di lokal XII IPA II secara Patungan mengupulkan uang dan besarannya kita pungut sebesar Rp.10.000 perorang siswa guna dipergunakan untuk membeli menu berbuka (kolak).

“Semoga dengan kegiatan berbagi kepada sesama, menambah semangat kita menjalankan ibadah puasa yang kurang lebih seminggu lagi di jalankan.(haries)



Sumber

Baca Selengkapnya

Tanah Datar

Tidak Memiliki BPJS,Petani Nira Di Batu Bulat Yang Tersambar Petir Kesulitan Untuk Biaya Pengobatan – siarminang.net

Tidak Memiliki BPJS,Petani Nira Di Batu Bulat Yang Tersambar Petir Kesulitan Untuk Biaya Pengobatan – Beritasumbar.com

Tanah Datar,siarminang.net – Pasca Tersambar Petir Minggu 25/05/2021,Petani nira di Nagari Batu Bulat Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar tidak memiliki BPJS dan kesulitan untuk biaya pengobatan di RSUD M.Djamil Padang.

Arziza Putra keponakan Korban Kepada siarminang.net menyampaikan,”Saat ini korban Adri Yandi (39) tahun dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah sembilan hari berada di RSUD M.Djamil Padang dan masih diruang ICU.

“Korban butuh perawatan serius,kami berharap mak etek ad cepat sadar dan sembuh seperti semula,”karna kasihan anak anaknya masih kecil dan masih butuh kasih sayang seorang ayah.

Ketika dikomfirmasi,Adrian memiliki dua orang anak perempuan bernama Gina Lailatul Jannah (13) tahun yang merupakan murid salah satu pondok Pesantren di Nagari Tigo Jangko dan Dzakiyya Talita Sakhi (6) tahun yang saat ini sekolah di Taman Kanak Kanak (TK) Batu Bulat.

“Keluarga korban membutuhkan dana yang cukup besar untuk perawatan dan pengobatan disini,”waktu ditanya kepada pihak rumah sakit tentang berapa biaya tersebut,”dari tanggal 25 april hingga 28 april 2021 terhitung biayanya sebesar Rp.37 Juta itu pun belum termasuk membeli obat dan biaya keluarga menunggu disini sekitar dua orang.

“Sampai hari ini kami masih bingung mencarikan biaya,karna korban tidak memiliki kartu BPJS dan jaminan kesehatan lainnya.”tentang sumbangan masyarakat baik dari perorangan maupun pemerintahan belum ada,”sekiranya ada sumbangan,kami sangat berterimakasih sekali.”sampainya.

“Sebelumnya,kronologi berawal dari korban Adri Yandi (39) tahun warga Jorong Lasuang Batu Nagari Batu Bulek mengambil air nira di lokasi ladang tempat penyadapan.

“Saat kejadian terjadi,cuaca hujan ringan di sertai petir sekitar pukul 17.00 WIB,masyarakat mendengar petir menyambar sebuah pohon nira dipinggir jalan,sesaat kejadian tersebut warga melihat korban telah tersangkut di atas sebuah batang kayu dan langsung menghubungi Polsek Lintau Buo Utara kemudian langsung mengevakuasi Adri Yandi ke puskesmas terdekat.(haries)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer