Connect with us

Ekonomi

Telkomsel Terima Apresiasi sebagai Kontributor Pajak Terbesar

Telkomsel Terima Apresiasi sebagai Kontributor Pajak Terbesar


JAKARTA  – Telkomsel mendapatkan apresiasi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) atas kontribusi Telkomsel sebagai penyumbang pajak terbesar pada tahun 2019 di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar Empat.

Atas kontribusi ini, Kepala KPP Wajib Pajak Besar Empat, Budi Prasetya menyerahkan langsung piagam penghargaan dan plakat kepada Direktur Keuangan Telkomsel, Heri Supriadi di di Telkomsel Smart Office, Jakarta pada Selasa, 14 Januari 2020.

Direktur Keuangan Telkomsel, Heri Supriadi, Kamis (16/1) mengucapkan terima kasih kepada Ditjen Pajak atas apresiasi yang diberikan kepada Telkomsel.

“Tahun lalu Telkomsel berhasil membukukan laba sekitar empat kali lipat lebih tinggi dari pesaing terdekat, sehingga kami menjadi penyumbang pajak terbesar dari sektor telekomunikasi. Pencapaian ini tidak terlepas dari komitmen Telkomsel untuk terus bergerak maju mengakselerasikan negeri melalui pencapaian di berbagai sektor,” katanya.

Menurut DJP, pengecekan laporan pajak Telkomsel hingga akhir tahun lalu menunjukkan perusahaan telah membayar kewajibannya pada negara hingga Rp 18 triliun sekaligus menjadi pembayar pajak terbesar di KPP Wajib Pajak Besar Empat. KPP Wajib Pajak Besar Empat sendiri meliputi Wajib Pajak BUMN yang melakukan kegiatan usaha di sektor jasa dan Wajib Pajak orang pribadi tertentu.

Kepala KPP Wajib Pajak Besar Empat, Budi Prasetya mengatakan, kumlah pembayaran pajak Telkomsel pada 2019 adalah yang terbesar di KPP Wajib Pajak Besar Empat, dan itu tercatat berkali-kali sejak beberapa tahun terakhir. Ke depannya, saya berharap sinergi antara Telkomsel dan DJP dapat semakin kuat, karena kita memiliki core yang sama yaitu melayani publik.

Selain penghargaan sebagai penyumbang pajak terbesar di sektor telekomunikasi pada tahun 2019 ini, sebelumnya Telkomsel juga mendapatkan penghargaan sebagai “Penyelenggara Telekomunikasi dengan Jaringan Terluas, Quality of Service, dan Wajib Bayar PNBP Telekomunikasi Tertinggi Tahun 2019”.

Pada 2019, pembayaran PNBP ke kas negara yang telah dilakukan oleh Telkomsel mencapai Rp6,9 triliun (Biaya Hak Penggunaan Frekuensi, Biaya Hak Penyelenggaraan Telekomunikasi dan Kontribusi USO). Dalam hal pengelolaan dana USO tersebut, hingga akhir 2019 Telkomsel bersama BAKTI mengoperasikan lebih dari 500 BTS (2G & 4G) di 251 desa sebagai bentuk komitmen mendukung pemerintah menghadirkan pemerataan jaringan telekomunikasi hingga wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar).

“Telkomsel lahir sebagai perusahaan yang konsisten berupaya memberikan manfaat bagi seluruh elemen bangsa Indonesia. Maka dari itu, penghargaan ini menjadi momentum bagi Telkomsel untuk terus tetap bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajibannya sebagai kontributor pendapatan negara untuk turut memajukan kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat,” tutup Heri. (aci)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Emas Antam Harganya Masih Rp942.000/Gram

Harga Emas Antam Nyaris Sentuh Rp1 Juta/Gram


JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) tidak mengalami perubahan harga pada perdagangan hari ini. Harga emas Antam bertahan pada Rp942.000 per gram.

Mengutip dari laman logammulia, Senin (30/11/2020), cetakan emas terkecil yakni 0,5 gram, berada di level Rp521.000. Sedangkan, untuk satuan 5 gram, dihargai Rp4.485.000 dan 10 gram Rp8.915.000.

Sekedar informasi, harga emas Antam tersebut berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Adapun sesuai dengan PMK No 34/PMK 10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%.Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45%, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi.

Berikut rincian harga emas batangan Antam :

Emas 0,5 gram Rp521.000

Emas 1 gram Rp942.000

Emas 5 gram Rp4.485.000

Baca Juga: Bye! Harga Emas Terjun Bebas di Bawah USD1.800

Emas 10 gram Rp8.915.000

Emas 25 gram Rp22.162.000

Emas 50 gram Rp44.245.000

Emas 100 gram Rp88.412.000

Emas 250 gram Rp220.765.000

Emas 500 gram Rp441.320.000

Emas 1.000 gram Rp882.600.000

(aci)


window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Program Skill Up with Telkomsel POIN Ajak UMKM Kreatif Manfaatkan Peluang Bisnis Kuliner

Program Skill Up with Telkomsel POIN Ajak UMKM Kreatif Manfaatkan Peluang Bisnis Kuliner


PADANG – Telkomsel sebagai perusahaan digital telco sejak awal pandemi Covid-19 berkomitmen menjadi connectivity enabler dan #TerusBergerakMaju bersama seluruh pihak untuk mendukung penerapan era kebiasaan baru. Komitmen ini salah satunya diwujudkan melalui Program Skill Up with Telkomsel POIN yang dihadirkan Telkomsel bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, dimana kali ini menghadirkan chef ternama Rudi Choirudin sebagai narasumber.

Vice President Consumer Sales Area Sumatera Telkomsel Erwin Tanjung menyatakan, Program Skill Up with Telkomsel POIN dihadirkan oleh Telkomsel secara khusus bagi para pelaku UMKM untuk memberikan motivasi dalam menjalankan bisnis selama masa pandemi Covid-19. Pada periode ini, Telkomsel mengajak pelaku UMKM untuk semakin kreatif memanfaatkan peluang bisnis di bidang kuliner.

Program Skill Up with Telkomsel POIN telah berlangsung selama tiga periode, dimana pada periode ketiga ini temanya khusus kuliner yang mendatangkan chef ternama di Indonesia. Pada kesempatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan menu lokal Keripik Telur Daun Kari yang dapat dijadikan sebagai pilihan bisnis kuliner bermodalkan kurang dari 50.000 rupiah. Cara pembuatan menu cemilan inipun sangat mudah dengan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar kita.

Seluruh masyarakat yang menyaksikan Program Skill Up with Telkomsel POIN periode 3 berkesempatan untuk mendapatkan total hadiah 5 juta rupiah bagi 10 orang pemenang beruntung. Masyarakat hanya perlu membuat kembali Keripik Telur Daun Kari sesuai resep dari Chef Rudi Choirudin, lalu mengunggah foto diri berpose dengan hasil masakan ke Instagram menggunakan hashtag #ResepRudyA1 dan mention akun @telkomselpoinofficial. Program ini dapat diikuti hingga 30 November 2020 dan pemenang akan diumumkan pada akun Instagram @telkomselpoinofficial.

“Kami akan selalu berupaya maksimal menghadirkan berbagai program menarik dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kedepannya dapat #TerusBergerakMaju mengembangkan Program Skill Up with Telkomsel POIN dengan narasumber dari berbagai bidang usaha sehingga semakin menginspirasi masyarakat yang menyaksikannya,” ujar Erwin.

Program Skill Up with Telkomsel POIN dapat diikuti oleh masyarakat yang sebelumnya telah melakukan registrasi melalui penukaran 1 Telkomsel POIN dengan cara SMS ketik SKILLUP kirim 777. Program ini disiarkan langsung pada layanan video on demand MAXstream di Channel DigiONE MAXstream. Untuk informasi lebih lanjut terkait program loyalty lainnya khusus bagi pelanggan di Wilayah Sumatera dapat diakses melalui Instagram @telkomselpoinofficial. (aci)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘{your-app-id}’,
cookie : true,
xfbml : true,
version : ‘{api-version}’
});

FB.AppEvents.logPageView();

};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Gaji THL di Payakumbuh dipastikan berkurang pada 2021 – siarminang.net

Gaji THL di Payakumbuh dipastikan berkurang pada 2021 – Beritasumbar.com

Payakumbuh, siarminang.net – Meski sempat mendapatkan penolakan dari seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), gaji Tenaga Harian Lepas di Kota Payakumbuh dipastikan akan berkurang pada 2021 mendatang.

Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wulan Denura mengatakan secara prinsip seluruh anggota DPRD menolak untuk dikurangi. Namun dengan kondisi APBD yang lebih rendah dari tahun sebelumnya membuat hal ini tidak dapat dihindarkan.

“Kemaren badan anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan berat harus menyetujui pengurangan gaji THL. Sebenarnya hampir secara keseluruhan terdampak, banyak anggaran OPD dikurangi dan iven-iven dikurangi. Kurang lebih satu bulan THL bergaji Rp2 juta,” kata dia.

Meski begitu, kata dia, seluruh fraksi DPRD Kota Payakumbuh menyepakati rancangan peraturan daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 dijadikan Perda.

“Kalau dari sidang penyampaian pandangan fraksi kemaren secara keseluruhan fraksi menyetujui ranperda APBD 2021. Meskipun dengan beberapa catatan,” kata dia

Salah satu yang paling banyak menjadi catatan dari para fraksi adalah kegiatan yang dilakukan 2021 diharapkan lebih memaksimalkan yang ada saat ini.

“Jadi ada beberapa kegiatan atau pembangunan yang sudah jalan atau tertinggal di 2020, ini perlu dimaksimalkan. Sebisa mungkin mengurangi pembangunan yang baru, kecuali sesuatu yang krusial seperti pengentasan banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD dari PPP Edward DF mengatakan bahwa poin utama yang disampaikan oleh fraksinya, yakni tentang program pembangunan yang tertunda karena pandemi COVID-19 dan lainnya.

“Ada seperti rencana pembangunan masjid raya, meski tidak bisa menyelesaikan bangunannya, setidaknya pembebasan lahan dan izin lingkungannya diselesaikan. Ada juga GOR Ibuh yang bisa diselesaikan,” katanya.



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer