Connect with us

News

15 Oknum Mahasiswa di Bukittinggi Keroyok Aktivis IAIN Bukittinggi

15 Oknum Mahasiswa di Bukittinggi Keroyok Aktivis IAIN Bukittinggi


Selasa, 17 September 2019 – 08:55:12 WIB – 2

Korban mendapat perawatan di rumah sakit yarsi bukittinggi (foto: dok istimewa)

BUKITTINGGI — Sedikitnya 15 oknum mahasiswa di Bukittinggi mengeroyok korban. Korban adalah Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi, Anwar.

Kejadinya terjadi di Sekretariat DEMA FEBI IAIN Bukittinggi Minggu (15/9/2019) pukul 19.30 Wib.

Sekedar diketahui, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA FEBI) adalah Organisasi Eksekutif Mahasiswa di tingkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi.

Ilham teman korban mengatakan Berawal dari mis komunikasi kegiatan mahasiswa, sekitar 15 orang yang berasal dari DEMA syariah menemui Ketum Dema FEBI. Setelah terjadi perdebatan kecil, sekelompok mahasiswa itu langsung mengeroyok ketum DEMA FEBI itu. Alhasil Ketum DEMA FEBI harus dirawat di rumah sakit Yarsi karena mengalami luka-luka di kepala, leher, tangan dan juga kaki.

“Kita atas nama alumni sangat menyayangkan prilaku premanisme oleh adik-adik mahasiswa. Seyogyanya selaku kaum intelektual kita harus lebih mengedepankan otak daripada otot,” ujarnya.

“Namun, dari informasi yang diterima, kasus ini akan dibawa ke ranah hukum bahkan adik-adik dari pihak korban telah menyiapkan pengacara sebagai penasehat hukum dalam kasus ini,” tuturnya.

Ilham mengharapkan agar pihak kampus memberikan sanksi akademik yang berat kepada pelaku, agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari. (RI)

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi (Rijoe)

Tag: bukittinggi,kriminal,pos-polisi,sumatra-barat

Sambut Tahun Baru Islam 1441 H, Gipsi Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Gelar Tablik Akbar

Sambut Tahun Baru Islam 1441 H, Gipsi Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Gelar Tablik Akbar

BUKITTINGGI – Generasi Penerus Sekitar Ipuh (Gipsi) Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi mempunyai cara…

Tampil Sebagai Narasumber Rakor P3MD di Kota Bukittinggi, Kapolda Sumbar Sampaikan Hal Ini

Tampil Sebagai Narasumber Rakor P3MD di Kota Bukittinggi, Kapolda Sumbar Sampaikan Hal Ini

BUKITTINGGI – Dalam rangka optimalisasi pengawasan untuk mewujudkan kualitas pengguna dana desa menuju Sumatera Barat…

Wako Mahyeldi Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2020 dan RPJMD Kota Padang 2019-2024

Wako Mahyeldi Sampaikan Nota Keuangan RAPBD 2020 dan RPJMD Kota Padang 2019-2024

PADANG — Wali Kota Padang Mahyeldi menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD)…

Ormas Makassar Apel Kebangsaan, Ini 7 Poin Deklarasi Damai untuk Papua

Ormas Makassar Apel Kebangsaan, Ini 7 Poin Deklarasi Damai untuk Papua

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bersama elemen masyarakat, menggelar Apel Kebangsaan.

Apel kebangsaan diadakan…

Anies Baswedan Bertekad Ciptakan Jakarta Kota Ramah Anak dan Lansia Kelas Dunia

Anies Baswedan Bertekad Ciptakan Jakarta Kota Ramah Anak dan Lansia Kelas Dunia

JAKARTA — Upaya menciptakan Kota Jakarta sebagai Kota Ramah Anak dan Lansia, Tim KLIBSA (whitaagefriendly.or.id)…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Berita

Aneh, BIN Kok Pakai Jubir! – Fadli Zon

Informasi Aksi Rusuh UU Ciptaker Dibuka Ke Publik, Fadli Zon: Aneh, BIN Kok Pakai Jubir!


Informasi terbaru terkait aksi rusuh tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang diungkap Jurubicara Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Purwanto, menuai kontroversi.

Sebabnya, Wawan mengungkap ke publik terkait capaian kerja BIN yang diakuinya telah mengantongi nama aktor penyandang dana aksi rusuh tersebut.

Persoalan ini kemudian dikritisi pula oleh Anggota DPR Fadli Zon, yang merasa aneh dengan struktural BIN yang memiliki Jurubicara.

“Memang aneh ini BIN kok pakai jubir segala,” ujar Fadli dalam akun Twitternya, @fadlizon, Sabtu (10/10).

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini coba membandingkan BIN dengan lembaga intelejen di negara lain. Yang mana tidak memiliki Jurubicara.

Bahkan menurutnya, segala informasi yang didapat lembaga intelejen negara lain tidak biaa diumbar ke publik. Tetapi hanya disampaikan kepada Kepala Negara.

“Setahu saya dinas intelijen asing seperti CIA Amerika Serikat, MI6 Inggris atau SVR n FSB Rusia, tak ada juru bicara,” ungkap Fadli Zon.

“Apalagi sampai mengumumkan bahan info intelijen ke publik. Lapor saja ke Presiden apa infonya,” pungkasnya

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ini Wujud Panggilan Sejarah – Fadli Zon

Mahasiswa Turun Aksi, Fadli Zon: Ini Wujud Panggilan Sejarah


Gelombang protes menolak UU Cipta Kerja yang dilakukan elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh mendapatkan perhatian dari Politikus Gerindra, Fadli Zon.

Ketua BKSAP DPR RI ini mengamati jalannya aksi protes di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2020 kemarin. Ratusan ribu massa menggelar aksi dari pagi hingga lanjut malam hari. Mereka menuntut UU Cipta Kerja dicabut kembali.

Fadli Zon pun menilai, aksi berjamaah di berbagai daerah ini merupakan wujud panggilan sejarah.

“Mahasiswa turun ke jalan serentak di seluruh Indonesia wujud panggilan sejarah. Menurut sy telah lahir sebuah Angkatan baru, “Gerakan Mahasiswa 2020”,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Jumat (9/10).

Sebagai mantan Aktivis 1998, Fadli Zon menilai aksi gerakan mahasiswa hari ini pastinya menghadapi sejumlah risiko, mulai dari sikap respresif, resesi dan kondisi pandemi.

“Di tengah represi, resesi dan pandemi, gerakan mahasiswa ini menghadapi berbagai risiko perjuangan. Mereka akan menghela sejarah,” tukas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Fadli Zon Sarankan Diterbitkan Perppu Batalkan UU Cipta kerja – Fadli Zon

fadli zon


Penolakan terhadap pengesahan Undang Undang Cipta Kerja oleh DPR pada 5 Oktober 2020, terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat. Aksi demonstrasi pun terjadi di banyak daerah, termasuk Ibu Kota.

Puncaknya pada Kamis, 8 Oktober 2020, seperti di Jakarta, aksi berakhir dengan bentrokan. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas publik juga rusak hingga terbakar.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyarankan Presiden Joko Widodo mendengar aspirasi penolakan, dan segera mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang atau perppu.

“Pak @jokowi, RUU ini atas inisiatif pemerintah. Walaupun telah disahkan @DPR_RI dengan jurus kilat dan tergesa-gesa, ada baiknya dipertimbangkan aspirasi masyarakat banyak. Saran saya segera keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” tulis Fadli Zon dia akun Twitter @fadlizon yang dikutip VIVA, Jumat 9 Oktober 2020.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga prihatin dengan banyaknya benturan antara polisi dan pendemo saat aksi penolakan UU Cipta Kerja. Bahkan, ia menganggap tindakan polisi sangat represif terhadap para pendemo.

“Pak Kapolri, banyak polisi brutal dalam penanganan demonstrasi di berbagai tempat. Lihat saja video yang diambil warga. Sangat tidak profesional dan menganggap demonstran sebagai musuh. Seharusnya polisi di lapangan tak boleh bawa senjata @DivHumas_polri,” tulisnya.

Selain itu, Fadli mengapresiasi para kepala daerah yang melakukan dialog dengan para buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat di daerahnya yang menolak UU Cipta Kerja. Dan akan menyampaikan aspirasi agar Presiden Jokowi mengeluarkan perppu.

“Kalau banyak Gubernur seperti ini, saya yakin presiden @jokowi akan mempertimbangkan keluarkan Perppu membatalkan #OmnibusLaw,” kicaunya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer