Connect with us

News

AP II cegah beroperasinya porter liar di BIM

AP II cegah beroperasinya porter liar di BIM


Padang Pariaman, (Antaranews Sumbar) – PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman melakukan sejumlah upaya untuk mencegah beroperasinya porter liar saat arus mudik Lebaran agar penumpang menjadi lebih nyaman.

“Langkah pertama kami telah menyiapkan porter resmi yang berseragam, pemudik disarankan menggunakan jasa mereka,” kata General Manajer PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Dwi Ananda di Padang Pariaman, Jumat.

Menurut dia, berdasarkan pengalaman tahun lalu keberadaan porter liar marak di areal parkir mobil dengan modus mengangkat barang bawaan pemudik ke kendaraan, lalu minta upahnya.

“Ini mengganggu kenyamanan karena beroperasi tanpa izin,” kata dia.

Ia menyampaikan solusi lain untuk menertibkannya dengan menjadikan porter resmi sebagai informan yang melaporkan keberadaan porter liar kepada petugas keamanan.

Selain itu, kami akan menggelar razia bersama petugas keamanan bandara serta TNI dan Polri di area parkir untuk memastikan tidak ada porter liar, ujarnya.

Pada arus mudik 2017 petugas berhasil mengamankan seorang porter liar di area parkir kedatangan penumpang, yang kehadirannya dinilai meresahkan pemudik karena mengganggu kenyamanan arus mudik.

“Awalnya kami dikagetkan ada laporan di media sosial oleh pemudik tentang kemunculan porter liar di area parkir kedatangan penumpang, akhirnya petugas langsung menindaklanjuti dan berhasil diamankann satu orang sementara dua lainnya kabur,” kata Humas PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Fendrick Sondra.

Ia menceritakan setelah pelaku diamankan, langsung diberikan pembinaan dan pemahaman bahwa tindakan yang dilakukan merusak dan menggangu kenyamanan di bandara.

“Setelah dinasihati akhirnya yang bersangkutan menyadari dan berjanji tidak akan mengulangi lagi dengan membuat surat pernyataan,” kata dia.

Fendrik menilai apa yang dilakukan porter tersebut secara tidak langsung mencoreng bandara dan nama baik daerah apalagi keluhan muncul di akun media sosial yang tersebar luas dan dapat diketahui siapa saja.

“Modusnya pelaku memaksa penumpang untuk menggunakan jasa mereka dengan membantu membawakan barang-barang ke mobil kemudian meminta uang sebagai upah dengan berperilaku seakan-akan porter resmi,” ujar dia. (*)





Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Tak Percaya Tuduhan Teroris ke Munarman – Fadli Zon

Fadli Zon Heran Menko PMK Sebut Keluarga Miskin Lahir dari Faktor Besanan


Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, turut mengomentari penangkapan eks Sekum FPI Munarman oleh Densus 88 Anti Teror. Fadli Zon mengaku tak percaya terkait keterlibatan Munarman dalam dugaan tindak pidana terorisme.⁣

Pernyataan itu disampaikan oleh Fadli Zon lewat akun Twitter @fadlizon seperti dilihat, Rabu (28/4/2021). Fadli Zon menilai tuduhan teroris kepada Munarman terlalu mengada-ngada.⁣

Seperti diketahui, Densus 88 Anti Teror menangkap Munarman di kediamannya pada Selasa (27/4) sore kemarin. Munarman ditangkap karena diduga terlibat dalam kegiatan baiat teroris di tiga kota.⁣

Sementara itu, tim kuasa hukum Munarman, Hariandi Nasution, membantah kliennya terlibat ISIS. Munarman, kata Hariandi, justru menolak aksi-aksi terorisme

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Mereka Separatis – Fadli Zon

Sebut KKB Bukan Kriminal Biasa, Fadli Zon: Mereka Separatis


Anggota DPR RI, Fadli Zon meminta adanya perubahan terminologi kelompok kriminal bersenjata (KKB). Baginya, mereka sudah termasuk separatis.

Menurut Fadli Zon, KKB bukan kriminal bersenjata biasa. Mereka adalah kelompok separatis, dengan demikian seharusnya tindakannya berbeda. “Dengan adanya separatis, mereka yang di garis depan adalah TNI dan Polri,” ujar Fadli, yang ditemui di Kota Cirebon, Senin (26/4/2021).

Menurut dia, KKB layak dikategorikan separatis karena tuntutannya adalah membentuk negara atau merdeka.

Karenanya, perubahan terminologi KKB mendesak dan penting dilakukan. “Kalau kelompok kriminal, yang di depan adalah polisi. Kalau separatis, yang di depan TNI,” tegasnya.

Pemerintah, sambung politisi Partai z Gerindra ini, harus segera menetapkan perubahan terminologi tersebut. “Ini seolah ada penghalusan. Di tempat lain, kita mudah memberi cap teroris, radikal,” tandasnya.

Setelah TNI di depan, kata dia, yang penting semuanya terukur. Jangan sampai banyak korban. “Paling penting kelompok separatis ini ditangani diterukur,” katanya.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Semoga Ada Mukjizat – Fadli Zon

Kapal Selam Nanggala 402 Belum Ditemukan, Fadli Zon: Semoga Ada Mukjizat


Anggota Komisi I DPR Fadli Zon mendoakan agar seluruh awak kapal selam milik TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402selamat.

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini berharap ada mukjizat. “Semoga di bulan suci Ramadhan ini ada mukjizat keselamatan bagi para prajurit KRI Nanggala 402. Al Fatihah,” cuit Fadli dikutip dari lini masa Twitter @fadlizon, Sabtu (24/4/2021).

Dalam cuitannya, Fadli Zon mengunggah postingan Kementerian Pertahanan yang mengajak doa untuk keselamatan KRI Nanggala 402.

Dalam cuitannya, Fadli Zon mengunggah postingan Kementerian Pertahanan yang mengajak doa untuk keselamatan KRI Nanggala 402

Diketahui, hingga kini KRI Nanggala-402 milik TNI AL yang mengangkut 53 awak tersebut belum ditemukan dan upaya pencarian masih terus dilakukan. Kapal selam buatan Jerman tahun 1979 itu dikabarkan hilang kontak saat menjalani latihan di perairan Bali Utara sejak Rabu 21 April 2021, sekitar pukul 03.00 waktu setempat.

TNI sendiri telah mengerahkan 21 KRI untuk mencari Nanggala-402 beserta seluruh prajurit dan kru kapal, yang total-nya mencapai 53 orang.

Selain itu ada 4 kapal lain dari kepolisian yang membantu pencarian, yakni Gelatik, Enggang, Barata, dan Balam. Keempat kapal itu disebut dilengkapi dengan ROV atau remotely operated underwater vehicle.

Negara-negara sahabat juga mengirimkan perbantuan kapal seperti kapal MV Swift Rescue dari Singapura, Mega Bakti dari Malaysia masih dalam perjalanan, HMAS Ballarat dan Sirius dari Australia, kapal India dan pesawat Poseidon dari Amerika Serikat.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer