Connect with us

Tanah Datar

Diduga Tanah Pekuburan Kaum Kotik Kayo Di Sertifikat,Anak Kemenakan Akan Pertanyakan Legalitas Pemohon – siarminang.net

Diduga Tanah Pekuburan Kaum Kotik Kayo Di Sertifikat,Anak Kemenakan Akan Pertanyakan Legalitas Pemohon – Beritasumbar.com

Tanah Datar,siarminang.net – Diduga Tanah Pekuburan disertifikatkan oleh anggota kaum lain,anak kemenakan Kotik Kayo akan mempertanyakan legalitas pemohon pembuatan sertifikat terhadap Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batusangkar.

Jon Panitra,anggota kaum sekaligus kakak dan keluarga Kotik Kayo Kepada siarminang.net menyampaikan,saya cukup kaget mendengar kabar bahwa tanah pekuburan kami disertifikat oleh keluarga lain saat ada Program PTSL di Nagari Tigo Jangko Tahun 2019 yang lalu.”setau kami yang namanya pandam pekuburan di bumi minang ini tidak bisa di sertifikatkan.kalau seandainya bisa,saya rasa harus melalui proses yang panjang,yakninya harus ada kesepakatan kaum inti hingga ke Kerapatan adat setelah itu baru dibawa kepemerintahan setempat.

“Kami takut nantinya persoalan ini akan menimbulkan polemik dikemudian hari,sebab tanah pekuburan tersebut sudah dimiliki atas nama perorangan bukan kaum Kotik lagi.”contoh secara garis besar saja,ada beberapa dari kaum kami meninggal dan akan dikuburkan ditanah tersebut,akan tetapi sebelumnya ada permasalahan selisih paham antara kami dengan pemegang sertifikat,si pemegang sertifikat otomatis akan melarang keluarga kami berkubur disana karena dia sudah merasa berhak secara hukum untuk pelarangan itu.

“Demi kejelasan,kami beserta keluarga inti kotik kayo lainnya akan mencoba menelusuri dan mempertanyakan pembuatan sertifikat tanah pekuburan kami secepatnya,kepada KAN,Walinagari dan juga BPN Batusangkar.

Syaparudin Kotik Kayo mamak kepala Kaum menjelaskan,”dulu sudah pernah saya larang agar pandam pekuburan tersebut tidak disertifikatkan oleh kaum yang mempergunakan lahan.”dipakai untuk bercocok tanam silahkan asal jangan di sertifikat,karena kita khawatir timbul masalah kedepannya.

“Saya baru tau dugaan sertifikat itu beberapa hari yang lalu dari kerabat dekat,kalau benar begitu adanya,saya ikut mendukung untuk menelusuri kebenarannya dan segera mungkin akan dirapatkan dulu di kaum.(haries)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Meresahkan Warga,Dua Orang Terduga Maling Diamankan Polisi. – siarminang.net

Meresahkan Warga,Dua Orang Terduga Maling Diamankan Polisi. – Beritasumbar.com

Tanah Datar,siarminang.net – Sering meresahkan warga,dua orang terduga maling di Kecamatan Lintau Buo Utara diamankan Polisi, Sabtu 13/02/2021.

Iptu Pifzen Finot,SH.MH, Kapolsek Lintau Buo Utara menjelaskan,kronologi berawal dari sering terjadinya pencurian terhadap kebun warga dan telah meresahkan serta dilaporkan pada hari Sabtu sekitar pukul 19.00 WIB dan 20.00 WIB ke Polsek,kami beserta anggota bergerak cepat untuk mengungkap dan menangkap para pelaku pencurian.

“Selang beberapa jam dari laporan warga,Polsek beserta jajaran berhasil menangkap terduga IJS (30) tahun di kediamannya dan tidak lama kemudian kami juga menangkap FS panggilan Fandi (18) tahun,keduanya merupakan warga Jorong Mudik Lindan,Nagari Tapi Selo.

“Sementara Kerugian yang di akibatkan pencurian IJS dan FS diperkirakan sebesar Rp.590.000.”Untuk selanjutnya kasus ini akan kami kembangkan lagi guna proses penyidikan lanjutan.

“Mendengar kabar IJS dan Fandi telah diamankan, malam tadi masyarakat berbondong-bondong datang ke Polsek ingin melihat tersangka,”kesal dan gerah dengan kelakuan mereka berdua, masyarakat membuat pernyataan secara tertulis mendukung penuh upaya dari Polsek Lintau Buo Utara untuk mengungkap semua aksi yg terjadi di Lintau Buo Utara khususnya di Nagari Tapi Selo.

“Terhadap IJS telah dibuatkan surat pernyataan sebab telah membuat resah warga Nagari Tapi Selo karena sudah sering melakukan aksi pencurian seperti mencuri pisang,pompa air dan karet pada tanggal 20 Januari 2021.(haries)



Sumber

Baca Selengkapnya

Politik

Huller Terbakar,Pemilik Rugi Ratusan Juta – siarminang.net

Huller Terbakar,Pemilik Rugi Ratusan Juta – Beritasumbar.com

Tanah Datar,siarminang.net – Tempat penggilingan padi (Huller) di Jorong Tanjung Tengah,Nagari Tanjung Bonai,Kecamatan Lintau Buo Utara terbakar pada hari Senin dini hari 08/02/2021,pemilik alami kerugian ratusan juta.

Kapolsek Lintau Buo Utara, Ipda Pifzen Finot, SH. menyampaikan,memang benar telah terjadi kebakaran terhadap satu unit tempat penggilingan padi (Huller) dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WIB dan dilaporkan selang setengah jam saat berlangsung kebakaran.

“Kronologi kejadian berawal dari keterangan saksi Adi (30) tahun melihat api menyala dari arah kamar di bagian belakang Huller Ferizal (Pen Mayor), kemudian saksi memberitahukannya kepada saksi Wen (30) tahun serta selanjutnya langsung memberitahukan kepada korban.

“Pada saat korban mendatangi TKP,api telah membesar dari arah kamar bagian belakang Huller tersebut dan korban langsung menghubungi Damkar Kecamatan Lintau Buo.sekitar pukul 06.00 Wib Api dapat di padamkan setelah di bantu oleh 1 (satu) unit Damkar Kabupaten Tanah Datar.

Kerugian diperkirakan lebih kurang mencapai Rp.400.000.000 (Empat Ratus Juta Rupiah) dan penyebab kejadian saat ini masih dalam penyelidikan Polsek Lintau Buo Utara.(haries)



Sumber

Baca Selengkapnya

Politik

Dana Sumbangan Masyarakat untuk Galodo Di Pertanyakan Warga Tanjung Bonai,Polsek LBU ; Kasus ini Dalam Penyelidikan – siarminang.net

Dana Sumbangan Masyarakat untuk Galodo Di Pertanyakan Warga Tanjung Bonai,Polsek LBU ; Kasus ini Dalam Penyelidikan – Beritasumbar.com

Tanah Datar,siarminang.net – Dana sumbangan berasal dari masyarakat untuk Galodo atau banjir bandang di Nagari Tanjuang Bonai memasuki babak baru,sempat dipertanyakan keberadaan dan peruntukaannya,Polsek Kecamatan Lintau Buo dalami penyelidikan kasus.

Ipda Pifzen Finot, SH. Kapolsek Lintau Buo Utara menyampaikan,”Dalam kasus dana sumbangan galodo,kami melalui Kanit Intel sedang melakukan penyelidikan setelah media memberitakan permasalahan tersebut dan telah memanggil Walinagari Tanjung Bonai untuk dimintai keterangannya.

“Menurut keterangan yang kami dapat dari Walinagari,asal mula dana bantuan tersebut didapatkan ketika bencana Galodo melanda Nagari Tanjung Bonai tepatnya di Jorong Piubuah dan Jorong Sembayan pada tahun 2018,ketika itu dibukalah Posko darurat induk oleh Pemda Kabupaten Tanah Datar dengan jangka yang lumayan panjang.”Seiringnya berjalan waktu,Pemda mencabut Posko darurat yang terletak di Polsek Lintau Buo Utara dan dilanjutkan oleh Walinagari Tanjung Bonai.

“Selama didirikan posko bantuan yang didonaturi oleh pihak unsur,Nagari Tanjung Bonai mendapatkan bantuan dari Swadaya masyarakat dan Perantau yang ada di Kecamatan Lintau Buo Utara berupa uang Senilai Rp. 226.000.000 (dua ratus dua puluh enam juta rupiah) serta barang berbentuk baju,kain dan celana.

“Setelah dana tersebut terkumpul,pihak pemerintah nagari sebagai donatur dan bantuan memberikan laporan tertulis ke pemda Kabupaten Tanah Datar dari hasil posko lanjutan yang diambil alih oleh Nagari Tanjung Bonai, pada saat itu Pemda memerintahkan Walinagari agar dana tersebut di masukan ke dalam Anggaran Pendapaan Belanja Nagari (APBN), sementara untuk bantuan berupa baju di bagikan kepada masyarakat yang terdampak musibah.

“Menurut keterangan lanjutan tentang permasalahan dana,pemerintahan nagari beserta unsur lembaga pada tanggal 25 September 2019 mengadakan rapat mengenai peruntukan dan penyaluran dana,”dari hasil rapat maka dana disalurkan untuk Pembangunaan rumah bagi keluarga yang terdampak bencana Banjir Bandang atas nama H. Firdaus dengan jumlah bantuan Rp. 38.184.670 namun di berikan dalam bentuk bahan mentah bangunan dan di potong pajak belanja bangunan,Serta Yuni Astuti dengan jumlah bantuan Rp. 38.235.728 namun di berikan dalam bentuk bahan mentah bangunan dan di potong pajak belanja bangunan dan untuk Rehabilitas Saluran Air ke Masjid Bidayatul Abidin Jorong Piubuah berjumlah Rp. 89.986.290.

Dari Jumlah total dana bantuan yang telah di keluarkan oleh Pihak Walinagari Tanjung Bonai berjumlah Rp.166.406688 dari 2 buah bantuan rumah Korban dan 1 buah bntuan ke Masjid dan sisa uang dana tersebut Rp. 59.901.313 yang masih ada dalam APBN nagari.

Pifzen Finot menambahkan,saat ini kita masih tahapan penyelidikan,apakah benar dana tersebut memang benar tersalurkan sesuai keterangan Walinagari,untuk itu kita akan memanggil pihak-pihak terkait pada hari senin mendatang tutupnya.

Beberapa orang masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan,kami menyangsikan dana yang diuraikan walinagari pada media yang meminta klarifikasi tersebut,pada kenyataannya ketua KAN tidak perna dilibatkan dalam masalah dana sumbangan tersebut,ada selisih yang cukup signifikan dengan jumlah dana yang didapat pada saat Musrenbang di Mualimin, terdapat dana sebesar Rp.260.000.000 saat dijabarkan ke media kok sebesar Rp 226.000.000,selebihnya kemana.”kata warga yang berdomisili di Jorong Tanjung Tongah.(haries)



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer