Connect with us

kuliner

Enam Penambang Emas Tertimbun Longsor Di Solok Selatan, Dua Meninggal – siarminang.net

Enam Penambang Emas Tertimbun Longsor Di Solok Selatan, Dua Meninggal – Beritasumbar.com

Padang Aro, siarminang.net – Akibat curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir, sebanyak enam orang penambang emas asal Jawa Tengah tertimbun longsor di lokasi tambang di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan Romi Aprijal, di Padang Aro, Rabu mengatakan dari enam orang tersebut empat sudah ditemukan dan dua lagi masih dalam pencarian.

“Empat orang yang sudah ditemukan dua meninggal dunia dan dua selamat dalam keadaan luka-luka,” katanya

Dua korban selamat yaitu Rifan Saifudin (28) dan Aji (30) warga Pati Jawa Tengah dan sekarang mendapat perawatan di Puskesmas Abai.

Sedangkan dua korban meninggal katanya, yaitu Sugito (32) dan Yudi Purnomo (32) juga warga Pati Jawa Tengah. 

“Untuk korban yang meninggal dikembalikan ke agennya di Dharmasraya,” ujarnya. 

Dua korban yang masih belum ditemukan yaitu Miyanto (51) warga Bunut Selatan Lampung dan Sulistiyono (41) tahun warga Pati Jawa Tengah. 

Saat ini masih dilakukan pencarian terhadap dua orang yang masih tertimbun dan hari ini juga akan dibantu Basarnas. 

“Basarnas hari ini juga membantu melakukan pencarian dua penambang lagi,” ujarnya. 

Longsor lobang galian tambang terjadi pada Senin 11/1 pukul 20.30 Wib di Kimbahan Kecamatan Sangir Batang Hari. Sedangkan BPBD katanya, baru mendapat informasi pada Selasa, 12/1 pukul 17.10 Wib dan langsung menuju lokasi. 

Longsor tambang emas terjadi akibat curah hujan yang tinggi mengakibatkan tanah menjadi labil dan terjadi longsoran galian tambang yang mengakibatkan enam orang tertimbun. Tim reaksi cepat BPBD Solok Selatan membawa salah seorang korban selamat longsor tambang emas ke Puskesmas Abai. (Akbar)



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

headline

Gak Melulu Pedas! 6 Kuliner Khas Minangkabau Ini Rasanya Manis ~ Beritasumbar

Gak Melulu Pedas! 6 Kuliner Khas Minangkabau Ini Rasanya Manis ~ Beritasumbar


Salah satu kekhasan kuliner Minangkabau yang dikenal oleh masyarakat Nusantara adalah rasanya yang pedas. Dimulai dari rendang daging, ayam balado, sate padang hingga keripik balado dan banyak makanan lainnya, citra kuliner Minangkabau yang dikenal adalah rasa pedasnya. Bahkan, kata “balado” yang artinya “bercabe” dalam bahasa Minangkabau, sudah menjelma menjadi salah satu bentuk sajian bumbu masakan yang bersifat nasional.

Namun, sebenarnya makanan khas Minangkabau tentu tidak semuanya pedas. Masyarakat Minangkabau tetaplah manusia biasa yang ingin merasakan manis di lidah sebagai pemuas selera makan.

Bahkan, rupanya ada banyak kuliner khas Minangkabau yang rasanya manis sebagai penyeimbang rasa pedas yang juga banyak. Berikut 6 di antaranya yang kamu bisa cicipi ketika berkunjung ke ranah Minangkabau atau Provinsi Sumatera Barat.

1. Galamai, makanan yang mirip dodol yang sangat legit

Galamai khas Payakumbuh | ksmtour.com

Galamai adalah makanan yang terbuat dari tepung ketan atau disebut dengan pulut, gula merah, dan santan. Adonannya diaduk-aduk sekuat tenaga, ada juga yang mencampur dengan kacang merah. Hasilnya mirip seperti dodol, tapi lebih legit dan berwarna hitam. Rasanya sangat manis, dan lebih dikenal berasal dari daerah Kabupaten 50 Kota dan Kota Payakumbuh.

2. Lamang tapai, jajanan tradisional di Sumatera Barat yang dijajakan berkeliling

kuliner lamang tapai | foto: instagram.com/lamangtapaipadangpasir1958/

Lamang tapai merupakan makanan manis yang terbuat dari beras ketan putih dicampur dengan kelapa dan sedikit pandan. Campuran itu dibalut daun pisang kemudian dimasukkan ke dalam bambu muda untuk selanjutnya dibakar. Kemudian, disajikan dengan tapai (tape) yang terbuat dari ketan hitam yang dikukus. Orang Minangkabau menyebut proses pembuatannya dengan istilah “Malamang”, yang juga menjadi acara untuk penyambutan hari-hari besar.

Dulu, makanan ini sering dijual di pasar tradisional dan ada juga yang dengan cara membawa bakul di atas kepala lalu berkeliling di sebuah kawasan tempat tinggal, tapi sekarang dominan menjadi jajanan pinggir jalan.

3. Bubur kampiun, bubur yang rasanya juara!

Bubua kampiun | foto : silaculinaryvlog

Dari namanya, terdengar bahwa di sana ada istilah serapan dari bahasa Inggris yaitu Champion yang artinya juara. Konon, nama itu memang diambil dari sebuah perlombaan kuliner khas Minangkabau dan bubur ini menang.

Namun, diberi nama “Kampiun” bukan karena menang, tapi justru sebelum menang. Si peserta atau pembuatnya yang sudah panik duluan karena takut kalah, secara random memberi nama “Kampiun” yang memang artinya “Champion” atau juara itu. Nama itu dianggap doa olehnya. Tapi akhirnya memang dialah pemenangnya.

Terasa beda dan enak, karena bubur ini sangat lengkap isinya seperti ketan hitam, ketan putih, tapai, gula merah, lopis, kelapa, susu, kolak, bubur kacang hijau, bubur sum-sum, candil, dan lain-lain. Tak jarang, makanan ini menjadi perburuan untuk sarapan pagi di Kota Padang.

4. Ampiang dadiah, yogurtnya Minangkabau!

Ampiang dadiah

Kamu yang suka minum yogurt harus coba ampiang dadiah yang rasanya sangat mirip, namun berbeda proses pembuatan. Ampiang dadiah terdiri dari ampiang (emping) dan dadiah yang berasal dari susu kerbau. Susu kerbau bahan dadiah itu dimasukkan di dalam bambu yang dipotong kecil-kecil sekitar 15-30 cm lalu ditutupi daun pisang.

Bambu itu didiamkan selama dua malam agar terjadi fermentasi. Setelah menjadi dadiah yang mirip yogurt itu, hasilnya disajikan dengan ampiang atau emping beras. Jika kamu penaran untuk mencobanya, ampiang dadiah lebih banyak tersedia di Kota Bukittinggi dan sekitarnya.

5. Kue sapik, kue kering yang legendaris

Kue Sapik

Secara nasional mirip dengan kue semprong, tapi tidak digulung. Kue ini dicetak dengan dilipat dan dijepit atau dalam bahasa Minangkabau ‘disapik’, sehingga diberi nama kue sapik. Bahan-bahannya adalah  tepung beras, telur, gula pasir, santan, dan bubuk kulit kayu manis. Katanya, makanan ini juga sudah dikenal di kalangan internasional seperti rendang, karena juga sering dijadikan oleh-oleh.

6. Lapek bugih, oleh-oleh dari orang Makassar

Lapek Bugih | foto @cheche_kitchen

Makanan ini adalah kue kecil yang terbuat dari tepung ketan yang dibungkus daun pisang dan dikukus. Di dalamnya ada isi berupa kelapa parut dan gula merah agar terasa manis. Hasil setelah kukusan adalah kue yang berbentuk mirip piramida berwarna putih, dengan bentuk dasar persegi panjang dan tekstur yang kenyal.

Menurut cerita, kue ini diberi nama “Lapek Bugih” karena dulunya dibawa oleh orang Bugis (Sulawesi Selatan dan Makassar) yang merantau ke ranah Minangkabau. Lapek bugih juga sama seperti lamang tapai, dijajakan dengan berkeliling perumahan oleh penjualnya. Biasanya, sasaran pasarnya adalah anak kecil yang suka jajan.

Itulah 6 kuliner manis khas Minangkabau yang akan membuatmu selalu merindukan tanah Minang. Gak melulu pedas gurih dengan citarasa rempah yang lekat, kan?

https://platform.instagram.com/en_US/embeds.js



Sumber

Baca Selengkapnya

ane

Oleh oleh “Ane” Kota Pariaman diserbu pembeli

Oleh oleh “Ane” Kota Pariaman diserbu pembeli


Pariaman, beritasumbar.com, Perkembangan Wisata di Kota Pariman setiap Tahun, Bulan, Minggu, bahkan hari terus berkembang pesat.

Minat kunjungan wisatawan ke Kota Pariaman terus meningkat setiap pekan semenjak bertambahnya obyek obyek wisata seperti Pantai Gandoriah, Pantai Cermin, Pantai Kata serta Pantai Sunur terlebih lagi minat kunjungan terbanyak obyek wisata Waterfron City dan Talao Pariaman yang sekarang lagi Viral oleh penikmat wisata pantai.

Dengan semakin meningkatnya ku njungan wisata ke Pariaman, perekonomian masyarkat juga semakin meningkat seperti Penjualan Kerajinanan, Pedagang Makanan, Penjual Oleh Oleh Khas Pariaman.

Salah satunya Toko Oleh Oleh “Ane” yang terletak di Kawasan pusat penjualan oleh oleh Kamper ( Kampung Perak ) Kota Pariaman cukup terkenal dengan Kripik Baladonya.

Toko “Ane” yang menjual bermacam macam makanan khas Pariaman terlihat begitu ramai dikunjungi para wisatawan.

Ketika wisatawan berkunjung ke Pariaman rasanya belum lengkap jika tidak mampir kepusat Oleh oleh Ane tersebut.

Kebanggaan bagi pengunjung ketika membawa buah tangan merek Ane, disamping harga standar, Ane selalu.menjaga kualitas, rasa dan mutu.

Reportase. : syamsul.

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Dr. Astrid Pratidina Susilo Sp. An

Dr. Astrid Pratidina Susilo, Sp. An : “Kota Payakumbuh Nyaman, Makanannya Enak”

Dr. Astrid Pratidina Susilo, Sp. An : “Kota Payakumbuh Nyaman, Makanannya Enak”


Limapuluh Kota,BeritaSumbar.com, ~ “Hampir satu tahun di sini, saya sangat terkesan dengan Payakumbuh. Kotanya nyaman, orangnya ramah, makanannya enak. Benar kata filosofi, ‘airnya jernih, ikannya jinak’ itu, saya rasakan di Payakumbuh, ” kata dr.Astrid Pratidina Susilo, Sp. An, membuka percakapan, disela-sela kesempatan perpisahan dan rapat evaluasi.

“Saya juga belajar bahasa Minang saketek-saketek (baca : sedikit- sedikit), dan saya juga tau arti ‘aienyo janiah, ikannyo jinak’, (baca : airnya jernih, ikannya jinak),” tambah dr. Astrid, disambut gelak tawa oleh hadirin rapat evaluasi Indikator Mutu Instalasi Bedah Sentral, RSUD dr Adnaan WD, berlangsung di rumah makan Intan, Taram, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (1/2/2020).

Sekedar informasi, dokter Astrid Pratidina Susilo, kelahiran Surabaya, besar di Blitar, Jawa Timur adalah dokter Spesialis Anestesi lulusan Universitas Indonesia, (2018). Lalu, ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan di RSUD dr Adnaan WD, dalam rangka program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS), selama 1 tahun. Ia mulai bertugas di Instalasi Bedah Sentral, RSUD dr Adnaan WD, sejak 11 Februari 2019, dan berakhir 10 Februari 2020.

“Terima kasih atas sambutan hangat dan kerjasamanya selama satu tahun ini. Saya senang bekerja di RSUD dr Adnaan WD. Sebab, telah terjalin hubungan kekeluargaan dengan sesama petugas. Saya juga dikenalkan tentang Kota Payakumbuh, dan aneka kulinernya. Ini adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ungkapnya, dihadapan peserta rapat, dihadiri dr. Syafrudin, Sp.B selaku kepala Instalasi Bedah Sentral, dr.Suhadi, Sp.OG, dan drg. Rahma Yulinda, Sp.BMM.

Selain itu, rapat evaluasi dan acara perpisahan itu, juga dihadiri oleh Hendra, kepala ruangan Kamar Operasi, Ns. Novera Akmal, S.Kep kepala ruangan Anestesi, dan Ns. Erni Djaya, S.Kep, kepala ruangan Teratai, (Bedah). Tak ketinggalan juga tampak puluhan staf, penata, dan perawat fungsional terkait, menghadiri acara tersebut.

Sementara itu, Ns. Bismar, S.Kep, Kabid Keperawatan, mendampingi dr. Yanti, MPH, direktur pelayanan dan penunjang, sekaligus kehadirannya, mewakili dr.Efriza Naldi, Sp.OG selaku direktur utama RSUD dr Adnaan WD mengungkapkan, “kami mewakili manajemen rumah sakit mengucapkan terima kasih pada dr. Astrid atas pengabdiannya di RSUD dr Adnaan WD selama 1 tahun ini,” ungkap dr.Yanti.

“Kami juga berikan apresiasi pada segenap petugas Instalasi Bedah Sentral, beserta jajaran terkait, telah melakukan rapat evaluasi Indikator Mutu, sekaligus menyelenggarakan acara perpisahan. Rapat evaluasi, tentunya sangat bermanfaat buat RSUD dr Adnaan WD, apalagi terkait peningkatkan kualitas mutu. Karena efeknya terhadap penilaian akreditasi rumah sakit ke depannya,” tutup dr.Yanti.(*)

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

window.fbAsyncInit = function() {
FB.init({
appId : ‘1410885915625287’,
xfbml : true,
version : ‘v2.10’
});
FB.AppEvents.logPageView();
};

(function(d, s, id){
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) {return;}
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));
(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&appId=322156664622039&version=v2.3”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.7&appId=322156664622039”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer