Connect with us

News

Jumlah Hewan Qurban di Pasaman Tahun ini Turun

Jumlah Hewan Qurban di Pasaman Tahun ini Turun


Rabu, 22 Agustus 2018 – 07:23:08 WIB – 61

Ilustrasi (Foto: Dok. Istimewa)

PASAMAN – Jumlah peserta dan hewan qurban tahun 2018 menurun dibandingkan dengan tahun 2017. Hal ini dikatakan Dedi Wandra Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Pasaman Dedi Wandra, Selasa (21/08/2018).

“Pada tahun lalu jumlah sapi qurban mencapai 1.131 ekor, kambing 148 ekor dan kerbau 17 ekor. Sedangkan jumlah tahun ini di kabupaten Pasaman sebanyak 1.095 ekor, terdiri atas 103 ekor kambing, 988 ekor sapi dan 4 ekor kerbau,” kata Dedi Wandra.

Dikatakan lagi jumlah peserta qurban sebanyak 6.444 orang dan penerima qurban 60.353 orang. Tersebar di seluruh nagari dan kecamatan di Kabupaten Pasaman.

Untuk pengawasan hewan qurban, Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman sudah menerjunkan sejumlah personel, lewat tiga Poskeswan, yakni di Bonjol, Rao dan Lubuk Sikaping,” kata Musardi Kasi Kesehatan Hewan Masyarakat dan Veteriner (Kesmavet).

“Ini untuk menjamin daging qurban pada setiap TPH qurban aman dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, hewan qurban ini selain cukup umur, ciri ciri hewan qurban sehat juga perlu diketahui oleh masyarakat sebelum pemotongan dilakukan. Seperti, nafsu makan baik, berdiri tegak, tidak luka, mata bersih tidak bengkak, area hidung bersih dan lembab, kulit dan bulu bersih, area mulut dan bibir bersih, area anus bersih, tidak luka, tidak ada darah serta kotorannya padat.

“Ciri ciri itu perlu diperhatikan. Ini untuk mewaspadai penyakit antraks dan penyakit mulut dan kuku pada hewan qurban (Sapi dan kambing),” ujarnya.

Sejumlah tahapan pemeriksaan dilakukan oleh pihaknya terhadap kesehatan hewan qurban di berbagai tempat pemotongan hewan (TPH) di daerah itu. Mulai dari pemeriksaan Pos Mortem dan Ante Mortem pun dilakukan.

“Pemeriksaan pertama, telah kita lakukan mulai dari tempat penampungan hewan, pemeriksaan pos mortem sebelum pemotongan dan ante mortem setelah pemotongan dilakukan,” pungkasnya. (Verdi)

Polling Capres cawapres 2019-2024

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri

Tag: daerah,metro,pasaman,reliji,sosial,sumatra-barat

Tiba-tiba Sidak ke Ruangan Bagian Humas, Bupati Pasbar Syahiran Lakukan Hal Ini

Tiba-tiba Sidak ke Ruangan Bagian Humas, Bupati Pasbar Syahiran Lakukan Hal Ini

PASAMAN BARAT – Bupati Pasaman Barat (Pasbar). Syahiran, Kamis (9/8/2018) sekira pukul 14.30 Wib tiba-tiba menyambangi…

Pujasera di Pantai Gandoriah Pariaman Dinilai Mubazir dan Tidak Termanfaatkan

Pujasera di Pantai Gandoriah Pariaman Dinilai Mubazir dan Tidak Termanfaatkan

PARIAMAN – Tidak termanfaatkan dan kotor beginilah kondisi pujasera yang ada di depan pentas seni pantai Gandoriah…

Bupati Syahiran Lepas 279 Orang JCH Asal Pasaman Barat, Ini Pesannya

Bupati Syahiran Lepas 279 Orang JCH Asal Pasaman Barat, Ini Pesannya

PASAMAN BARAT – Bupati Pasaman Barat (Pasbar), Rabu (1/8/2018) melepas secara resmi sebanyak 279 orang Jamaah Calon…

Pakar: Narasi Politik Prabowo Lebih Menjual Dibandingkan Kubu Jokowi

Pakar: Narasi Politik Prabowo Lebih Menjual Dibandingkan Kubu Jokowi

POLITIK – Pakar komunikasi dan marketing politik dari UGM Nyarwi Ahmad menilai narasi politik yang dikembangkan kubu…

Prabowo Pilih Sandiaga, Ini Kata Habib Rizieq

Prabowo Pilih Sandiaga, Ini Kata Habib Rizieq

POLITIK – Habib Rizieq Syihab meminta digelar Ijtimak Ulama II. Hal ini merupakan reaksi karena dua nama yang…

(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “http://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8&appId=1208534375853801”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));



Sumber

Baca Selengkapnya
Click to comment

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Fadli Zon Beri Kritik Soal Anggaran Dana Kartu Prakerja – Fadli Zon

Juliari Korupsi Bansos, Fadli Zon: Kesempatan Bikin Orang Jadi Maling


Politikus Partai Gerindra Fadli Zon tak henti-hentinya memberikan kritik kepada pemerintah. Kali ini, ia mengkritik terkait anggaran penambahan Rp 10 triliun untuk Program Kartu Prakerja yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menilai program itu hanya buang-buang uang saja dan seharusnya program tersebut bisa diberikan pemerintah secara gratis, apalagi kini masyarakat banyak terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. 

Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli di akun Twitternya yang dilihat Selasa, 20 Juli 2021.

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran tersebut bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. 

elain itu anggaran Rp 10 triliun juga dikatakan Fadli bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dengan ditambahnya anggaran senilai Rp 10 triliun, diharapkan peserta program Kartu Pra Kerja dapat meningkat hingga 2,8 juta orang. Totalnya, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 30 triliun untuk Program Kartu Pra Kerja dengan 8,4 juta peserta yang terlibat.

Perempuan yang kerap di sapa Ani itu mengatakan penambahan anggaran program Kartu Pra Kerja itu berdasarkan hasil survei internal. Adapun harapannya penambahan anggaran tersebut bisa membantu masyarakat yang sedang mencari kerja ataupun terkena PHK

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Buang-buang Uang, Sebaiknya Bayar Insentif Nakes! – Fadli Zon

Fadli Zon Sebut Kebijakan Bansos COVID-19 Bermasalah Sejak Awal


Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, Program Kartu  Prakerja merupakan program yang hanya buang-buang uang. Oleh sebab itu, dia mengkritik keras ketika pemerintah mengumukan akan menambah Rp10 triliun untuk program tersebut.

Penambahan anggaran itu diklaim pemerintah sebagai upaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Fadli Zon menilai, seharusnya pelatihan itu bisa diberikan pemerintah secara cuma-cuma.

“Ini Program Kartu Prakerja tak jelas, buang-buang uang untuk pelatihan padahal bisa gratis,” kata Fadli Zon melalui akun Twitternya @fadlizon pada Minggu (18/07/2021).

Alih-alih digelontorkan untuk program tersebut, menurutnya lebih baik anggaran bisa dipakai untuk memberikan bantuan uang tunai terhadap masyarakat yang terkena PHK. Selain itu anggaran Rp10 triliun juga dikatakan Fadli Zon bisa diberikan untuk tenaga kesehatan dalam bentuk intensif dan kebutuhan rumah sakit lainnya.

“Sebaiknya uang Kartu Prakerja langsung diberikan pada mereka yang terkena PHK atau kasih insentif nakes dan bayar utang rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya disebutkan, Pemerintah akan menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja hingga Rp10 triliun sebagai bagian dari perlindungan sosial selama pandemi COVID-19. Semula, pemerintah menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dengan sasaran 5,6 juta orang peserta.

“Kami akan tambahkan Rp10 triliun lagi, sehingga program Kartu Prakerja tadi bisa menambah 2,8 juta peserta, sehingga total anggaran menjadi Rp30 triliun dengan total 8,4 juta,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/07/2021). 

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, kenaikan anggaran tersebut karena hasil survei menunjukkan bahwa program terbukti cukup membantu para pencari kerja atau yang terkena PHK selama pandemi COVID-19. 

Mekanisme program Kartu Prakerja tambahan ini masih sama seperti yang dilakukan sebelumnya. Setiap penerima akan mendapatkan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta dan mendapatkan insentif Rp600 ribu per bulan untuk 4 bulan.

Adapun total jumlah bantuan yang didapatkan sebesar Rp2,4 juta. Tiap peserta juga akan mendapatkan dana sebesar Rp50 ribu setiap kali mengisi survei.

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Berita

Ngawur Mana Militernya? – Fadli Zon

Dana Haji Mau Dipakai Perkuat Rupiah, Tanya Fadli Zon: Pemilik Dana Rela Uangnya Dipakai?


Anggota DPRI RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Dalam pernyataannya, Muhadjir menyebut Indonesia berada di kondisi darurat militer dalam menangani pandemi Covid-19.

Melalui akun Twitter–nya, @fadlizon, Fadli Zon menilai pernyataan Muhadjir asal-asalan alias ngawur.

Ia menyesalkan penggunaan istilah darurat militer dalam pernyataan Menko PMK ini.

Pernyataan ini ngawur, kok bisa mengatakan sekarang darurat militer. Mana militernya ?” tulis Fadli Zon, Sabtu (17/7/2021).

Menurutnya, pernyataan dari Muhadjir menambah bukti, koordinasi pemerintah penanganan Covid-19 yang kurang. https://d-1023473858618586686.ampproject.net/2107030008001/frame.html

Sirkus pernyataan ini hanya menambah daftar kurangnya konsep n pengetahuan elementer plus koordinasi penanganan covid,” katanya.

Selain Fadli Zon, kritik juga datang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua PKS Sukamta, pernyataan Menko PMK ngawur dan semakin menunjukkan pemerintah masih gagal membangun koordinasi di internal mereka.

“Sudah hampir satu setengah tahun pandemi covid, masih saja pejabat pemerintah buat pernyataan-pernyataan yang membingungkan dan tidak punya pijakan hukum yang jelas,” katanya kepada Tribunnews, Minggu (17/7/2021).

Sumber



Sumber

Baca Selengkapnya

Populer